Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 251


__ADS_3

Berbeda dengan Clinton yang merasa kegirangan setelah melakukan panggilan. Pasalnya, demi menjalani program kehamilan, dia sampai harus merumput karena saran Gabriel. Mana Clara agak tersinggung gara gara keluhan Clinton. Oleh sebab itu, Clinton berinisiatif mendekati Clara yang tengah termenung di ruang tamu sendirian. Perempuan itu masih sebal karena masakannya dikategorikan sebagai makanan kambing.


"Sayang, ayo kita honeymoon ke Korea Selatan. Hans sama Meriam masih di pulau jeju loh. Kamu tau kan betapa indahnya pulau jeju? Masa kamu gak mau?" tanya laki laki itu menggoda.


Clara yang tadinya merenggut, sekarang tiba tiba berbinar mendengar ucapan Clinton, bahkan sekarang tersenyum kegirangan.


"Serius, Mas? Kita mau honeymoon ke pulau jeju? Aaa mau! Mas gak bohong kan?'' teriak Clara begitu gembira sampai memeluk Clinton tanpa ampun.


Walaupun Clinton sampai hampir tak bisa bernafas akibat ulah istrinya, namun melihat istrinya bahagia adalah kebahagiaan terindah bagi Clinton. Oleh sebab itu, Clinton membalas pelukan istrinya dengan erat.


"Enggak dong, sayang. Kamu boleh belanja ke mall buat belanja perlengkapan kita kesana." balas Clinton meyakinkan.


"Yey, makasih, Mas."


Atas ijin sang suami tersebut, Clara berangkat ke mall dengan gembira. Sedangkan Clinton dengan sabar mengantar sang istri dan ikut berkeliling mall sesuka hati. Dia juga membantu Clara memilih beberapa barang bawaan dan bahan makanan yang akan digunakan dan. Dibawa kesana. Disitu Clara sadar akan keberadaan Leni yabg juga sedang berbelanja juga dengan asisten rumah tangganya.


"Kak Leni," panggil Clara dengan ceria.


Saking gembiranya, Clara sampai menyerahkan semua paper bag kepada suaminya dan meninggalkan Clinton seorang diri. Seakan dunia ini hanya berisi Clara dan Leni. Benar benar, kalo Clinton tidak sayang, sudah dia tinggal saja perempuan itu.


"Eh, Clara. Kamu juga belanja sama suamimu, ya?" tanya Leni seraya menatap sosok Clinton yang hanya bisa gugup menyusul sang istri.


Clara menjawab pertanyaan tersebut dengan anggukan gembira. Lalu dengan segera Clara berkata, "Iya, Kak Leni. Kami mau nyusul Hans honeymoon ke pulau jeju. Makanya kami beli kebutuhan bersama selama di sana."

__ADS_1


Mendengar cerita Clara yang diutarakan begitu bersemangat menggebu gebu, membuat Leni jadi iri. Sepertinya akan menyenangkan jika dia juga ikut menyusul Hans. Apalagi saat mengingat anaknya, dia jadi tertarik dengan agenda baby moon. Sehingga wanita itu ikut mengutamakan pikirannya.


"Oh, ya? Aku jadi pengen ikut juga. Lumayan kan kalo bisa baby moon. Gimana kalo kita berangkat bersama sekalian?" tanya Leni meminta pendapat.


Kedua perempuan yang sama sama akrab ini tentu saja saling mendukung. Bahkan, Clara terlihat semakin gembira mendengar ucapan Leni. Sehingga dia ingi menyemangati. Kalau semakin ramai, pasti semakin seru bukan?


"Ide bagus, Kak. Aku tidak sabar membayangkan betapa serunya nanti kita di sana."


"Kalo gitu, aku hubungi suamiku dulu ya. Kalo gak ada suamiku, gimana aku bisa ikut pergi?''


Mendengar pernyataan tersebut, Clara setuju. Berbeda dengan Clinton yang diam diam kesal karena Gabriel akan terlibat dalam perjalanan eksotis ini. Pasalnya Clinton masih sebal setengah mati. Kalo Gabriel jadi ikut, bisa hancur mood Clinton karena saran saran Gabriel yang tidak jelas.


"Halo, Mas,'' sapa Leni tepat di depan mereka.


"Oh, hai, sayang. Ada apa?''


