
" Callista, Jika terjadi sesuatu sama Yesline, Tamatlah riwayat Kamu !!!! " gumam Nicho.
Nicho langsung melajukan mobilnya dengan cukup cepat hingga Dia tidak terlalu lama untuk sampai di Apartemen Al. Pikirannya sudah campur aduk, Karena Yesline dalam keadaan hamil, Dan bagaimana kalau Callista nekat ???
Pikiran Nicho sudah sampai kemana mana. saSesampainya di Apartemen Al, Nicho langsung keluar dan memberikan kunci mobilnya kepada satpam dan memintanya untuk memarkirkan mobilnya. Dia langsung berlari menuju lift.
Mata Yesline sudah bengkak karena menangis takut akan keselamatan Bayinya itu. Callista tepat berada di belakangnya dan tangannya menarik rambut Yesline membuatnya tak berkutik karena tangannya yang satu manaruh dan mengancam Yesline dengan pisau di lehernya.
" Gugurkan, Bayi itu !!!!! " cetus Callista memerintahkan lagi dengan nada tinggi dan mengancam.
Callista menekankan ujung pisau itu di leher Yesline membuatnya semakin merintih kesakitan.
" Aku tidak akan menggugurkan Bayi ini, Callista !!! Jika Aku mati hari ini, Biarlah Aku mati bersamanya. " kata Yesline dengan gemetaran dan sudah pasrah.
" Oh .... Baiklah kalau begitu. Kalian berdua mati saja dan itu membuatku lebih gampang untuk memiliki Al seutuhnya, Sekaligus dendamku pada keluarga Al akan terbalaskan. Al pasti akan sangat terpuruk kehilangan Kalian, Aku hanya membuat kematian Kalian menjadi sebuah kecelakaan. Gampang bukan ???? " Callista tersenyum sinis dan merasa sangat bahagia hari ini karena rencananya akan berhasil kali ini.
" Maafkan Aku Mas .... " gumam Yesline saat Callista sudah mulai mengayunkan pisau itu dilehernya.
" Selamat tinggal Wanita ****** ..... Hahaha ... " cetus Callista tertawa keras.
Bbbbrrruuuaaakkk .....
" Yesline ..... " teriak Seseorang dari luar dan pintu Apartemen Al terbuka karena di dobrak dari luar dengan sangat keras. Sontak Callista melepaskan tangannya dari Yesline. Pisau yang Dia pegang dengan sendirinya jatuh ke lantai.
Yesline batuk batuk. Dia terjatuh di lantai dengan posisi terjongkok. Sebelah tangannya memegangi lehernya yang sedikit berdarah.
Untungnya hanya sedikit luka kecil, Kepalanya mulai pusing dan berdenyut. Dia menghela nafasnya dengan sedikit pusing.
" Kamu tidak apa apa Yes ??? " tanya Nicho. Kedua tangannya memegang pundak Yesline untuk membantunya berdiri.
" Nicho ... ???"
Yesline sangat kaget ketika Dia berputar dan melihat yang datang dan membantunya adalah Nicho.
Tatapan Nicho berpaling ke Callista. Dia berdiri dan menghampiri Callista meninggalkan Yesline. Saking marah dan emosinya Dia langsung menampar keras Callista.
"PLAAAKKKK.."
" Nocho ....!! Apa yang Kamu lakukan ??? " jerit Callista sambil memegang Pipinya dengan tangannya bekas tamparan Nicho.
" Seharusnya Aku yang menanyakan itu sama Kamu !!!! Apa yang Kamu lakukan sama Yesline ???? Kamu mau membunuh Dia dan Bayinya ??? Hah???? " bentak Nicho keras.
" Kamu bahkan lebih kejam dari setan. Hatimu benar benar busuk !!!! Dasar !!!! " bentak Nicho lagi dengan suara yang sangat keras.
" Emangnya kenapa kalau Aku kejam??? Dia telah merebut Suamiku !!! membuat suamiku bersikeras untuk menceraikanku!!! Trus kenapa Aku tidak boleh membunuhnya ??? Cuih .... Kamu munafik Nicho !!! Kamu juga menyukai Yesline kan ??? Bawa pergi Dia, Bawa sejauh jauhnya !!! Jangan sampai Dia bersama dengan Al. Maka Aku tidak akn menyentuhnya lagi dan Kamu bisa memilikinya !!! "
" PLAK .... "
Sebuah tamparan lagi mendarat di pipi Callista.
