Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 134


__ADS_3

Laki Laki itu bergerak menindih tubuh Leni dengan sebelah kakinya. Leni mematung. Jantungnya berdebar kencang tak karuan. Dia gugup dan ....


Malam itu Leni berusaha keras untuk mengontrol detak jantungnya. Dia yakinkan pada Dirinya bahwa Gabriel sedang mabuk, Dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya itu. Besok saat Dia bangun, Dia tidak akan mengingatnya, Dia lupa, Jadi jangan baper.


*******


Hari pernikahan Nicho dan Callista akan diadakan lusa. Jadi Mamanya Nicho meminta Mamanya Al minta tolong untuk ikut membantu semua prosesnya. Mamanya Al untuk dua hari akan tidur dirumahnya Nicho. Yesline dan Al ingin mengabadikan momen saat Azka masih bayi, jadi Al menyewa fotographer terbaik untuk mengabadikan foto dan momen momen Mereka. Azka di maupun Yesline di make over sedemikian rupa. Dia kelihatan sangat cantik, menjelma menjadi Ibu mida dan sangat cantik serta baik.


Sang fotographer merebahkan Azka dengan posisi sedemikian rupa yang membuatnya kelihatan sangat lucu dan menggemaskan.


" Baik, Bu. Kita akan lakukan sekarang. " salah satu sang Fotographer memberikan aba aba serta sibuk menata beberapa benda benda disekitar Azka. Al nampak memperhatikan, Seorang Pelayan datang memberikan minuman. Al, Yesline dan Suternya meminum minuman itu dan setelah itu Mereka tidak ingat apa apa lagi.


Kurang lebih dari dua jam, Baby Sister, Al dan Yesline baru tersadar dari pingsannya. Yesline memijit pelipisnya pelan, Dia sangat heran saat mendapati Dirinya tertidur di dalam kamarnya begitu juga dengan Al. Yesline berusaha mengingat ingat lagi apa yang terjadi.


Bukankan Mereka tadi sedang mengambil beberapa foto bersama Azka yang diambil oleh Fotographer ??? Lalu kenapa tiba tiba Dia sudah berada di kamarnya ??? Bahkan Yesline tidak mengingat kapan Dia naik ke kamarnya.


Yesline langsung turun dari ranjangnya, dan langsung menuju kamar Azka, sementara Al masih mengerjap erjapkan matanya. Kepalanya juga tiba tiba pusing. Al terkejut saat mendengar suara Yesline yang berteriak memanggilnya dari kamar Azka.


" Mas Al !!!!! "


Dengan tergesa gesa Al turun dari ranjangnya dan berlari ke kamar Azka, Al dikejutkan dengan sebuah tulisan yang besar di dinding ditulis dengan spidol marker.


Bebaskan Erwin, Cabut tuntutanmu jika ingin Anakmu kembali dengan selamat!!!!


Al memeluk Yesline yang menangis ketakutan. Mengetahui Bayinya yang telah diculik.


" Mas, bagaimana ini ???? Bagaimana jika Azka terluka ??? Aku gak mau Anakku kenapa napa. " isak Yesline di pelukan Al.


Laki Laki itu masih diam, Dia lagi berpikir, Keputusan apa yang akan Dia ambil. Ini pilihan yang sangat sulit, antara Anaknya dan Erwin.


Seharusnya dengan mudah Al bisa langsung menyetujui apa yang dikatakan oleh si Penculik itu, Tapi .......

__ADS_1


Al masih bingung, Dia sama khawatirnya dengan Yesline. Bayi mungilnya dalam bahaya.


" Tuhan, Tolong jagalah Putraku. " gumam Al dalam hati.


Leni begitu kaget saat Al mengirimnya pesan.


" Apa???? Azka diculik ??? " pekiknya terkejut. Dia langsung menoleh kesamping dan menemukan Gabriel sudah tidak ada disampingnya. Leni langsung bangkit, duduk dan menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.


" Sialan !!! Apa Gabriel yang melakukan ini semua ??? Aku pikir, Pikirannya sudah jernih dan cerah!! "


" Siapa yang di culik ??? dan siapa yang tercerahkan ??? " tanya ssbuah suara tiba tiba, membuat Leni menoleh ke arah suara itu dan ternyata Gabriel sedang berada di samping lemari sembari menyenderkan pungungnya ke lemari itu. Kedua tangannya dilipat di dadanya dan menatap ke Leni yang kelihatan kebingungan itu.


" Eh, gak apa apa. "


Leni gelagapan. Dia bergegas memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan berniat untuk pergi dari sana. Al memintanya ke rumah untuk menjaga dan menemani Yesline.


" Kamu mau kemana ??? Aku sudah siapkan sarapan. " Gabriel menghentikan langkah Leni yang berjalan memunggunginya. Reflek Leni langsung membalikkan badannya dan menatap Gabriel dengan tatapan tidak percaya. Gabriel membuatnya sarapan ???


