Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 120


__ADS_3

Entahkah bahagia ??? Atau malah sebaliknya ???


Tapi adanya Bayi itu, Dia merasa ada yang benar benar mencintainya. Entah semua perhatian dari Nicho bisa diartikan cinta atau apa. Yang jelas Callista bisa merasakan ketulusan dari semua yang Nicho lakukan.


" Bu Callista, Yakin ingin melakukan tes DNA ?? " pertanyaan Dokter ramah di depannya membuyarkan semua isi kepalanya. Namun beberapa saat kemudian, Callista mengangguk. Meski Dokter sudah menjelaskan bahaya apa yang akan di hadapi Ibu dan Bayi jika memaksa melakukan tes DNA. Callista tetap bersikeras.


" Saya akan menanggung semua resikonya, Dok. " kata Callista.


" Baiklah. Ibu Callista bisa tanda tangan disini. Jika terjadi sesuatu di luar kendali, semua bukan tanggung jawab Rumah Sakit lagi ya Bu ??? " kata Dokter itu menjelaskan dengan senyuman ramahnya karena usia kandungannya yang masih terbilang dini.


Callista mengangguk dengan lemah sambil menandatangani berkas di depannya.


" Baik. Terima kasih, Bu. Mari sini, dan Ibu bisa berbaring disini terlebih dahulu. Kita akan lakukan prosesnya. "


Callista hanya menurut. Di dalam hatinya, Dia hanya ingin membuktikan kepada Nicho bahwa Dialah Ayah Biologis dari Janinnya itu. Meski tangan Callista sedikit gemetar, Dia bisa mendengar ponselnya berdering beberapa kali kemudian mati dengan sendirinya. Mungkin Nicho yang menghubunginya. Callista tidak bisa mengangkat teleponnya karena Dia akan di bius untuk pengambilan sampel darah atau cairan ketubannya.


Setelah pembiusan dilakukan, Callista sudah tidak mengingat apa apa lagi. Saat Dia bangun, Semuanya sudah bersih, Dia sudah terbaring di ranjang Rumah Sakit dengan kakinya di tutupi selimut.


Beberapa saat kemudian, Dokter datang untuk memeriksa kondisinya. Dokter memberi tahunya dan bersyukur bahwa kondisi Callista sudah baik dan semuanya baik baik saja.


" Kapan Saya bisa tau hasil tesnya, Dok ??? " tanya Callista tidak sabar.


Dokter itu tersenyum dan menjawabnya.


" Dua minggu lagi ya, Bu. "


Tubuh Callista serasa lemas, Dia sudah gugup, tidak sabar dan masih diminta menunggu untuk dua minggu lagi ??? Padahal tadi Dia berharap, saat Nicho menjemputnya Dia bisa langsung memberi tahu hasilnya.


" Lagian Nicho susah sih dibilangin!! Dikasih tau kalau ini Anaknya, Masih ajah gak percaya. " geram Callista.


****

__ADS_1


Dua minggu kemudian .......


Callista sedang berada di dalam mobil Nicho. Tidak seperi biasanya bahkan Callista hanya menundukkan kepalanya, merasa sangat gugup, bagaiman tidak gugup, hari ini adalah hari dimana hasil tes DNA Mereka keluar.


Mereka akan melihat dan akan tau, Anak siapa yang ada didalam kandungan Callista. Sekalipun Callista tau dan yakin jika Anak yang Dia kandung itu adalah Anaknya Nicho, Namun tetap saja Callista perlu menyakinkan Nicho untuk itu semua. Rasanya sangat amat gugup.


" Apa Kamu lapar ??? Mau pergi makan dulu ??? " tanya Nicho tiba tiba, Seperti biasa Nicho sangat perhatian kepada Callista.


Mendengar itu, Callista pun menoleh ke arah Nicho. Sepertinya juga Nicho merasakan hal yang sama, Namun tetap saja Nicho tidak memperlihatkannya.


Cukup lama Callista terdiam, Hingga akhirnya Dia oun menggeleng pelan.


" Tidak. Aku tidak lapar. Aku ingin langsung saja mengambil hasil tes DNAnya saja.." jawab Callista.


Nicho hanya mengangguk sembari kembali fokus ke jalanan, Dirinya tidak ingin banyak bicara disini karena memang pada kenyataannya Nicho pun merasa sangat gugup sama seperti Callista.


