Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 85


__ADS_3

Terdengar suara gagang pintu ditekan hingga perlahan pintu dibuka. Callista keluar dengan tubuh sempoyongan sembari meneguk anggur digelas tadi. Matanya terlihat merah.


Mata Erwin melotot kaget melihat Callista keluar dengan penampilan seperti itu. Callista yang sempoyongan sengaja maju mendekati Pamannya itu.


" Ada apa Paman ??? " tanya Callista dengan suara rendah. Dia benar benar terlihat sepertj Orang mabuk berat. Gelas yang Dia oegang jatuh dan dengan sengaja menjatuhkan dirinya di dada Pamannya itu, Membuat jantung Laki Laki paruh baya itu berdesir hebat.


Kini Erwin mendekap tubuh Callista dengan gemetar. Dia benar benar terkejut, Callista menangis dan benar benar meracau.


" Callista, Kamu kenapa ??? " Erwin menggoyang tubuh Callista dengan pelan dan mengangkat wajahnya. Erwin bisa melihat mata Callista sudah setengah sadar. Jarak wajah Mereka begitu dekat, Erwin bisa mencium bau alkohol dari bibir Callista.


" Kamu mabuk ??? " tanya Erwin lagi.


" Al jahat Paman !!!! Al jahat !!!! " Callista memukul dada Erwin berkali kali. Erwin masih belum bisa fokus dari potongan gaun yang tanpa kerah itu. Dia bisa melihat pundak dan leher Callista yang terekspose dan belahan dua buah gunung kembar itu, Membuat Erwin menelan air ludahnya.


Callista berusaha untuk membuka matanya lagi, Dia menatap wajah Erwin lama. Dia berusaha membuat Erwin mengira, bahwa Dia lagi dan sedang menganggap Erwin adalah Al.


" Kenapa Kamu jahat sekali, Al !!! Kenapa Kamu ceraikan Aku ??? Kenapa Kamu tidak memberikan kesempatan kedua untukku ??? "


Lalu kenapa malam ini Kamu datang memenuhi panggilanku ??? Hah ??!! "


Callista menangis hebat tapi langsung melingkarkan tangannya dipinggang Erwin, dan menempelkan kepalanya di dada Erwin dengan manja.


" Karena Kamu sudah datang, Aku janji cuma semalam saja. Setelah itu Kamu boleh pergi. " kata Callista mengigau dan merancau.


" Callista, ini Paman bukan Al !!! " jawab Erwin dengan sedikit ragu, Erwin hendak melepaskan dirinya dari Callista tapi Callista semakin bergelayut manja.


" Anak ini kenapa sih ??? Aku tidak bisa tahan jika di dekati dan dirayu seperti ini terus !!! " gumam Erwin dalam hatinya.

__ADS_1


Callista meraih tangan Erwin dan menariknya memasuki kamar. Laki Laki itu mulai mengikuti instruksi Callista tanpa benar benar menolak. Jiwa muda Erwin terbangkitkan. Dia mana bisa melewatkan malam ini jika begini.


Callista terlalu menggoda, bukan salah dirinya jika terjadi sesuatu. Dia mungkin jahat memanfaatkan keadaan Callista yang sedang hancur. Tapi Erwin hanya Laki Laki biasa.


Dengan genit Callista mendudukkan Erwin di tepi ranjang. Meraih botol anggur dan menuangkan ke dalam gelas untuk Erwin. Dia duduk diatas paha Erwin dan menyilangkan kakinya dan sengaja membuat kakinya terekposes dengan sempurna. Semakin membuat Erwin merasakan gelenyar aneh menggerayangi sekujur tubuhya.


Callista menyodorkan gelas berisi minuman itu dan Erwin meneguk isinya sampai ludes. Melemparkan gelas itu ke sembarang arah.


" Al, Sayang .... Aku akan memuaskanmu malam ini. " kata Callista sembari memainkan dasi Erwin. Suaranya benar benar sudah diatur sedemikian rupa seperti Orang mabuk berat. Laki Laki itu hanya diam. Dia memang sudah berumur tapi soal kejantanannya masih kuat dan sudah merespon.


Kedua tangan Callista melepas jasnya dan melempar ke sembarang arah. Lalu membuka kancing kemejanya lalu mendorong tubuh Erwin hingga terjatuh di atas ranjang.


Jantung Laki Laki itu berdetak begitu kuat dan kencang. Darahnya berdesir hebat saat jari jari Callista mulai menggerayangi dadanya yang bidang itu. Meski sudah berumur tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhnya masih terlihat gagah seperti seorang atletis membuat Callista sedikit kaget.


