Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 84


__ADS_3

Mendengar ancaman dari Al itu membuat Callista sedikit takut.


" Baiklah. Aku akan membantu Kalian untuk mencari bukti !!! Setauku, Om Erwin memang sangat membenci Papanya Al dan Dia sangat menginginkan posisi Direktur di Rumah Sakit itu. Dan sekarang Al sudah menjadi Direktur, Aku yakin Om akan merubah targetnya untuk melenyapkan Al seperti berusaha untuk melenyapkan Papanya. Tapi Aku belum memiliki cukup bukti untuk itu !!!! " kata Callista.


" Baiklah Wanita cantik !!!! Kalau begitu, Aku ada satu tugas untukmu " kata Clinton sambil tersenyum lalu membisikkan sesuatu ke telinga Callista.


" Apa ???? Kalian gila !!!!! "


******


Speedboad berhenti di tepi dan Al membopong tubuh Yesline. Meski Dia selalu membuat ulah, Al selalu menikmati waktu kebersamaan Mereka itu.


Setelah Mereka menikah, ini liburan pertama Mereka layaknya pengantin baru yang sedang merayakan honey moon.


Meski pilihan Yesline hanya ke Bangka tapi tidak mengecewakan. Pemandangan yang tersaji begitu menyegarkan, Laut yang bening, Langit yang biru, dan pulau berpasir putih yang seolah olah memanggil dari jarak yang begitu dekat.


Setelah sampi diresort, Al membaringkan tubuh Yesline dsn menepuk nepiknya pelan sembari membaluri minyak kayu putih di hidungnya karena wanginya itu bisa menyadarkan Istrinya itu.


Yesline membuka matanya perlahan dan Al menopang tubuhya didalam pangkuannya.


" Tara ..... " kata Al sembari memperlihatkan keindahan resort itu yang begitu mempesona.


Tangan Yesline menyentuh sebelah kepalanya yang tadi sempat pusing. Perlahan Yesline membenarkan posisi duduknya dan minum air mineral yang diberikan Al lalu meneguknya perlahan.


Yesline menarik nafasnya sejenak sambil melihat sekeliling yang begitu indah, cantik dan mengagumkan itu. Al membantu Yesline untuk berdiri. Yesline berjalan perlahan dengan digandeng Al.


Yesline mengenggam tangan Al dan menyenderkan kepalanya di bahu Suaminya itu. Indahnya senja itu tidak bisa berlalu begitu saja.


" Terima kasih, Mas."

__ADS_1


Al mengangguk dan mengecup bibir Yesline yang seksi itu.


Setelah mengambil beberapa foto dan makan cemilan, Al mengajak Yesline untuk keluar dan menikmati hamparan pasir yang besar dan luas ditepi laut.


Al berjanji akan menemaninya kemanapun membuat Yesline sangat bahagia. Sepanjang Mereka berjalan menikmati indahnya senja sore itu, Yesline tidak melepas pelukannya dari Al. Dia benar benar bahagia sekali.


Malam harinya, Al mengajak Yesline, Mamanya dan Leni makan malam diatas kapal mewah yang sudah Al sewa. Malam itu Yesline berdandan dengan sangat cantik dan gaun seksi warna putih. Membuat Al benar benar menikmati malam itu.


Benar. Mereka menikmati malam itu dengan pergulatan dan permainan yang panas.


*******


Callista masih ragu, bagaimana mungkin Dia bisa melakukan itu kepada Pamannya sendiri. Dia berpikir bahwa Clinton memang sudah gila.


Callista duduk di depan meja riasnya, dengan cermin yang besar memantulkan wajahnya yang ayu. Callista menyisir rambut hitam panjangnya yang lurus itu perlahan, Dia masih berpikir apa yang akan Dia lakukan malam ini.


Al benar benar memanfaatkan hidupnya. Ini sama saja seperti dipenjara. Meski tidak di dalam sel jeruji besi tapi Al memenjarakan dirinya layaknya di dalam sangkar emas.


Callista menghela nafasnya, Dia meletakkan sisirnya diatas meja. Dia beranjak berjalan mendekati tepi ranjang.


Clinton tadi memberikan satu buah gaun yang harus Dia pakai malam ini. Callista meraih paper bag itu dan mengeluarkan gaun hitam panjang dan sangat cocok untuknya. Ditambah belahan pahanya yang panjang layaknya malam ini setelah memakai itu seperti lagi dalam sesi pemotretan untuk beberapa majalah.


