
" Sayang ..... Jangan jangan Kamu hamil ??? " kata Al dan menduga karena Yesline mual dan muntah muntah.
Yesline yang masih lemas hanya diam saja. Setelah merasa enakan, Yesline minta Al untuk membantunya ke sofa.
" Kamu kenapa Yes ??? " tanya Clinton yang duduk di sofa saat melihat Al membantunya berjalan.
" Aku gak tau Mas, Mungkin masuk angin. " jawab Yesline.
" Tapi mungkin juga Kamu bisa hamil Yes ... " kata Al.
" Hamil ???? Apa iya iya ???? Aku belum dapat juga bulan ini. Tapi Aku tidak mau menduga duga kalau belum cek. " jawab Yesline.
" Iya udah Nak. Kamu langsung cek ajah sekarang. " kata Mamanya yang terbangun karena mendengar suara Mereka.
" Mama ..... " kata Al dan Yesline secara bersamaan.
" Maaf Ma, Jadi ganggu istirahatnya. " kata Al.
" Gak apa apa Nak. Sebaiknya Kalian periksa dulu sekarang, Mumpung masih di RS. Mama juga pengen tau hasilnya. Mama siapa tau bentar lagi akan jadi Nenek. " jawab Mamanya.
" Iya Ma. " jawab Yesline.
" Iya udah Ma. Kalau gitu Al sama Yesline pamit dulu iya mau ke Dokter Kandungan. " jawab Al.
Yesline dan Al langsung menuju Dokter Kandungan diikuti oleh Clinton.
" Mas ngapain ikut ??? " cetus Yesline.
" Astafirullahalazimm.... Kamu ngusir Aku ???"
" Iya itu hanya pemikiran Kamu." cetus Yesline.
" Iya udah Bro, Saya balik ke Apartemen ajah iya soalnya Istri Kamu udah ngusir nih .... Semoga hasilnya baik iya, Saya sudah tidak sabar punya ponakan... " kata Clinton.
Al menganggukkan kepalanya dan sebenarnya Dia juga karena Yesline mengusirnya. Mereka memang bersahabat, Tapi Al tidak mau kalau Dia terlalu dekat dengan Yesline.
Clinton balik ke Apartemen sementara Yesline dan Al melanjutkan ke ruangan kandungan.
Di indonesia, Callista yang baru saja selesai sesi pemotretan di salah satu perusahaan ternama untuk produk iklan, Langsung pulang kerumah yang Mereka tempati bersama Al. Sudah hampir seminggu Dia tidak pulang ke rumah dan tidak komunikasian sama Al.
Callista disambut oleh ARTnya yaitu Bi Inem.
" Selama Saya tidak pulang, Tuan juga jarang pulang iya Bi ???? " tanya Callista.
__ADS_1
" Iya Nyonya. Tuan sudah beberapa hari tidak pulang. " jawab Bi Inem.
Callista hanya tersenyum sinin dan menuju kamarnya. Di dalam kamar, Dia langsung memanjakan dirinya dengan berendam di dalam bath up. Callista memejamkan matanya dan berpikir kelanjutan balas dendamnya untuk Keluarga Al Gunawan.
Dia membuka matanya dan memukul air yang ada dibath up itu. " Arrghh .... Kenapa harus Kamu !!!! " cetus Callista kesal.
Keluarga Gunawan berhubungan baik dengan Keluarga Herlambang. Callista merupakan cucu satu satunya keluarga Herlambang.
Gunawan Kakek Al menjodohkan Mereka berdua sejak dari kecil, Untuk bisa jadi Keluarga besar dan bisa membangun dan mengembangkan bisnis secara bersama.
Callista tentu tidak menolak karena Dia sangat menyukai Al. Dan Menikah dengan Orang yang dicintai adalah impian setiap Orang termasuk Callista.
Namun saat Callista masuk ke Perguruan Tinggi, Kedua Orang Tua Callista meninggal karena kecelakaan membuat Callista sangat terpukul ditambah Kakeknya yang sakit jantung saat mendengar kabar itu mendadak jantungnya kumat hingga akhirnya Kakeknya pun itu menyusul.
Warisan Harta kekayaan Herlambang berubah dan beralih semua atas nama Callista. Namun setelah kurang lebih dari setahun pengalihan harta jadi namanya, Sepupu dari Papanya Callista datang dan ikut membantu warisan warisan itu.
Namun Pamannya memberi tahu Callista bahwa perjodohan Mereka karena Keluarga Gunawan ingin memiliki hartanya Keluarga Herlambang. Dengan menikahi Callista pasti jadinya Al yang akan mengurus semua hartanya Herlambang.
Pamannya juga menunjukkan bukti adanya kejanggalan saat kecelakaan Orang Tuanya karena ada beberapa perusakan bukti bukti membuat Callista semakin membenci Keluarga Al.
Pamannya menyarankan jika Callista menikah dengan Al jangan sampai memiliki Anak. Karena jika hal itu terjadi, Maka akan lebih kuat Keluarga Al untuk memiliki hartanya Keluarga Herlambang.
Makanya Callista menjaga tubuhnya dengan alasan karena profesinya supaya tidak memiliki Anak.