" Callista !!!! " bentak Nicho.
" Aku tak sepicik Kamu !! " bentaknya sama Wanita yang kini matanya mulai berkaca kaca itu. Callista tidak menyangka, Laki Laki yang memuaskan Dia diranjang selama ini juga memperlakukan Dia seperti ini.
" Kenapa Kalian membela Wanita busuk ini ??? Kenapa semua menyalahkanku ???? Aku juga punya alasan untuk melakukan ini !!! Kenapa tidak ada yang mengerti ??? " jerit Callista sambil menangis dan frustasi.
Dia menyendarkan tubuhnya ke sofa karena merasa lelah dengan semua ini. Nicho menghampiri Yesline dan membantunya berdiri. Dia berusaha menenangkan Yesline yang masih gemetaran.
" Kalau Yesline kenapa napa, Tamat riwayat Kamu !!! Camkan itu !!! " kata Nicho dengan bersungguh sungguh dengan ancamannya.
Mendengar ancaman Nicho, Callista bangkit berdiri tak bergeming. Dia diam tak menjawab, Hanya tersenyum sinis.
Yesline manganggkat wajahnya dan melihat Callista, Dia melepaskan tangan Nicho yang dari tadi memegang lengan Yesline. Berjalan perlahan menghampiri Callista.
Nicho yang melihat itu hendak menghentikan Yesline tapi tangan Yesline memberi isyarat untuk Nicho agar diam.
" Callista .... Maafkan .... Aku ... " kata Yesline. Tangannya menyentuh pundak Callista dengan gemetaran. Dia menatap Callista kasihan. Callista dengan sigap melepaskan tangan Yesline untuk menjauh darinya lalu berdiri meninggalkan Yesline di sofa.
" Jangan menatapku seperti itu !!!! Jangan mengasihaniku !!! Aku gak butuh !!!! " bentak Callista sinis dengan membelakangi Yesline.
Nicho mengerutkan keningnya melihat Yesline yang mengasihani Wanita itu. Disisi lain Nicho sangat muak dengan sikap Callista.
" Kenapa sih Yes, Kamu yang minta maaf ke Dia?? " kata Nicho kesal dengan oerkataan Yesline itu.
Yesline menunduk. Wajahnya terlihat murung. Karena merasa kasihan sama Callista, Jadi Dia menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi sama Callista.
Ditinggalkan Suami dan menikah lagi itu menyakitkan. Meski tidak bisa dipungkiri, Callista memiliki banyak kesalahan.
Mereka sama sama Wanita, Rasa sakit Callista, Yesline bisa merasakan yang dirasakan Callista. Meski tidak bisa dipungkiri, Callista punya banyak kesalahan.
Mereka sama sama Wanita, Yesline bisa merasakan apa yang dirasakan Callista. Tapi untuk menggugurkan Bayi dan meninggalkan Al tidak bisa dilakukannya.
Yesline tidak memiliki siapa siapa lagi selain Mereka berdua di Dunia ini.
" Aku tau, Hatimu sesakit apa saat ini, Callista. Aku tau kemarahanmu samaku memang beralasan. Aku bisa mengerti dan merasakannya. " Yesline menghela nafasnya karena masih gemetaran.
__ADS_1
" Aku berusaha untuk tidak menyalahkanmu. Aku mengerti kenapa Kamu membenciku, Aku minta maaf. Aaku tidak bisa melakukan yang Kamu katakan itu. Maafkan Aku. "
" Cuih .... Najis, Aku melihat airmata dan rasa simpatimu yang palsu itu. Pelakor iya tetap pelakor !!! Egois, Jangan sok peduli !!! Aku akan memberimu perhitungan, Ingat itu !!! Ancam Callista dan menunjuk wajah Yesline dengan tangannya persis di wajah Yesline. Matanya melotot.
Nicho dengan sigap melempar tangan Callista dan mendorong lalu menariknya keluar tanpa berkata apa apa lagi. Nicho langsung menutup pintu Apartemennya yang masih bisa ditutup dari dalam, Sementara Callista masih berteriak teriak diluar sambil memukul pintunya.
*
*
*
*
" Akhirnya selesai juga. " kata Clinton sedikit merasa lega sembari merengaklngkan otot otot tangannya yang terasa sedikit kaku.
Dia melihat jam tangannya yang sudah jam 2 siang dan Ekspresj wajahnya tiba tiba berubah.
