
" Halo, Kriting?! "
" Apa!? Siapa yang kriting? " sergah Chloe, melotot melihat Azka yang seenaknya menghina rambutnya. Padahal cantik dan bagus bangat rambutnya hanya saja dibawah ada kriwil kriwil sedikit dan diatas lurus. Rambutnya persis seperti habis di Catok kriwil padahal memang aslinya begitu. Cantik dan manis.
" Tuh, yang pakai baju pink motif bunga. " katanya, dagunya tersentak ke belakang, sedang matanya menatap lurus ke arah Chloe.
Gadis putih kecil itu bersungut marah, Chloe sudah siap dengan tangannya yang mengepal. Yesline langsung memeluk Callista yang semakin terlihat cantik.
" Kamu semakin cantik saja, Call. " Yesline mempersilahkan masuk.
Pandangan Nicho menatap Yesline yang juga semakin terlihat cantik dan ramah, Dia sudah tidak memiliki perasaan apa apa kepadanya, Dia hanya memperhatikan wajah itu setelah lima tahun tak bertemu.
" Putrimu sangat cantik, Nurun aura mamanya, Aku jadi pengen punya putri deh. " Celetuk Yesline tiba tiba. Disambut tawa oleh Callista.
" Kamu bisa program lagi, Yes. Kamu masih muda. Kamu akan mendapatkannya nanti, percaya deh. " sahut Callista di depan Yesline. Sementara Chloe dan Azka nampak bahagia.
Yesline tadi sempat menghubungi suaminya. Dia meminta Al langsung pulang karena ada tamu spesial.
******
Al baru saja keluar dari ruang operasi, Dia langsung menuju ruangannya. Al membuka ponselnya dan langsung melihat ada pesan dari Yesline, Al langsung membukanya.
" Mas, Ada Nicho dan Callista serta putrinya di rumah. Cepat pulang, ya. "
Al membulatkan matanya saat melihat nama Nicho disebut oleh Yesline.
" Ngapain cecunguk satu itu datang lagi? Bikin mood saya langsung ambyar! Dia keganjenan lagi gak ya sama Yesline? Dulu nikah sama Callista kan bukan karena cinta. " gumam Al.
" Arggh!! Sialan kamu Nicho!!! "
__ADS_1
Al langsung menyambar kunci mobil dan berlari menuju parkiran, Dia harus segera sampai di rumah sebelum Nicho menunjukkan pesonanya lagi ke Yesline. Bagaimanapun kan mereka pernah dekat.
*****
Gabriel sedang bingung karena Leni belakangan ini masih suka merajuk. Meminta Gabriel untuk memecat seluruh Dokter di rumah sakitnya yang cantik cantik. Menggantinya dengan yang senior seperti di rumah sakit Al. Perkataan Al sudah meracuni pikiran Leni.
Wanita itu selalu ikut saat Gabriel ke rumah sakit, karena dia belum memiliki bayi dan kesibukan lain di rumah. Membuatnya bebas untuk menguntit suaminya sendiri.
Gabriel mengacak rambutnya saking bingungnya, untung tadi dia berhasil merayu Leni, Memberitahunya kalau hari ini ada pertandingan moto gp kesukaannya, Jadi wanita itu bisa melepaskan pandangannya dari Gabriel.
Pada dasarnya, Istrinya adalah seorang bodyguard, jadi akan lebih mudah dalam urusan menguntit dan pasti jagonya. Membuat Gabriel merasa jengah.
Dia memutar otaknya kembali, bagaimana caranya dia bisa memenuhi keinginan sang istri tanpa harus memecat mereka. Karena tidak mungkin dia memecat pekerja tanpa ada kesalahan atau alasan yang diperbuat.
Beberapa saat, tiba tiba Gabriel mengingat sesuatu, mengingat nama seseorang yang bisa membantunya.
Wajah bingung Gabriel berubah menjadi semangat. Wajahnya menyeringai menakutkan.
" Tunggu pembalasanku, Al! "
*****
" Aku senang melihat kalian bahagia, dari awal memang kalian sudah ditakdirkan untuk berjodoh. " tutur Yesline, matanya menatap manik Callista.
