Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 59


__ADS_3

Leni yang dari tadi berusaha menghubungi Al karena ada sesuatu hal yang harus Dia laporkan. Karena di RS sudah ada Clinton dan Yesline yang sudah bangun yang menanyakan keberadaanya.


Tapi tidak ada jawaban dari Al dan hanya panggilan masuk saja.


" Masih belum dijawab ??? " tanya Clinton masih heran dan Leni menggelengkan kepalanya.


" Tumben Al begitu. " gumam Clinton mondar mandir di depan Leni. Melihat Clinton yang sedikit gusar, Leni langsung menarik tangannya untuk duduk disampingnya. Daripada membuat kepalanya pusing karena terus terusan mondar mandir di depannya.


" Duduk sini. Capek lihat Pak Clinton mondar mandir terus. Ganggu konsentrasi saja !!! " cetus Leni.


" Apa apan sih ??? Aku juga lagi pusing mikirin Al !!! Awas ajah nanti, Saya cincang tuh !!! " kata Clinton kesal membuat Leni tertawa.


" Emang berani ??? Nanti malah Bapak yang di bedah !!! " ledek Leni.


" Habis ngeselin bangat tuh Orang, Udah lagi riweh, Istrinya baru sadar, Eh malah ditinggal gitu aja. Mentang mentang sudah ada pengawal dan Temannya. Sesekali mungkin harus dikasih pelajaran ni, Al !!! " cetus Clinton mengoceh sambil mengetik sesuatu di ponselnya.


" Aku gak ikut ikutan iya Pak. Bisa bisa gajiku dipotong nanti. " jawab Leni mengangkat kedua tangannya.


" Dasar Pengawal Payah !!!! Sama Preman 20 Orang ajah Kamu gak takut, Gaji dipotong ajah malah takut !!!! " cibir Clinton melihat Leni.


" Iya lah. Gaji dipotong sama ajah pemasukan berkurang !!! Beda dengan melawan 20 Orang Preman Pak. Itu mah hal kecil. " jawab Leni sambil mengepal tangannya membuat Clinton tidak bergeming dan Dia hanya melihat ke layar ponselnya.


" Kenapa Pak ??? " tanya Leni.


" Aku jadi mikir, Al sebenarnya kemana sih ??? sampai gak bisa dihubungin !!! "


" Pulang ke rumahnya menemui Callista. " jawab Leni berbisik membuat Clinton terkejut.


" Apa ???? " cetus Clinton dengan keras. Antara Dia kaget dan tidak percaya dengan apa yang Leni bilang. Leni sengaja membisikkan ke Clinton takut Yesline dengar.


" Tapi kenapa Dia kesana ??? " tanya Clinton pelan. Leni mengangkat bahunya karena Dia tidak tau.


" Mungkin mau mengintrogasi Callista mungkin. " jawab Leni.


Pikiran Clinton sudah kemana mana. Dia tau betul selicik apa Callista. Bukan masalah takut Al akan terluka karena Callista tidak akan mungkin melukainya.


Clinton hanya takut bahwa Al masuk ke jebakan Callista.


" Aku susul kesana deh .... "


Clinton berdiri tapi Leni menghentikan langkahnya.


" Bapak disini saja. Mungkin beberapa Orang jahat itu sedang mengintai di RS ini. Menunggu Kita lengah lalu Mereka langsung mengambil tindakan. Mereka saja sudah bertindak sejauh ini. " menghentikan Clinton dan menunjukkan sebuah amplop ke Clinton.


" Apa Bapak yakin bahwa pelakunya Callista dan Papanya Al ??? Sesuai bukti yang ada di dalam amplop ini ??? " tanya Leni membuat Clinton kembali duduk.


" Tidak. " Clinton menggelengkan kepalanya.


" Iya.... Tapi Kita belum punya bukti lain. Meski kemungkinan Mereka bersekongkol, Menurutku tidak akan sejauh ini. Pasti ada yang mengadu domba Mereka. Karena ini sangat janggal, Mereka bisa memiliki bukti bukti ini dan sengaja mengirimkannya ke sini tanpa meminta upah atau bayaran. Lalu apa tujuannya jika bukan untuk mengadu domba Pak Al dan Papanya. Karena yang Aku lihat itu Papanya Al tidak membenci Yesline. Aku bisa melihat begitu khawatirnya Beliau saat Yesline tertembak. Tidak ada Orang jahat yang berekpresi seperti itu. Papanya Al hanya ingin menyelamatkan harta warisan turunan keluarganya. Itu saja. Mungkin caranya saja yang salah, Jadi dimata Al Papanya orang jahat. " lanjut Leni.


