
Matahari mulai menampakkan wajahnya, Yesline sudah bersama Mamanya di dapur untuk menyiapkan sarapan.
" Sayang, Harusnya Kamu istirahat saja. Biar Bibi sama Mama yang nyiapin sarapan. " kata Mamanya.
Saat ini memang hanya Bibi, Yesline dan Mama yang berada di dapur. Sementara Leni, pagi pagi ijin pulang kerumahnya karena mendapat kabar Papanya lagi sakit.
" Gak apa apa, Ma. Yesline malah capek kalau istirahat terus. " jawab Yesline.
" Ya udah deh, Terserah Kamu. Yang penting Kamu dan calon cucu Mama happy. " kata Mertuanya itu tersenyum.
" Eh, Yes .... Kalau Leni sampai besok belum masuk kerja, Kita jenguk Papanya kerumahnya yuk. " kata Mertuanya itu.
" Boleh Ma. " jawab Yesline.
Al yang baru bangun, Namun tidak melihat sang Istri tercintanya di sampingnya langsung berjalan ke kamar mandi untuk memeriksanya, Namun tidak ada juga disana. Al pun memutuskan untuk mencuci mukanya dan kemudian mencari Yesline di bawah.
Benar saja, kedua mata Al menangkap sosok Istrinya yang sudah cantik tapi agak terlihat pucat sedang berada di meja makan, menyiapkan hidangan untuk sarapan. Hari ini Al memang sengaja tidak datang ke Rumah Sakit.
" Mas, Kamu udah bangun ???? " sapa Yesline yang melihat Al sedang menuruni anak tangga.
" Iya Sayang .... " jawab Al sambil mencium pipi sang Mama kemudian Istrinya sambil setengah berbisik di telinga Yesline.
" Milikku akan selalu bangun, Jika berada di dekatmu. " bisik Al senyum sambil menggoda Istrinya itu.
" Mas !!! " pekik Yesline melihat kelakuan Suaminya itu.
*******
Seorang Wanita sedang berdiri mematung di depan rumah besar dan mewah. Rambutnya yang diikat satu bergoyang karena di terpa angin sepoi sepoi. Dia memakai setelan jeans dipadu dengan kaos putih polos dengan potongan leher berbentuk V.
Didekatnya ada beberapa koper yang sedang dimasukkan satu per satu oleh Supir ke dalam mobil. Wanita itu masih menatap bangunan mewah di depannya. Sepertinya, Tubuhnya menolak untuk meninggalkan tanah itu meski hanya sejengkal saja.
Kacamata hitam yang menutupi matanya menghalangi Orang tahu bahwa Matanya sedang basah.
Rumah ini sedang menyimpan memory masa kecilnya. Menyimpan kenangan bersama Mama dan Papanya. Kehidupan damainya dulu saat sang Kakek dan Kedua Orang tuanya masih hidup. Kini terpaksa harus Dia tinggalkan, yang berarti Dia kubur juga.
Rumah ini juga menyimpan kenangan pahit karena Dia menjadi korban dendam Pamannya yang kejam. Kehidupannya diatur ulang oleh Laki Laki bangsat itu. Menjadikannya Wanita kejam dan harus kehilangan segalanya.
" Aku rindu Kalian Ma, Pa, Kakek... " gumamnya menjerit tapi air matanya seakan sudah kering.
Dia ingat dengan jelas, Saat itu adalah hari ulang tahunnya yang ke 11 tahun. Kakeknya sengaja membuat perayaan ulang tahunnya yang begitu mewah. Melebihi mewahnya pesta pernikahan. Semua kerabat dan teman kerja Kakeknya dan Orang Tuanya diundang tanpa terkecuali.
Itu kali pertama Callista bertemu dengan Al kecil. Yang langsung mampu membuat Wanita itu mencintainya. Karena Dia tampan dan suka menggoda Callista.
Hubungan kedua keluarga sangat baik, dan dari situ sang Kakek berinisiatif menjodohkan Mereka kelak jika sudah sama sama Dewasa. Callista baru tahu jika Dia dijodohkan sama Al saat Dia berumur 17 tahun.
