
" Halo ??? " jawab Al masih setengah sadar.
" Apa ??!!!!! " Al sangat kaget mendengar jawaban dari si Penelepon.
" Baiklah. Saya akan kesana !!! " jawab Al langsung memutuskan panggilannya.
Al langsung kembali menghubungi Clinton, Setelah sedikit berbicara dengan Clinton, Al pun bernajak dari ranjang langsung ke kamar mandi. Saat Yesline keluar dari kamar mandi, Al langsung masuk ke kamar mandi itu.
Yesline hanya diam melihat Al yang begitu terburu buru. Ada rasa sedikit penasaran dihati Yesline. Ingin bertanya tapi takut Al marah.
Jadi Yesline putuskan untuk diam. Setelah selesai mengenakan pakaiannya dan sambil menunggu Al keluar dari kamar mandi, Yesline menyiapkan baju Al yang memang sudah tersedia di lemari Pribadinya.
Al pun keluar dan tersenyum melihat Yesline yang menyiapkan pakaiannya tanpa diminta. Jauh sangat berbeda dnegan Callista yang tidak pernah menyiapkan pakaian untuk Al.
" Terima kasih , Sayang ... " kata Al lembut.
" Iya Mas. Itu sudah kewajibanku. " jawab Yesline.
" Masih sakit ???? " tanya Al.
" Iya. Rasa sakitku tertutupi dengan rasa bahagiaku karena hari ini Mama akan segera dioperasi. " jawab Yesline senyum.
Berbeda dengan wajah Yesline, Al malah terlihat sedih.
" Sayang .... Maafin Aku iya, Aku gak bisa nemanin Kmau ke Singapuraa. Ada pekerjaan yang sangat mendesak yang harus Aku kerjakan. " jawab Al sedikit sedih dan menyesal karena harus merubah sedikit rencananya.
" Kenapa ??? Apa Kamu takut sama Istri pertamamu ??? " tanya Yesline sedikit kecewa dan cemberut.
" Hahahah .... Istri kesayanganku sudah mulai cemburu sepertinya. " ledek Al sembari ketawa.
" Jangan bercanda!!! " ketus Yesline.
" Istri pertamaku malah tidak pernah ada dihatiku. " jawab Al dengan tenang membuat Yesline sedikit lebih tenang.
" Kamu ke Singapura akan ditemani Clinton. Nnati jam 8.00 jet Pribadinya Clinton akan mendarat di atap gedung RS ini untuk membawa Mama dan Kamu. Disana Clinton sudah menyiapkan semua kebutuhan Kamu. " kata Al.
" Kenapa harus dengan Clinton ??? Aku tidak menyukainya. Aku bisa sendiri disana sampai Kamu datang. " jawab Yesline.
" No!!! Clinton akan disana menemani Kamu sampai AKu tiba disana. Katakan semua yang Kamu butuhkan sama Clinton !!!! Turuti kataku, Aku suka dengan Wanita penurut. Kamu tau kan ??? " kata Al sambil mengelus kepala Yesline.
" AKu Istrimu, Bukan peliharaanmu yang harus selalu menurutimu !!! " cetus Yesline.
__ADS_1
" Hei, Kenapa bicara seperti itu ???? Hmm ??? " Al Al mencolek hidung Yesline.
" Sudahlah. Bukankah Kamu ada pekerjaan ??? Aku juga ingin melihat Mama. " kata Yesline.
" Aku akan pergi setelah Kamu bernagkat. Aku harus memastikan keamananmu dulu. " jawab Al.
Yesline sedikit tenang dan senang atas perkataan Al. Apakah ini yang dinamakan kebahagiaan ??? HAtinya sangta Nyaman dan menyukai ucapan yang keluar dari mulut Al. Yesline benar benar tidak bisa mengontrol perasaannya saat ini.
Yesline langsung keluar dari kamar pribadi Al dan diikuti oleh Al. Namun saat Yesline ingin membukapintu ruangan Al, Al langsung menahan tangan Yesline membuat Yesline sontak menoleh Al dan Al langsung mengecup mesra bibir Yesline membuat Yesline membeliakkan matanya pertanda protes.
" Aku akan merindukanmu. Tunggu Aku disana!!! Jangan terlalu dekat dengan Clinton takut Kamu jatuh cinta dengannya. " kata Al sambil memandang lembut wajah Yesline dan mengelusnya.
Wajah Yesline benar benar memerah, Seerti inikah rasanya memiliki Seorang Suami ??? gumam Yesline.
Detak jantungnya benar benar tak karuan, Rasanya Yesline ingin berlari dari hadapan Al karena sangat malu menunjukkan wajahnya yang sangat memerah itu.
