
" Sayang, Kamu tidak apa apa ??? " kata Al sambil mengusap Airmatanya. Al benar benar takut jika Yesline terjadi sesuatu. Sudah cukup tragedi penembakan itu, Kini Al tidak akan membiarkan terjadi sesuatu lagi kepada Yelsine. Al memeluk Yesline di dadanya dan mendekapnya erat.
" Ini Dia laki laki tukang selingkuh !!! " maki salah satu dari Orang Orang itu.
Al menyuruh Pengawalnya untuk mengusir Mereka dan membawa Yesline dan Mamanya untuk masuk kedalam.
Disampingnya, Hans ikut geram menatap para Wartawan dan Orang Orang bodoh itu. Dengan beberapa Orang Pengawal Al pun tidak mampu mengusirnya karena fans fanatic Callista yang banyak dan sangat tidak terima bahwa idola Mereka diceraikan karena hanya Wanita malam.
" Hei, Hentikan !!!! " bentak Hans, Tapi Mereka tidak menanggapi dan menggubrisnya.
Dengan sigap, tangan Hans mengambil ponsel dari kantongnya dan langsung menelpon Polisi.
" Halo Pak ... Ada keributan di rumah Saya, Duren sawit 3 No. 57. "
Mendengar Hans menghubungi Polisi, Orang Orang itu mulai berhenti dan saling melempar pandang satu sama lain. Padahal Hans hanya menggertak saja. Dia tidak benar benar menghubungi Polisi.
" Saya akan menyimpan semua foto foto Kalian. Saya akan pastikan bahwa Kalian semua akan masuk penjara karena telah mengganggu dan melakukan kekerasan kepada Istri dan Klien Saya !!! " cetus Hans mengancam sesuai undang undang.
Dia langsung mengeluarkan ponselnya lagi dan mangambil foto Mereka satu persatu. Mereka langsung gelagapan karena akan dilaporkan dan berhubungan dengan Polisi. Hans langsung melanjutkan aksinya, memutar vidio syur Callista untuk meredam emosi Mereka.
Mereka semua terkejut dan syok, perlahan berubah malu dan pergi meninggalkan rumah Al satu persatu tanpa mengatakan apapun. Kecuali beberapa Wartawan yang kembali menghampiri Hans.
" Pak, Bisa Kami minta salinan vidionya ??? "
" Tidak boleh. Sudah sana pergi !!! " Hans mendorong tubuh Mereka menjauh.
Mereka benar benar tidak mau menyerah karena vidio itu.
" Kami akan bayar mahal Pak. " kata salah satu dari Mereka membujuk Hans.
" Kamu, Tidak Lihat ??? Kalau Saya tidak butuh Uang ??? " cetus Hans dan mendorong tubu Mereka dan menendang salah satu bokong dari Wartawan sialan itu membuat Mereka perlahan mundur.
Hans sudah diberi tahu Al jika vidio itu di share akan bahaya. Nicho akan ikut ke seret. Itu akan berdampak kurang baik bagi Perusahaan Mereka dan Keluarga Gunawan.
__ADS_1
Al benar benar tidak ingin menyebar vidio itu. Dia hanya menggertak Callista supaya bisa dikendalikan. Seperti kasus persidangan hari ini.
Benar. Karena desakan Al akhirnya Callista pasrah dan menyerah saat Al ingin proses perceraian selesai hanya dalam satu kali persidangan setelah mediasi.
Callista tidak berkutik, tapi di depan Wartawan mulutnya masih saja pedas. Menggiring opini agar Yesline disalahkan dan disudutkan.
Saat di dalam kamar, Tepatnya di depan balkon. Al berusaha menghubungi Callista dan memberikan peringatan. Sementara Yesline, Sejak kejadian tadi masih sedikit syok. Jadi Al membiarkannya tidur dan kstirahat.
Saat panggilan itu sudah tersambung ke Callista.
" Callista, Apa maksud Kamu berbucara begitu di depan Wartawan ??? Kemarin Kmau sudah janji tidak akan bikin ulah lagi. Apa Kamu pikir ancamanku ini hanya isapan jempol belaka ??? Hah ??? " bentak Al saat panggilan sudah tersambung.
Callista memegang dadanya kaget. Al sudah berteriak saat Callista baru saja mendekatkan ponselnya di telinganya. Mantan suaminya itu benar benar sudah emosi.
" Keceplosan, Al. Aku benar benar harus terlihat kehilangan di depan wartawan. Aku hanya menjawab pertanyaan Mereka karena Mereka terus mendesak. " jawab Callista beralasan.
