
" Cho, Tolong anterin Aku ke makam Mama, ya ??? Aku mau ziarah ... " katanya minta tolong ke Nicho.
Nicho langsung mematikan tv dan bergegas ke kamar mandi ruang tamu untuk membersihkan diri dan bersiap siap. Sebelum ke makam, Nicho mengajak Yesline untuk membeli bunga tabur dulu untuk Mereka bawa kesana.
*******
" Mas Al !!!!!! " pekik Yesline.
Dia mendorong tubuh Al untuk menjauhi Nicho.
" Kamu tidak apa apa Cho ??? " tanya Yesline sambil memegang dagu Nicho, melihat bibirnya yang berdarah karena tonjokan Al.
Melihat Yesline yang menyentuh Nicho dan mengkhawatirkannya membuat Al semakin marah. Dia menarik kembali tangan Nicho dan meninju perutnya berkali kali.
Yesline berhambur mendekati Al dan langsung menampar Wajahnya dengan sangat keras.
" PLAK ...!!!! " mata Yesline berkat melotot sangat marah.
" Mas!! Kamu ini kenapa sih ??? Selalu emosian, Nicho gak salah. Kenapa Kamu pukul ???? "
" Dia dekatin Kamu Yes.... Mengambil kesempatan saat hubungan Kita sedang ada masalah !!! " cetus Al sembari tangannya mengelus Pipinya yang merah.
" Bukannya Kamu yang mengambil kesempatan itu, Mas ??? Kamu yang mengambil kesempatan saat Callista sedih dan memeluknya! Kamu meninggalkan Istrimu dan malah menghibur Wanita itu !!! Lalu, untuk sekarang kenapa Kamu marah marah ??? Aku dan Nicho tidak ngapa ngapain. Dia hanya menemaniku disini. Dia bahkan tidak memelukku atau menciumku atau bahkan menjamahku !!! Dia lebih tau batasannya dari pada Kamu, Mas !!" bentak Yesline benar benar marah dan emosi.
" Yes .... Kamu? .... Kamu bela Dia daripada Aku ???? Dan .... peluk apa ??? " tanyanya kebingungan. Tapi saat Al mencermati perkataan Yesline itu, Al baru sadar jika malam itu Yesline melihat Dia memeluk Callista, karena itu Dia semarah ini.
" Semua yang Kamu lihat tidak seperti yang Kamu pikirkan, Sayang. Aku, Aku hanya .... "
" Sudahlah, Mas !!! Apapun yang Aku pikirkan, itu urusanku. Tetap yang Kamu lakukan itu adalah salah. Jangan membela diri di depanku kali ini !!! Karena Aku dan Anakku tidak mau mendengarnya. Kami boleh menghibur Callista sesukamu. Aku ingin menenangkan diri dulu. " jawabnya langsung menyela perkataan Al dan berjalan menghampiri Nicho yang tidak jauh berdiri darinya.
" Ayo Kita pulang, Cho. " ajak Yesline menarik tangan Nicho.
Al hendak menghentikan Yesline dan meraih tangannya, tapi Yesline menepis tangan itu.
" Jangan pernah temui Aku sampai Kamu menyadari kesalahanmu, Mas !!! Selama itu Kita akan berjauhan. " ketus Yesline dengan penuh emosi.
Al mematung ditempat Di berdiri. Menatap kepergian Yesline dengan mata berkaca kaca.
" Yes .... Aku tidak pernah bermaksud nyakitin Kamu. Jangan menjauh dariku Yes, Aku mana bisa .... ??? " kata Al berusaha menahannya tapi Yesline tidak mempedulikannya.
Keputusan Yesline membuat Al terkecambuk. Dia benar benar kelimpungan. Tidak memiliki semangat untuk beraktifitas, jika bukan Mamanya yang memaksanya untuk tetap ke RS karena ada rapat penting, Dia tidak akan kemana mana.
Selama beberapa hari itu, Clinton dan Hans juga menyibukkan diri dengan pekerjaan masing masing. Mereka menghargai keputusan Yesline, Kali ini Al memang harus diberi waktu untuk berfikir. Pesta pernikahan Al dan Yesline terpaksa di tunda sampai Al bisa membawa pulang Yesline kembali. Al akan berusaha mendapatkan Yesline kembali.
__ADS_1
Callista juga masih di Jakarta, apalagi saat Dia tau, Yesline sedang menjauhi Al karena Dirinya, Dia jadi merasa bersalah.
Dia ingin bisa bertemu Yesline dan menjelaskan semuanya.
Saat rapat berlangsung ,Al benar benar tidak fokus. Dia hanya bengong dsn melamun. Dia meminta kepada Sekretarisnya untuk mencatat ssmuanya dan melaporkan kepadanya, Dia akan cek nanti. Setelah rapat selesai, Al langsung ke parkiran dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan ingin ke Apartemen Nicho.
*******
Tok ...... Tok ..... Tok .....
Al mengetuk pintu itu berkali kali sampai Nicho keluar. Saat tau Al yang datang, Nicho langsung menutup pintu Apartemennya lagi.