" Betul Len, Tapi sekarang Aku khawatir sama Al. Menghadapi Preman lebih mudah Len karena berhadapan langsung di depan Kita daripada menghadapi Wanita licik seperti Callista. Aku takut kalau Al tidak menyadari bahaya di depannya hingga Dia tidak sempat untuk melawan dan kalah duluan. " kata Clinton.


Leni terdiam memikirkan perkataan Clinton yang ada benarnya juga.


Kuncinya hanya sama Al, Sekali Dia kalah semua selesai sudah.


*


*


*


*


Al memejamkan matanya, menahan gejolak nafsunya yang sudah memuncak. Callista semakin erat memeluk Al dari belakang.


" Kamu datang disaat yang tepat, Aku merindukanmu, Al. " bisik Callista manja disertai ******* nafas Callista membelai leher belakang Al.


" Lepaskan Callista .... Aku datang bukan untuk ini !!! " cetus Al menolak. Tapi tak satupun anggota tubuh Al menolak saat Callista menciumi tubuhnya dari belakang.


" Ada apa denganku ???? " gumam Al.


Ciuman Callista semakin liar, Tangannya mulai meraba lengan Al dengan mesra. Terus dan terus hingga turun ke area itu. Saat menyentuh itu, Al langsung menghentikannya. Memegang tangan Callista dan melempar tubuhnya ke kasur dan Callista malah tersenyum bahagia karena mungkin Al sudah jatuh ke pelukannya.


Al membentangkangkan selimut lebar menutupi tubuh Callista sehingga wajahnya berubah menjadi kaget. Dia yang masih kebingungan, Al membuka laci dilemari pakaian miliknya. Mencari sesuatu dan Dia menemukan sebuah tali.


Dengan sigap Al mengikat tangan Callista pada tepi ranjang.


" Al, Kamu sudah gila iya ..... Kamu mau apain Aku ???!!! " Callista mulai takut melihat Al berseringai.


Callista berontak berusaha melepas ikatannya dan memukul Al. Dengan kasar Al mendorong tubuh Callista kembali ke kasur lalu menarik tangannya yang satu lalu diikat di tepi ranjang itu.


Al menatap sinis kepada Callista yang terus berontak.


" Lepaskan Aku Al!!! " teriak Callista sambil menendang kasur dengan kakinya.


" Tadi Aku sempat merasa simpati untuk Kamu. Lalu Kamu dengan sengaja memanfaatkan keadaan dan ingin menggodaku. Otakku langsung meolak walau semua anggota tubuhku bereaksi berbeda. Aku sebagai Lelaki masih normal dan merespon setiap sentuhanmu. Tapi hatiku sudah menolakmu jauh sebelum Aku mengetahui semuanya. Lalu apa Kamu pikir kali ini Aku akan menerimamu lagi ??? " cetus Al.


" Itu tidak akan pernah Callista. Dengan mudahnya Kamu menggunakan tubuhmu untuk mencapai tujuan dan apa tadi ???? Kamu bilang bahwa Kamu mencintaiku ??? itu bukan cinta. Itu hanya nafsu. Karena cinta bukan seperti itu. Andai Kamu bersikap lebih baik dari dulu, mungkin caritanya akan berbeda. Tapi Kamu sudah menunjukkan siapa Kamu !!! " cetus Al menatap tajam Callista.


Wanita itu terus meronta ronta untuk minta dilepas dan Al tiba tiba terpikir ide gila sebelum Dia memutukan untuk memakai pakaiannya.


" Kenapa Kamu begitu kejam Al ??? Kamu tega mengikatku seperti ini ???? " kata Callista mulai menangis.


" Aku bahkan bisa lebih kejam lagi. Kamu telah membangunkan sifat jahatku Dan semua yang Kamu lakukan juga sudah melewati batas !!!! Lihat keadaan Yesline sekarang, Kamu tega melakukan itu padanya ??? Apa salah Dia sama Kamu ??? Hah ??? " tanya Al sangat marah dan berusaha menyelidikinya.


