
" Siapa Mereka ??? Kenapa Mereka bisa tau rumah Pak Clinton ??? Mungkin yang menyuruhnya masih ada hubungan dengan Keluarga Pak Al, Papanya dan Anda Pak. " kata Leni saat Clinton melaju cepat menuju RS.
" Entahlah, Sepertinya mulai sekarang Kita harus hati hati. " jawab Clinton ke Leni.
Clinton dan Leni pun tiba di RS, Mereka langsung menuju kamar inap Yesline. Mereka pun langsung disambut oleh Al, Papanya dan Mamanya Al.
Mama Al langsung ke RS saat suaminya itu memberi tahu bahwa Yesline tertembak.
" Al, Gimana keadaan Yesline ???? " tanya Clinton yang sedikit panik juga.
" Alhamdulillah .... Tinggal tunggu sadar ajah. Gimana pelaku yang sudah Kalian tangkap ??? " tanya Al.
" Maaf Al, Kita harus kehilangan Mereka. Tiba tiba ada beberapa Orang yang datang untuk membebaskan Mereka dan Aku sama Leni gak bisa menghajar Mereka karena Mereka sangat banyak. " jawab Clinton menjelaskan.
Al mengepal tangannya, Dia sudah sangat emosi. Perasaanya benar benar geram saat ini.
" Papa !!!! Apa sekarang Papa sudah puas ???" cetus Al.
" Al !!!! Pelankan suaramu sama Papa Nak !!!" kata Mamanya yang tidak suka nada bicaranya Al itu.
" Sudahlah, Ma. Tak apa. Ini salahku, Biar saja Anakmu itu melampiaskan kemarahanannya sama Papa. " jawabnya.
Clinton dan Leni yang menyadari adanya pembicaraan antar Keluarga itu membuat Mereka berdua agak menjauh.
" Kalau bukan ambisi Papa itu, semuanya tidak akan terjadi. Yesline tidak akan tertembak !!! Untung saja Yesline dan calon Anakku bisa diselamatkan !!! " cetus Al.
" Tapi ambisi Papa untuk kebahagiaanmu, Al !!! " bentak Papanya.
Mamanya yang mendengar perdebatan Mereka pun hanya bisa mengelus pelipisnya dan dadanya.
" Kebahagiaan tidak diukur dengan harta Pa !! dan kebahagaiaan Al ada di Yesline. Dan Al minta maaf, Mulai sekarang Al tidak akan pernah menuruti permintaan Papa untuk mempertahankan Callista. Al juga sudah mengurus perceraianku dengannya. " jawab Al.
" Apa hanya segitu baktimu sama Papa ??? Ingat Al, RS ini dibangun dari hasil keringat Kakekmu. " bentak Papanya sambil batuk dan memegang dadanya yang mulai sakit.
" Bukankah sudah pernah Aku katakan, Aku akan berbakti sama Papa tapi bukan untuk ambisi Papa itu !!! Dan Aku rasa sebaiknya Papa bisa menggantikan Posisiku dengan Nicho !! Bukankah Kalian berdua memiliki rancana ??? Oh iya, Nicho juga selingkuhan Callista. Daripada Mereka selingkuh dan menambah dosa, kenapa tidak Nicho saja yang menikahi Callista ??? " cetus Al kesal dan marah.
" Al !!! yang dicintai Callista itu adalah Kamu !!! Jika Callista mencintai Nicho, Papa tidak akan pernah memintamu untuk menikahinya ! " bentak Papanya dan keceplosan.
" Apa ???? Jadi selama ini Papa memang sudah sengaja untuk menjodohkanku dengan Wanita licik itu ??? Hanya untuk menjadikanku sebagai umpan ??? " cetus Al sangat terkejut dengan perkataan Papanya itu.
__ADS_1
Bukan hanya Al yang terkejut tapi Mamanya juga sangat terkejut. Betapa marah dan kecewanya Mama Al sama Suaminya itu. Hanya demi harta rela mengorbankan Putra satu satunya itu.
" Papa ???? Kenapa Papa bisa seperti itu ??? " cetus Istrinya itu dengan amat marah.
" Diam Ma !!! Kamu tidak usah ikut campur !!! Dan Kamu Al, Selama ini Papa lakukan karena bakti Papa sama Kakekmu. Papa dan Om mu menjadi saksi mata bagaimana keluarga Herlambang menekan Kakekku dengan alasan persahabatan untuk merebut harta Gunawan. Papa dan Om tentu saja tidak akan tinggal diam akan hal itu. " kata Papanya berusaha menjelaskan.
" Tapi caramu salah Pa !!!! " cetus Mamanya.
" Lalu cara yang benar bagaimana ??? Apa Papa harus merelakan semuanya ??? Apa Kamu siap jatuh miskin ??? " bentak Papanya.
" Sudahlah Ma. Bicara sama Orang yang sudah dibutakan dengan harta, Semuanya akan terlihat salah dan akan sia sia. " kata Al sama Mamanya kerena tidak menyukai perkataan Papanya itu.
" Hari ini Kalian menyalahkan sikap Papa. Tapi Papa yakin suatu saat nanti Kalian akan berterima kasih sama Papa. " kata Papanya lalu pergi meninggalkan Mereka.
