Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 131


__ADS_3

Saat Leni mendapat tugas untuk memata matai Gabriel, Hari itu Dia mendapat kabar dari Temannya bahwa Gabriel nongkrong di club dengan beberapa Temannya. Jadi Leni memutuskan untuk datang ke Club. Dia sudah memiliki rancana.


Saat Gabriel sedang duduk di dekat meja bar, Dia melihat Seorang Wanita cantik yang digoda oleh beberapa Laki Laki hidung belang. Gabriel paling tidak suka melihat Orang di tindas. Dia bergegas menolong Gadis yang mabuk itu.


Dia sampai harus menghajar beberapa Laki Laki yang hendak mau melecehkan Gadis itu. Karena Gabriel lumayan jago, Mereka bisa dikalahkan.


Gabriel membawa Wanita itu masuk ke dalam mobilnya. Karena Wanita itu terlalu mabuk, Dia pingsan. tidak tau harus membawa kemana, akhirnya Gabriel membawanya ke rumahnya. Dia membiarkan Wanita itu tidur dikasurnya sementara Dia merebahkan Dirinya di sofa.


Gabriel juga dalam keadaan sedikit mabuk, Dia sampai tidak menyadari bahwa Wanita itu adalah Leni yang di make over sedemikian rupa sampai terlihat sangat cantik dan feminim walau sebenarnya tanpa make up Dia sudah sangat cantik dan manis.


Saat Gabriel sudah tertidur, Leni berusaha mencari informasi lain mengenai Gabriel dan Erwin. Dia menemukan buku catatan Gabriel. Dari sana Dia tahu semuanya. Kenapa Dia jadi Anak Erwin dan berniat membalaskan dendamnya.


Leni juga menemukan beberapa dokumen rumah Callista yang sudah atas nama Gabriel. Dan beberapa dokumen Rumah Sakit, tanpa Al tau, Gabriel sudah mendapatkan tanda tangan persetujuan Al yang memberikan sebagian besar saham Rumah Sakit atas nama Dirinya. Leni langsung memoto semuanya.


Saat melihat Gabriel menggeliat, Leni kembali ke tempat tidurnya. Dia sempat merasa terenyuh dengan Gabriel yang sejatinya memiliki sifat baik. Dia dalam keadaan mabuk, dan di dalam kamarnya ada Wanita mabuk juga dengan pakaian mini tapi dibiarkan tidur begitu saja ???


Andai Gabriel bukan Anak Erwin yang datang untuk balas dendam, Leni mungkin akan berpikiran lain. Diatas ranjang, Leni terus memandangi Gabriel, Laki Laki jutek yang sangat menjaga harga dirinya dan sangat suka menolong.


Kasihan jika nasibnya nanti akan seperti Callista yang dimanfaatkan dan dicuci otaknya oleh Erwin. Leni jadi penasaran, apa Gabriel tau bahwa Erwin sangat jahat. Leni bahkan sampai berpikir untuk membantu Gabriel menemukan kebenarannya dan mengajarinya cara balas budi yang benar.


Leni sampai tidak tidur hingga pagi mendatang. Dia memutuskan untuk pergi kedapur dan membuatkan Gabriel sarapan saat Dia masih tidur. Dia akan melakukan rencananya.


Gabriel mengerjapkan matanya dan mulai terbangun, Dia memijit pelipisnya yang terasa pusing. Matanya langsung terbuka sempurna saat hidungnya menyesap bau wangi dan harum masakan dari arah dapur. Gabriel merasa heran, lalu menuju dapur. Dia sangat terkejut saat melihat Leni berada di dapurnya.


" Kenapa Kamu bisa ada disini ?? " tanya Gabriel panik, Dia sudah bisa mengenali jika Dia itu Wanita yang menabrak mobilnya beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Tanpa menoleh untuk sekedar menatap Gabriel, Leni menjawab.


" Kamu semalam sudah menolongku dari beberapa Laki Laki hidung belang, dan membawaku kesini. Jadi sebagai rasa terima kasih, Aku buatkan Kami sarapan. "


Leni menaruh dua piring nasi goreng seafood yang sudah jadi diatas meja. Gabriel yang masih bingung, menurut saja dengan perintah Leni untuk duduk di kursi. Leni duduk di kursi di depan Gabriel.


" Makanlah. " katanya.