Dengan suara sedikit serak, Dia terlalu banyak menangis. Bagi Al, itu hanya air mata buaya dan palsu. Tapi Callista benar benar menangis.
Jika di depan Wartawan Dia tidak membuat ulah, Mana mungkin kini Al menelponnya. Dia hanya mencari perhatian dari Laki Laki itu.
" Alasan !!! Lidahmu memang licik !!! Kamu selalu bekelit dan tidak bisa dipercaya. Aku akan memberimu pelajaran agar Kamu merasakan bagaimana sakitnya itu !!! bentak Al keras.
" Apa ??? Pelajaran ??? "
Pikiran Callista langsung teringat vidio syur miliknya yang masih Al simpan.
" Jangan, Al .... Aku mohon ...... " katanya memohon dan berharap Al memiliki sedikit rasa kasihan padanya.
" Ckck .... Baru sekarnag Kamu memohon mohon padaku ??? Kenapa malah Kamu tidak berpikir sebelum bertindak tadi ??? " cetus Al kesal.
Hans sudah beberapa kali menengok kearahnya. " Orang ini kalau sudah menyangkut Yesline bisa marah marah seharian. " gumam Hans geleng geleng kepala.
" Itu karena ..... "
__ADS_1
" Karena apa ??? " cetus Al makin kesal karena masih saja mencari alasan.
" Ingat ya, Callista. Jika dalam waktu 24 jam Kamu belum membuat klarifikasi untuk maslah tadi. Dalam 24 jam itu juga, foto foto dan vidiomu akan beredar dimana mana !!! " bentak Al dan langsung mematikan teleponnya.
********
Karena Papanya sudah tau kebusukan dan kelakuan Anaknya Rizky, kini semuanya Dia serahkan ke Nicho. Papanya meminta Nicho untuk mengurus Perusahaan yang beberapa waktu lalu telah diserahkan ke Nicho.
Di dalam kamarnya, Nicho meraih dompet dari saku celana belakangnya. Dia menatap lekat lekat foto yang ada didalam dompet miliknya.
Foto itu terlihat tersenyum, Menyunggingkan senyum termanisnya.
Disisi lain, Clinton dan Leni masih dikantor Polisi. Semua bukti yang Clinto bawa sudah cukup memberatkan Rizky dengan kelakuan busuknya itu Sekarang tinggal beralih ke Mami.
Selain dari bukti yang Polisi dapatkan, Clinton juga sudah memiliki bukti akurat yang bisa membuat Mami tak kalah telak.
" Intinya jangan sampai penyergapan itu ketauan oleh Mereka !! " kata Clinton ke Leni. Mereka berdua berjalan berdampingan.
" Baik, Pak. " jawab Leni mengangguk. Menatap Laki Laki disampingnya yang bahkan tidak menatapnya sama sekali.
" Kapan Kamu cerita kepada Saya ??? Apa saja yang sudah Kamu lalui untuk menangkap si brengsek itu ??? " tanya Clinton.
Kini Dia baru saja menoleh ke arah Leni. Dia sudah tidak sabar dan penasaran dari beberapa jam yang lalu.
" Saya hanya menyamar sebagai karyawan Club Alexiz untuk mengintai Mami. Dari sana Aku mendapat informasi mengenai Rizky, Waktu itu Mami sedang menelpon Rizky. Setelah tau keberadaanya, Saya baru beralih ke Posisi Rizky. Saya sempat menguntit Dia hendak ingin bekerja sama dengan Erwin. Tapi Dia malah di tolak Erwin. Lalu Dia mengicar Al untuk membunuhnya karena frustasi. Dia sudah sempat menyamar menjadi Cleaning Service hanya untuk mengintai Al dan mengambil kesempatan untuk membunuhnya. Otak Rizky itu licik, Tapi ototnya tidak ada apa apanya. " kata Leni panjang lebar seraya membuka pintu mobil.
" Aku sempat bentrok sama Dia. " kata Leni.
" Rizky itu memang ..... Dia bisa mengorbankan semuanya hanya demi memuaskan nafsunya. Kalau Dia bersyukur, kekayaan Gunawan saja sudah sangat cukup untuk memenuhi hidupnya. " kata Clinton menimpali.
Disaat Clinton yang tiba tiba membisu, Clinton berputar arah untuk menuju ke club alexiz. Dia akan menyelesaikan semuanya.
Mobil melaju kencang melewati jalanan yang sedikit bergelombang. Melewati satu belokan tajam dan sedikit tanjakan, Mobil itu mengeluarkan suara raungan yang panjang. Seperti kelebihan muatan. Akhirnya Leni memutuskan ke Clinton untuk memutar arah saja dan mencari jalan alternatif lain.
__ADS_1