Pandangannya lurus ke arah Nicho dam Callista secara bergantian. Nicho terlihat asyik dengan putrinya Chloe dan Azka. Nicho mengajari mereka bermain alat alat musik, mulai dari pianika dan gitar juga ada seruling dan lain sebagainya.
Nicho sudah menyulap ruang tamu menjadi studio musik dadakan. Membuat dua bocah itu betah berlama lama mengganggunya.
" Nicho sangat sabar menghadapi ku dan Anak kami. Aku sampai masih tidak percaya sampai sekarang jika dia bisa menjadi seseorang yang lebih dewasa, bisa mengayomi aku yang notabenenya suka emosian. " cerita Callista.
__ADS_1
Yesline bisa melihat dari matanya bahwa kini hatinya sudah sepenuhnya untuk Nicho. Sudah tidak Al lagi. Dari dulu Nicho memang selalu bisa diandalkan.
Dia mampu berada ditempat yang tepat ketika dibutuhkan. Dan juga sangat sabar. Yesline tersenyum lega. Bukan, niatnya untuk mengetes perasaan Callista, Dia hanya ingin memastikan semuanya. Setelah sekian lama tidak bertemu. Hidup mereka nampak kelihatan lebih bahagia dan tertata.
Callista membuka beberapa buah tangan yang dia beli khusus untuk Yesline. Ada beberapa baju dan tas serta aksesoris. Callista seperti hendak melakukan prosesi lamaran, Dia membawa segalanya. Membuat Yesline menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Wanita yang dulu begitu kejam, kini berubah bak malaikat. Dia sangat cantik dan juga baik. Mungkin jika dulu Callista sudah sebaik ini ketika bersama Al, tidak ada cerita antara Yesline dan Al. Tapi itulah uniknya takdir, diluar jangkauan dan nalar kita.
Yesline kembali memperhatikan Nicho ketika laki laki itu bangkit dari duduknya, Dia menerima sebuah telepon. Azka berlari menghampiri dan membawa pianika nya. Yesline memperhatikan langkah putranya yang sesekali berhenti karena Chloe menghentikannya.
" Waow, keren. Ajari aku, ya? " pinta gadis itu kecil berambut lurus serta kriwil kriwil itu. Wajah bulatnya kelihatan cantik, matanya mirip dengan Callista dan struktur wajahnya juga. Chloe bak putri. Mungkin mereka akan sangat dekat nanti hingga dewasa nanti.
Azka pura pura tidak mempedulikan permintaan Chloe dan terus saja berjalan mendekati Yesline. Gadis kecil itu menarik bahu Azka agar dia berhenti.
" Apa sih, Aku mau kasih tunjuk ke Mama. " Azka nampak cemberut, membuat Yesline dan Callista tersenyum melihat tingkah mereka.
" Ajari aku dulu. Kanapa kamu bisa langsung tau apa yang diajarkan papa dengan mudah, sedangkan aku malah bingung. "
" Sayang, mana sini mama yang ajarin. " panggil Callista, bibirnya mengulas senyum.
Dia seperti kembali mengingat masa lalunya. Dulu sewaktu kecil, Dia dan Al juga sedekat itu. Sejak kecil dia sudah kelihatan tertarik dengan Al. Namun seperti Azka yang nampak cuek dan suka menjahili Chloe, begitulah mereka dulu. Seperti de ja vu.
Chloe berlari kecil menghampiri Callista. Dia menyerahkan pianika nya kepada Callista dan bibir mungil Callista mulai meniupkan udara dan jari jemarinya memencet tuts tuts itu dengan mahirnya.
Callista dan Nicho memang jago dalam hal musik dan menyanyi. Yesline memberi tepuk tangan saat Azka tanpa diminta langsung menirukan apa yang Callista ajarkan. Anaknya sangat cepat dalam menangkap hal hal baru.
Di sisi lain, Nicho nampak sedang menerima telepon di teras rumah Al. Dia berdiri dengan menyusupkan satu tangannya ke dalam saku celana.
" Tumben kamu telpon, ada apa? " tanya Nicho, Dia sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Gabriel, hanya saja mereka saling kenal semenjak Gabriel berubah haluan menjadi baik. Lalu menikah dengan Leni. Itu berarti status mereka sama sama teman. Seharusnya memiliki nama geng sendiri, apa yang cocok??
__ADS_1