Perjalanan Mereka ke Rumah Sakit hanya diisi keheningan. Entah itu Callista maupun Nicho, keduanya tidak saling bicara satu sama lain. Mereka benar benar diam dalam keheningan di sepanjang perjalanan.


Sebenarnya Nicho ingin menemaninya saat itu. Hanya saja banyak perkerjaan yang tidak bisa ditinggalkan oleh Nicho, makanya Dia memilih untuk menyelesaikannya terlebih dahulu.


Nicho keluar dari mobil terlebih dahulu, kemudian membukakan pintu untuk Callista, membantu Callista untuk keluar. Dengan senang hati, Callista pun keluar dari mobil dibantu oleh Nicho.


Nicho menatap Callista dengan tatapan penuh tanya.


" Kenapa ??? Gugup ??? " tanya Nicho membuat Callista memutar kedua bola matanya dengan malas.


Sudah tahu jika Callista benar benar gugup, masih saja bertanya. Padahal Callista pun tau kalau Nicho yang terkesan biasa saja, jauh lebih tenang, tentu merasakan hal yang sama, sangat gugup.


Mereka pun berjalan memasuki area Rumah Sakit dengan langkah pelan lalu memasuki litf dan menekan tombol lift dimana Mereka akan mengambil hasil tes DNA itu. Rasanya ada banyak perasaan yang tidak bisa Mereka utarakan disini, Baik Callista maupun Nicho.


Seharusnya Nicho percaya saja apa yang dikatakan oleh Callista, jika itu adalah Anak Mereka berdua. Namun tetap saja sulit untuk Nicho percaya dan membuat Nicho harus mendapatkan bukti real terlebih dahulu.

__ADS_1


Seperti sebelumnya, di dalam lift hanya ada keheningan diantara Mereka berdua, Tidak ada yang buka suara. Mungkin karena perasaan gugup yang membuat Mereka seperti ini. Namun meski begitu, Mereka berdua tidak keberatan disini.


Ting ....


Pintu lift terbuka, Mereka segera melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift. Mereka berjalan menyusuri lorong, kemudian masuk ke dalam ruangan Dokter yang sudah menunggu kedatangan Mereka.


Keduanya disambut oleh Dokter itu dengan hangat dan bangkit berdiri disaat melihat kedatangan Nicho dan Callista. Mereka juga saling berjabat tangan satu sama lain.


" Silahkan duduk. " kata Dokter itu membuat Callista dan Nicho dengan kompak mengangguk kemudian duduk di hadapan Dokter itu.


" Jadi, bagaimana Dok ??? Bagaimana hasilnya ??? " tanya Nicho seolah tidak ingin basa basi. Dan Dokter itu langsung memberikan sebuah amplop coklat, dimana hasil dari tes DNA itu berada di dalam amplop itu.


Entah kenapa rasanya, Nicho begitu penasaran dan ingi Dokter itu yang mengatakannya langsung.


Sebelum Dokter itu buka suara, Callista sudah langsung menyela.


" Tidak!! Jangan katakan itu, Dok. Terima kasih sudah membantu dalam proses DNA ini, Kami akan membukanya dan melihatnya secara langsung diluar. " kata Callista tersenyum tulus membuat Nicho pun menoleh ke arah Callista.


Namun meski begitu, Nicho tetap menganggukkan kepalanya setuju. Dan membatu Callista untuk bangkit berdiri dari duduknya. Mereka saling berjabat tangan. Berbincang sebentar lalu pamit keluar dari ruangan Dokter itu.


Saat setelah keluar dari ruangan Dokter itu, Nicho menuntun Callista untuk duduk di salah satu kursi yang ada disana.


Beberapa saat, Mereka saling menatap satu sama lain. Hingga akhirnya Nicho mengambil alih amplop itu.


" Biar Aku saja yang membukanya. " kata Nicho membuat Callista mengangguk dan menyetujuinya.


Tatapan Callista terus terfokus ke Nicho yang tampak sangat gugup. Perlahan Nicho mulai membuka amplop itu hingga saat Nicho meraih kertas dari dalam amplop itu dan membacanya dalam hati.


Tatapan Nicho terfokus ke arah Callista. Nicho merasa terkejut dengan apa yang Dirinya lihat.


Tak kunjung mendapati Nicho buka suara, hingga akhirnya Callista meraih kertas itu dari tangan Nicho, kemudian membacanya pelan hingga kedua sudut bibirnya ketarik keatas .....

__ADS_1


__ADS_2