Gaun itu benar benar seksi dan terbuka membuat Callista sangat kaget saat melihatnya. Jika Dia harus mengenakan gaun itu di depan Al, Tentu Dia akan sangat bersemangat sekali.


Tapi didepan Pamannya yang sudah paruh baya itu ??... Callista tersenyum kecut. Membayangkan membuat Pamannya sedikit tergoda saja sudah membuatnya merasa jijik dan merinding. Callista masih mengenakan handuk saat ponselnya berdering.


Dengan malas Callista menjawabnya.


" Ya, Hallo ???? " jawabnya ketus karena yang menelpon itu Clinton.

__ADS_1


" Sudah siap belum ??? " tanya Clinton berbisik.


Callista tau, Pasti Mereka sedang bersembunyi di sekitar rumahnya walau Dia tidak tau persisi dimananya.


" Baru mau pakai baju, Kenapa sih ??? gugup amat ???? Buruan, Mobil Erwin sudah masuk ke halaman rumah Kamu !!!! " kata Clinton memberi tahu.


Rasanya Callista ingin kabur dari jendela kamarnya tapi mana mungkin bisa, Hans dan Clinton akan langsung menangkapnya.


Callista sangat bingung didepan dan dibelakangnya ada jurang. Sama sama membuatnya terjatuh jika memilih salah satunya. Jika tidak memilih akan lebih fatal lagi.


" Clinton, Kenapa tidak memilih dan menyewa Wanita malam sih ??? Kan Mereka lebih lihai melakukan yang begituan. Aku takut Paman akan curiga. " kata Callista.


" Yang cocok melakukan tugas ini hanya Kamu !!! Udah deh gak usah banyak protes. Mau Aku telepon Al lagi nih ???? " ancam Clinton dengan menaikkan nada suaranya sedikit membuat Callista langsung diam. Dia takut sama Al.


" Saya tutup teleponnya !!! Kamu harus berhasil dengan rencana ini. Kalau tidak, Saya akan suruh Kamu untuk melakukan hal yang lebih gila lagi dan akan menjebloskan Kamu ke Penjara. Kamu ingat kan ??? Kami sudah memiliki semua bukti kejahatan yang Kamu lakukan !!! " ancam Clinton dan langsung mematikan panggilannya.


" Aaarrggghhh .... Sial !!!!! " teriak Callista dan melempar ponselnya ke sembarang arah, menimbulkan suara benturan yang keras. Dia melepas handuk yang menutupi tubuhnya, langsung mengenakan segitiga berenda, tipis dan menerawang. Mengenakan gaun seksi itu di depan cermin, Callista memoles bibirnya dengan lipstrkk merah merona.


Dari balik gaun itu, tubuh Calissta terlihat benar benar menggoda. Dan wajahnya yang terlihat cantik lebih menggairahkan. Dia menyemprotkan parfum khas yang biasa membuat jenis lawannya terangsang. Callista langsung menyimpan handuk dan paper bag dari Clinton tadi itu dan mengeluarkan gelas dan botol anggur dari lemari, Sambil meraih obat yang Clinton kasih dan langsung mencampurkan ke dalam botol anggur itu.


Callista memutar lagu sedih yang cocok untuk berdansa berdua. Dia melakukan semuanya sesuai instruksi.


Saat Dia mendengar pintu diketuk, Dia langsung segera menyambar gelas yang berisi anggur itu lalu menghampiri pintu. Sebelumnya juga Callista meneteskan sesuatu ke matanya agar bisa membuatnya meneteskan airmata.


" Callista .... " panggil Seseorang dari luar pintu dan Callista tau itu Pamannya.


Diluar , Erwin sedikit gelisah karena mendengar suara sesuatu dilempar dari dalam kamar Callista. Erwin mengetuk pintunya lagi, Dia tau disaat saat seperti ini Callista pasti sangat terpuruk karena perceraiannya dengan Al.


" Aku sudah mengingatkanmu untuk tidak sampai jatuh cinta sungguhan dengannya tapi malah tidak Kamu dengar !!! gumam Erwin yang kesal dengan keponakannya itu.

__ADS_1


__ADS_2