Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 102


__ADS_3

" Mas ??? " panggil Yesline ke Al.


" Iya ??? " jawab Al.


" Clinton pertaman ketemu dengan Clara dimana ya ?? Aku kira dulu Clinton bakalan jatuh hati sama Leni. Ternyata Dia sudah punya gebetan sendiri. " kata Yesline.


" Entahlah. Kapan kapan Kamu bisa tanyakan langsung ke Clara, Sayang.... " jawab Al sambil mengangkat bahunya dan Yelsline mengangguk mengerti.


Dari kejauhan terlihat Hans yang datang sendirian, Dia memakai batik lengan panjang warna agak gelap dipadu dengan celana warna kaki. Rambutnya ditata rapih dan sangat tampan. Hans menangkap tatapan Yesline, Dia melambaikan tangan.


" Hai .... " panggil Hans tanpa suara dan terlihat dari bibir dan pengucapannya.


Sebelum naik ke panggung, Hans bertemu Nicho dan Callista di dekat panggung. Sedari tadi Mereka sibuk menghibur para tamu dengan lagu lagu sedih Mereka.


" Hai, Kok baru datang ??? " tanya Callista sama Hans setengah berteriak. Namun suaranya tertelan oleh kebisingan suara lantuman musik yang bergema. Hans mendekatkan telinganya.


" Hah ??? Apa ??? Aku gak dengar !!! " kata Hans balik bertanya.


" Kenapa Kamu baru datang ???? " tanya Callista mengulanginya lagi.


" Mendadak ada urusan, Jadi harus dikelarin duku. " jawab Hans.


" Kamu telat gak ngeliat Clinton bawa Cewek cantik. " kata Nicho berhenti memainkan gitarnya.


" Wah .... Telat dong .... Cantik bangat ya ??? " kata Hans.


" Mantep, pokoknya. " jawab Nicho mengacungkan kedua jempolnya. Callista menatap Laki Laki disampingnya itu tersenyum masam.


" Nanti minta di spil sama Clinton ah ... " kata Hans sembari berlalu.


" Eh, Aku ke atas dulu ya ??? " katanya.


" Oke. " jawab Callista.

__ADS_1


" Aku dan Callista bentar lagi nyusul. " jawab Nicho menambahi.


Hans berjalan menaiki panggung dengan perasaan tidak karuan. Hatinya masih menyisahkan ruang luka untuk menampung rasa sakit atas cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Selama ini Dia sudah mencoba untuk berdamai dengan rasa sakitnya. Namun perihnya masih tetap hadirkan luka yang sama.


Cinta ....


Andaikan Kamu mengirim surat untukku agar Aku bisa tau kemana Kamu akan membawa hatiku untuk berlabuh.


Tapi, Kamu terlalu misterius.


Datang tanpa aba aba dan pergi meninggalkan jejak begitu saja.


Kemana Aku harus membuangmu ???


Agar Hatiku kembali bersih tanpa ada luka yang membekas untuk menerima hati yang baru


Tuhan, Adakah makhlukmu yang masih berparas seperti Dia ???


Aku bukan serakah, Aku hanya sedang mengajukan doa.


Berikah Aku satu yang sepeti Dia ....


Kaki Hans terasa sedikit berat, Dia paksakan untuk mampu melewati anak tangga di depannya itu. Yesline sudah menunggu. Dia satu satunya Teman yang belum memberikan selamat untuknya.


Akhirnya Hans bisa melewatinya, Dia menjabat tangan Al yang terasa panas, tapi hanya Dia yang merasakan hawa panasnya. Panas api cemburu.


" Selamat, Bro !! Maaf telat. Tadi ada satu kasus yang harus diurus dulu. "


" Oke oke. Makasih Bro.... " jawab Al menepuk nepuk pundak Hans.


Hans beralih berjalan mendekati Yesline, Melihat Wanita yang pernah dicintainya itu terlihat begitu cantik. Tapi dari balik riasan tebal Yesline, Hans bisa melihat bahwa Dia sudah kelelahan.