" Kira kira Al dan Yesline sedang apa iya ??? Atau jangan jangan .... " gumam Clinton.
Lelaki yang mengenakan kemeja kotak kotak itu sedang memikirkan sesuatu dan punya ide jail.
" Masa iya jam segini masih enak enakan berdua ??? Emang gak capek ??? " gumam Clinton dengan wajah senyum dan penasaran berjalan melewati meja resepsionist.
Clinton menuju mobilnya yang sudah disiapkan di depan lobby.
"Silahkan Pak. " kata Supir dan membukakan pintu untuk Clinton. Clinton masih berdiri disamping mobilnya, Tangannya meraih ponsel dari saku celananya dan menghubungi Seseorang. Namun tidak ada jawaban dari Panggilannya itu hanya panggilan masuk tapi tidak ada jawaban.
" Angkat dong Al .... Mentang mentang kalau udah sama Yesline susah bangat dihubungi! " gerutu Clinton dan memutuskan untuk ke Apartemennya.
" Saya pergi sendiri saja Pak. " kata Clinton lalu masuk ke dalam mobil. Supir yang sudah terlanjur membuka pintu mobil untuk Clinton terpaksa harus menutupnya kembali dan mengangguk lalu menyerahkan kunci mobilnya.
" Semoga saja Mereka mau hangout bareng, Kan lumayan ... "
Dia meletakkan ponselnya dan menyalakan mobilnya lalu pergi.
*
*
*
*
Ada panggilan tak terjawab darj Clinton. Tidak pesan atau panggila dari Yesline. Al ingin segera pulang, Tapi masih ada jadwal operasi lagi yang akan dilakukannya.
" Aish .... Dokter lain pada kemana sih ??? kenapa tiba tiba cuti ??? " kata Al geram.
" Sayang .... Kamu lagi apa ???? gimana keadaanmu ??? Al Junior aman kan ??? Makan yang banyak iya, Jangan stress dan isitahat yang cukup. Nanti pulang mau dibawain apa ??? Maaf iya sayang .... Mas belum bisa pulang, Masih ada Pasien lagi yang harus dioperasi. " Al mengirim pesan ke Yesline.
*
*
*
*
" Nicho ???? "
Clinton kaget melihat Mereka lagi berdua di Apartemen Al.
" Bukannya Al cuti hari ini ??? " tanya Clinton penasaran.
" Barusan ..... "
Belum selesai Nicho menjawab, Yesline memberi isyaray agar Nicho tidak menceritakan apa yang terjadi. Yesline tidak ingin maslah semakin rumit dan makin banyak yang membenci Callista. Cukup Nicho dan Dia saja yang tau.
Yesline yakin saat Clinton tahu apa yang terjadi, pasti akan langsung menghubugi Al. Yesline tidak ingin Al jadi tidak fokus untuk kerja.
" Oh .... ini, Al ada pasien mendadak dan Dokter yang lain sedang cuti dan keluar kota. Jadi Al yang menggantikannya. '' jawab Yesline menjelaskan ke Clinton.
" Lah .... Trus Nicho ???? "
" Dia cuma mampir kok. " jawab Yesline singkat.
" Iya udah, Aku pamit dulu Yes, Clin. Aku ada janji. " kata Nicho sembari beranjak.
" Hati hati Nicho. Jangan ngebut !!!! " kata Yesline.
Tidak lama setelah kepergian Nicho, Clinton melihat sisa sisa pecahan vas bunga itu. Clinton menatap Yesline dari atas sampai bawah karena merasa ada yang tidak beres dengan Yesline.
" Benaran gak ada apa apa Yes ??? Ini kok berantakan bangat ??? " tanya Clinton memastikan.
" Iya. Tadi ada kucing masuk. Yuk cari makan, Aku lapar.... Bosan nih di rumah mulu." jawab Yesline mengalihkan perhatian.
__ADS_1
Clinton pun meng iyakan dan masih tidak percaya dengan jawaban Yesline karena tidak mungkin kucing masuk ke Apartemen kecuali dipelihara sama yang punya Apartemen itu sendiri. Clinton tidak melanjutkan perkataannya karena Dia mengerti bahwa Yesline tidak ingin Clinton tau apa yang terjadi.
Namun itu tidak penting bagi Clinton karena Dia bisa cek CCTV di gedung Apartemen ini.
