Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 184


__ADS_3

Al datang dari arah gerbang dengan keadaan berkeringat dan ada sebuah handuk kecil yang mengapung di lehernya. Usianya yang menginjak 34 tahun ini, bisa dikategorikan tidak muda lagi. Maka dari itu, di hari libur ini dia berlari kecil mengelilingi komplek perumahan. Tadinya ia ingin mengajak Azka dan Yesline, namun melihat keduanya masih tertidur lelap, membuatnya tidak tega membangunkannya.


"Mas, kamu habis olahraga?" tanya Yesline saat melihat kedatangan suaminya dari arah pintu depan.


" /Papa, kok gak ajak Azka sih! Azka juga mau sehat, Pa." celetuk Azka yang sedang main perosotan.


"Hai, sayang. Tadi papa lihat kamu masih tidur jadi papa gak tega bangunin kamu." ucap Al pada Azka lalu mengalihkan pandangannya ke istri tercinta.


"Habis lari lari kecil aja, biar lebih sehat dan lebih kuat ngelayanin kamu." jawab Al tersenyum nakal sambil mengedipkan sebelah matanya untuk Yesline.


Yesline yang mendengar ucapan Al hanya mencebikkan bibirnya. Suaminya ini memang tidak pernah lepas pikirannya dari hal hal mesum.


"Ya udah, yuk sayang, kita masuk. Papa mau mandi, terusan mau sarapan nih." Al mengajak Azka dan Yesline masuk.


"Yah.... Papa, aku kan masih mau main." keluh Azka.


"Sayang, ayo temani papa. Kamu kan tahu sayang, tabiat papa kayak gimana kalau gak diturutin." bujuk Yesline.


Al mendengar ucapan Yesline, mengerutkan dahinya. "Loh, emangnya papa kenapa, kalau gak diturutin?! Perasaan papa biasa aja." ucapnya.


Azka dan Yesline tersenyum jahil sambil saling melirik seakan saling memberikan kode. Hal itu semakin membuat Al penasaran.


"Papa kalau gak diturutin, bakalan rewel, berisik dan berisiknya ngalahin knalpot bajai." celetuk Azka sambil tertawa, begitu juga Yesline yang tertawa mendengar ucapan Azka.


"Apa?!! Knalpot bajai?!! Enak aja.... awas kamu ya, sayang!" ucap Al yang ingin menangkap Azka karena ucapannya. Namun Azka dan Yesline langsung berlari ke dalam rumah sambil meledek Al menunjukkan lidah.


"Wah.... Kalian, awas ya kalau sampe ketangkap sama papa!" teriak Al sambil mengejar Azka dan Yesline.


******


Gabriel dan Leni sedang berada di poli kandungan. Air mata Leni kembali menetes, saat melihat layar monitor yang menampilkan gambar calon bayi mereka yang masih sebesar sebiji kacang. Kali ini, USG di tangani oleh Gabriel sendiri.

__ADS_1


"Sayang, calon anak kita sehat. Usianya sekitar tiga minggu, aku harap mulai detik ini kamu harus lebih hati hati, ya. Karena hamil dalam tahap trimester pertama ini masih sangat rawan." jelas Gabriel kepada sang istri.


"Nah, kalau begitu kamu harus jadi suami siaga, Mas." balas Leni.


''Hey, cantik. Tanpa kamu minta pasti aku jadi suami siaga. Justru yang aku khawatirkan sekarang itu, sikap kamu yang terlalu aktif melindungi Yesline dan Azka." jawab Gabriel menatap Leni.


Leni terkekeh. "Maaf, sayang. Dari hamil Azka, aku selalu menjaga mereka. Jadi sepertinya sudah terbiasa jika aku sedang bersama mereka, aku memastikan keamanan meraka."


"Tapi sekarang, kamu bukan bodyguard dia! Dan kamu harus ingat, sekarang ada calon anak kita di dalam sini." ucap Gabriel sambil mengusap perut Leni.


"Iya, Mas. Oh ya, Mas, gimana kalau nanti malam kita undang Yesline, Hans, Nicho. Kita adakan acara syukuran kecil kecilan, sekalian beritahu mereka tentang kehamilanku?" usul Leni.


