
Dari bandara, Ada Supir khusu yang menjemput Callista dan membawanya langsung ke Apartement. Untuk sementara Dia tinggal di sebuah apartemen yang cukup mewah. Dia sudah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah perusahaan besar disana. Dia berharap semua berjalan lancar karena untuk kali ini Dia butuh itu.
Callista melempar tubuhnya ke atas permukaan ranjang yang cukup empuk dan luas untuu ditiduri Dia sendiri. Tubuhnya sangat lelah.
Dia memainkan ponselnya saat ada Seorang pelayan yang mengantarkan makan malamnya. Callista segera bangun dan memintanya.
" Thank You. " katanya sambil menutup pintunya kembali. Callista makin belum selera makan, Dia langsung menaruh makanan itu di atas meja dekat sofa.
Tiba tiba ponselnya berdering.
Callista duduk di tepi ranjang, jarinya menekan layar di ponselnya untuk menjawab panggilan itu. Sesaat, Dia memutar bola matanya saat mengetahui siapa yang menelpon.
" Dia lagi, Lama lama bikin enek. " gumamnya.
" Hm?? Ada apa ?? Sudah kangen lagi ??? Baru juga ketemu di bandara !!! " kata Callista menepuk jidatnya.
" Bukan kangen. Cuma mau tanya ajah, sudab makan belum ?? "
Tiba tiba telepon langsung dimatikan. 4 detii setelahnya ada pesan masuk.
...Aku jadi merasa aneh tiba tiba mengubungi Kamu duluan. Otakku lagi gak beres gara gara Yesline !! Bingung mau telepon siapa. Wkwkwk .... Udah makan sana, Aku tau pasti Kamu belum makan....
" Nicho .... Nicho .... " kata Callista geleng geleng kepala merasakan tingkah Nicho yang kadang kadang bikin kangen. Memang Mereka sering mengghabiskan waktu bersama dan berdua. Meski leboh sering berantam.
Callista langsung mengetik pesan untuk membalas pesan Nicho itu.
Sok tau Kamu !!! Siapa bilang Aku belum makan ??? Aku gak bucin kayak Kamu, Ya ... Aku sudah makan, banyak lagi !!! Aku sudah bilang, Aku baik baik saja dan akan hidup dengan baik disini. Kamu tuh, yang kesepian dan ganggu Orang !!! Bye !!!!
Callista memang belum makan, entah Nicho tau darimana atau hanya kebetulan saja. Callista mengendikkan bahunya tidak peduli. Dia memutuskan untuk berendam di bath up.
Berendam dengan air hangat dan dengan wangi sabun yang lembut dan wangi akan membuatnya sedikit rilexs.
Seperti yang Dia katakan, Dia harus hidup dengan baik.
Callista menggosokkan tubuhnya, menikmati kehangatan dan kenyamanan yang barus saja Dia rasakan. Dia memutuskan menyudahi aktifitasnya. Callista menyambar handuknya yang digantung di dekat bath up, Memakainya dan langsung keluar dari kamar mandi. Dia membuka koper lalu mengambil piyama yang berbahan kaos.
Callista mengeringkan rambutnya menggunakan hair driyer di depan cermin besar yang memantulkan semua tubuhnya.
Wanita itu mulai menyisir rambut panjangnya yang berwarna hitam pekat. Dia tidak memakai riasan apapun. Dia bergegas duduk disofa untuk menikmati makanannya.
Baru suapan pertama yang masuk ke mulut, tiba tiba, rasa mual perutnya mulai menyerang. Ada gemuruh aneh didalam sana yang Dia rasakan. Sangat bergejolak dan rasanya semakin kuat dan ingin memuntahkan semua isi perutnya.
Dia berlari menuju ke wastafel dan memuntahkan semuanya tapi tidak ada yang keluar apapun kecuali rasa mual yang kian mendera. Dia pikir ini hanya kecapean dan masuk angin saja. Dia sudah tidak berselera menyantap makanannya.
Dia keluar dari kamar mandi dengan lemas dan langsung merebahkan dirinya diatas ranjang, menarik selimut menutupi setengah tubuhnya.
__ADS_1
" Tidak biasanya Aku mabuk begini .... " gumam Callista kebingungan.
Dia membuka ponselnya, mencari cari informasi bagaimana cara menghilangkan rasa mual dan salah satu yang Dia temui adalah minum teh hangat.
Dia langsung kedapur untuk membuatnya tapi rasa mual itu benar benar membuatnya tidak nyaman. Dia memutuskan untuk memejamkan matanya saja, mengurungkan niatnya untuk kedapur.
Tiba tiba Nicho kembali mengirim pesan.
Bosen .....
Callsta tidak menjawab dan membalas pesan itu hingga beberapa saat kemudian Nicho mengirim pesan lagi.
