
" Wah ..... senang sekali bertemu Kalian berdua disini .... " kata Seseorang yang menyapa Mereka.
" Mami ..... " kata Yeskine dan Clinton bersama.
" Hahahaha .... Kalian kompak sekali ... '' kata Mami tertawa.
" Ngapain Mami di Singapura ??? " tanya Yesline tanpa basa basi.
" Hei, Yesline !!! Memangnya cuma Kamu yang bisa ke Singapura ??? Saya punya uang dan suka suka Saya mau kemana juga !!! " jawab mami dengan cetus.
Yesline terdiam ketika Mami sudah menunjukkan kesombongannya. Berbeda dengan Clinton yang menahan ketawa karena Wanita jutek yang disampingnya dimarahi oleh Mantan Bos nya itu.
" Maaf, Mi. Mungkin maksud Yesline itu kenapa Mami ada di Rumah Sakit ini ??? "kata Clinton.
" Mami sengaja ingin menjenguk Mamamu, Aku dengar Dia dirawat disini. Berhubung Mami masih ada disini, Makanya Mami sempatkan untuk menjenguknya karena Kamu mantan Anak Buah Saya !!! " jawab Mami.
Yesline mengerutkan keningnya karena Dia merasa ada yang aneh bahkan Clinton juga merasa ada yang aneh.
" Kalau boleh tau, Mami tau dari siapa kalau Mama Yesline dirawat disini ??? " tanya Clinton.
" Dari Nicho. " jawab Mami.
Yesline mengingat pertemuannya dengan Nicho disini dan bisa sedikit masuk diakal jawaban Mami ini.
" Terima kasih Mami sudah sempatkan waktunya untuk menjenguk Mama. Mari biar Saya antar jika mau ketemu Mama. " jawab Yesline mengajaknya.
" Sudahlah .... Saya sudah tidak mood sekarang!! " jawab Mami cetus.
Clinton dan Yesline saling tatapan mendengar jawaban Mami itu. Mereka berdua seakan kompak untuk mengerutkan kening masing masing dan berpikir bahwa ini aneh.
" Maksud Mami ??? " tanya Yesline.
" Tadinya tujuanku memang ingin menemuimu sekaligus menjenguk Mama Kamu. Namun setelah kesombongan dan keangkuhanmu yang seperti ini, Aku hanya ingin bilang sama Kamu Yesline, Aku harap Kamu mendengar perkataanku yang di telepon itu waktu itu, Untuk tidak terlalu dekat dengan Nicho. Usahakan jangan berhubungan apapun dengan Nicho. Jangan menyepelekan ucapanku!! Bukan begitu Clinton ???? " kata Mami.
Yesline langsung menatap tajam saat Dia menyebut nama Clinton. Seolah Clintonengerti dan mengetahui perkataan Mami itu.
" Tunggu .... Aku paling benci sama ketidak jelasan !!! Bisakah Kalian berdua mengatakan yang sesungguhnya samaku ??? Aku paling benci sama teka teki seperti ini. " cetus Yesline sama Mami dan Clinton.
" Sialan deh .... Ujung ujungnya Saya lagi yang kena!!! Emang iya, Kalau berhubungan denganasalah Orang gak ada manfaatnya yang ada Saya yang kena impas sialnya .... " gumam Clinton.
__ADS_1
" Mami hanya mengingatkanmu, Yesline !!! Selebihnya Kamu bisa tanya Tuan Clinton untuk masalah ini. " jawab mami.
" Mas Clinton !!! Ada apa ini ???? " cetus Yesline kesal.
Clinton seperti biasa menghela nafasnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sedikit bingung apakah keputusannya untuk mengatakan itu sama Yesline benar atau tidak.
Clinton takut, Al akan marah jika Dia menceritakan hal yang memang seharusnya dirahasiakan oleh Al dari Yesline.
" Mas Clinton !!!!! " bentak Yesline karena Dia tak kunjung menjawabnya.
" Kalau begitu, Mami pergi dulu Yesline !!! " kata Mami karena mendapatkan tatapan tajam dari Clinton.