"Boleh, sayang. Nanti biar mas aja yang siapin semua kebutuhan pestanya. Kamu cukup istirahat aja, ya. Mas gak mau kamu kecapean.'' jawab Gabriel sembari membelai rambut sang istri. Gabriel tidak mempedulikan dimana ia berada sekarang, bahkan kegiatan mereka masih dalam pantauan kedua suster yang membantu Gabriel menyiapkan USG Leni.


"Siap, Bos. Kalau begitu aku mau telepon Yesline dulu."


******


"Sayang, jangan dirapikan dulu ya! Kita kembali ke singapura minggu depan." ucap Nicho yang membuat Callista mengerutkan keningnya.


"Loh, kenapa?!'' tanya Callista kepada sang suami.


"Aku masih ada urusan, lagi pula tadi Leni telepon nanti malam kita diundang sama Anak kita ke rumahnya." jawab Nicho.


"Ada acara apa, Mas?" tanya Callista kembali.


"Entahlah, Leni cuma bilang untuk ke rumahnya ajak Chloe. Ada Clinton dan Clara juga. Katanya ada hal yang ingin mereka sampaikan." jawab Nicho sambil merebahkan tubuhnya ke kasur.


Callista hanya menganggukkan kepalanya dan merapikan kembali pakaian Chloe ke lemari. Namun, tiba tiba ponsel Nicho berdering, Callista yang mendengar suara dering ponsel tersebut langsung menoleh ke arah suaminya.


Nicho langsung meraih ponselnya dan berjalan ke arah balkon menjauh dari Callista untuk menerima panggilan tersebut.

__ADS_1


*******


Malam ini di rumah Leni sangat ramai. Clinton dan Clara pengantin baru yang gagal bulan madu karena pekerjaan yang menumpuk membuat Clinton dan Clara menunda untuk bulan madunya.


Al, Yesline juga Azka yang tampan, seperti biasa wajah Al akan selalu di tekuk jika ia harus berhubungan dengan Gabriel.


Sebelumnya Al pernah menolak untuk ke rumah sakit Gabriel dan ia berakhir mendapatkan ancaman dari sang istri. Begitu juga dengan malam ini, ia tidak akan mungkin datang jika tanpa ada ancaman.


Malam ini juga ada Hans yang datang sendiri tanpa pasangan, tentu saja membuat ia di bully oleh para sahabatnya. Selain itu, keluarga kecil Nicho juga turut hadir malam ini. Chloe dan Azka pun bermain di taman.


"Ada acara apaan sih, kamu ngundang kita kita kesini?" tanya Clinton kepada Leni dan Gabriel.


Gabriel dan Leni tersenyum. "Saya sama Leni ngundang kalian semua dan ngadain acara berbequan kayak begini itu.... karena Leni hamil." ujar Gabriel bersemangat.


"What??!!" Clinton menganga.


"Argh.... Alhamdulliah, akhirnya kamu hamil juga, Len." senang Yesline.


"Wah, ternyata cairan kamu baru berbuah setelah lima tahun, ya. Payah!!!" cibir Al yang mendapatkan tatapan tajam dari Yesline dan Gabriel juga Leni.


"Biarin payah, setidaknya ada hasil! Daripada cepat tapi kualitas kurang bagus!!" sindir Gabriel.


"Wah!!! Maksud kamu anak saya jelek?! Mata kamu kelilipan, Gak bisa lihat anak saya gantengnya 11 - 12 sama Lee Min Ho?!" geram Al pada Gabriel.


"Otak dipake, emang saya nyebut anak kamu? Saya cuma bilang kualitas ya!! Kualitas itu bisa dari segi apa aja, Lagian ucapan saya juga bukan buat kamu. Kenapa kamu harus marah? Atau.... Jangan jangan kualitas kamu emang di bawah rata rata?!" balas Gabriel.


"Mas...!!!" pekik Yesline dan Leni bersamaan kepada suami masing masing. Berbeda dengan Clinton, Hans, Nicho, Clara dan Callista hanya tertawa melihat tingkah absurd Gabriel dan Al.


"Kalian berdua kayak anjing sama kucing, kayaknya nanti kalau anak kamu cewek mending kamu dijodohin sama Azka aja deh, Len. Biar tuh Gabriel sama Al akur." sahut Nicho sambil terkekeh.


"Wah.... Ide bagus tuh, Yes, Len!" seru yang lainnya kompak.

__ADS_1


"GAK!!!!!" teriak Gabriel dan Al kompak.


__ADS_2