Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 76


__ADS_3

" Al ?????!!!! Kok bisa ada Kamu ??? " kata Hans yang kaget mendengarnya atau mungkin pura pura kaget karena itu kan ponsel Al yang Dia hubungi dan tidak mungkin Dia lupa.


Yesline terkekeh melihat Dua Pria itu sedang adu mulut. Melihat Al yang tidak fokus meli'hat kedepan membuat Yesline jadi panik.


" Mas !!! Fokus lihat kedepan, Bahaya !!! " kata Yesline mengingatkan.


" Heh, Hans tukang caper !!! Kamu jangan macam macam ya !! Jangan sampai Aku bedah benaran deh Kamu !!! " kata Al marah dan bersungut sungut, Memegang kemudi dengan satu tangan dan satu tangannya menunjuk nunjuk ke ponsel yang dipegang Yesline. Tidak mempedulikan omongan Istrinya itu.


" Mas, Udah ah .... " kata Yesline memegang dagu Al dan memutarnya untuk melihat ke depan.


" Kalau Kamu masih galak galak gak jelas, Gak jadi Aku urus perceraianmu dengan Callista. " cetus Hans mengancam balik.


" Awas ajah kalau Kamu berani !!! Aku audah gak sabar bisa pisah dengan Wanita licik itu. Pengen nikah lagi sama Yesline biar sah secara hukum dan Agama. " jawab Al melempar senyum ke Yesline dan mengedipkan matanya dengan genit. Membuat Yesline tertawa dan mengecup lembut pipi Al.


Al yang dicium langsung kegirangan dan lupa daratan. Al memajukan bibirnya dan sigap untuk mengecup bibir Yesline yang seksi dan tipis itu. Namun, Yesline buru buru memegang dagu Al dan memutarnya kembali menghadap ke depan untuk tetap fokus.


" Makanya jangan asal bedah, Dokter galak !!!! Begemana Dokter bisa galak ??? Salah bedah kan fatal ??!!! " cetus Hans.


" Kamu yang mancing duluan. Apa Kamu gak malu sama diri sendiri berani bilang kangen sama Istri Orang ??? Ada Suaminya juga disampingnya ??? Woeee move on woee !!! Move On !!! " bentak Al sambil mendekatakan suaranya ke ponsel lalu fokus mengemudi.


" Oke oke .... Berarti next time Aku nelpon dan ngomong gitu pas saat Kamu gak ada. Iya gak Yes ??? " jawab Hans berani.


Yesline tertawa kecil dan sedikit kaget tapi lucu. Belum juga dijawab apa apa sam Yesline tapi sudah langsung tatapan tajam yang dikasih Al kearahnya dan menyemprot Hans dengan emosi yang meledak ledak.


" Hans Tukang Caper !!!!!! " cetus Al geram.


Diseberang terdengar suara Hans yang ketawa lebar lalu mematikan telepon. Yesline mengangkat tangannya dan memperlihatkan ponselnya ke Al bahwa panggilan sudah dimatikan oleh Hans.


" Dasar, Gitu ajah kabur.... Cemen !!! " cibir Al.


" Udah Mas, ih ... Jangan marah marah terus. Nanti gantengnya hilang loh .... " kata Yesline agar Al tidak marah marah dan malah Dia salah paham atas perkataan Yesline itu.


" Apa ??? Kok Kamu tega doain Mas supaya kegantengannya hilang ??? " cetus Al melotot.

__ADS_1


Yesline geleng geleng dan menepuk jidatnya pelan. Suaminya kalau lagi cemburu melebihi Wanita tingkat sensinya.


" Au ah gelap. " jawab Yesline dan membuang pandangannya keluar mobil melihat pemandangan diluar.


" Sayang .... " panggil Al.


Yesline tidak menoleh dan tidak menjawab. Masih bersedekap, Kepalanya dimiringkan ke arah jendela. Matanya terpejam, pura pura tertidur. Karena menurut Yesline kalau tidak digituin, Al bakal tidak berhenti mengomel dan ngedumel.


" Yah .... Kok tidur sih Sayang .... Benaran tidur atau pura pura tidur nih ??? " tanya Al. Yesline masih tidak menjawab dan diam.


Al menepikan mobilnya, ditempat yang agak sepi. Dia tiba tiba memikir ide jail. Al menarik sebuah penel dibawah kursi sembari mendorongnya ke belakang, membuat kursi bergeser beberapa inci dari posisi sebelumnya. Bisa untuk merebahkan badan dari semula yang dipakai hanya untuk duduk tegak.


