
Yesline dan Leni sedang berkeliling mall bersama Azka. Entah kenapa hari ini Leni sangat bosan di rumah. Semenjak menikah dengan Gabriel, Leni memang lebih sering di rumah dan terkadang Dia main ke rumah Yesline untuk bermain dengan Azka.
Jujur Dia memang ingin sekali memiliki Anak, Namun apa daya Tuhan belum berkenan memberikan Seorang Anak di kehidupan pernikahan Mereka.
Sedangkan Yesline dan Al sedang menjalankan program kehamilannya yang kedua. Karena disaat kepergian Mamanya, Yesline lagi hamil muda. Karena terpuruk, Jadi kandungannya mengalami keguguran karena terlalu stress.
" Ma .... Mama .... Azka mau es krim. " tangan Azka menarik narik ujung blouse Yesline, Anak itu sungguh menggemaskan.
Yesline yang sedari tadi asyik melamun sambil mengaduk aduk minumannya membuatnya kaget dengan tingkah Azka. Leni sedang asyik merekam Seorang Artis yang sedang konser di lantai paling bawah Mall itu. Suasana begitu ramai.
Sebelumnya Leni tahu kalau Al menghubunginya hingga lima kali, tapi Dia sengaja abaikan. Leni memang sedikit kesal dengan Al yang selalu melarang Leni untuk membawa Azka keluar rumah.
Maka dari itu, Leni menawarkan Yesline untuk menjemput Azka pakai mobilnya dan bermaksud ingin membawa kabur Yesline dan Azka ke mall.
" Iya, Sayang ... Ayo Kita beli es krim. " sahut Yesline sambil tersenyum manis. Tangannya langsung mengangkat tubuh Azka dan menggendongnya. Sebelum ke stand penjual es krim, Yesline menghampiri Leni dan menepuk pundaknya pelan dan berbisik.
" Azka minta ea krim, Aku kesana dulu ya ?? atau mau ikut ?? '' tanya Yesline.
" Gak ah, Nanggung. Aku lagi ngerekam ini, titip ajah satu, Es krim rasa vanilla ya. " kata Leni dengan berbisik dan sedikit manja agar suaranya tidak masuk kedalam rekamannya.
Leni yang sekarang jauh berbeda sama Leni yang dulu seperti super hero. sekarang berubah jadi cute wife.
" Oke deh. "
Yesline nyelonong pergi begitu saja dan tak lama kemudian sudah kembali lagi dengan membawa beberapa kotak es krim. Leni sudah kembali duduk di bangku dekat teralis , Yesline mendudukkan Azka di dekat Leni dan dirinya duduk di samping Azka. Leni gemas setiap melihat Azka, Dia mengangkat bocah itu ke atas pangkuannya dan menciumi pipi Azka beruang kali.
" Tante, Geli. " protes Azka yang merasa acara makan es krimnya jadi terganggu karena ulah Tante Leni. Yesline hanya senyum senyum melihat tingkah Mereka.
" Tau gak, Tadi ada yang nyanyi ganteng bangat loh, sampai Aku zoom mukanya. " cerocos Leni tiba tiba sambil menunjukkan hasil vidio nya kepada Yesline.
Wanita itu sedikit mencondongkan tubuhnya dan melihat vidio yang Leni tunjukkan. Yesline membulatkan matanya.
__ADS_1
" Waow, Emang ganteng sih, Suaranya juga bagus. Minta tanda tangan yuk. " kata Yesline dengan antusias.
" No !!! " tiba tiba Azka ikut memberikan komentar dengan gayanya yang super lucu gemas.
" Apa Bang ??? Apa yang no ?? " kata Yesline mencubit pipi Azka dengan gemas.
" Mama gak boleh dekat dekat sama Cowok, Nanti Papa marah. "
Mendengar itu sontak Leni dan Yesline tertawa terbahak bahak.
" Mama mau dekat sama cowok siapa, Sayang ?? " celetuk Seseorang dari belakang punggung Yesline dan membuatnya langsung menoleh.
" Mas Al ??!! "
Leni membulatkan matanya, menatap Suaminya yang tiba tiba sudah ada di hadapannya.
" Mas Gabriel !! "
Suami mana coba yang suka kalau Istrinya mengidolakan atau memuji ketampanan Laki Laki lain ???
Leni dan Yesline menciut di tempat duduknya, berusaha menampilkan wajah semanis mungkin.