"Mas, pengen ikut honeymoon ke korea juga,'' pinta Leni dengan manja.


Awalnya sih Gabriel senang senang aja karena mengira topik pembicaraan Leni hanya topik sederhana. Namun, begitu menyadari bahwa Leni ingin ikut ke korea, Gabriel seketika terkejut.


"Apa? Ke korea, sayang? Mas lagi punya kerjaan di rumah sakit, nih. Kapan kapan saja ya, sayang?" ujar lelaki itu menenangkan.


Gabriel tidak berbohong mengenai kesibukannya. Saking sibuknya, dia mengangkat panggilan Leni saja seraya membaca berkas laporan kesehatan pasien yang harus segera dia tangani. Belum lagi, dia memiliki beberapa jadwal operasi yang akan terjadi dalam beberapa hari. Kalau sudah begini, apa dia bisa pergi?

__ADS_1


Clara dan Clinton bisa melihat Leni yang mendengus kesal. Perempuan itu terlihat sangat bosan akan alasan Gabriel yang terus menerus membuatnya kecewa. Sehingga, perempuan itu terpaksa mengancam sang suami.


"Gitu aja terus! Kalo Mas sampai gak mau ikut pergi, Leni mending pulang aja ke rumah Papa!''


"Eh eh, jangan sayang. Iya deh, Mas mau." putus Gabriel dengan nyali menciut mendengar ancaman sang istri yang tidak pernah main main.


Mendengar pembicaraan Leni dan Gabriel, dikukuhkan dengan keceriaan Clara yang menjadi jadi karna merasa akan memiliki banyak teman, Clinton hanya bisa mendesis sendiri karena sebal. Sebenarnya dia ingin mengeluh karena rencana private nya menjadi terganggu karena adanya Gabriel yang akan bergabung.


Clinton sebal setiap bertemu dengan Gabriel. Jadi, dia khawatir keindahan honeymoon mereka jadi terganggu dengan sikap sok tahu Gabriel. Merasa tak memiliki tempat lain untuk mengeluarkan sampah di kepala, Clinton memutuskan untuk menumpahkan kekesalannya ini pada Al.


"Hahaha, rasain dah kamu. Nikmati aja, udah. Lagian kamu ikut program kehamilan sama rumah sakit Gabriel sih. Mati aja kamu. Kalo kamu ikut program di rumah sakitku mah, dijamin lancar jaya." ledek Al puas.


Clinton mengakui bahwa ucapan Al barangkali ada benarnya. Dia jadi menyesal tidak mengambil program kehamilan dari rumah sakit Al. Namun, belum semoga Clinton memprotes, Al malah memberi isyarat diam kepada Clinton karena ada panggilan yang tiba tiba masuk ke nomornya.


"Sssstttt!'' begitu isyarat dari Al. Sedetik kemudian, Al menjawab panggilan dari seberang, ''Halo sayang, ada apa?''


Ck! Sudah bisa Clinton tebak bahwa panggilan itu berasal dari Yesline. Ternyata Al juga sama saja seperti dirinya yang bucin sama istri sampai tak berani membuat keributan dengan temannya sendiri.


"Sayang, aku dengar kabar dari Leni dan Clara kalo mereka mau ke korea buat nyusul Hans sama Meriam juga. Mau ikut baby moon juga dong, sayang. Kayaknya baby twins kita ngidam mau ketemu lee min ho deh," pinta sang istri beralasan.


Al melongo mendengar alasan tidak masuk diakal tersebut. Sedangkan, Clinton tentu saja diam diam menertawakan Al yang terlihat pasrah mendengar penuturan istrinya. Perpaduan mereka begitu sempurna untuk membuat Clinton tertawa. Clinton seketika puas karena dirinya bukan satu satunya yang bersedih hati.


Bagaimana tidak? Bisa bisanya Yesline memakai alasan baby twins yang ingin bertemu Lee min ho demi pergi ke korea. Padahal bayi bayi seperti itu mana tahu Lee Min Ho? Bilang saja kalo emak emaknya lah yang ngidam mau ketemu Lee Min Ho. Dan untuk mewujudkan impian tersebut, maka anak anak tidak berdosa itu tentu harus siap jadi korban. Dasar, emak emak laknat. Mana Al tidak bisa melawan pula! Sungguh menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2