Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 73


__ADS_3

Tapi kedua Polisi itu terus melakukan pencarian. Tiba tiba rekannya itu memanggilnya dari belakang. Dia tidak menyadari jika Temannya itu jauh tertinggal di belakang.


Dia langsung berlari mendekat dan berhenti di bawah pohon besar. Didekat pohon itu ada sisa abu berwarna hitam pucat. Saat Dia mengoreknya, Dia melihat sesuatu. Salah satu Polisi itu berjongkok dan mengambil beberapa abu itu. Memasukkannya ke dalam plastik kecil. Temannya itu menemukan potongan potongan kecil berbentuk tabung kecil, Seperti tulang.


" Tulang apa ini ???? " tanyanya ke rekannya itu.


Suaranya tertahan merasakan hawa aneh.


Polisi yang disampingnya menyadari sesuatu yang dipegang oleh rekannya itu, bahwa itu apa. Tubuhnya gemetaran karena takut dan bergerak mundur dan kakinya menginjak sesuatu yang begitu keras.


Tatapannya berubah ke bawah kakinya untuk melihat apa itu yang diinjak. Jemarinya meraih benda itu, dan membersihkannya dari sisa sisa abu. Tiba tiba jantungnya seperti mau copot, Itu .......


" Lencana Polisi !!!! " kata kedua Polisi itu histeris secara bersamaan mengatakannya, lalu saling pandang dan merasa takut juga. Dengan cepat salah satu dari Mereka langsung memasukkannya ke dalam plastik untuk dijadikan sebagai barang bukti lalu bergegas keluar dari hutan itu.


******


" Aku membantumu tidak gratis !!! " oceh Mami menyergah, meneguk minumannya. Dai berbicara dengan Seseorang dibalik teleponnya.


" Aku tau. Kamu memang mata duitan. " jawab Seseorang itu sambil tertawa sinis. Mami langsung tertawa mendengar itu.


" Aku hanya tidak ingin dirugikan. Karena Aku juga kan membantumu. Menyelamatkan nyawamu yang sudah diambang kematian. " jawab Mami karena tidak suka perkataannya yang mengatakan kalau Dia mata duitan.


" Ya. Kamu datang tepat waktu. Aku akan membayarmu lebih. " jawabnya.


" Bagaimana Aku akan membayarku ??? Untuk sementara Kamu adalah buronan Polisi saat ini. Rumah itu akan membuatmu aman. Kamu harus membayarku lebih jika Kamu sudah mendapatkan hakmu. "


" Kenapa harus nanti ??? Kamu pikir Aku tidak punya uang ??? " jawabnya tidak terima dan protes karema Mami mengiranya tidak punya uang.


" Apa ???? Memangnya Kamu punya uang sekarang ??? " tantang Mami karena tidak mempercayai perkataannya.


" Ya. Saya punya banyak !!! " jawabnya.

__ADS_1


" Jangan bohong. Selama Kamu bersembunyi Kamu tidak bisa menghasilkan uang. " cetus Mami tidak percaya.


Suara tertawa dari sebrang terdengar jelas membuat Mami menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya.


" Tenang karena Aku sudah memindahkan sebagian dana Perusahaan ke rekening Pribadiku. Dan Aku juga memiliki sebuah Casino yang cukup besar dan rame di Singapura. Jadi Aku tidak kekurangan walau Aku masih disini. Kamu mau berapa ??? Hah???? " cetusnya menyombongkan dirinya.


" Dasar sinting !!! Otakmu benar benar licik !!! " kata Mami senyum sumringah sambil mengisi gelas kosongnya dari botol minuman yang ada didepannya yang sudah hampir kosng. Matanya mulai sedikit terpejam dan sudah susah untuk membukanya. Kepalanya juga sudah mulai terasa berat. Tangannya tak mampu menopang sehingga Mami membaringkan kepalanya di meja bar yang begitu dingin menusuk sampai ke kulit.


" Hahahah .... Sebutkan Nominalnya.... "


" 200 juta. " jawab Mami tanpa mikir sembari meneguk minumannya yang masih tersisa di gelas dengan masih oleng saat menegakkan kepalanya.


*********


Laki Laki itu berdiri menatap dirinya di cermin yang ada dihadapannya. Kulit wajhanya Dia ubah menjadi sedikit sawo matang serta menggunakan kaca mata untuk menutupi matanya. Bibirnya sesikit berwarna gelap. Laki Laki itu tersenyum karena Dia buka seperti Dirinya lagi.


