Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Bab 263


__ADS_3

Al, Clinton, Nicho dan Gabriel menatap Hans dengan kesal. Kesal karena kalah sekaligus kesal karena harus menjalankan perjanjian gila. Mana mungkin pria pria tampan nan kekar ini bersedia bertindak bodoh dengan memakai baju seksi milik para istri?


"Ya elah, Hans. Tega benar kamu sama sahabat sendiri! Kasih keringanan sedikitlah, sama kita. Gimana kalo aku traktir kamu sampai pulang dari korea? Kamu bebeas deh, mau beli apa aja!" balas Nicho berusaha bernegosiasi.


Kalau dia tidak akan terdesak seperti ini, mana mau dia menyebut Hans sebagai sahabatnya? Dasar si lidah buaya. Tentu saja Hans tidak akan tergoda oleh tawaran remeh seperti itu. Yang ada, Hans malah semakin tersenyum sinis seraya berpuas hati.


"Dih, ogah ya! Dikira aku ke korea bawa duit cepek? Skip! Udah paling benar pakai bikini istri istri kalian itu. Titik!''


Clinton balas mengutarakan kekesalan. "Dih, emang gila kamu, Hans. Sukanya lihat teman sengsara doang!''


Hans hanya mengendikkan bahu bangga. Mana peduli? Yang penting, dan para wanita benar benar merasa bahagia.


"Sportif dong, Clinton. Ingat, cowok itu yang dipegang ucapannya. Kalo ini doang udah mau nolak, mana para istri bisa percaya sama mulut manis kalian? Iya enggak?'' tanya Hans meminta pendapat para istri yang sering jadi korban rayuan orang orang kampret di depannya.


Semua wanita itu terkikik geli. Terutama Clara yang terlihat sangat puas meski hanya membayangkan bagaimana rupa suaminya nanti.


"Sepertinya begitu. Capek kita, Mas, dapat omong kosong kalian mulu," balas Yesline bersemangat.


Ingin sekali Al mengumpat kelakuan istrinya. Namun, saat ia hendak melancarkan niat tersebut, Azka malah menyela duluan.


"Papa harus mau. Kalo papa gak mau, berarti papa curang."


Al menatap kesal kepada putranya itu. Bisa bisanya dia memiliki keturunan yang sama menyebalkan seperti emaknya.


"Kok curang, Sayang?" protes Al tidak terima.


Namun, kali ini si Chloe malah ikut ikutan melakukan hal yang sama. "Iya. Memang curang, Om. Kan Om tidak mau melakukan tantangan sesuai yang dijanjikan."

__ADS_1


Pada akhirnya, semua orang hanya bisa mengalah. Tidak mungkin, orang dewasa dan waras seperti mereka berani mendebat anak kecil. Alhasil, Nicho selaku papa Chloe yang menengahi dengan pasrah.


"Hmm, ya udah deh. Nanti malam kita keluar makan malam dengan pakaian wanita ya, Sayang," ujar Nicho mengusap kepala putrinya.


*******


Pukul 7 malam tiba. Semua pris sudah berkumpul di restoran yang disediakan pihak resort sebagaimana perjanjian mereka. Mereka semua secara kompak memakai bathrobe demi menutupi apa yang ada dibalik kimono itu. Wajah mereka juga sedih nan malu. Tidak sanggup membayangkan betapa malunya mereka nanti saat tubuh kekar mereka harus terbalut oleh bikini.


Tentu saja, kedatangan mereka dilengkapi oleh para istri dan anak anak mereka. Semua wanita itu berbahagia menanti apa yang akan dilihat. Sementara anak anak kecil juga turut menggoda. Ikut gak sabar akan melihat hal unik yang akan terjadi di depan mata.


"Hihihi, aku penasaran dengan baju yang dipakai Om Clinton. Om Clinton nanti jadi cantik apa tetap ganteng ya?" tanya Chloe begitu polos nan lembut.