" Dia menjauhkanmu dariku. " jawab Callista pelan dan matanya sudah memerah.


Melihat ekspersi Al yang sudah marah dan emosi, Callista baru menyadari sesuatu. Bagi Al pelaku penembakan itu adalah Dirinya.


" Jika Kamu kira Aku adalah pelakunya, Kamu salah besar Al !!!! "


" Mana ada maling ngaku !!!! " cetus Al.


Al berjalan mendekati Callista, Membuka dan menarik selimut yang menutupi tubuhny. Wanita itu sangat panik melihat Al yang menyalakan kamera ponselnya. Mengambil foto Callista yang dalam posisi bugil itu.

__ADS_1


" Al, Apa niat Kami sebenarnya ???!!! " bentak Callista sembari takut.


" Lepaskan Aku .... " teriaknya.


" Aku akan mengekpos fotomu ini di sosmed, Jika Kamu tidak mengakui kesalahan Kami. Kamu tau kan, Karirmu akan hancur jika Aku melakukan ini ??? " ancam Al.


" Jangan Al, Aku mohon .... " kata Callista melotot kaget. Dia tidak bsa melepaskan ikatan tangannya karena terlalu kuat sehingga pergelangannya memerah.


Iya. Model dengan popularitas yang sangat terkenal memiliki berita yang ekslusif. Siapa coba yang tidak tertarik melihatnya. Kali Al harus benar benar tega karena ini demi Keluarganya. Karena pasti Callista mengetahuinya.


" Katakan !!! Atau .... ??? " bentak Al sambil memperlihatkan ponselnya ke Callista. Dia hanya tinggal tekan Posting dan semuanya akan terkirim.


" Al .... Jangan Al ....." Callista terus terisak suaranya mengiba karena Dia benar benar menyukai pekerjaannya itu, Jadi mana mungkin Dia rela kehilangan semuanya.


Kehilangan popularitas dan ketenaran yang Dia bangun sekian lama. Mana mungkin Dia akan melepaskannya dan membiarkan keindahan tubuhya dikonsumsi oleh publik.


Tapi .....


" Aku benar benar tidak tau pelakunya, Al. Aku memang ingin membunuh Yesline tapi yang menembak kemarin bukan Aku. Coba Kamu selidiki Om Erwin !!! " kata Callista menyakinkan Al.


" Callista Sayang .... "


Tiba tiba terdengar suara panggilan dari luar. Al seperti mengenali suara itu. Callista ingin berteriak minta tolong tapi Al langsung mendekatinya menutup mulutnya dan memukul punggungnya hingga pingsan.


Al langsung memasang kamera tersembunyi melalui ponselnya dan menata tubuh Callista sedemikian rupa agar terlihat natural dan sedang tidur puas dan tanpa busana, Lalu Al bersembunyi.


Pintu kamar dibuka dan Al begitu kaget yang datang itu Nicho.


Nicho benar benar kaget, Ternyata ini kejutan yang disiapkan oleh Callista karena tadi sore Callista sempat menelpon dan ingin bertemu.


Tapi karena ada urusan mendesak makanya Dia baru bisa menemuinya sekarang. Ternyata Callista menunggu sampai ketiduran dan malah sudah melepas semua pakaiannya.


Kebetulan Nicho juga sudah lama tidak memanjakan miliknya itu, Ini waktu yang tepat. Dia langsung melepas semua pakaiannya.


Nicho beringsut mendekati tubuh Callista, Menciumi setiap sudut keindahan tubuhnya. Kedua tangan Nicho perlahan melebarkan pahanya untuk menikmati keindahan surgawi itu dengan ganas. Lidahnya bermain begitu lihai menikmati setiap sentuhan.


Perlahan Nicho menaiki keatas karena seperti ada sesuatu yang memanggilnya. Dia menikmati milik Callista yang kembar itu. Dia mengecup bibir Callista, ********** hingga benar benar menikmati permainan itu.


Kali ini Dia beralih untuk memainkan permainan inti itu. Dia mendesah hebat, Mengatun setiap permainan demi permainan hingga membuat Al yang melihatnya ingin muntah walau miliknya juga sudah sangat tegang.


