
Nicho tiba di rumahnya, ia disambut dengan pelukan Chloe saat masuk ke dalam rumah. Ini adalah suasana yang paling ia suka, setelah suntuk dengan kegiatan pekerjaan, bertemu dengan istri dan anak adalah hal yang membuat hatinya tenang.
"Papa....." pekik Chloe dengan semangat berlari ke arah papanya. Nicho memang sangat dekat dengan putrinya itu. Memang benar dengan pepatah yang mengatakan jika cinta pertama anak perempuan adalah sang ayah, karena itulah yang dialami oleh Nicho.
"Wah, anak papa wangi bangat deh. Jadi malu, papa bau asem begini." imbuh Nicho dengan mengubah sedikit raut wajahnya menjadi agak cemberut.
"Sini, Mas tasnya. Aku bantu bawa." Callista datang dan meraih tas kerja Nicho. Dia berjalan ke kamar sementara Nicho langsung ke kamar Chloe, hari itu jadwal Nicho membacakan cerita dan menidurkannya. Meski Nicho pulang lebih larut malam, Anaknya lebih memilih begadang dan menunggu Nicho pulang.
Setelah dari kamar, Callista pergi ke dapur membuatkan Nicho minuman. Callista membawa minuman itu ke kamar anaknya dimana Nicho berada. Callista mendorong pintu pelan, dia tidak mau menciptakan kebisingan, saat dia membuka pintu Nicho sudah tak bersuara, itu tandanya putrinya sudah tidur.
"Minum, Mas."
Callista duduk di sebelah Nicho dan memberikan minuman itu ke suaminya. Dengan kedua sudut bibirnya yang menyunggingkan senyum, Nicho menerima uluran tangan Callista.
"Terima kasih, Sayang."
Nicho meminum teh hangat buatan Callista. Kepala Nicho bergerak ke samping kanan dan kiri, dia meregangkan otot ototnya.
Melihat suaminya kecapean, Callista mendekati Nicho dan memijit pelan pundaknya. Nicho tersenyum, dia menikmati setiap sentuhan Callista yang membuatnya nyaman dan rileks.
Inilah salah satu enaknya punya istri. Hehehe...
Nicho cekikikan dalam hatinya.
__ADS_1
*******
Hans menggendong Meriam dibelakang tubuhnya. Sedangkan Meriam melingkarkan kedua tangannya di leher Hans saat keluar dari kamar mandi. Karena tadi Meriam mengeluh ingin buang air kecil dan Hans benar benar menepati janjinya.
"Mas, makasih ya, sudah jadi super hero aku," ucap Meriam, menempelkan kepalanya dibelakang kepala Hans.
"Hah? Kok super hero?" tanya Hans balik, dia belum sepenuhnya mengerti maksud Meriam.
"Iya. Kan dua kali Mas sudah nolongin aku, mungkin Allah ingin memberitahuku kalo akau akan aman ditangan suamiku, Kalo aku sekarang punya penjaga yang lebih jago dan galak dari Ayah. Jadi aku akan merasa aman dan bahagia tentunya." Meriam terus mengoceh, dia semakin cerewet saja. Lucu.
"Alhamdulillah, jika kamu punya pikiran seperti itu," jawab Hans.
******
Malam ini Clinton sangat kesal dengan Gabriel, pasalnya malam ini Clara menyiapkan makanan yang menurut Clinton lebih mirip makanan orang sakit, dan ini semua atas saran Gabriel yang menyarankan Clara untuk lebih banyak makan sayur sayuran dan makanan yang mengandung protein yang cukup, untuk menjaga kesehatan Clara dan masa kesuburan Clara.
"Eh, enggak kok sayang. Masakan Clara istri tercantik aku selalu enak." puji Clinton yang sedikit berbohong karena tidak ingin Clara kecewa ataupun marah.
"Kalo enak, kenapa enggak dimakan. Malah kamu aduk aduk gak jelas begitu." Clara membalikkan kata kata Clinton.
"Hah, i..ini sayang.... Aku cuma lagi mikir aja."
"Mikir? Mikirin apa?'' Clara sedikit penasaran dengan yang dipikirkan suaminya.
__ADS_1
"Hm, iya kan kita itu lagi program kehamilan. Kalo mau hamil kan harus sering sering olahraga di ranjang sayang, kayaknya daripada ikutan saran Gabriel yang belum tentu ngefek sama hasilnya. Mending kita honeymoon lagi nyusul Hans, kan lebih enak usahanya daripada makan rumput begini, aku berasa kayak kambing." cetus Clinton memberi ide tapi tanpa sadar mengutarakan kekesalannya terhadap makanan sang istri.
"Oh, jadi kamu dari tadi aduk aduk makanannya, karena gak suka masakan aku?!''
"Hah!! Enggak gitu, sayang. Aku gak bilang masakan kamu gak enak. Masakan kamu enak kok, tuh lihat aku makan nih masakan kamu!'' panik Clinton saat mendengar nada ucapan Clara sambil menyuapkan salad ke mulutnya.
"Jangan di makan, Mas. Nanti malah makin mirip kayak kambing!'' sindir Clara ketus.
Sialan nih mulut! Pake keceplosan lagi ngomongnya, jadi ngambek kan ayang bebeb aku. Gara gara Gabriel ini! Dalam hati Clinton.
*********
Cit..... Suara mobil Al mengerem saat berada di depan sebuah rumah sederhana. Wajah Al sedikit pucat dan terkejut kala melihat rumah tersebut. Namun Al berusaha untuk tidak menunjukkan pada gadis manis disebelahnya.
"Makasih ya, Mas, Udah nolong aku dan anterin aku pulang." ucap gadis tersebut.
"Hah..... Sama sama, justru aku yang minta maaf karena hampir saja mencelakai kamu." balas Al.
"Enggak kok, aku juga salah, Mas. Oh ya, dari tadi kita ngobrol belum berkenalan. Nama kamu siapa Mas?'' tanyanya.
"Astaghfirullah, aku lupa. Oh iya saya Al, kalo kamu siapa?'' jawab Al.
"Aku Isti, kalo gitu sekali lagi terima kasih ya, Mas. Aku turun. Hujannya juga udah reda. Kamu hati hati ya Mas."
__ADS_1
Al yang masih sedikit pucat dan terkejut hanya membalas dengan anggukan kepalanya. Sambil memperhatikan gerakan Isti yang keluar dari mobilnya dan sedikit berlari kecil masuk ke dalam sebuah rumah.
"Siapa dia? Dan ada hubungan apa dengannya?'' gumam Al dalam hatinya sambil menatap rumah itu.