Terlihat sekali bahwa Chloe sangat menyukai Clinton. Selain itu, Clinton malah menunjukkan ekspresi sebaliknya, lebih malu karena belum belum sudah dibayangkan si kecil mengenai tubuhnya.


"Aish, Chloe kok gitu sih?'' keluh Clinton.


"Uhuy, untuk seluruh lelaki maskulin nan seksi kita, mari berbaris di depan dahulu sebelum memulai ritual berkeliling resort." ujar Hans begitu ceria.


Keempat pria itu tidak punya pilihan lain selain pasrah seraya berdiri di depan para anak dan istri. Tentu, berusaha erat memegang tali kimono mereka dengan tegang. Wajah mereka lesu sekali. Kasihan!


"Oke, good. Sekarang, saat saat yang paling mendebarkan, Bestie. Mari kita lihat, seberapa seksi para suami tampan kita," sindir Hans begitu bersemangat.


Ucapan dramatis Hans disambut oleh cekikikan Azka dan Chloe yang terdengar sangat gembira. Sebagaimana ayah, begitu juga anak. Kedua anak ini sama sama menyebalkan seperti ayah ayah mereka yang suka lihat sesama orang menderita.


Saat itu, keempat pria itu mulai memegang tali handuk, sementara Hans mulai menghitung, "Siap? Satu, dua, ti.....ga!''


"What! Sialan! Apa yang kalian lakukan?" umpat salah satu dari mereka.

__ADS_1


Satu jam sebelum makan malam....


Yesline memeluk leher Al seraya ikut mematukkan diri di depan cermin. Sementara Al sudah bertelanjang dada guna mencoba gaun yang akan diperlihatkan istrinya. Perempuan itu cuma mencium tengkuknya perlahan. Membuat bulu gairah di lehernya meremang. Sebenarnya, Al agak tergoda untuk melakukan olahraga di atas ranjang.


Sayangnya, kali ini dia sungguh sentimen karena merasa bahwa sikap manis Yesline tak lebih hanya karena ingin memaksanya untuk mengenakan pakaian seksi miliknya. Apalagi, Yesline tadi juga membela Hans. Mungkin istrinya dendam karena kemarin tak dia perbolehkan pakai baju seksi untuk makan malam.


"Semangat, Sayang. Aku yakin kharisma suamiku tidak akan luntur hanya dengan memakai baju seksiku," ujar Yesline menyemangati.


Sebenarnya, jika dia tahu, Al termasuk lelaki yang masih terbilang beruntung karena masih bisa mendapat support dari kekasihnya. Kalau istri lain, jangankan disemangati. Mereka malah diledek karena salah sendiri mau menerima tantangan konyol dari Gabriel tanpa mempertimbangkan kapasitas diri sendiri.


Perempuan itu sekarang beralih mengambilkan beberapa gaun seksi yang dia bawa ke korea, dan kemungkinan besar, tentu saja gaun gaun itulah yang hendak ia pergunakan untuk menampilkan tubuh seksinya.


"Bagaimana, Sayang? Mau pakai yang coklat apa abu abu?" tanya Yesline begitu perhatian seraya menaruh tangan di bahu Al.


Sayangnya, perhatian itu kali ini tidak menyenangkannya sama sekali, melainkan membuatnya semakin jijik dan pusing. Rasa rasanya, istrinya malah mendukung ide gila Hans dan Gabriel yang memaksa dirinya untuk memakai bikini juga. Bukankah itu rasanya sialan sekali? Dimana wibawa Al sebagai pria tulen yang posesif kepada istrinya?


"Hhm. Daripada gaun sialan itu mampir di badanku, mending aku mati aja udah!'' keluh Al yang dibalas Yesline dengan tertawa.


"Hahaha. Mas Mas. Pasti bagus kok. Aku aja kalo pake baju ini bagus kan?" rayu Yesline seraya mengedipkan mata.


Duh, istrinya sepertinya diam diam menyimpan dendam kesumat!! Tega sekali menyuruh suaminya sendiri untuk berpenampilan bodoh.


"Ya, tap-----"


Dret


Dret

__ADS_1


Dret


__ADS_2