Tidak ingin melihat adegan itu pun, Suara Nicho sudah bisa menjelaskan semuanya.


" Aduh ... kenapa bangun sih ??? Nyonya masih sakit.... Sabar iya ... Masa melihat Mereka ajah jadi pengen !!! Ah, Elegan dikit dong Al ... " gumam Al dalam hati.


Melihat itu, Al sangat merasa jijik. Dia tidak tahan ingin keluar dari tempat persembunyiannya. Tapi Al mengurungkan niatnya, Dia bisa menggunakan vidio ini sebagai bukti perselingkuhan Callista dan menjadikan alasan untuk perceraiannya. Pasti gugatan Al akan lebih cepat disetujui.


Melihat dua Orang bergumul sangat tidak asyik, membuatnya teringat akan Yesline. Jiwa mesumnya meronta ronta.


Al cepat cepat keluar dan mengendap endap disaat Nicho tertidur disamping Callista. Saat Dia melihat ponselnya, Ada beberapa panggilan dari Leni dan Clinton. Tapi yang membuatnya cemas adalah pesan dari Clinton yang mengatakan Yesline tiba tiba sesak lagi.


Al berlari setelah sampai di RS dan sampai dikamar Yesline. Disana ada Leni dan Clinton juga yang sedang tertidur dalam posisi duduk sampingan. Kepala Clinton menyender dibahu Leni. Pasti Mereka tidak menyadari itu. Sekarang memang sudah larut malam dan sudah jam 2.30 subuh.


Perlahan Ale mengintip Yesline. Wanita kesayangannya itu tertidur pulas. Al merasa bersalah kepada Yesline kerena sentuhan Callista yang sempat membuatnya panas dingin. Lain kali Dia tidak ingin menemui Callista sendirian lagi, Dia lebih menakutkan dari Preman.


" Amit .... Amit .... " gumam Al merinding.


Al membiarkan Yesline tidur dan Dia tau kalau Clinton sengaja berbohong. Al sengaja mengambil foto Mereka berdua karena menurutnya itu adegan yang tidak biasa.


Al menyimpan ponselnya ke saku dan membangunkan Clinton pelan.


" Woe... Bangun ... " kata Al membuat Mereka berdua kaget. Leni yang bangun duluan langsung berdiri dan terkejut melihat Al yang berdiri didepannya. Sontak kepala Clinton jatuh dan kepentok ke kursi. Dia langsung bangun dan meringis kesakitan memegang kepalanya. Al dan Leni tertawa.


" Sialan Kamu Al !!!! " cetus Clinton kesal karena melihatnya tertawa.


" Darimana ajah Kamu jam segini baru datang ??? Lain kali Aku sama Leni gak mau lagi jagain Yesline kalau Kamu teledor kayak kemarin !!! " kata Clinton mengoceh.


" Dasar mulut Clinton kayak cewek !!! " gumam Al.


" Ayo keruanganku sekarang, Aku akan menjelaskannya. " kata Al dan Mereka berdua mengikutinya.


Didalam ruangan kerjanya, Al menceritakan semuanya kecuali saat Dirinya yang panas dingin karena ulah Callista. Dia tidak mau ditertawakan Clinton.


Dia hanya menjelaskan bahwa Dia mengancam Callista dan berhasil mendapatkan info bahwa Dia bukan pelakunya. Tapi memintanya untuk menyelidiki Om nya. Seperti dugaan Clinton sebelumnya bahwa Al memiliki kartunya Callista sehingga Dia dapat memanfaatkan itu untu melemahkan Erwin.


Lena menunjukkan amplop coklat yang dikirim seseorang dan ditujukan untuk Al. Amplop itu berisi bukti yang mengarah kepada Callista dan Papanya yang bersekongkol untuk penembakan Yesline. Tapi menurut Leni itu jangan langsung dipercaya. Al juga tidak punya pikiran buruk untuk Papanya. Karena sejauh yang Dia lihat, Papanya tidak mungkin melakukan itu.


Al meminta Clinton untuk menyelidiki semuanya. Dia memintanya untuk fokus ke Erwin. Mereka harus bisa menemukan kelemahannya.


******


Dua hari berlalu, Keadaan Yesline semakin membaik. Al membawanya jalan jalan ke taman RS mengurangi sedikit kebosanan Yesline.


