Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 71


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu. Didalam rumah itu terasa begitu sunyi dan sepi. Mamanya sebelumnya yang begitu bersemangat dengan kehadiran Yesline, Kini hanya sesekali terlihat keluar kamar lalu kembali lagi.


Yesline juga terpuruk, Tapi melihat Mereka benar benar hancur membuat Yesline berusaha untuk memahami dan tidak menanyakan apapun atau menganggu Mereka terlebih dahulu. Al dan Mamanya butuh waktu untuk menyendiri dan menerima semuanya.


Yesline yang merawat Mereka berdua, berusaha kuat dan tegar meski sebenarnya rapuh.


Al selalu duduk disamping meja makan, Ditempat itulah Dia selalu bisa menatap wajah Papanya. Hanya ditempat itu Kami bisa berkumpul damai tanpa perdebatan atau ambisi.


Hingga malam itu, Yesline melihat Mamanya menyerahkan sebuah surat untuk Al.


" Mama menemukan surat itu dibawah lipatan baju. Mungkin Papa mau memberikannya saat Kamu pulang ke rumah." kata Mamanya dan duduk disamping Al setelah Al menerima surat itu.


" Tapi Papa mungkin tidak berpikir bahwa Kamu akan menerimanya dalam keadaan seperti ini. " lanjut Mamanya.


Mamanya menyeka matanya yang hampir basah lagi. Dia memilih meninggalkan Al untuk membacanya sendirian. Sedangkan Yesline masih berdiri di ambang pintu menatap ke arah Al, Dia tidak akan meninggalkannya walau semenit pun.


Al sudah mulai membaca surat itu.


***Al .... Aku benar benar merindukanmu akhir akhir ini.


Entah kenapa jarak diantara Kita tumbuh. Hubungan Kita begitu dingin, jarang saling bicara.


Papa rasa Papa alasan semua ini. Papa tau, Kamu memandang Papa sebagai Papa yang gagal, yang egois dan kurang memperhatikanmu sejak kecil.


Tapi Papa tak pernah merasa gagal.


Itu karenamu***.


Karena .....


***Papa alasan kemarahanmu untuk menang dan Orang yang membawamu ke posisi ini.


Papa bukan gagal menjadi Ayah bagimu, Tapi Papa gagal menjadi Temanmu, mendampingimu.


Terlalu sibuk kerja dan selalu berambisi hingga mengabaikan keinginanmu.


Papa tau, Kamu akan mencapai apapun keinginanmu. Itu sebabnya Papa memintamu untuk melakukan apa yang tidak bisa Papa lakukan seperti setiap Ayah.


Maafkan Papa, jika memungkinkan, Nak.


Papa sangat merindukanmu, Al.


Kau ingat ????


Papa biasa menemanimu jalan jalan di taman saat Kamu masih kecil ???


Jika Kamu pulang ke rumah, Papa ingin Kita banyak bicara, menghabiskan banyak waktu bersama***.


Dada Al sesak lagi, Airmatanya kembali mengalir. Yesline tidak tahan lagi, Dia beranjak mendekat dan duduk di samping Al.

__ADS_1


" Papa tergila gila sama Kamu, Mas. Tapi entah kenapa tidak ada kata kata diantara Kalian. " kata Yesline pelan.


Al melipat suratnya, Meraih tangan Yesline dan menggenggamnya. Menarik tangan Yesline lalu menciumnya. Airmata Al jatuh lagi. Kedua Orang itu menangis bersama. Meratapi kesedihan dan kepedihan masing masing.


****


Siang itu Clinton menerima panggilan dari Hans.


" Bagaimana Clin ??? Sudah ada surat panggilan dari kepolisian untuk datang sebagai saksi ??? serta barang bukti ??? " tanya Hans memastikan untuk kasus Rizky sudah berjalan sesuai prosedur hukum atau belum.


" Belum Hans. " jawab Clinton.


" Kok aneh ??? ini udah hampir seminggu loh ?? Kenapa Kamu tidak memberi tahuku ?? " kata Hans karena merasa ada yang tidak beres.


" Aku juga gak kepikiran Hans. Karena kematian Paman, Aku jadi kurang fokus. " kata Clinton mengakui karena Dia masih ikutan sedih dan merasa kehilangan.


" Aku hari ini ada urusan penting. Belum bisa ngecek ke Kantor Polisi langsung. " kata Hans dan Clinton mengangguk mengerti.


" Kenapa Aku bisa lupa ya ??? Apa Aku sudah mulai pikun ??? " gerutunya pada diri sendiri.


*******


Nicho memutuskan untuk pulang ke rumahnya, untuk memberi tahukan kepada Papa dan Mamanya terkait kejahatan dan perilaku Rizky kepada Keluarga Al.


Karena malam itu, menurut info yang Nicho dapat, Papa dan Mamanya berada dirumah.