" Sialan nih Mami, mulutnya benar benar pengen dijahit, bawa bawa Saya segala lagi ... " gumam Clinton.
" Tunggu dulu Mi. Jangan pergi dulu sebelum semuanya jelas !!! " cetus Yesline.
" Baiklah. " jawab Mami dengan santai.
" Mas Clinton, Boleh kasih tau sekarang ada apa ini atai Aku akan telepon Mas Al sekarang ??? Karena Saya yakin Mas Al tahu semua tentang apa yang Kalian sembunyikan dariku. " ancam Yesline sambil memperlihatkan ponselnya dan mengangkatnya.
" Hhhmmm .... Jadi begini Yes, Sebenarnya Nicho itu menyukaimu dan selalu mengikutimu kemana pun Kamu pergi. Dan Kamu tahu, waktu Kamu bertemu dengannya disini karena Dia mengikutimu. Hanya saja terasa aneh, Nicho yang menyukaimu diam diam tiba tiba Dia mau menegurmu. Nicho sebenarnya tahu sebenarnya kalau Kamu sudah menikah dengan Al. Hanya saja Dia pura pura tidak tahu. Begitu juga Kami yang hanya pura pura tidak tau juga kalau Dia menyukaimu. '' jawab Clinton.
" Kamu memang pintar Yesline .... " kata Mami senyum.
" Berisik !!!! " bentak Clinton karena Mami malah membuat Yesline semakin ingin tahu.
Mami langsung diam dengan bentakan Clinton. Clinton menatap Yesline dan menghela nafasnya dengan kasar.
" Jadi gini, Yang ditakutkan Al adalah Nicho akan menceritakan semua hal tentang Kamu sama Callista. Karena Mereka berdua adalah Partner Ranjang. Apalagi Nicho yang menyukaimu, Pasti Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkanmu. Apalagi ..... " Clinton menghentikan perkataanya karena Dia ragu ragu untuk melanjutkannya.
" Apalagi .... Apa ???? Apa ????? Jangan setengah setengah !!!! " cetus Yesline membentaknya.
" Iya iya .... Galak bangat dah ah .... " kata Clinton.
Mami tertawa kecil melihat Clinton yang tidak memiliki taring atau ciut di depan Yesline. Clinton yang tahu bahwa Mami sedang menertawakannya langsung melotot tajam sehingga Mami langsung diam saat Clinton seperti ingin menerkam Mami saat itu juga.
" Apalagi Al dan Nihco adalah musih bunyutan, Walaupun Mereka Bersaudara. Nicho memiliki dendam pribadi dengan Al begitu juga dengan Al. Jadi ada kemungkinan Nicho bekerja sama dengan Callista. Dan asal Kamu tahu sebenarnya di Rumah Sakit Jakarta, Pemilik saham terbesar itu adalah Callista. Makanya Al belum bisa menceraikan Callista karena permintaan Papanya Al. Papanya memintanya untuk bertahan supaya Al menjadi Direktur di RS itu dan mengubah posisi saham Mereka. Aku juga kurang begitu paham persoalan masalah Dua Keluarga itu karena sangat rumit. Dan Aku tidak tau siapa yang benar dan salah. Al sebanarnya sudah sangat muak, Namun karena tuntutan Orang Tuanya terpakasa harus Dia jalani. " jawab Clinton menjelaskan.
" Dan satu hal lagi yang harus Kamu tau, Callista itu Wanita yang memiliki sifat licik seperti ular. Jika semua tentang Kamu sudah ketauan, Aku tidak yakin apa yang akan dilakukannya sama Kamu. Apalagi sebenarnya Callista sangat tergila gila sama Al. Hanya saja kebencian dan rasa cintanya sama Al sama sama besar. Ditambah lagi sifat Al yang sangat acuh tak acuh sama Dia membuat Callista sangat ingin balas dendam dan berbuat licik. " lanjut Clinton.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Clinton, Yesline merinding. Dia merasa kasihan sama Al karena tidak bisa melakukan apa apa. Yesline selalu berpikir bahwa kehidupan Orang Kaya itu sangatlah enak dan tanpa beban. Todak harus capek berpikir karena selalu mendapatkan apa yang Diinginkan. Namun ternyata salah, Yesline jadi merasa sangat bersyukur sekarang karena kehidupannya yang sebelumnya yang tidak ada kata dendam dalam hidupnya walau Dia harus bekerja keras untuk hidupnya dan Mamanya. Dulu Yesline berpikir, Uang bukanlah segalanya tapi semua memang butuh uang di dunia ini.