Kamu sudah tidur ???
Aku tidak bisa tidur,
Bagaimana saat galau Kamu bisa tidur dengan cepat
Callista !!!
Suara pesan masuk itu benar benar mengganggu usaha Callista untuk memejamkan matanya. Dan Dia langsung mematikan ponselnya.
******
Seorang Perawat memberikan kursi roda kepada Al saat Dia masuk ke dalam rumah sakit dan membopong tubuh Yesline. Dengan pelan, Al menurunkan tubuh Yesline dan menata posisi duduknya.
Has mendorong kursi mobil sedikit kebelakang, Dia menganggkat kakinya dan meleatakkannya diatas dikemudi. Dia baru saja mau memejamkan matanya saat melihat Leni keluar dari Rumah Sakit. Dia mengerutkan keningnya. Hans kembali menurunkan kakinya, membuka pintu mobil dan memanggil Leni.
" Leni !!! " panggilnya dengan sedikit keras membuat Leni langsung mendengarnya dan melihat serta menghampirinya.
" Hai, Kamu disini juga ?? " tanya Leni merasa heran saat matanya melihat nomor plat mobil yang dipakai Hans. Dia tau itu mobil Al dan Dia menatap Hans langsung.
" Iya. Aku kesini ngantarin Al karena Dia kelelahan. Yesline tadi mengalami sedikit pendarahan. " kata Hans.
" Oh ya, Kamu kesini ngapain ??? Siapa yang sakit ??? " tanya Hans lagi sebelum Leni menjawab.
" Papaku. " jawab Leni singkat.
" Yesline dirawat di kamar berapa ??? Nanti Aku jenguk deh... " tambah Leni.
" Belum tau. Nanti Kamu telepon Al ajah. " jawab Hans dan matanya melihat Leni yang sedang kelihatan murung.
" Aku ke dalam duku ya ,Sat ... " kata Leni pamit.
" Oke. "
__ADS_1
" Bye. " ucap Leni sambil melambaikan tangannya.
Hans menatap kepergian Leni, Entah kenapa dan apa yang dipikirkan, sampai tiba tiba .....
" Leni !!! " panggilnya hingga Leni menghentikan langkah kakinya lalu berbalik menatap Hans.
" Iya, Ada apa Sat ??? " tanyanya tersenyum simpul.
" Em .... Apa Aku boleh menjenguk Papamu ??? "
Leni nampak kaget mendengar perkataan Hans itu. Dia tidak langsung menjawab.
" Aku hanya merasa tidak enak hati kalau tidak menjenguk Papamu. Sedangkan Aku ada di rumah sakit ini dan tau jika Papamu sakit. " kata Hans menjelaskan.
Leni mengerti dan mengangguk.
" Oh gitu. Oke deh, Ayo !!! Tapi jangan kaget jika melihat Papaku. " kata Leni sambil berjalan berdampingan bersama Hans.
" Memangnya kenapa Aku harus kaget ??? " tanya Hans bingung.
" Ada deh... " jawab Leni melenggang tersenyum dan mendahului Hans.
******
" Bagaimana Dok ??? " tanya Al pada Dokter kandungan yang memeriksa Yesline.
" Ibu Yesline harus banyak istirahat, Dokter Al. Kandungannya sangat lemah, Saya khawatir nanti akan berakibat fatal. Anda harus bisa membuatnya mengerti, Memang Ibu hamil itu sangat sensitif dan uring uringan, memiliki banyak keinginan yang selalu ingin dituruti. Tapi Kita harus lebih kreatif gimana cara agar Dia bisa mengerti bahwa sekarang sudah ada nyawa baru yang harus di jaga juga. "
" Baik Dok. " jawab Al.
" Ibu Yesline akan dirawat untuk beberapa hari dulu. " tambahnya lagi.
" Iya Dok, Saya akan memberi tahunya. Saya akan membuatnya mengerti. " kata Al.
" Baik. Nanti Perawat akan menyiapkan kamar VIP untuk Beliau. "
Al mengangguk dan Dokter kandungan itu pamit untuk visit ke ruangan pasien lagi, Al langsung menemui Yesline.
" Gimana perasaan Kamu, Sayang ??? apa masih pusing atau masih lemas ?? " tanya Al pelan. Tangannya mengusap lembut kepala Yesline.
Wanita itu mengangguk.
" Maaf ya Mas. Aku hari ngotot, egois sampai membuat bayi Kita ikut kelelahan juga. Aku tidak akan seperti itu lagi. " kata Yesline menyesal.
Al mengangguk.
__ADS_1
" Iya. Mas maafkan. Tapi Kamu harus dirawat untuk beberapa hari dulu disini. "
" Dirawat di rumah saja ya, Mas ??? Boleh ya Mas ??? " kata Yesline mulai lagi membuat Al menahan amarahnya.