Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 127


__ADS_3

Pintu besar, tinggi dan kokoh itu perlahan mulai terbuka. Papa dan Mama Nicho sangat bahagia melihat Nicho pulang untuk mengunjungi Mereka. Tapi raut wajah Mereka langsung berubah saat melihat siapa yang sedang Nicho gandeng tangannya. Wanita itu adalah Wanita yang Papa dan Mamanya sangat kenal. Mereka juga tau, jika dulu memang Nicho dan Callista sudah menjalin hubungan.


Tapi kini ??? Mereka sudah takut dengan apa yang terlintas di benak Mereka.


" Masuklah. " kata Mamanya mempersilahkan masuk.


Dari raut wajah Nicho pun, Mamanya sudah bisa membaca dan melihat jika ada hal penting yang akan Nicho bicarakan. Tangan Nicho tidak melepas genggamannya dari tangan Callista yang semakin berkeringat.


Dia tau seberapa takut dan gugupnya Calon Istrinya itu. Sejujurnya Dirinya sendiri juga bingung harus memulai dari mana. Dia juga takut menghadapi reaksi Orang Tuanya. Karena dulu Papanya pernah langsung mendapatkan serangan jantung saat tau Nicho menjalin hubungan dengan Callista yang notabenenya adalah Istri Al, Sepupunya Sendiri.


Kini ..... Meski status Callista sudah janda, Tapi ..... Semuanya sudah tau apa kesalahan Callista.


Nicho menarik nafasnya dalam. Mengisi rongga parunya yang terasa sesak. Mama dan Papanya saling pandang. Suasana benar benar tegang dan kaku. Bahkan membuat Callista tak berani menatap Orang di depannya itu. Dia benar benar membeku di tempatnya. Dia berusaha melepas pegangan tangan Nicho, Tapi Laki Laki itu tidak menginjinkannya.


" Pa ..... Ma ..... " Nicho mulai bicara dengan tatapan menunduk yang dalam.


" Iya, Nak. Apa ada hal penting yang mau Kamu sampaikan ??? " tanya Mamanya. Sementara Papanya masih menatap ke arah tangan Nicho yang terus menggandeng tangan Calista. Papanya tidak suka melihat itu.


" Nicho ma..... "


" Kamu mau bilang, Kalau Kamu kembali menjalin hubungan dengan Wanita ini ??? Hah ??!!! " sela Papanya sudah tidak sabar menunggu Nicho berbicara. Sontak Nicho mendongak menatap Papanya.


Dibentak seperti itu membuat Callista semakin ciut dan takut. Dia hampir menangis.


" Pa, Jangan seperti itu !!! Nicho kesini ingin mengatakan hal serius, Nicho ingin Papa dan Mama ikut bahagia dalam momen bahagia Nicho. "


" Nak, Tentu Mama dan Papa akan ikut senang disetiap momen bahagia Kamu, Tapi .... " Mamanya tak kuasa melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


" Callista telah mengandung Anak Nicho, Ma. Nicho ingin bertanggung jawab dan menikahi Callista. " kata Nicho menjelaskan.


" Apa ??!!! " sentak Papanya, Dia bangkit dari duduknya. Menatap tajam ke arah Nicho dan Callista. Begitu juga dengan Mamanya yang terlihat syok membelalakkan matanya lebar.


Bagaimana mungkin Anaknya bisa menikahi Wanita yang sudah diceraikan oleh Sepupunya sendiri ??? Apakah tidak ada Wanita lain ????


" Kenapa harus Dia, Nicho ??? Kamu ganteng dan mapan, Pasti banyak Wanita yang mau sama Kamu, Nak. " Mamanya sedikit emosi.


Dia ingin menantunya Wanita baik baik bukan seperti Wanita yang didepannya saat ini, Wanita jahat.


" Karena Callista adalah Ibu dari Anak Nicho, Ma. "


PPLAAKKKK !!!!!


Papanya sudah berdiri disamping Nicho dan melayangkan tamparan yang begitu keras di pipi Nicho. Sontak membuat Callista terperanjat begitu kaget. Dia merasa bersalah, karena Dirinya Nicho harus mengalami seperti itu.


Callista menangis, Dia tidak tahan lagi. Dia ingin berlari sejauh yang Dia bisa, meninggalkan semua pedih dan rasa sakit atas hinaan itu. Tapi tangan Nicho terus menggenggam tangannya.


