Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 64


__ADS_3

" Sial .... !!! " gumam Al yang melihat Clinton yang berdiri disana.


Yesline langsung membuka kaca mobil melihat Clinton dan Leni sudah ada disana. Yesline tersenyum kaget melihat Leni yang kelihatan cantik karena memakai wig barunya dan kelihatan sangat cocok. Dia terlihat makin manis dan lebih feminim.


" Besok besok, kalau Bos lagi ehem ehem, Jangan diganggu. Tunggu 5 menit baru ketuk ksca !! " cetus Al ke Clinton membuat Yesline menjadi salting. Clinton hanya tertawa mendengar perkataan Al itu.


" Sudah .... sudah ... Ayo masuk ... " kata Yesline yang sudah tidak sabar untuk perjalanan pikniknya.


Clinton mengulurkan tangannya untuk hendak membantu Leni, Tapi Dia lupa bahwa Leni bukan Wanita manja layaknya seperti Wanita pada umumnya yang klepek klepek saat diperlakukan seperti itu.


Yesline senyum senyum dan geleng geleng kepala. Al langsung menyalakan mobilnya dan melaju cepat mengikuti mobil Papanya dari belakang dan didepan sudah ada mobil pengawal untuk memastikan liburan mereka aman.


*****


Callista tidak percaya jika Nicho benar benar bekerja diluar kota. Jadi Dia berniat ingin mengetahui posisi Nicho dan melacaknya menggunakan nomor ponselnya. Dia tahu Nicho yang tidak pernah bisa menolak ajakannya apalagi untuk bercinta. Makanya aneh saja jika kali ini Dia menolak karena alasan kerja.


Callista langsung membuka web khusus untuk melacak posisi Seseorang yang ingin dicari tahu melalui nomor ponselnya. Dari sana, Dia tau bahwa Nicho sedang berada di rumah Papa Al. Callista hafal betul dengan alamat rumah itu.


Dia menutup situs web itu dan langsung mengganti pakaiannya. Meraih kunci mobil yang berada di meja sampingnya.


*


*


*


*


Mobil Al berhenti disebuah villa yang tidak jauh dari kolam renang. Hawa sejuk itu langsung menyapu kulit tubuh Yesline saat Dia keluar dari mobil. Clinton membantu Al untuk membuka bagasi dan untuk mengeluarkan beberapa perlengkapan yang dibawa Mereka.

__ADS_1


Langit mulai gelap, Leni menyiapkan teh dan kopi. Malam ini Mereka akan bakar bakar. Nicho dan Clinton memanggang satu ekor ayam utuh dan beberapa ekor ikan segar yang sudah dimarinasi. Sedangkan Papa dan Mama Al sedang asyik ngobrol disamping Yesline. Yesline selalu menempel pada Al, Tangannya menggenggam tangan Al erat.


Hawanya begitu dingin hingga menusuk sampai ke tulang. Padahal Dia sudah memakai sweater untuk mengatasi kedinginan itu.


Al merangkul Yesline. Menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Sesekali Yesline menyeruput teh nya. Malam ini semua bisa melebur tanpa ada sekat. Bisa bercanda dan tawa bersama.


Lain kali Yesline pergi berdua saja dengan Al supaya suasananya lebih intim. Clinton terlihat asyik mengobrol dengan Leni entah apa yang dibahas, Tapi Leni lebih sering memasang muka kesal dan memukul lengan Clinton membuat Clinton mengaduh.


Sedangkan di dekat Kolam renang, Nicho duduk sendirian dan memainkan gitarnya. Menyanyikan lagu rindu yang menyayat hati. Yesline semakin merapatkan tubuhnya ke Al, membuat Al merasa kasihan dan meminta ijin untuk masuk ke villa duluan. Al memegang tangan Yesline berjalan.


Leni masih mengobrol dengan Clinton sementara Papa dan Mama Al pun sudah masuk duluan.


Pandangan Yesline masih menatap Nicho kasihan. Dia suka lagu yang dinyanyikan Nicho. Hingga Al menyenggol lengan Yelsine membuat Yesline merasa kaget.


" Lihat ajah terus ..... Abaikan suamimu ini. " sindir Al.


Mrmbuatnya untuk membekap mulutnya untuk menahan tidak mendesah. Disatu sisi, Yesline juga kasihan sama Al karena harus melakukan senam jari dengan sendiri.


Al tertidur dalam pelukan Yesline. Entah kenapa mata Yesline masih sulit untuk dipejamkan. Akhirnya Dia membuka ponselnya dan melihat satu pesan dari nomor yang tidak dikenalnya yang mengiriminya foto foto kemarin.


Yesline langsung mendowload foto foto itu. Matanya terbelalak lebar dan syok melihat foto foto itu.


Yesline benar benar kaget tidak menyangka semua hal itu bisa terjadi padanya. Tangis Yesline pcah, tubuhnya berguncang hebat. Membuat Al terbangun. Al mengucek matanya karena cahaya lampu yang sedikit silau itu.


Melihat Yesline tiba tiba menangis sesunggukan membuatnya bingung dan cemas. Dia mengusap airmata Yesline.


" Kenapa Sayang ??? Kenapa tiba tiba Menangis ??? "


" Lihat ini Mas ..." kata Yesline gemetaran dengan air mata yang masih berlinang dan menyodorkan ponselnya untuk melihat foto foto itu.

__ADS_1


" Iya Sayang ... Aku, Clinton dan Beberapa Orang suruhan Kita sudah menyelidiki kematian Mama. Lama prosesnya untuk mencari bukti bukti ini. Namun semua sudah dihilangkan Rizky dan Kami sudah menemukan bukti lain tapi foto ini akan menguatkan bukti bukti lain. " jawab Al sambil memeluk Yesline dan memberitahu semuanya ke Yesline karena selama ini Dia masih menyembunyikannya.


" Kamu jahat Mas .... Kenapa Aku tidak dilibatkan ??? Kenapa ??? Padahal semua ini tentang Mamaku. " kata Yesline sambil memukuli dada Al dengan masih sesunggukan.


" Bukan begitu sayang ... Keadaan Kamu yang sedang hamil dan juga Orang Ornag jahat yang mengancam kamu selama ini membuat Kami memutuskan untuk tidak melibatkanmu dalam penyelidikan ini Sayang..... " kata Al membuat Yesline untuk mengerti.


" Halo Clin ... Tolong ke depan bentar, Ayo Kita bahas kematian Mama Yesline, Sekarang !!! " kata Al menghubungi Clinton.


" Aku ikut Mas .... Biarkan Aku ikut, Ini demi Mama. " kata Yesline memohon memegang tangan Al.


" Tapi Sayang .... "


" Tidak Mas. Aku harus ikut !!! " jawab Yesline menyela perkataan Al.


" Maaf Sayang ... Kamu harus disini. Disini lebih aman, Aku tidak ingin sesuatu terjadi sama Kamu. Aku mohon, Mengertilah .... " kata Al.


Yesline, Leni dan Orang Tua Al berada di Villa sementara Al dan Clinton langsung ke lokasi yang audah disebut.


********


" Callista .... Tolong Aku .... " kata Rizky melalui panggilannya dengan mulutnya yang berdarah darah.


" Rizky, Kenapa Kamu ??? Hah??? Kamu kenapa ???? " Callista bingung mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal.


" Halo ..... Halo .... Halo .... "


Panggilan langsung terputus membuat Callista sangat bingung.


" Ada apa dengan Rizky ??? Apa Om Erwin mai membunuhnya ??? Atau siapa ??? " gumam Callista dengan bingung dan panik sekaligus takut.

__ADS_1


__ADS_2