Nicho mengetuk pintu dan beberapa saat kemudian, Mamanya keluar dan membuka pintu.


Di meja makan, Ada Papanya yang sedang menikmati makan malam.


" Ada apa Cho ??? " tanya Papanya datar.


Nicho langsung menarik kursinya dan duduk disamping Papanya, begitu juga Mamanya.


Nichi menghela nafasnya dan pelan Dia mengulurkan ponselnya ke Papanya.


" Lihatlah, Pa. "


" Apa ini ??? " tanya Papanya merasa penasaran. Dia menghentikan aktifitas makannya dan mengambil ponsel Nicho untuk melihatnya.


" Rizky dipenjara, Pa. Dan didalam ponsel itu ada semua bukti kejahatan Rizky. "


" Apa ??? Kamu jangan ngaco, Cho !!! Jangan sembarangan menuduh Adikmu seperti itu. " kata Mamanya sangat terkejut dan memperingatkan Nicho untuk berhati hati bicara.


" Nicho serius. Papa dan Mama bisa melihatnya sendiri. "


Papa dan Mamanya saling menatap. Mungkinkah ???? Karena selama ini Rizky adalah Anak baik dan penurut. Tidak mungkin Dia seperti itu.


Papanya mendengarkan bukti rekaman yang diberikan Nicho. Papanya begitu kaget begitu juga dengan Mamanya yang sangat syok dan hampir pingsan.

__ADS_1


Mamanya begitu menyayangi Anak Bungsunya itu. Dia bahkan tidak tau kalau Anaknya itu sudah salah jalan selama ini. Papanya langsung mengembalikan ponsel Nicho.


" Tapi, Apa motif Rizky melakukannya, Cho ??? Kenapa Dia bisa berniat mencelakai Keluarga Sendiri ???? "


" Rizky iri ke Al, Pa. Dia juga mengiginkan Posisi Direktur di Rumah Sakit dan Dia bekerja sama dengan Callista. Callista memberikannya 40 persen dari total saham di Rumah Sakit. Selama ini Dia bersikap sangat baik untuk menutupi kejahatannya. Papa sendiri bisa lihat kan betapa penurut dan baiknya Rizky ??? " jawab Nicho menjelaskan.


" Kamu sudah tau ini sejak lama ??? Dan kenapa baru memberi tahunya sekarang ???"


" Aku dulu belum memiliki bukti apa apa, Pa.!! " jawab Nicho.


Papanya menghela nafasnya dan melihat Nicho.


" Maafin Papa, Nicho. "


" Tidak apa apa, Pa. " jawab Nicho berusaha mengerti.


" Maafin Mama juga ya, Nak. " kata Mamanya memegang pundak Nicho dengan matanya yang masih sembab.


" Kalau gitu, Saat ini Papa tugaskan Kamu untuk mengambil alih semua bisnis yang dipegang Rizky, Adikmu. Setelah mengetahui semua ini, Tolong jangan menolak lagi !!! " tatap Papanya ke Nicho karena selama ini Nicho tidak mau untuk melanjutkan bisnis Keluarganya itu.


" Nicho bersedia Pa, Asal ..... "


" Asal apa ?? " cetus Papanya geram.


" Papa tetap mengijinkan Nicho sebagai DJ di Club Alexiz." jawab Nicho.


Setelah beberapa saat Papanya memikirkannya, Akhirnya Dia menginjinkan Nicho sebagai DJ lagi.


*******


" Bagaimana keadaanmj Callista ??? " tanya Erwin. Dia sengaja datang ke Rumah Sakit khusus untuk menjenguk Keponakannya itu.


" Baik Om. Sudah mendingan. " jawab Callista singkat.


" Baiklah. Om hanya ingin mengetahui perkembangan kesehatanmu saja. " jawab Erwin duduk di sofa yang menghadap ke kasur Callista itu.


" Terima kasih, Om. Sudah menyempatkan datang. " jawab Callista lagi.


" Om, Tidak marah sama Callista ??? " tanya Callista menatap Om nya itu.


Pria paruh baya itu membuang pandangannya dari Callista dan menatap dinding rumah sakit itu sambil tersenyum sinis.


" Menurut Kamu sendiri ??? Kamu yang menjanjikan untuk memberikan posisi itu ke Om, Tapi Kamu juga yabg mengingkarinya !!! "


" Callista bingung Om. Dan gakut kalau Al melaporkan Callista ke Polisi makanya Aku langsung berubah pikiran. " kawab Callista merasa bersalah.


" Sudahlah ...... Lagian Orangnya sudah mati !!! " cetus Erwin.


Mendengar itu Callista sedikit curiga.

__ADS_1


" Apa Om yang membunuh Papa Al ??? " tanya Callista.


Erwin menoleh, menatap Callista tanpa menjawab pertanyaan itu Dia malah tertawa keras.


__ADS_2