Al mendorong kursi roda Yesline dan berhenti dibawah pohon. Al berlutut didepannya. memberikan sebuah kotak. Perlahan Al membukanya membuat Yesline begitu kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Spesial buat Orang yang Spesial. " kata Al sembari mengeluarkan kalung dan liontin berlian yang sangat indah. Tanpa meminta persetujuan, Al langsung memakaikannya dileher Yesline.


Yesline snagat takjub dan memegang liontin kalungnya yang begitu indah dan berkilau itu.


" Terima kasih Mas. " kata Yesline menatap Al dengan penuh cinta.


Al langsung duduk disamping Yesline yang kebetulan ada kursi kayu disana.


" Cie .... Cie ... "


Suara yang tiba tiba membuat Yesline tersenyum. Dia tau siapa yang datang yaitu Nicho.


Setelah kejadian itu, Dia baru kali ini bertemu dengan Yesline lagi. Yesline hendak menoleh tapi tangan Al menghalanginya. Perlahan Yesline menarik tangan Al dari wajahnya.


" Kamu ngapain kesini ??? " tanya Al sinis dan tidak suka.


" Pengen liat keadaan Yeslina lah, Baru kali ini Aku ada waktu. Sudah terlambat sebenarnya, Maaf iya Yes ... " Nicho jongkok di depan Yesline.


" Tidak apa apa. Terima kasih sudah datang. " jawab Yesline.


Entah kenapa saat melihat wajah Nicho, Al pengen muntah dan mual.

__ADS_1


" Uuuwwwekkk.... Uuuweeekkk .... "


" Kenapa Al ??? " tanya Yesline panik.


Ingatan saat Nicho bersama Callista membuatnya benar benar jijik dan mual.


" Tiba tiba ada bau busuk menusuk hidung sayang ... " jawab Al bohong dan membuat Nicho reflek menicum bajunya.


" Wangi kok !!! " jawab Nicho.


" Aku kan belum mandi udah berapa hari Al. " jawab Yesline membuat Al langsung merasa bersalah. Al bangkit dari duduknya menarik kursi roda Yesline dan sedikit menjauhi Nicho.


" Bukan Kamu Sayang .... Tadi pas Kita berdua gak ada tuh bau aneh!!! " jawab Al sembari melempar lirikan maut ke Nicho.


" Dasar .... Bilang ajah Kamu mau ngusir Aku !!! " cetus Nicho kesal.


" Jangan gitu Mas .... " kata Yesline melihat Al.


" Kita pergi ajah, Disini sudah mulai panas."


Al langaung mendorong kursi roda Yesline pergi tanpa mempedulikan Nicho. Yesline melempar senyum ke arah Nicho dan melambaikan tangannya serta sebelah tangannya memegang tabung infuse


" Bye Nic ... Maaf iya ... " kata Yesline.


" Gak apa apa Yes, Aku udah senang kok melihatmu sehat. " jawab Nicho sedikit teriak dan mengacungkan jempolnya dan melambaikan tangannya juga.


" Gak usah pamer kedekatan deh ... " kata Al mulai merasa sedikit tidak nyaman.


" Astaga Mas .... Aku cuma bilang bye bye ajah kok, Kamu udah cemburu ??? " jawab Yesline senyum.


Al hanya diam dan tidak menjawabnya. Dan malah membenamkan wajahnya ke dada Yesline. Dia membuka dua kancing baju Yesline yang paling atas dengan mulutnya dan membuat Yesline tertawa geli.


Niat Al ingin menjauhkan Yesline dari Nicho malah ada lagi Hans yang sudah menunggu di depan. Al menghela nafasnya kesal.


" Yes .... " kata Hans sembari berdiri.


" Halo Hans ... " jawab Yesline.


Al langsung memasang muka kesal dan mengawasi setiap perkataan Hans dan tatapannya.


" Kenapa Kamu senyum senyum ??? Bukain dong pintunya ... " cetus Al tanpa sungkan ke Hans.


" Oh iya ... " jawab Hans lalu membukakan pintu kamar VIP itu.


" Makasih iya Hans... " kata Yesline setelah masuk kedalam dan Hans hanya senyum.


Clinton tidak ada di RS, Dia sedang menjalankan tugas yang diberikan Al dan Leni lagi pergi untuk beli sarapan.