" Kenapa Kamu jadi berdandan sepeti Cewek ??? Sengaja mau godain Aku ya ??? " tukas Gabriel dengan tatapan curiga.


" Aish .... Ngaco Kamu. Ngapain Aku harus godain Kamu ?? Cowok dingin yang gak punya selera sama Cewek, Jangan jangan Kamu sukanya sama Cowok ya ??? " tuduh Leni balik, membuat Gabriel tersedak. Dia segera mengambil minum dan meminumnya.


" Menjjikkan !! Fokusku memang bukan ke Cewek, Aku ada tujuan yang lebih penting. "


Leni menatap Gabriel yang terus melahap nasi goreng di depannya itu. Leni tau, Matanya sengaja menatap ke sekeliling. Disana ada foto Gabriel bersama Laki Laki yaitu Erwin.


" Iya. Kenapa ??? " jawab Gabriel ketus, diakhiri dengan sebuah pertanyaan.


" Gak. Aku cuma pengen tahu saja. Di rumah besar ini, kenapa begitu sepi. "


" Bukan urusan Kamu !!! " tandasnya.


Sebenarnya Leni juga malas harus berpura pura kalem, kalau tidak dalam posisi menyamar, Dia sudah menghajar Gabriel berkali kali. Laki Laki itu sudah selesai dengan makannya, Leni langsung mengambil piringnya dan langsung mencucinya. Membuat Gabriel merasa heran karena diperlakukan seperti itu. Dia juga melihat rumahnya sudah rapih dan bersih.


" Aku sudah menyiapkan Kamu air hangat untuk mandi. Habis mabuk semalam pasti lebih segar jika Kamu beremdam air hangat. " kata Leni.

__ADS_1


" Kenapa Kamu melakukan semua ini ??? Aku bahkan belum tau namamu, Apa Kamu merasa bersalah karena sudah menabrak mobilku ?? " sergahnya.


" Kalau Kamu tanya siapa namaku, Aku akan jawab. Tapi kalau Kamu gak nanya, Aku juga gak akan kasih tau." jawab Leni menegaskan.


" Satu lagi, Aku melakukan semua ini karena sebagai balas budi. Kamu sudah menolongku dan membiarkanku tidur semalaman, tanpa tertarik untuk ...... " lanjut Leni tanpa berniat untuk melanjutkan kalimatnya saat melihat Gabriel berjalan mendekatinya, terus mendekatinya hingga tubuhnya mengukung tubuh Leni dan tubuh Leni mentok, menabrak pantry.


" Kamu mau apa, heh ??? " Leni memposisikan tangannya di depan dadanya. Dia baru sadar gaun yang Dia pakai lumayan terbuka. Jika Gabriel berani macam macam, Dia sudah siap dengan tinjunya.


" Kalau Aku apa apain Kamu, Apa Kamu akan diam saja karena merasa hutang balas budi ???


Apa maksudnya ??? Leni mengeryitkan dahinya, tidak mengerti.


" Bukan seperti itu namanya balas budi!!! " tandasnya.


" Nah itu paham. " gumam Leni berseloroh.


" Lalu seperti apa ??? Bukankah balas budi itu, Kita memberikan apapun yang diminta oleh Orang yang sudah menolong Kita ?? Meski itu hal buruk ??? " sindir Leni.


Gabriel mengeryitkan dahinya. Seperti mengerti maksud Leni, Dia merasa tersindir. Meski Dia tahu bahwa Leni tidak tahu apa apa soal masalah hidupnya.


" Jika Kamu mau membalas budiku, hiduplah dengan baik. Jangan sampai kesucianmu di curi dari tubuhmu Sendiri. Hiduplah dengan baik. " Gabriel mengulangi kata katanya.


Leni tersenyum miring, melihat Gabriel yang kembali menjauhi dirinya dan berdiri memunggunginya.


" Aku janji, Aku akan hidup dengan baik. Kamu juga harus hidup dengan baik. "

__ADS_1


Pikiran Gabriel semakin tidak karuan, entah kenapa perkataan Leni selalu mampu memporak porandakan niatnya dan keteguhannya. Dia semakin bingung dan pikirannya gusar setiap Leni mengatakan hal hal yang berhubungan dengan hidupnya.


" Bagaimana cara balas budi yang benar ??? "


__ADS_2