" Ayo ... "
" Bentar, Aku ambil ponsel dulu. "
" Wah ... Ada pesan dari Mas nih, Kita makan dimana biar nanti Mas Al nyusul. " tanya Yesline bersemangat meskipun masih ada sedikit rasa gemetaran setelah kejadian tadi.
" Di cafe tempat biasa Aku sama Al ajah. Udah lama juga gak nongkrong disana. " jawab Clinton sambil berjalan keluar.
" Oke. Baiklah. "
Mereka berdua menuju tempat parkir mobil yang ada dibawah. Tidak butuh waktu lama untuk ke cafe yang dimaksud Clinton, Hanya saja sore itu jam pulang Mahasiswa dan beberapa Karyawan berbarengan sehingga ada sedikit kemacetan.
" Yes, Kamu mau pesan apa ??? " tanya Clinton.
" Samain ajah sama Kamu Mas. " jawab Yesline.
" Kan Kamu lagi hamil, Mungkin ada yang ingin Kamu makan ???? "
" Gak ada Mas. Lagian kalau Aku ngidam biar Papanya yang nurutin ngidam Aku. " jawab Yesline.
" Mba, Mau pesan ini dua. Dan minumannya soft drink dan .... "
" Jus Mangga satu Mba.... " jawab Yesline.
" Baik Pak. Silahkan ditunggu iya. "
" Tidak usah bawa apa apa Mas. Aku tunggu Kamu ditempat biasa Kamu nongkrong sama Mas Clinton. " balas Yesline ke Al.
Al membaca pesan Yesline setelah operasinya selesai dan Dia segera menuju kesana. Kebetulan juga Al sudah sangat lapar apalagi ditambah Istrinya lagi disana membuatnya semakin bersemangat.
" Sayang, Masih di cafe ??? " tanya Al menelponnya.
" Iya Mas. Masih disini. "
" Pesanin untukku juga iya, Aku udah dijalan kesana. " jawab Al.
" Kamu mau makan apa ??? Biar Aku pesanin ... "
" Nasi goreng seafood ajah deh. " jawab Al.
" Oke oke Mas. "
" Oke , Iya udah iya tungguin iya Sayang ..."
" Iya Mas, Hati hati iya.... "
Tidak lama, Al sampai di cafe itu karena jarak dari RS itu memang tidak jauh.
" Mas Al ..... " kata Yesline melambaikan tangannya saat melihat Al masuk.
" Aaseeekkk .... Semangat amat manggilnya. " goda Clinton.
" Apaan sih Mas Clinton.... " kata Yesline senyum malu.
" Kalian ini iya .... Mesra itu harusnya pas dirumah dan tau tempat, Pas tidak ada Orang lain, Ini malah dipamer pamerin." gerutu Clinton.
" Silahkan Pak, Bu. " kata Pelayan itu setelah mengantar dan menghidangkan pesanan Mereka.
Mereka bertiga menikmati makanannya sambil bercerita cerita. Terkadang tertawa bersama dan bercanda. Mereka bercerita setiap Mereka ke cafe ini hingga Mereka bersama kemana mana.
Disaat mau pulang, Yesline minta ke kamar mandi dulu sebelum keluar dari cafe itu.
" Al, Tadi pas Aku ke Apartemen Kamu, Ada Nicho. " kata Clinton.
" Apa ??? Nicho di apartemenku ??? " tanya Al dengan tidak percaya dan penasaran.
" Iyaaa. Mereka berduaan. Dan anehnya ada pecahan vas bunga dan Yesline seperti habis menangis. "
Clinton menceritakan kejadian yang Dia lihat saat menjemput Yesline.
" Benaran Bro ??? Kurang ajar bangat si Nicho!!! " kata Al dengan wajah memerah saat mendengar nama itu.
" Aku tau sejak dulu Dia suka sama Yesline. Tapi kan Dia tau kalau Yesline sekarang Istriku !!! Dasar bajingan !!!! "
" Sabar Al. Jangan emosi duku. Nicho itu Keluarga Kamu dan jangan sampai Kalian itu benar benar memutus hubungan itu !!! "
Clinton mencoba meredah emosi Al saat tau bahwa Nicho ada di Apartemennya sendiri bersama Istrinya.
" Kamu disini dulu, Bilang sama Yesline kalau Aku ada pasien dadakan di RS. Tolong temani Dia sampai Aku pulang. "
" Saya tidak akan pernah lepasin Kamu Nicho !!! " kata Al dengan wajah yang sudah emosi dan tangannya dikepal lalu pergi meninggalkan cafe itu.
__ADS_1