" Ada apa Al ???? " tanyanya datar.
" Saya mau ngomong sama Kamu. " jawab Al.
" Baiklah. Kita ngobrol di kafe bawah saja. Saya kasih tau Yesline dulu. " jawab Nicho dan memunggungi Al, Dan Al tiba tiba langsung mengintip dari pintu, dengan sigap Nicho langsung buru buru menutup pintunya.
" Sial !!! Padahal Istriku ada di dalam sana !!! Kenapa Dia jadi Overprotektif gitu !! kesal Al saat Nicho masuk ke dalam dan menutup pintu Apartemennya kembali untuk berpamitan ke Yesline.
Tak berapa lama, Nicho keluar. Mereka menuju kafe yang ada di bawah lantai dasar Apartemen itu.
Bibir Nicho juga masih kelihatan sisa sisa biru akibat pukulan dari Al.
" Ini ???? " Nicho menyentuh lukanya.
" Tidak apa apa. Semalam sudah di obati sama Yesline. " katanya sontak membuat Al menatap tajam ke Nicho.
" Mau pukul lagi ???? Nih !!! " tantang Nicho. Al mengurungkan niatnya, Dia mengatur emosinya yang mulai panas. Nicho sengaja memanas manasinya.
" Sialan, Kamu !!!! Balikin Istriku !!!! " cetus Al.
" Saya gak minjem loh !!! Kamu ajak sendiri kalau Dia mau. " jawab Nicho menimpali dengan santai.
" Masalahnya Dia masih marah. Bantulah Aku, Cho. " katanya dan akhirnya menurunkan egonya.
" Bantu gimana??? Kan Yesline sudah bilang kalau Kamu sudah sadar, Dia mau diajak pulang sama Kamu. Masalahnya Kamu udah sadar belum ???? "
" Sudah. " jawab Al ketus.
" Buktinya apa ??? Yesline butuh bukti bukan omongan doang. " tanya Nicho lagi.
Al mengendikkan bahunya dan menghela nafasnya dengan berat.
__ADS_1
" Itulah, Aku masih belum tau. Aku pengen ngasih kejutan pesta pernikahan untuk Yesline. Saya pengen nikahin Dia agar sah menurut hukum juga, Tapi terpaksa Aku tunda karena Dia marah. Bantuin Saya buat bujukin Dia ya ,Cho. "
Nicho menatap keseriusan dari dalam mata Al, semoga Dia tidak teledor lagi.
" Oke. Baiklah. Saya akan usahakan. Tapi Saya gak mau Yesline sampai tertekan lagi. Biarkan Dia memutuskannya sendiri. "
*******
Yesline masih asyik di depan televisi saat tiba tiba terdengar bel berbunyi.
" Apa itu Nicho ya ??? "
Dia tadi pamit beli makanan di cafe bawah, tapi udah lumayan lama Dia belum kembali. Yesline balik dari duduknya, mengintip dari layar monitor, Dia mengerutkan keningnya.
" Sepertinya kurir, Tapi Aku tidak memesan apa apa. Apa Nicho yang pesan ya ??? " gumamnya.
Dia membuka pintu dan langsung disapa oleh sang kurir itu.
" Siang Bu. " sapanya dengan ramah.
" Iya siang. "
" Saya mau mengantarkan bunga ini Bu. " kata Kurir itu sambil menyodorkan bunga serta kertas tanda terima untuk ditanda tangani Yesline. Dengan penasaran Yesline menerimanya.
" Ini sudah dibayar Mas ??? " tanya Yesline polos.
" Sudah Bu. Saya permisi dulu. "
Yesline mengangguk, Dia menutup pintu kembali, duduk di sofa dan melihat surat yang disematkan di bunganya. Dan Yesline mulai membacanya.
***Halo Yesline ....
Aku beranikan diriku untuk menulis surat ini. Maafkan Aku jika lancang, maafkan juga Dia atas kesalahannya. Dia tidak bermaksud menyakitimu. Percayalah, Dia sangate mencintaimu.
Aku bisa melihat itu dari matanya. Meski emosinya sering tidak terkontrol, cemburuan dan arogan, Tapi Dia sangat mencintaimu. Aku yakin, sebelum marah, Akmu juga bisa merasakannya, bukan ???
Kejadian kemarin memang salah, Aku minta maaf. Aku sudah bertekad dan berjanji untuk diriku sendiri, Aku telah melepaskannya.
Dalam minggu ini, Aku akan ke luar negeri. Senang sekali jika Kamu mau mengucapkan salam perpisahan. Aku ingin Kalian bahagia.
Lupakan masalah Kalian karena kesalahpahaman atas apa yang telah Dia lakukan padaku. Berikan Dia kesempatan kedua, setelah Kamu puas memberikan pelajaran untuknya, hehehe....
Maafkan karena Aku membuatmu berada di posisi ini, Dia sudah menjadi milikmu selama lamanya. Jangan ragukan perasaannya***.
__ADS_1
Yesline menutup lembaran kertas itu, Ada perasaan lega di hatinya. Tapi Dia masih bingung. Haruskah Dia memaafkan Al atau tidak ????