__ADS_1
Awalnya sangat bahagia, Dia memang mendambakan teman masa kecilnya itu. Namun Orang Tuanya tiba tiba meninggal dan disusul Oleh Kakeknya. Callista berniat membatalkan perjodohannya ketika Erwin memberi tahu bahwa Orang Tua Al memanipulasi kasus kematian Orang Tuanya.
Erwin menentang niatnya untuk membatalkan perjodohan itu, memberikan siasat kepada Callista untuk tetap melanjutkan perjodohan demi membalas dendam kematian ketiga Orang yang dicintainya itu.
" Ayo. Nona Callista. Semua barang Anda sudah Saya masukkan. Kita bisa berangkat sekarang. " suara itu membuyarkan lamunannya.
Callista mengangkat sedikit kacamatanya untuk menyeka ujung matanya. Wanita cantik itu menghela nafasnya sejenak. Dia siap memulai hidup baru di tempat yang baru. Dia berniat menjual semua asetnya yang ada di Indosnesia, agar kelak tidak di otak atik sama Erwin lagi. Semenjak hati terakhir Polisi memberitahukan bahwa Erwin sudah pulih dan langsung dibawa ke kantor Polisi langsung, Dia tidak pernah sekalipun menjenguknya. Baginya urusannya sudah selesai dengan Pria itu.
Callista kembali memakai kacamatanya itu, Dia berbalik arah dan langsung masuk ke dalam mobil. Supir Callista sudah siap menutup pintu disampingnya. Tapi dihentikan oleh beberapa wartawan yang tiba tiba datang.
Mereka ingin mengekspos kabar Callista, Model terkenal Indonesia yang memutuskan berhenti berkarya di Negaranya, Dia akan melanjutkan karirnya di Amerika. Supirnya berusaha menghalangi para Wartawan itu untuk mendekati Callista tapi Dia membiarkannya.
" Tidak apa apa Pak, Biarkan saja. " kata Callista dan kembali keluar dari dalam mobil serta berusaha menampilkan senyuman indahnya itu.
" Mba, Callista. Bisa dijelaskan kepada Kami kenala Mba mau pindah ke Negara lain apa karena popularitas Mba sudah turun karena pemberitaan kemarin ???? " tanya salah satu Wartawan.
" Iya Mba. Tooong beri tahu Kami para Fansmu juga. " kata Seorang penggemarnya.
" Kami dengar, Paman Mba masuk penjara, Apakah itu benar ??? Mba sudah resmi bercerai dengan Dokter Al, dan Dokter Al sudah remi menikahi Istri Keduanya itu. Apa Mba menghindari itu sehingga memutuskan untuk pindah ???? "
Semua pertanyaan yang diajukan oleh para Fans dan Wartawan membuat Callista menghela nafasnya, Karena semua alasan itu benar. Callista memang ingin menghindari dan melupakan semuanya. Namun tidak mungkin Dia mengakuinya secara terang terangan didepan publik.
Akhirnya Dia hanya menjawab.
" Saya mendapatkan tawaran kerja disana. Saya ingin mengasah kemampuan Saya dan mungkin nanti setelah Saya sudah sukses disana, Saya akan berkunjung ke Indonesia lagi. Buat para fans Saya, Saya pindah bukan berarti Saya meninggalkan Kalian. Saya hanya ingin memperluas karir Saya untuk lebih membuat Kalian bangga karena telah mencintai Saya. Tetap jaga solidaritas ya .... " kata Callista sembari sedikit membungkukkan badannya untuk memberi hormat sebelum Dia masuk kembali ke mobilnya.
*********
Yesline sibuk di dapur dengan Mertuanya untuk membuat bolu dan Dia mendengar berita selebritas hari ini tentang model terkenal yang akan pindah ke Amerika. Yesline langsung mencuci tangannya.
" Sebentar ya Ma. " katanya.
" Iya, Sayang. " jawab Mamanya.
Yesline bergegas keruang tv untuk melihat berita selebritas itu.
" Loh, Callista berangkat hari ini ??? " katanya kaget melihat berita itu padahal Dia sudah berniat ingin menemuinya sebelum Dia pergi meninggalkan Indonesia.
Yesline buru buru mematikan tv dan langsung naik ke lantai atas. Dia ingin menemui Al. Suaminya itu sedang mengurus beberapa pekerjaannya di kamar tadi saat Yesline turun untuk membuat bolu bersama Mamanya.
" Mas .... " panggil Yesline gugup.