Lidah Callista kelu, Dia tidak punya kuasa untuk mengatakan apapun. Nicho masih belum mengatakan apa apa. Dia juag bingung, Dia tidak mungkin menikahi Callista tanpa restu kedua Orang Tuanya, Tapi Dia juga tidak mungkin meninggalkan Callista sendirian. Dia dilema. Dia tidak mau Anaknya lahir tanpa Ayah. Dia tidak mau, Tuhan mengutuk dan menghukumnya karena tidak bertanggung jawab. Dulu Dia sudah pernah melakukan kesalahan, Menghamili Seorang Wanita dan tidak mau bertanggung jawab sampai Wanita itu bunuh diri karena malu.


Sekarang Nicho tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Dia tidak ingin Callista melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Wanita dimasa lalunya dulu.


" Pikirkanlah lagi Nak. " Mamanya memelas, setelah Rizky dipenjara, hanya Nicho satu satunya harapannya. Mungkinkah Dia akan membangkang ??? Mamanya benar benar tidak menyukai Callista.


" Nicho akan menunggu restu dari Mama dan Papa. Nicho pamit dulu. " kata Nicho membungkukkan badannya memberi hormat. Callista ikut menunduk, dan berjalan begitu saja ketika tangan Nicho menariknya keluar.


" Kamu menunggu sampai kapan pun lamanya, Papa dan Mama tidak akan menyetujuinya. " tandas Papanya masih dengan kesal. Nicho tidak menanggapi. Dia tetap berjalan meninggalkan rumah besar itu. Callista masih diam membisu, hanya mata dan pipinya yang masih basah.

__ADS_1


Papa dan Mamanya menatap kepergian Putranya dengan hati sedih dan sedikit kecewa. Kenapa semua Anaknya terjebak dalam masalah dengan Wanita itu ???


******


Mama Al memasuki ruang persalinan itu dengan hati yang berdebar. Dia sudah begitu lama menunggu datangnya hari ini. Bibirnya sedari tadi tak berhenti senyum. Mamanya melihat Yesline yang masih lemah terbaring di atas tempat tidurnya. Al duduk dibawah Yesline, memijit kakinya yang sudah mulai keram.


" Ma .... " kata Yesline yang melihat mertuanya itu berjalan ke arahnya. Yesline tersenyum manis meski bibirnya masih terlihat pucat. Tapi wajah cantiknya tidak berkurang sama sekali.


Mamanya membalas senyum Yesline dengan tatapan haru, matanya berkaca kaca. Dia mencium kening Yesline.


" Terima kasih ya, Yes. Kamu sudah kasih Mama cucu. " ucap Mamanya.


Dalam bayangannya Dia sudah berpikir untuk memberikan nama yang bagus untuk Cucunya, membelikan semua pakaian bagus untuknya, beberapa mainan dan apa saja yang Dia mau. Mamanya sangat bersemangat. Dia masih kuat untuk menggendong cucunya itu. Hari harinya akan dipenuhi kebahagiaan, Rumahnya akan ramai tawa riang dari cucunya.


Wajah Mamanya sangat memancarkan kebahagiaan yang sulit dijelaskan. Dia sudah menjadi Seorang Nenek.


" Alhamdulillah, Ma. Semua itu karena dukungan Mama yang begitu tulus untuk Yesline. Terima kasih ya, Ma. " kata Yesline terenyuh. Meski Wanita di depannya bukan Ibu kandungnya, tapi kasih sayangnya tak terbatas.


Mamanya mengangguki perkataan Yesline sembari tersenyum tulus. Lalu pandangannya beralih menatap Al.


" Al, Kamu sekarang sudah resmi menjadi Ayah. Kami akan tau betapa menjaga dan melindungi Anak Kita itu adalah hal yang harus dilakukan dengan sekuat raga dan jiwa Kita. Tidak bisa setengah setengah. Jadi Kamu akan tau kenapa dulu kadang kadang, Mama maupun Papa sedikit galak dan keras sama Kamu. Semoga Kamu bisa sedikit lebi sabar dan menyayangi Anak Kamu. " kata Mamanya sambil mengelus pipi Al.


" Iya Ma, Al akan belajar bagaimana caranya menjadi Orang Tua yang baik. " jawab Al dengan mantap.


Mamanya beralih ke arah Perawat yang sedang membersihkan bayi mungil itu. Mamanya sedikit terkejut melihat jenis kelaminnya.


" Dia Laki Laki ???? "

__ADS_1


__ADS_2