Dia menahan rasa jinik karena harus menikmati tubuh Pamannya sendiri. Tapi ..... Karena ini perintah dari Al Brengsek !!!


Callista benar benar lihai dalam soal ini. Dia sangat lihat membuat dan membangkitkan gairah Laki Laki itu. Erwin tidak kuat lagi saat tangan Callista melepas celana Laki Laki itu dan mulai menyentuh bagian itu.


Dia memejamkan matanya agar kuat untuk melakukan itu. Meski terlihat begitu besar tapi tetap saat mengingat Erwin adalah Pamannya dan sudah tua membuat gairah Callista benar benar tidak ada sama sekali. Itu pure hanya pura pura.


Callista baru hendak mengumpulkan tenaga, dan niatnya saat Erwin memegang kepalanya untuk melakukan itu membuat Callista melotot kaget.


Dia berusaha melakukan dan ingin menundanya karena Dia tau, Erwin sudah tidak tahan. Dia akan memanfaatkan keadaan itu nanti. Dengan lembut Callista memainkannya membuat Erwin merem melek karena kenikmatan itu menguasai tubuhnya.


Tangan Erwin mencengkeram rambut Callista dengan kuat dan semakin menekannya untuk tidak melepasnya. Dia benar benar menikmati setiap permainan Callista. Dia sudah lupa bahwa itu adalah keponakannya. Anak dari Wanita yang dulu sangat Dia cintai.


Erwin dulu sangat mencintai Mamanya Callista. Tapi Mamanya menolak cintanya dan lebih memilih menikah dengan Papa Callista, Adik dari Erwin. Karena sangat mencintai Wanita itu membuat Erwin memutuskan untuk tidak menikah sampai sekarang. Dia juga mandul.

__ADS_1


Hingga Dia suka tidur dengan Wanita dengan sembarangan, Dia tidak memiliki keturunan.


Callista menganggkat kepalanya perlahan membuat Erwin sedikit kecewa. Callista kembali merangkak dan melanjutkan aksinya.


Dia berdirj tepat di depan wajah Erwin. Dengan gerakan erotis Callista melepas gaunnya, membuat Erwin semakin melotot. Tubuh Callista benar benar indah dan seksi.


Erwin bisa melihat dengan jelas gunung kembar itu dengan bagian intinya dibalik segitiga tipisnya. Laki Laki itu benar benar ingin segera menggagahi Callista.


Erwin hendak bangkit dari posisi duduknya tapi Callista membuatnya terbaring.


" Sabar Sayangku ..... " bisik Callista di dekat bibir Erwin. Dia menciumi bibir itu perlahan dan lembut lalu bangkit dan mengambil sebotol minuman anggur yang sudah Dia masukkan obat tadi. Tak lupa Callista mengambil gelasnya dan menuangkan Anggur ke dalam gelasnya. Tapi yang Dia minum anggur tanpa campuran obat itu. Karena kata Clinton, Dia juga pernah memberi obat itu ke Mami.


Erwin duduk, tidak sabar melihat Callista yang menuangkan anggurnya begitu lama. Dia bangkit mendekati Callista. Dia mengangkat tubuh Callista dan melemparnya ke ranjang membuatnya sangat kaget dan benar benar takut setengah mati.


Dia tidak mau, Pamannya itu mengagahinya. Tapi Callista berusaha tenang. Erwin merebut botol anggur tadi dari tangan Callista dan langsung meneguknya sampai habis membuat Callista sedikit lega. Dia hanya perlu bersabar lebih lama agar obat itu bekerja dan beraksi.


Tubuh Callista membeku saat Erwin mulai mendekatinya dan merobek segitiganya dengan kasar. Dia hanya bisa diam dan memasang ekspresi seakan akan Dia benar benar menginginkannya.


" Al Sayang .... Kamu sudah tidak sabar ya ??? Sini .... " Jemari Callista menyentuh dagu Erwin dan membuka kedua kakinya. Memamerkannya yang begitu halus dan mulus serta indah itu.


Erwin langsung liar dan memainkannya dengan liar bagian intinya dengan lidah dan tangannya membuat Callista gelagapan.


" Kenapa obatanya tidak cepat bekerja ??? " gumamnya dalam hati.


Erwin memainkannya dengan sangat mahir hingga membuat ******* panjang keluar dari bibir Callista.


" Oh .... Tidak ... "

__ADS_1


Mendengar leguhan panjang Callista membuat Erwin menjadi. Meraih miliknya dan hendak melakukannya membuat Callista ketakutan.


__ADS_2