Dengan badan yang sedikit membungkuk, Al mengukung tubuh Yesline. Yesline pura pura tidur hingga membuatnya tidur benaran. Sehingga Al bebas untuk berespektasi dengan tubuh Istrinya itu.


Yesline merasa ada yang menyapu kulit lehernya itu, Dia membuka matanya perlahan lahan dan melihat bibir Al sudah berada di atas dadanya dan mengecupnya lembut. Bajunya sudah sedikit terlepas dengan sempurna sesuai keinginan Al.


" Ehh ... Mas ... " kata Yesline kaget.


Tiba tiba .....


Tok .... Tok ..... Tok .....


Mereka berdua gelagapan, Yesline buru buru menarik dan merapikan bajunya saat mendengar suara ketukan di kaca mobil. Yesline dan Al saling menatap.


" Polisi ???? " Mereka secara bersamaan mengatakannya.


Disana dibalik kaca ternyata ada Polisi lalu lintas yang menghentikan Mereka. Polisi itu terus mengetuk kaca mobil hingga Al dan Yesline keluar. Kemungkinan karena mobil Mereka berhenti tadi, mobilnya bergoyang hingga Polisi perlu mengecek itu.


Setelah Polisi menanyakan banyak hal, Akhirnya Al kena tilang. Dia lupa membawa sim nya. Setelah membayar sejumlah uang, Akhirnya Mereka diijinkan untuk pergi dengan mobilnya. Al langsung menuju rumah sakit dan bertemu dokter kandungan.


Kabar baiknya setelah Yesline diperiksa, Hasil pemeriksaan semua menyatakan bahwa kandungannya sehat. Tergambar senyuman di bibir Mereka.


Diruangannya, Al masih menyenderkan kepalanya pada pangkal paha Yesline sembari Dia mencium perut Yesline yang sudah membesar itu.

__ADS_1


" Sayang .... Papa udah gak sabar pengen ketemu Kamu. " bisik Al sambil mengelus elus perut Yesline.


Yesline tersenyum, Jemarinya membelai rambut Al yang terbaring di kakinya. Tiba tiba Al bangkit dengan posisi duduk menghadap Yesline dan kakinya ditekuk.


" Sayang .... Aku jadi penasaran, Wajahnya mirip Aku atau Kamu ya ??? " tanya Al dengan matanya yang berbinar.


" Mirip Aku lah biar sama sama cantik, Kan Cewek. " jawab Yesline mengelus elus perutnya lembut.


" Yah .... Nanti bikin lagi lah Cowok, Biar mirip Aku. " jawab Al menggodanya.


" Mas !!! Ini satu ajah belum lahir, Udah langsung mikirin Anak kedua ??? Melahirkan itu sakit, Mas !!! " kata Yesline menatap Al.


Al tertawa dibawah perutnya dan kembali merebahkan dirinya.


Al tertidur di pangkuan Yesline. Mereka sedang berada di kamar di ruangan Al. Yesline juga tertidur dalam posisi duduk, Al bangun dan mengangkat kepala Yesline, Membenahi Posisi tidurnya.


Al memutuskan ke kamar mandi untuk mencuci muka terlebih dahulu, sebelum Dia keluar mencari makanan. Pasti disaat bangun nanti Yesline lapar.


Al keluar dari kamar mandi dan mengelap mukanya dengan handuk. Dia lalu mengambil ponselnya dan berencana untuk mencari makan malam. Sudah jam 6 sore dan Al ingat di dekat Rumah Sakit ada Masakan Padang.


" Yesline pasti suka kalau dibeliin rendang. " gumam Al dengan senyum.


Dia membeli 2 bungkus nasi padang dengan lauk rendang. Satu untuknya dan satu lagi buat Yesline. Al langsung menyiapkan makanannya dan meletakkannya diatas meja didekat sofa tempat Yesline duduk.


Tangan Al menggoyang pelan tubuh Yesline agar Dia bangun tapi tidak ada jawaban dari Yesline. Dia kalau sudah tidur pules bangat.


Al membiarkannya tidur dulu karena mungkin Dia capek. Dia memutuskan menelpon Hans lagi. Seharusnya tadi ada yang akan dibicarakan dengannya.


Hans menganggkat teleponnya dan berbicara dengan Al. Intinya Dia ingin memberi tahu Al bahwa tanggal persidangan telah ditetapkan. Itu lusa dan Al harus datang.


" Iya. Saya akan datang. "


Dengan perasaan kesal, Dia menggaruk rambutnya yang bahkan tidak gatal sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2