Namun Dia sadar bahwa ada hal yang tidak bisa dibeli oleh Uang yaitu Kebahagiaan.
Dulu Yesline berpikir jika Dia memiliki banyak uang mungkin Dia akan bahagia. Tapi setelah mendengar cerita Clinton, ternyata kebahagiaan tidak bisa dimiliki dan dibeli oleh uang.
Sama seperti Callista, Al dan Keluarganya yang memiliki banyak uang. Mau apapun bisa dilakukan. Tapi dengan tidak memiliki kebahagiaan justru yang tertanam dalam diri Mereka itu adalah dendam dan rasa saling ingin menjatuhkan walau Mereka satu Keluarga.
Bukankah Keluarga itu adalah harta paling berharga dan tempat Kita untuk saling berbagi kasih dan menolong satu sama lain dan bukan untuk saling menjatuhkan ???
" Hei .... Yes .... ??? malah begong!!! " cetus Clinton yang melihat Yesline terdiam.
" Hei .... " senggol Mami ke Yesline membuat Dia tersadar.
" Kkeeenapaaa ... Apa .... " kata Yesline dengan spontan.
" Aku cerita panjang lebar malah Kamu bengong .... " cetus Clinton kesal.
" Maaf.... Aku sedikit kurang percaya ajah mendengar cerita kehidupan Orang Kaya seperti Kalian. Tapi kalau boleh tau, Emang kenapa Al sama Nicho musuh buyutan ??? " tanya Yesline.
" Kalau untuk itu, Sebaiknya Kamu tanyakan sendiri sama Al. Aku minta maaf karena tidak bisa menjelaskannya. " jawab Clinton membuat Yesline sedikit kecewa.
" Trus maksud Mami di telepon itu apa ??? " tanya Yesline melihat Mami.
" Yesline, Aku ada bisni dengan Suamimu dan Tuan Clinton, Saat Nicho mengatakan bertemu denganmu di Singapura, tentu saja Aku takut kalau Dia akan mendekatimu. Apalagi Mami tau kalau Kamu itu gampang percaya sama Orang. Karena Mami sudah mendapatkan banyak uang dari Suamimu, Mana mau Mami memata matai Nicho dan Callista kalau bukan karena uang yang diberikan sama Mami. Ditambah lagi Uang yang diberikan cukup menggiurkan." jawab Mami.
Yesline tidak pernah menyangka bahwa Al rela mengeluarkan banyak uang untuknya. Yesline merasa bersalah karena dari pertama ketemu, Yesline sempat kasar sama Al.
Yesline berjanji dalam hatinya untuk menuruti semua perintah Al dan akan menjadi Istri yang sholehah.
Pertemuan Mereka pun selesai setelah Mami pergi. Clinton dan Yesline kembali ke kamar Mamanya.
Namun, Yesline bingung karena saat masuk ke kamar Mamanya itu, Ada banyak perawat dan Dokter yang ada disana.
Seketika jantung Yesline serasa sesak dan panik, Tubuhnya gemeteran melihat banyak team medis disana. Dan Dia langsung masuk dengan sedikit berlari dan melihat tubuh Mamanya itu ditutupi dengan kain putih.
Para Dokter dan Perawat itu menghampiri Yesline dan Clinton dengan wajah sendu.
" Maafkan Kami, Pasien mengalami komplikasi setelah Operasi dan secara tiba tiba. Dan tidak bisa tertolong lagi. Tepat pukul 11.25 waktu Singapura, Pasien atas nama Ibu Yuli Meninggal Dunia. " kata Dokter itu memberi tahu.
__ADS_1
" Tidak .... tidak .... Mama .... Ma .... Ma...... " teriak Yesline menangis histeris.