Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 194


__ADS_3

"Emang itu surat apa mas?" tanya Yesline yang mulai khawatir. Al melipat kertas itu, dia menyimpannya ke dalam sakunya membuat Yesline semakin bingung.


"Loh.... Mas, Kok suratnya kamu simpan? Kan itu punya Suzan?'' Yesline menaikkan satu alisnya.


"Iya, nanti Mas jelasin ke kamu ya? Yang jelas surat ini penting banget buat Clinton dan dengan surat ini, kita akan tahu siapa yang mencelakai Suzan."


Yesline hanya mengangguk, dia tahu suaminya berkata yang sesungguhnya.


"Baiklah, Mas."


"Kamu makan dulu ya?'' tanya Al lagi dan Yesline menganggukkan kepalanya.


Dia pun menerima suapan demi suapan dari tangan Al.


"Sudah ya, Mas? Udah kenyang." mulut Yesline sudah penuh, Al tersenyum.


"Baiklah, Mas keluar dulu." pamit Al yang langsung diangguki oleh Yesline.


Al berjalan keluar ruangan dan langsung menghubungi seseorang. Setelah panggilan tersambung.


"Saya ada info penting, kamu datang ke rumah sakit sekarang."


Setelah mendapat jawaban dari orang itu, Al langsung menutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


******


Meriam masih dalam keadaan lemah, terpaksa Ayah dan ibunya membawanya kembali ke pesantren. Tadi Ayahnya sudah mengatakan kepada polisi, Mereka adalah keluarga dari salah satu penumpang pesawat yang bernama Hans Al Hasan, jika ada info terbaru mereka akan langsung menerima kabar.


Meriam terbaring lemas di dalam kamarnya, tidak ada gairah sama sekali. Dia sepertinya begitu putus asa kehilangan separuh jiwanya.


Malam itu, begitu larut, Meriam tidak bisa beristirahat. Dia ingin sekali mencari tahu sendiri bagaimana kabar tentang Hans. Dia tidak bisa menunggu seperti itu, hanya berdiam diri di dalam kamar, rasanya lebih menyakitkan.


Dia beberapa kali membaca berita di internet, niatnya ingin mencari tahu kabar terbaru, tapi itu malah membuatnya semakin merasa sesak.


Kronologi kejadian


Mengutip sebuah laman berita online, 7 Oktober 2022, Pesawat Boeing 20CX itu mengalami guncangan hebat sebanyak tiga kali saat hendak mau mendarat.


Guncangan itu disusul dengan percikan api dan asap dari roda depan. Percikan saat itu masih kecil. Namun dengan cepat berubah menjadi besar. Percikan api dari roda pesawat depan yang semakin besar dan disertai kepulan asap. Semua penumpang menjadi sangat panik.


Pesawat lalu menabrak pagar berduri sebelum kedua mesin di sisi kanan dan kiri sayap pesawat lepas. Di sana, pesawat berhenti dalam kondisi terbakar dan tidak lama kemudian terjadi ledakan.


Kecelakaan tersebut mengakibatkan 22 orang penumpang meninggal dunia termasuk dua orang awak kabin. Pesawat yang bersayap merah yang terbang dengan rute Jakarta - Yogyakarta mengangkut 133 penumpang dan 7 kru.


"Aku harus mencari tahu keberadaan Hans seorang diri." kata Meriam. Tapi dia tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa.


Meriam ingat, Wisnu masih berada di pesantren. Ayahnya menjatuhi hukuman, dia akan belajar ilmu agama di sana dan akan tinggal di sana. Dan tidak dilaporkan ke polisi. Jika ketahuan Wisnu membuat onar lagi, dia akan langsung diantarkan ke penjara.

__ADS_1


Meriam bergegas keluar dari kamarnya, Dia menuju asrama tamu, dia mengetuk pintu kamar Wisnu. Dia tidak memiliki cara lain yang ia pikirkan saat itu.


Pintu terbuka, dan sudah bisa ditebak sebahagia apa Wisnu melihat Meriam menemuinya malam itu.


"Mimpi apa, sampai bidadari bumi datang menemuiku?" sindirnya dengan senyuman yang menakutkan. Jika bukan karena ingin mencari Hans, Meriam tidak sudi minta bantuan laki laki itu.


"Tolong antarkan aku ke lokasi kecelakaan pesawat, aku ingin mencari Hans." Meriam berterus terang.


Laki laki itu menaikkan sebelah alisnya, dia mencoba mencerna maunya Meriam.


"Apa imbalannya?'' tanya Wisnu.


"Tidak ada imbalan, jika kamu tidak mau, aku akan pergi sendiri." kata Meriam tegas dan ketus. Dia hendak berbalik dan meninggalkan Wisnu, tapi dihentikan.


"Hei, tunggu."


Meriam menghentikan langkahnya. Berdiri masih memunggungi Wisnu.


"Aku mau, ayo aku antarkan."


Wisnu sudah berjalan mendahului Meriam, dia pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Meriam masuk ke dalam mobil. Dia berdoa semoga Wisnu tidak akan berbuat macam macam. Meriam sudah membawa tongkat setrum kalau seandainya Wisnu berbuat macam macam. Dia akan langsung menyetrumnya.


*****

__ADS_1


Tidak semua harapan akan terkabulkan, dan tidak semua keinginan akan terpenuhi. Terkadang, seseorang harus melepaskan seseorang yang amat ia sayang. Namun, terkadang juga seseorang juga akan di paksa untuk tetap bertahan, dengan catatan dipaksa oleh pasangan. Ia dipaksa dengan sebuah ancaman, yang mana membuatnya kehilangan semua pilihan.


"Nicho, tinggalkan Callista!!!"


__ADS_2