Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 245


__ADS_3

Kehilangan yang terdalam adalah kehilangan hati itu sendiri. Kehilangan belahan jiwa, apa yang bisa jantung lakukan? Dia hanya terus beretak untuk menemukan hatinya.


Meriam.


Kemana kamu pergi?


Hans duduk termenung di atas bangku kosong. Festival kembang api telah usai, Hans sudah mondar mandir kesana kemari, dia berlari menembus lautan manusia, menyisir jalan dari awal mereka turun mobil sampai tempat dimana menghilang. Hans sampai mengulangi pencariannya belasan kali.


Capek?


Lelah?


Khawatir?


Sakit?


Sesak?


Semua rasa bercampur jadi satu.

__ADS_1


Istrinya baru saja menghilang di negeri orang.


Hans mengacak rambutnya dengan kasar, dia kalut. Di negeri ini, dia bisa apa?Dia harus meminta bantuan kepada siapa?


Tuhan.... Tolong jangan ambil dia, dekatkan lagi dia padaku Tuhan. Kami baru saja engkau satukan dalam mahligai pernikahan, kami baru saja memadu kasih.


Bagaimana engkau bisa menghukum kami dengan perpisahan kami?


Tuhan.....


Engkaulah sang maha tau, beri tahu hamba dimana istri hamba.


Kamu harus tenang, Hans. Kamu harus yakin bisa menemukan Meriam. Pilihan Terakhir Hans adalah mencoba untuk melapor ke polisi, dia belum begitu mengenal daerah ini.


Hans bangkit meninggalkan tempat itu sambil menyisir lagi setiap sudut tempat yang baru saja ia dan istrinya bercanda di sana.


***********


Al menyetir mobilnya pulang dari RS, dia masih memikirkan apa yang dia katakan kepada Nicho tadi pagi.

__ADS_1


"Semoga Nicho bisa jaga rahasia." Al bergumam, mobilnya berbelok setelah berhenti di lampu merah. Hujan tiba tiba saja mengguyur malam itu. Al mengendarai mobilnya dengan pelan, jalanan licin dan juga petir menyambar di mana mana.


Malam itu sedikit menakutkan. Wipper mobil bergerak menyapu air yang menutupi kaca.


Tapi tiba tiba saja, ponsel Al berdering, mungkin itu dari Yesline. Ini sudah pukul 10 malam lewat. Dia memang pulang cukup larut karena ada operasi yang harus ia tangani.


Di tengah derasnya hujan. Tiba tiba saja Al mengerem mobilnya dengan mendadak ketika ia melihat ada seorang wanita melintasi mobilnya. Wanita itu terjatuh, entah tertabrak mobilnya atau tidak. Semoga saja tidak. Al memberhentikan mobil dan turun untuk melihat siapa wanita itu.


Al menyimpan kedua tangannya di atas kepala sambil mengintip melihat sang gadis yang baru saja berusaha berdiri, kakinya sedikit terluka. Al berusaha mendekati dan membantunya.


"Mari saya bantu, Anda terluka." ucap Al.


Karena hujan lebat akhirnya Al membawa wanita itu ke dalam mobilnya. Dia tidak mau gadis itu kenapa napa karena dia terjatuh persis di depan mobilnya. Dan apabila ada orang yang melihat Al tidak membantunya, akan bisa menjadi hal yang lebih parah lagi yang akhirnya bisa menyidutkannya. Baju wanita itu dan bajunya juga basah kuyup. Semoga malam ini bisa terlewati dengan mudah.


Setelah wanita itu duduk di kursi penumpang, Al menutup pintu mobilnya. Dia ingat, dia menyimpan handuk di dalam mobilnya dan Al mengambilnya, mengeringkan rambutnya dan juga lengannya, setelahnya dia memberikan ke gadis itu. Gadis itu menerimanya. Umurnya sepertinya 25 tahunan.


Al tidak menatapnya lagi. Tak usah dipungkiri wajah wanita itu memang manis, Duh Al, jangan lihat, ada Yesline yang lebih manis di rumah.


Petir dan guntur masih saja saling bersahutan.

__ADS_1


__ADS_2