" Maafin Papamu, Nak. "
" Al selalu berusaha memaafkan Papa Ma. Tolong titip Yesline iya Ma. Al ada sedikit urusan sama Clinton dan Dia namanya Leni yang menjaga Yesline kalau ada apa apa. " kata Al.
" Iya Nak. Jadi Dia yang menjaga Yesline ??? Mama pikir kekasih Clinton." kata Mamanya.
" Clinton itu jomblo akut Ma. Dia gak suka Cewek !!! " kata Al ngasal.
" Hust .... Kamu iya kalau ngomong ...." jawab Mamanya sambil memukul pelan lengan Al.
Al hanya tersenyum dan pergi menghampiri Clinton dan Leni.
" Dasar bodoh !!!! kerja begitu saja tidak becus !! " bentak Erwin ke anak buahnya.
" Maaf Bos. Kami tidak tau kalau Wanita itu berpindah tempat menghalangi target. Dan ternyata juga Mereka memiliki Ajudan Seorang Wanita yang cukup lihat dan tangguh Bos. " jawab Anak buahnya itu.
" Saya tidak peduli, Bersihkan semua barang bukti. Jangan sampai semua bukti mengarah kepadaku, Mengerti ??!!!! " bentak Erwin memberi perintah.
" Siap Bos. Semua sudah dibereskan ."
Ponsel Erwin tiba tiba berdering, dan Callista yang menelpon. Sebelum menerima panggilan itu Erwin menghela nafasnya terlebih dahulu.
" Iya Callista, Ada apa ??? " tanya Om nya pura pura tidak tau apa yang terjadi.
" Om, Aku dapat kabar dari Orangku kalau Yesline tertembak. Apa itu ulah Om ??? " tanya Callista sedikit curiga.
__ADS_1
" Kamu curiga sama Om ??? Ingat Callista, Om tidak pernah punya urusan dengan Wanita itu !!! Atau jangan jangan itu ulahmu ??? Dan sengaja cuci tangan mengkambing hitamkan Om ??? " kata Erwin pura pura menuduh.
" Aku memang berniat membunuhnya. Tapi sayang sekali itu bukan ulahku !!! " sahut Callista.
" Kalau itu bukan ulahmu ??? lalu ulah siapa ??? " tanya Erwin dengan masih seperti tidak tau apa apa.
" Entahlah .... Tapi yang Aku tau targetnya itu Papa Al namun salah sasaran. Dan Aku harap itu bukan ulah Om. Karena jika itu ulah Om, Tentu saja rapat untuk pemecatan Papa Al akan Aku batalkan, Karena Aku tidak ingin direksi menuduhku melakukan hal yang seperti itu. Apalagi jika Om terbukti melakukan itu, malah akan membuat citra buruk untuk RS ini !!! " kata Callista.
" Hahahaha .... Callista, Kamu mengancam Om Kamu sendiri ??? "
" Haloo Om, Mana mungkin Aku berani mengancam Om .... Aku hanya mengatakan hal yang akan mungkin terjadi. " jawab callista mengelak.
" Baiklah. Ternyata keponakanku semakin pintar. Om makin sayang deh sama Ponakan Om yang satu ini .... " sindir Erwin.
" Jangan terlalu memujiku Om. Karena biasanya Orang yang memuji Kitalah yang menjatuhkan Kita. " sindir Callista.
Erwin sedikit kesal dan emosinya yang hendak meledak. Karena Callista sudah mulai berani menentangnya.
" Baiklah. Keponakan Om yang cantik, Om tutup dulu panggilannya karena Om masih ada urusan. " kata Erwin.
" Oke Om. Jaga kesehatan dan hati Om. " jawab Callista dan langsung mematikan panggilannya
Erwin yang masih kesal dengan perkataan Yesline langsung melempar ponselnya hingga hancur.
Al, Clinton dan Leni masih berdiskusi diruangan Al.
" Jadi menurut Kamu siapa pelakunya ??? Apa mungkin Callista ??? " tanya Al sama Clinton.
" Aku belum bisa pastikan untuk itu. Aku akan coba sewa penyidik untuk ini. " jawab Clinton.
" Arrggghhh.... Belum juga selesai satu masalah udah muncul masalah lain !!!! " teriak Al keras diruangannya itu.
" Sabar Bro .... Namanya juga ujian hidup .... Kalau Kamu gak punya masalah, Iya udah mati ajah sana !!! sahut Clinton."
" Aish .... " gerutu Clinton saat Al melempar botol minum ke kepala Clinton saat Dia mendengar perkataan Clinton tadi yang menyuruhnya mati saja.
Lena hanya tersenyum, Melihat rekasi Al dan Clinton saat itu. Leni sedikit terpesona sama Clinton karena disaat seperti ini, Dia masih membuat Al sedikit tersenyum disaat seperti ini.
Disaat Mereka sedang berpikir, ponsel Al berdering. Terlihat dilayar ponsel Al tidak ada nama dan nomor dirahasiakan dan itu menunjukkan bahwa itu nomor yang tidak dikenal.
__ADS_1
" Hallo .... ???? "