Dia mengambil topi didepannya dan memakainya. Dia mengambil ember dan alat pel yang ada disampingnya. Dia berusaha melakukan tugasnya dengan baik.


Laki Laki itu hendak berjalan keluar dari toilet dan sebelum berjalan keluar, Dia menarik ujung topinya hingga menutupi sedikit matanya. Dia tidak ingin dikenali siapapun.


Iwan mengangguk dan sedikit membungkuk mengambil ember dan kain pel menuju yang dimaksud. Tubuhnya bergerak maju dengan tatapan mengintai di segala arah.


Tangannya sibuk menggerakkan tongkat pel kedepan, Kebelakang, samping berulang ulang untuk mengusap permukaan lantai yang kotor.


" Selamat siang Dokter, Al. " panggil seseorang saat melihat Al keluar dari ruang operasi. Al langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


" Ya, selamat siang. " jawab Al. Laki Laki didepannya itu masih menggunakan jas putihnya dengan stetoskop yang tergantung di lehernya.


" Saya turut berduka cita ya, Dok. Dan Saya senang Dokter Al sudah kembali bekerja lagi. Dan selamat atas jabatan barunya Dok. Sebagai Direktur terbaru RS ini. " kata Dokter yang berdiri di depan Al sembari mengulurkan tangannya ingin menjabat tangan Al.


Dengan menahan sedikit emosinya, Dia tetap menjabat tangan Dokter yang didepannya itu. Bagaimana bisa Dia menyukai posisi itu setelah kepergian Papanya. Padahal saat Papanya hidup, Dia bahkan tidak menginginkannya. Dan bahkan sekarang pun Dia tidak tertarik dengan jabatan itu. Mendengar ucapan itu, membuat kepala dan tubuh Al panas dingin.

__ADS_1


" Saya keruangan dulu, Dok. " kata Al pamit. Beralasan keruangannya, padahal Al pergi menemui Callista ke kamarnya.


Iwan tak menghentikan langkahnya. Mengikuti seseorang yang dipanggil Dokter Al itu. Iwan tersenyum lebar sembari menjalankan perannya itu.


Tok ....Tok .... Tok .....


" Masuk. " jawab Callista dari dalam.


Dari kejauhan dengan tatapan menyelidik, pandangan beralih menatap Al. Al mendorong hingga pintu terbuka. Lalu berbalik dan menutupnya kembali.


" Al ???? Mau apa Dia kesini ??? Apa Dia sudah merasa baikan setelah kepergian Papanya ??? " gumam Callista kaget melihatnya sambil menatapnya tajam.


Al berjalan kearah Callista, Duduk disofa dan menatap Callista dingin.


" Kamu masih ingat ??? Aku masih menyimpan dan memiliki foto fotomu yang polos itu !!! " kata Al.


" Kamu datang kesini mau mengancamku ??? " kata Callista bersungut sungut kesal.


" Ya. Aku ingin Kamu melaporkan kepadaku semua tentang aktifitas Erwin. "


" Tidak. Aku tidak bisa. " jawab Callista menolak.


" Baiklah. Kamu tinggal lihat. Besok foto fotomu akan tersebar dimana mana. Dimedsos dan di majalah majalah akan menjadi trending topic yang sangat hangat untuk melihat dan membicarakan tentang Dirimu. " jawab Al dan hendak bangkit berdiri dan pergi sebelum Callista menghentikannya.


" Oke !!! Aku akan melakukan apa yang Kamu mau. Cepat hapus foto fotonya. " bentaknya kepada Al.


" Aku tunggu laporannya. "jawab Al dan melongos pergi meninggalkan Callista yang masih kesal.


Iwan menatap Al yang keluar dari kamar Callista. Memperhatikan setiap gerak geriknya dengan seksama.


*******

__ADS_1


" Kita memiliki musuh yang sama. Aku akan membantumu menyingkirkan musuh musuhmu. Tapi Kamu juga harus membantuku mendapatkan hakku kembali. Jika tertarik besok Aku akan menemuimu. "


Erwin Menerima sebuah pesan dari nomor baru. Sebenarnya Dia tidak ingin peduli. Tapi Dia ingat betapa dendamnya Dia dengan Keluarga Gunawan membuat Erwin naik pitam karena tidak suka diperintah.


__ADS_2