" Selamat ya, Yes .... Semoga mulai hari ini Al bisa bikin Kamu bahagia. Gak jahat lagi dan gak suka ninggalin Kamu lagi. "

__ADS_1


" Amin ..... " jawab Yesline mengeraskan suaranya sembari melirik ke arah Al.


Sontak kata kata Hans itu membuat Al geram. Al langsung mengayunkan sebelah kakinya dan menendang bokong Hans, tapi Hans sudah buru buru langsung menghindar. Hans menertawakan Al yang tidak berhasil menendangnya.


Setelah Hans pergi, Nicho dan Callista menaiki panggung untuk memberikan selamat kepada Pengantin setengah baru itu.


Tamu tamu sudah berpulangan, Al melihat wajah Yesline yang sudah pucat. Al langsung membopong tubuh Yesline dan memasukkannya ke dalam mobil. Mamanya dan Leni membawa mobil sendiri dan mengikuti Mereka dari belakang.


Selama perjalanan Yesline tertidur, meringkuk di job depan mobil. Mobil berbelok dan memasuki pagar tinggi dan lebar yang begitu mewah itu.


Mereka sudah sampai di rumah Mamanya. Al keluar mobil terlebih dulu, lalu berjalan mengitari mobil dan membopong Yesline yang masih tertidur pulas. Al langsung membawanya ke kamarnya yang berada di lantai dua.


Merebahkan tubuhya perlahan, Al membantu melepas sepatu Yesline. Melihat Yesline yang masih mengenakan gaun panjangnya. Dia hanya ingin menggantinya dengan piyama agar tidur Yesline terasa nyaman.


Al membasuh mukanya, lalu merebahkan tubuh Yesline di samping Al. Malam ini tidak seperti malam Pertama Pengantin pada umumnya.


Hawa dingin terlalu dingin menusuk ke tubuh dan hening, semoga tidak hujan. Jika hujan turun, Terpaksa Al meminta kehangatan ke Istrinya.


Al tidur memeluk Yesline yang masih pules. Bibirnya masih terlihat pucat. Dia tidak tega untuk membangunkan Yesline. Al hanya merebahkan dirinya disamping Yesline, memeluk Wanitanya yang begitu kelelahan.


Hari ini hatinya benar benar senang. Yesline sudah kembali di sampingnya lagi, beberapa hari yang lalu, Dunianya terasa hening dan tak berpenghuni tanpa Yesline, terasa sepi dan tandus.


Al membelai wajah mulus Yesline.


" Sayang, Aku berjanji akan berubah menjadi Al yang lebih baik lagi, menjadi Suamimu yang bertanggung jawab penuh terhadap kehidupanmu. Aku akan mengurangi kebiasaan burukku yang selalu menitipkanmu ke Clinton maupun Leni. Tidak lagi. Aku akan selalu berada disisimu. Menemanimu kemanapun Kamu pergi dan mau. Kamu adalah Prioritasku. " kata Al menatap Yesline begitu tulus, Dia janji dan benar benar menepati janjinya.


Yesline bisa mendengar semua yang Al katakan itu. Allh alih membalasnya dengan kata kata, Dia malah langsung mencium bibir Suaminya yang langsung disambut ciuman brutal dari Al.


Mereka kembali beradu kasih, menikmati keindahan tubuh masing masing. Saling menyatakan cinta lewat ******* panas yang bergelora.


Malam itu menjadi malam pengantin yang panas, dipenuhi kenikmatan. Cicak yang mengintip di dinding pun pasti akan iri melihat kedua tubuh polos itu saling menggeliat dan menyatu.


Peluh membasahi kain sprei Mereka. Legukan panjang menjadi tanda untuk Keduanya sudah sama sama melakukan pelepasan. Tubuh keduanya masih bergelayut mesra. Melakukan pelayaran melewati samudra cinta bersama.

__ADS_1


__ADS_2