Apa Dia tidak salah dengar ?? Leni berjalan mengikuti langkah Gabriel menuju meja makan dan duduk saat Gabriel sudah duduk. Sarapan sudah terhidang dengan baik di meja makan.


" Kamu meremahkanku ??? Aku bisa melakukan segalanya, kecuali menculik Seorang Bayi !!! '' tandasnya.


Leni sontak kaget dan terkejut. Dia masih terdiam, Dia berpura pura fokus melahap makanannya. Gabriel yang sedari tadi menatap Leni hanya bisa tersenyum.


" Nafsu makanmu bagus juga. " seloroh Gabriel.


Leni terbatuk batuk, Dia benar benar gugup dan tidak tahu harus bagaimana. Semoga Gabriel tidak tahu tujuannya yang sebenarnya.


" Biasa ajah. " jawab Leni datar.


" Sebenarnya apa hubunganmu dengan Keluar Al ??? " tanya Gabriel tiba tiba dan membuat Leni tersendak. Dia segera mengambil minuman diaampingnya dan langsung meneguknya.

__ADS_1


" Apa urusanmu ??? " tanya Leni balik, Dia berjalan langsung membawa piring kotornya dan menyembunyikan wajahnya.


" Aku ingat Kamu ada di ruangan Yesline waktu Aku berantam dengan Al, dan hari ini saat Anak Al diculik, Kamu juga langsung di kasih tau. Siapa Kamu sebenarnya ??? " desak Gabriel.


Leni memberanikan Dirinya untuk menatap Gabriel sekilas, untuk membacanya. Tidak ada emosi atau kebencian disana, hanya rasa penasaran. Leni menghela nafasnya lega. Mungkin tidak apa apa jika Dia memberitahunya.


" Dulu, Aku pengawal pribadi Yesline. Sekarang Kami adalah Teman dan Keluarga. Semua Orang mengira bahwa Kamu yang menculik Azka. "


Gabriel tertawa jenaka. Merasa lucu dengan apa yang Leni barusan katakan.


" Aku ??? Kenapa Mereka mengira bahwa Aku yang melakukannya ??? Aku Dokter kandungan, Aku tidak akan melakukan sesuatu hal yang bisa menyakiti hati Seorang bayi. Aku masih punya hati nurani. " jawab Gabriel menegaskan. Dari matanya Leni tahu jika Laki Laki di depannya tidak berbohong.


" Karena Kamu satu satunya Laki Laki yang masih memiliki hubungan dengan Erwin. " tandas Leni.


Wanita itu tidak suka mengatakannya. Dia lebih suka mendengar ocehan Gabriel semalam. Apa Dia benar benar sudah lupa ???


" Oh, Jadi Kalian sudah menyelidikiku ??? Baguslah. Jadi Aku tidak perlu untuk berpura pura lagi. Aku memang ingin membalaskan dendam Ayah Erwin, tapi dengan caraku. Aku menolak saat diminta melakukan itu. Aku sudah cukup mendapatkan harta yang Ayah Erwin minta. " Gabriel meletakkan beberapa berkas yang sudah semalam sudah ada tanda tangannya.


Leni gelapan, Dia langsung membuka tasnya dan semua berkas itu sudah diambil kembali oleh Gabriel, Tasnya sudah kosong.


" Kembalikan itu padaku. " kata Leni dengan suara yang sedikit mulai tegang. Seharusnya Dirinya bisa lebih teliti dan tidak ketiduran semalam, semuanya jadi kacau.


" Ambil saja, Aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Demi Anaknya pasti Al akan rela memberikan segalanya. " Leni bergerak maju dengan cepat dan menyambar kertas kertas itu lagi.


Gabriel membiarkannya begitu saja membuat Leni bingung, Tapi ada kata kata Gabriel yang diucapkan yang membuat Leni sangat marah.


" Dasar Laki Laki tidak punya perasaan !!! Katanya Dokter tapi hatinya seperti penjahat !!! " maki Leni.


Gabriel bangkit dari duduknya, menatap Leni dengan tajam. Leni membalas menatap Gabriel dengan tatapan yang tak kalah mengerikan.


" Kamu memang penjahat, kenapa harus marah saat Aku menyebutmu sebagai Penjahat ??? Hah ??!!! "

__ADS_1


" Karena Aku bukan penjahat!! " tandas Gabriel. Dia sudah berdiri di depan Leni. Entah kenapa mendengar Leni menyebutnya sebagai penjahat, terdengar sangat menyakitkan. Dia tidak ingin Wanita di depannya itu menganggapnya seperti itu. Meski Dia sadar yang dilakukannya itu adalah salah. Tapi semua itu demi ...........


__ADS_2