Saat Dia sedang membuka pintu kamar, Al sedang berbicara dengan Seseorang di telepon. Yesline berjalan perlahan menghampirinya. Memeluk Suaminya dari belakang.
Yesline gugup dan Dia lupa membuak celemek yang Dia pakai saat membuat bolu di dapur tadi dan masih menempel di badannya.
__ADS_1
Al yang tau Istrinya sedang bermanja manja dengannya, Langsung mengakhiri panggilan itu. Membalikkan badannya untuk membalas pelukan Istrinya itu.
" Teleponan sama siapa, Mas ??? " tanya Yesline.
" Aku ada rencana mau ngajak Kamu jalan jalan ke Bali sekaligus babymoon disana selama beberapa hari. Kita bisa melakukan banyak hal berdua disana. Aku udah memilih beberapa villa untuk Kita tinggali selama disana, Nanti Kamu tinggal pilih salah satu.." kata Al membuat Yesline langsung sumringah.
" Mau Mas. Kapan Kita berangkat ??? " tanya Yesline begitu bersemangat dan Dia sampai lupa tujuannya ke kamar menemui Al.
" Setelah Kita cek kandunganmu ya, Sayang .... Soalnya pas di Bangka kemarin Kamu sempat kelelahan. Kalau saat pemeriksaannya nanti semua baik baik saja, Maka Kita akan segera berangkat, Oke ??? " jawab Al. Jari telunjuknya menyentil hidung Yesline.
" Oke deh Mas. " jawab Yesline.
" Sudah jadi bolunya ??? " tanya Al karena melihat Yesline yang masih menggunakan celemek itu.
" Astaga !!! Belum Mas.... "
" Terus kenapa Kamu buru buru naik keatas ??? "
" Aku lupa kalau hari ini Callista berangkat. Padahal kemarin Aku sudah janji untuk menemuinya sebelum Dia berangkat, Mas. Kuta ke Bandara sekarang yuk, Mas. " rengek Yesline membuat Al mengerutkan keningnya.
" Mana sempat ??? Jam berapa sekarang ???" kata Al sambil melirik jam tangannya.
Sudah jam 12 siang.
" Kamu telepon Callista saja, minta maaf karena belum bisa mengantarnya. Aku masih ada kerjaan, Sayang ....." kata Al menolak selembut mungkin tapi Yesline malah melepas pelukannya. Mundur beberapa langkah dan duduk di tepi ranjang. Bibirnya manyun dan mengerutkan keningnya, melipat kedua tangannya. Seperti Anak kecil yang lagi merajuk karena tidak di dibelikan es krim oleh Orang Tuanya.
" Katanya mau menemani kemana pun Aku pergi. Baru kemarin ngomong begitu tapi sudah ingkar janji. " protes Yesline cemberut.
Al menghela nafasnya dan tersenyum simpul, merasa ditagih dengan janjinya kemarin. Al berlutut di depan Yesline.
" Iya. Okedeh, Kita berangkat ke bandara sekarang. " jawabnya mengalah.
" Yup !! Aku ambil tas dulu, Mas. 5 menit ajah, gak lama. Kamu turun kebawah untuk siapin mobil, ya ??? " kata Yesline langsung bangkit dan bergegas melepas celemeknya serta menuju lemari untuk mengambil tas nya.
Al langsung keluar sesuai perintah Yesline. Dia menuruni anak tangga sambil mengecek jadwal penerbangan ke Amerika hari ini.
Jadwal penerbangan Callista jam 14.40. Jika bergegas kesana masih sempat.
Mamanya yang melihat Al turun langsung buru buru mendekatinya dan bertanya karena semenjak Yesline pergi dari dapur tadi belum kembali lagi.
" Mau kemana, Nak ??? "
" Mau ke Bandara Ma. Yesline mau mengantar kepergian Callista. Hari ini penerbangannya ke Amerika. " jawabnya dan menjabat tangan Mamanya untuk pamit dan berjalan ke garasi untuk mengeluarkan mobil.
Yesline terlihat menuruni anak tangga dari lantai atas, dengan cepat hingga membuat kakinya terselip. Dia hampir saja terjatuh. Dibawah ada Mamanya yang memperhatikannya membuatnya panik dan menjerit histeris.
__ADS_1
" Yesline awas !!!!!! "