" Al .... Nicho .... Rizky ... !!!! Kalian akan lihat bagaimana kehidupan Kalian nantinya. " gumam Callista dengan menggenggam tangannya.
" Sayang .... Hati hati dong jangan bar bar bangat jadi Wanita...." kata Al sama Yesline mengomel.
Yesline ingin mengambil koper yang berada diatas lemari tapi Dia tidak sampai hingga Dia menarik kursi dan naik ke atasnya untuk mengambil koper itu.
Namun, Saat Yesline naik kekursi itu Al keluar dari kamar mandi dan terkejut hingga memarahi Yesline.
" Kamu itu lagi hamil Sayang !!!! Kalau ada apa apa sama Anak Kita bagaimana ???? " kata Al marah dan menurunkan koper itu.
Tadi dari RS, Yesline dikatakan positif hamil 5 minggu membuat Al dan Mamanya Yesline sangat bahagia bukan main termasuk Clinton.
Al benar benar protektif sekali sama Yesline saat mengetahui Dia hamil.
" Iya .... iya ... Maaf Mas ... " jawab Yesline lembut.
Tadi saat sampai di Apartemen, Al mendapat kabar dari Asistennya bahwa besok ada rapat Direksi Rumah Sakit. Al juga terkejut kenapa rapat dadakan direksi dilakukan secara tiba tiba. Karena setau Al Rumah Sakit tidak memiliki masalah dan kendala apapun.
Makanya besok pagi Al kembali ke Jakarta dan Clinton seperti biasa yang akan menjaga dan menemani Yesline.
__ADS_1
" Aku cuma mau rapihin baju baju Kamu Mas, Biar besok Kamu tinggal berangkat. " kata Yesline.
" Semangat amat udah dirapihin dari sekarang, Kayaknya Kamu senang bangat mau ditinggal sama Suamimu. " gerutu Al.
" Aish .... Kebiasaan bangat deh, Bisa dihilangin gak sih pikiran burukmu itu, Mas ???? "
" Itu bukan berpikiran buruk Sayang .... Cuma aneh ajah, Biasanya kan Orang hamil maunya pengen dekat dekat dan manja manja sama Suaminya. Kamu malah gak ???? Dan Aku udah mau pergi bukannya Kamu melarangnya ??? Dan sudah beresin koper segala. Kayaknya Kamu pengen cepat cepat Aku pergi !!! " kata Al merajuk.
" Kamu ternyata lucu juga iya .... Mas, Aku cuma mau beradaptasi ajah dengan Mas dan kehidupan Mas. " jawab Yesline senyum sambil melihat Al.
" Beradaptasi bagaimana ??? " tanya Al duduk diatas ranjang dan melihat Yesline.
" Mas, Aku ini hanya Istri kedua dan Aku tidak mau menuntut banyak hal dari Kamu termasuk waktumu buat Aku. Walaupun Orang Orang memandang rendah Aku, Tapi Aku gak mau dipandang rendah sama Suamiku juga. Lagipula, Aku sudah terbiasa mandiri, Mas !!! jawab Yesline.
Al langsung menarik Yesline dan mendekapnya dipelukannya saat mendengar jawaban Yesline itu.
" Sayang .... Yang pertama belum tentu jadi yang terakhir. Walau saat ini Kami jadi yang kedua tapi dihatiku Kamu yang pertama dan terakhir. " jawab Al sambil mengelus punggung Yesline dipelukannya.
Al melepas pelukannya dan menatap wajah cantik dan imut Yesline. Kedua tangannya memegang wajah Yesline dengan lembut.
" Wajah ini, Wajah yang jadi pertama dan terakhir yang akan Aku lihat saat Aku membuka mata maupun menutup mata di setiap pagiku dan malamku. " kata Al sambil mengecup kening Yesline dengan lembut.
Pandangan dan tatapa mata Al pun turun ke bibir Yesline yang begitu halus dan kenyal.
" Dan bibir ini, Bibir yang akan jadi yang pertama dan teraakhir yang selalu Aku cium. " lanjutnya sambil mengecup bibirnya.
Al langsung memeluk Yesline dengan erat.
" Dan tubuh ini yang akan jadi pertama dan terakhir yang selalu Aku peluk. Jadi jangan pernah menganggap dirimu yang kedua. Atau bahkan menginginkan yang pertama. Tapi jadilah yang terakhir untukku hingga maut memisahkan. " kata Al dengan masih memeluk Yesline.
Mendengar itu wajah Yesline memerah karena Dia tidak tau mulai kapan Dia jatuh cinta sam Dokter itu.
Malam ini pun Mereka malakukan adegan panas Mereka. Melakukan permainan hangat dan menggairahkan karena kemungkinan Al akan lama di Jakarta.
" Mas, pelan pelan iya .... " kata Yesline saat Al hendak melakukan tempo permainannya dengan sedikit cepat.
Yesline mengingatkan bahwa Dirinya sedang hamil muda. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan kehamilannya itu.
" Iya Sayang ... Sebentar lagi iya .... " jawab Al dengan suara desahannya.
" Aaaaa .... Saaaayaaangg .... Aaaaa.... " desah Al.
" Sialan .... Apes bangat Saya !!!!! "
__ADS_1