" Dengarkan kata Suamimu. Jadilah Istri penurut, Oke ?? " kata Al.
Yesline tidak mampu menjawab, jika diperlakukan manis seperti itu oleh Al. Dia masih benar benar tidak percaya akan apa dihadapinya sekarang.
" Kenapa tidak jawab ??? " tanya Al kembali.
Sebenarnya Al ingin tertawa melihat wajah Yesline yang memerah itu, Tapi Dia tahan karena Dia tidak ingin Yesline marah.
" Bagus, Istri kesayanganku. " Al langsung mengecup kening, hidung dan turun ke bibir Yesline.
" Bersiap siaplah ke kamar rawat Mama. Sebentar lagi Clinton sampai. " kata Al sambil membuka pintu ruangannya itu.
Yesline pun langusng sedikit berlari kecil ke arah kamar rawat Mamanya. Sudah ada 2 Orang perawat disana yang sedang bersiap siap ingin memindahkan Mamanya ke tempat tidur pasien di pesawat.
" Mba Yes, Pesawat akan membawa Ibu Yuli yang baru saja mendarat di atap gedung RS, Kami ijin iay Mba. "
Yesline mengangguk dan Dia tidak menyangka ternyata beberapa pakaiannya sudah rapih berada di dalam koper.
Dia berpikir bahwa itu Al yang melakukannya.
" Mba, Mari ikut dengan Kami. " panggil Perawat itu yang melihat Yesline berdiri bengong.
Mereka langsung menuju lift untuk naik ke atap gedung RS itu. Tiba disana, Yesline melihat Al dan Clinton sedang berbicara serius. Pembicaraan Mereka terhenti saat melihat Dua Orang Perawat yang mendorong Ibu Yuli dan juga Yesline yang berjalan sembari menyeret koper miliknya.
Al menghampiri Yesline, dan sebelumnya Dia mengecek dulu kondisi Mama Mertuanya itu. Dokter yang biasa menangani Mamanya Yesline diminta Al untuk mengawal kondisi Pasien selama perjalanan. Walaupun hanya kurang lebih dari 2 jam, tetap saja Pasien harus didampingi tim medis.
__ADS_1
" Hati hati iya Sayang ... Aku akan menyusul nanti. " kata Al dan Yesline hanya menganggukkan kepalanya.
" Clin, Saya titip Yesline !!! " kata Al sama Temannya itu.
Yesline dan Clinton mulai masuk ke dalam pesawat setelah Mamanya yang didampingi Dokter dan Seorang Perawat sudah masuk kedalam pesawat.
" Jangan sedih, Kalau butuh pelukan ada Saya. " kata Clinton yang melihat Yesline sedikit murung.
Yesline yang mendengar ucapan Clinton hanya menatapnya tajam dan tidak sukapada Clinton. Clinton pun langsung memutar bola matanya mengalihkan pandanngannya dari tatapan tajam Yesline.
" Bercanda Yesline!!!! " kata Clinton.
" Bisa diam tidak mulutmu itu ??? " cetus Yesline kesal.
" HHMM ... " jawab Clinton.
" Saya bingung deh, Al bisa bisanya bucin sama Cewek galak seperti ini !!! Padahal waktu masih kerja di Club, Lembut bangat. Kenapa sekarang malah jadi galak sig !!! " gumam Clinton.
Perjalanan pun tidak terasa lama, karena hanya memang memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk tiba di RS jantung terkenal di Singapura. Clinton membantu membawa kper mili Yesline. Mamanya langsung segera dibawa ke kamar perawatan yang jauh lebih bagus dari RS di Jakarta.
Clinton masih menemani Yesline karena memang sudah tugasnya yang diperintahkan Temannya itu untuknya.
Setelah Mamanya dibawa ke Singapura, Yesline merasa sedikit lega karena Mamanya sudah segera mendapatkan penanganan tim medis. Yesline meghampiri Clinton yang berada di luar dan menunggu di ruang tunggu.
" Dimana Aku tinggal nanti ??? " tanyanya.
" Aku sudah siapkan Apartemen. Aku akan menemanimu sampai Al datang. "
Yesline mengangguk. Dia pun sedikit ragu meminta ijin sama Clinton.
" Ada apa ??? " tanya Clinton yang melihat wajah Yesline berubah.
" Aku boleh ke Depan bentar ??? " tanya Yesline sedikit melas.
" Aish .... Kirain ada apa Yes ....!!! "
Clinton mengangguk " Jangan jauh jauh. Nanti nyasar. "
" Iya Bawel !!!! " cetus Yesline.
Yesline pergi ke depan untuk mencari udara segar, Namun tiba tiba ada suara seseorang memanggilnya.
__ADS_1
" Yesline .... ???? "