
"Anda disini?''
"Iya, kamu sendirian?''
Yesline perlahan mengangguk. Karena Ak tidak mau diketahui identitasnya.
"Mau saya antar ke ruangan dokter?'' tawar laki laki itu. Yesline menggeleng dengan ramah.
"Tidak usah, terima kasih."
Al yang sengaja berjalan agak jauh, langsung cemburu yang melihat Yesline mengobrol dengan seorang laki laki. Tanpa berpikir panjang Al berlari ke arah Yesline dan menjotos laki laki itu.
"Kamu ini apa apaan? Main jotos begitu aja."
Tanpa merasa bersalah Al mendorong tubuh sutradara itu agak menjauh dari Yesline dan dia berucap begini. "Kukira kamu mau mempengaruhi wanita ini, jadi aku menolongnya."
"Gila kamu, ya. Mana mungkin tampilan ku yang sekeren ini, punya niat buruk."
"Iya, ada." tukas Al yang langsung menarik tubuh Yesline menjauh dan memakaikan masker di wajahnya.
"Mas, kenapa aku juga jadi pake masker?" protes Yesline.
"Kamu terlalu cantik, Aku gak mau kamu jadi pusat perhatian. Udah sini, dekat dekat aku aja,"
__ADS_1
Al menarik tubuh Yesline berdempetan dengan tubuhnya. Mereka berjalan seperti itu. Saling bergandengan tangan, Yesline menolak tapi Al yang memaksa. Tak melepaskan tangan dan pinggang Yesline.
Tapi sweet juga.
Al berhenti di depan resepsionis, dia mendaftar untuk periksa kandungan Yesline. Al sengaja mengikuti prosedur seperti orang orang biasa pada umumnya. Sebenarnya dia tinggal telepon Gabriel dan pasti dia bisa langsung masuk ke ruangan Gabriel tanpa mengantri, tapi Al tidak mau menggunakan kekuasaannya agar dilayani, kasihan orang biasa yang sudah lama mengantri. Yesline juga tidak dalam keadaan mendesak yang memerlukan pertolongan segera.
Yesline duduk di ruang tunggu, memakai masker membuatnya merasa engap, jadi ia lepas sebentar masker itu. Rumah sakit ini memang ramai pengunjung, Dokter dan perawatnya kebanyakan wanita dan muda muda, jika kebetulan pegawainya laki laki yang masih muda tapi wajah terbilang biasa. Yesline mengambil ponselnya dan iseng memotret beberapa pegawai rumah sakit Gabriel yang cantik cantik lalu mengirimnya ke nomor Leni.
Tidak lupa dia tulis.
Leni, aku ada di rumah sakit kamu nih. Pemandangannya segar segar, Dokternya masih muda muda dan cantik. Bikin pengunjung pasti betah datang. Gabriel hebat strateginya.
Sementara itu, saat Yesline mengirimkan pesan. Leni baru saja selesai melakukan olahraga yang aman untuk ibu hamil secara mandiri di rumah. Leni duduk di sebuah kursi goyang sambil mengelap keringat yang menggantung di kening dan pelipisnya, Leni membalas pesan dari Yesline.
Gabriel memang genit, Yes. Aku sudah pernah minta ganti, tapi ya..... gitu tetap aja masih banyak yang muda. Yang penting gak macam macam lah dia. Awas aja kalo sampai main mata, dia tahu sendiri akibatnya.
Kami jagoan, mana berani si Gabr main mata, aku coba lihat nanti, Kalo aneh aneh aku laporin sama kamu deh. Kangen nih, kapan bisa ngumpul lagi?
Leni merasa haus, dia meraih sebotol minuman ingin dan meneguk isinya perlahan, sambil sebelah tangannya membalas pesan Yesline.
Hahaha..... boleh boleh. Tapi nanti Al yang malah akan ngomel kalo kamu lihatin Gabriel. Eh, mau periksa kandungan ya? Kok boleh diperiksa Gabriel sama Al? Biasanya sensi dia sama suamiku.
Leni membalas dua kali.
__ADS_1
Aku mau jalan jalan ke luar negeri, Yes. Yuk bareng.... kalo kondisi kandungan kamu sehat, nanti kita bisa jalan jalan bareng.
Al yang baru selesai mendaftar, langsung duduk disamping Yesline. Merasa penasaran dengan Yesline yang tak menoleh ke arahnya malah asyik dengan ponselnya. Al melongok kesamping, mengintip ponsel Yesline.
Dia menangkap sekilas yang Yesline dan Leni bahas, soal Gabriel, dirinya dan jalan jalan.
"Kami kalo sama Leni suka ghibahin Mas ya, sayang?" tukas Al, yang masih memperhatikan apa yang Yesline ketik. Dengan lirikan tajam Yesline menoleh menatap Al.
"Kepo!'' celetuk Yesline.
"Kepo sama istri sendiri gak DOSA!" dalih Al, menarik tubuhnya kebelakang, bersandar ke tembok.
Yesline mengintip wajah Al dari balik pantulan layar ponselnya. Dia selalu mengagumi wajah suaminya yang tampan sekali.
Al Gunawan.
Yesline menggeser duduknya lebih dekat ke Al, lalu menyandarkan kepalanya ke dada Al. Yesline mendongak untuk menatap Al. Yesline yang tiba tiba bermanja manja, Al membalasnya dengan tersenyum, tampan sekali. Mereka saling bertukar pandang. Mengabaikan keramaian yang mungkin menatap mereka.
"Kamu tumben, mau minta apa dari Mas?" tanya Al dengan lembut, sambil jari jemarinya membelai pipi mulus Yesline.
Senyuman Yesline semakin lebar.
"Sudah lama kita gak jalan jalan jauh Mas. Boleh gak kalo nanti hasil pemeriksaan kandungan aku semuanya baik, kita jalan jalan bareng?''
__ADS_1
Al tampak berfikir, Yesline menunggu. Dia sedang bersemangat jalan jalan jauh bareng Leni.
"Em, boleh." sahut Al.