Al membaringkan tubuh Yesline diatas ranjang dengan pelan. Menggantung tabung infuse kembali ke tiang disamping ranjang dan Al mengelus kepala Yesline lembut.


" Kamu disini dulu iya Sayang .... Kalau mau tidur, Tidur ajah iya ... Aku ada urusan sama Hans bentar. Aku sudah telepon Leni, Dia akan segera datang. "


Yesline mengangguk dan tersenyum manis ke Al. Bibir Al mengecup pelan kening Yesline. Hans muncul dari belakang Al dan meletakkan parcel buah diatas meja.


" Dimakan iya Yes, Biar cepat sehat. " kata Hans.


" Terima kasih Hans ... Kamu apa kabar ??? " tanya Yesline.


Tubuh kekar Al menutupi Hans sehingga Yesline sedikit kesusahan melihat Hans.


" Kabarnya baik Sayang ... Aku keruanganku dulu bentar sama Hans iya ... " kata Al pamit buru buru.


" Tapi, Aku mau ngobrol bentar sama Yesline ,Al... " kata Hans.


Dari kemarin, Hans tidak bisa ngobrol sama Yesline karena dihalangi Al.


" Ini kerjaan penting dan mendesak. Harus dibicarakan sekarang juga !!! " jawab Al yang sengaja menjauhkan Dia dari Yesline sehingga Hans melotot tajam ke Al.


" Sudahkah Hans ... ikut ajah. " kata Yesline senyum sembari geleng geleng melihat tingkah Al yang kadang membuat kesal.


Al menanyakan bagaimana perkembangan perceraiannya itu yang sudah Dia serahkan ke Hans.


Hans menjelaskan bahwa tanggal mediasi pertama sudah ditetapkan. Dan suratnya akan segera dikirim ke Callista. Al langsung menyerahkan vidio adegan Callista dengan Nicho kemarin karena itu bisa memberatkan Callista. Al mengirim file vidio itu dan memperingatkan Hans untuk tidak menontonnya jika tidak mau senam sendiri nanti.


*


*


*


*


Pagi itu Callista bangun dari tidurnya dan mendapati Nicho bergelayut mesra padanya membuatnya terkejut. Mereka sama sama tidak mengenakan pakaian.


Kepala Yesline sedikit pusing dan Dia mencoba mengingat kejadian sebelumnya sambil memegang kepalanya.


Dia mengingat bahwa Al menyimpan foto foto bugilnya dan membuatnya tidak mau menceritakan ke Nicho.


Dia tidak ingin Nicho tau bahwa Dia berusaha menggoda Al lagi. Al bangun dari tempat tidurnya meraih ponselnya dan mengirim pesan ke Rizky.


" Carikan Aku info tentang perkembangan Yesline. Aku ingin memberi Wanita itu pelajaran. "


Al sudah berani mengancamnya, Merendahkannya bahkan menolaknya dengan sangat tidak mengenakkan. Dia akan membuat Al menyesali perbuatannya.


Leni berjalan masuk ke kamar dan tidak melihat siapa siapa disana. Dia sangat kaget karena tidak ada yang menjaga Yesline. Dia berjalan pelan melihat keadaan Yesline dan betapa terkejutnya Dia saat melihat seorang perawat yang hendak menyuntikkan sesuatu ke tabung infuse Yesline.


Awalnya Leni bersikap biasa biasa saja. Tapi setelah melihat sepatu yang dipakai perawat itu seperti sepatu preman, Leni mulai curiga. Dia membanting pintu dengan kasar, Meraih pisau yang Dia selipkan di jacketnya kearah Pria itu dengan tepat. Membuat lengannya sedikit terluka dan alat suntik yang Dia pegang terjatuh.


Dia langsung jongkok untuk mengambil suntik itu sembari memegang lengannya yang sedikit terluka karena Leni. Saat bangkit, Pria bermasker itu melempar vas bunga dan mengenai kepala Leni hingga berdarah.


Leni kurang waspada dan Pria tadi langsung kabur.


" Woe berhenti !!! " teriak Leni.


Mendengar teriakan Leni membuat Yesline bangun dan melihatnya yang berlari mengejar Orang itu dengan kondisi kepalanya yang berdarah.

__ADS_1


__ADS_2