" Kenapa tiba tiba ada Mas Al sih ?? Bisa diomelin seharian Aku !!! "
" Papa .... " jerit Azka dengan wajah bersinar dan senang setiap kali melihat Al di dekatnya. Azka langsung melompat turun dari pangkuan Leni dan berhambur ke dalam pelukan Al, yang berlutut di dekat Azka dan merentangkan kedua tangannya.
" Papa, Papa jangan marahin Mama ya. Tadi Mama lihatin cowok ganteng mau minta tanda tangan. Tapi Papa tenang, Azka sudah larang. Kan Papa bilang Azka harus jagain Mama dari Laki Laki jahat ?? " kata Azka dengan panjang lebar dengan suara gemasnya dan wajah unyu nya.
Terlihat sangat gemas, tapi kelihatan sekali jika Al terpaksa tersenyum. Menahan sejenak bibirnya untuk mengomel. Yesline menutupi wajahnya dengan tasnya begitu juga Leni. Dia sudah tau Al akan memarahinya melebihi Gabriel.
Leni dan Yesline sama sama berbisik, sembari berjalan mengendap endap berniat kabur dari sana dan dari pengunjung mall yang ramai itu.
__ADS_1
" Mati Aku !! Ini semua gara gara Kamu, Len. Besok besok gak deh nonton konser beginian. " kata Yesline menggerutu, Leni tertawa dan nyengir menggaruk tengkuknya.
" Pengawal Kamu bikin gemas, Pengen Aku gigit pipinya. "
" Azka itu 11-12 sama Mas Al, Gak bisa disogok, ini malah lebih parah. " kata Yesline geleng geleng kepala.
Leni pun tertawa tanpa suara.
" Nanti kalau sudah besar, Aku mau jadiin mantu biar Putriku aman dijagain Azka yang gantengnya melebihi Papanya. " ucap Leni masih setengah berbisik.
Yesline dan Leni berjalan menunduk tanpa melihat ke depan, hingga Mereka tidak sadar menabrak tubuh Seseorang. Yesline mendongak, melihat siapa pemilik tubuh itu. Dia tersenyum memamerkan giginya yang putih. Saat tau jika itu adalah Al. Begitu juga Leni yang dihentikan oleh tubuh kekar Gabriel.
Mereka berdua menegakkan badan dan menarik sudut bibirnya untuk tersenyum manis kepada Suami masing masing.
" Kamu tega ya Sayang, Apa Aku kurang ganteng ??? Artis korea ajah kalah !! " sergah Al dengan bangganya, matanya menatap ke arah lantai bawah mall dengan tatapan meremehkan.
" Iya .... ganteng kok. Ganteng bangat. " seru Yesline meng iyakan perkataan Al. Dengan tersenyum yang dipaksakan.
Pandangan Al beralih ke Leni yang sedang bermanja manja sama Gabriel yang masih bermuka kecut.
" Semua ini gara gara Kamu, Leni. Bikin pikiran Yesline terkontaminasi sama Artis berwajah pucat dan ber makeup tebal itu. Gantengan yang natural seperti Aku lah !! " sungut Al.
Melihat Istrinya dimarahi membuat Gabriel tidak terima.
" Yaelah, kenapa Kamu jadi marahin Istri Saya ?? Yesline ajah yang bandel gak berpendirian, mau ajah di ajak ajak. " Gabriel tidak mau kalah.
Dalam hatinya sebenarnya tidak enak juga kalau harus menjelek jelekkan Yesline, Tapi Al memancing emosinya yang sudah menjelek jelekkan Leni terlebih dulu.
" Apa Kamu bilang?? Istri Kamu itu yang gak jelas. Masa ngajak nonton konser kan dosa maksiat itu. Melihat yang bukan muhrim, ya kan Boy ??? " tanya Al ke Azka, mencari dukungan. Azka mengangguk. Masih asyik menikmati es krimnya.
" Kata Ibu Guru Agama, Kita harus menjaga mata agar melihat yang baik dan meninggalkan yang buruk. melihat yang bukan muhrim itu dosa, kalau gak sengaja baru bukan dosa. " kata Azka dengan gaya coolnya seperti Pak Ustad yang sedang berceramah. Puas mendengar jawaban Azka, Al langsung mengecup Putranya yang pintar.
__ADS_1
" Duhhh, Azka !!! Belain Mama dong, Masa Papa terus ??? " protes Yesline dalam hati.