
" Kenapa berhenti ???? "
" Tidurlah sebelum Aku tidak kuat menahannya. Kita lakukan lain waktu saja, karena akhir akhir ini perutmu sering keram. Aku akan mengalah demi kesehatan dan kebaikan Kamu dan Bayi Kita. '' kata Al dan kembali melingkarkan tangannya memeluk Yesline.
" Cie cie .... Calon Ayah yang baik. Selalu memikirkan kebaikan Anaknya. Benaran nih gak jadi ??? " goda Yesline dengan membuka kancing bagian atas bajunya. Memamerkan gundukan gunung besar miliknya. Mata Al langsung berkilat. Tangannya bergerak hendak meremas milik Yesline tapi dengan jail, Yesline buru buru dengan cepat menutupnya kembali.
Bibirnya menyunggingkan senyum lebar dan tertawa puas melihat Al yang sudah terpancing.
" Awas Kamu ya .... " seloroh Al. Jari jarinya menggelitik pinggang Yesline. Wanita disampingnya itu meringkuk menahan tawanya agar suaranya tidak keluar dari mulutnya dengan terlalu keras.
******
Keesokan harinya Al sedang berada di dalam ruangan kerjanya dengan menggunakan baju dinasnya. Didepannya sudah ada beberapa tumpuk berkas laporan yang harus Dia periksa. Sebagai Direktur Rumah Sakit, tugasnya lebih banyak menangani dokumen dokumen itu. Dia hanya sesekali menangani operasi jika para Dokter butuh bantuan.
Pintu ruangannya diketok, Beberapa saat setelah Al mempersilahkan masuk, Asistennya membawa beberapa dokumen tambahan dan penting yang harus diperiksa serta membawa yang sudah selesai diperiksa Al. Saat Asistennya hendak mau keluar,
" Eh, tunggu !! "
" Iya, Pak ??? " Asistennya langsung menoleh.
" Tolong Kamu panggilkan Dokter Gabriel, minta untuk membawa catatan perkembangan Ibu Yesline. " perintahnya.
" Baik Pak. " Asistennya mengiyakan dan bergegas keluar ruangan dan tak lupa menutup pintu ruangannya kembali.
Disela sela dirinya memeriksa dokumen dokumen itu, ada pesan masuk dari Yesline. Al membukanya.
Sayang, Aku mau makan bubur. Kalau Kamu senggang bisa tolong belikan ???
Al langsung membalas pesan itu.
Ya, Sayang. Tunggu sebentar ya ....
Al langsung menghubungi Asistennya itu untuk minta tolong dipesankan bubur sehat untuk Ibu hamil .
" Baik Pak. Buburnya pakai campuran apa ya Pak, Biar Saya tidak salah pesan. " tanya Asistennya lewat penggilan telepon.
" Hm, Semua pilihan yang ada, Kamu pesan ajah. Nanti biar Istri Saya yang langsung memilihnya." jawab Al ngasal.
" Baik Pak. "
Al langsung menutup panggilan teleponnya. Beberapa saat berlalu, Asistennya sudah datang membawa bubur Ayam pesanannya dan menginfokan bahwa Dokter Gabriel tidak ada di ruangannya. Dia ijin tidak masuk hari ini.
" Saya tidak tau jika Dia ijin hari ini. " kata Al.
__ADS_1
" Dokter Al bisa bertanya langsung kepada Dokter Christ, Dok. Saya dapat info dari Beliau Dok. " kata Asistennya dan langsung pamit untuk pergi.
Al sudah selesai mengecek dengan semua dokumen dokumen yang di mejanya. Dia langsung bergegas ke Kamar Yesline, mengantar bubur Cinta untuk Istri tercintanya itu.
******
Di kamar Yesline, tiba tiba datang Clinton dan Clara untuk menjenguknya.
" Halo, Akhirnya Mas Clinton membawamu kesini juga. " goda Yesline.
" Iya, Yes. Maaf ya. Baru sempat kesini soalnya banyak kerjaan, Termasuk untuk mendesain kamar untuk calon Bayi Kamu. " kata Clara membuat Yesline langsung senang.
" Benarkah ??? Lihat dong ..... " kata Yesline tidak sabar.
Clara duduk disamping Yesline dan memperlihatkan Draffing tube miliknya. Yesline menerimanya dan langsung melihat isinya, Yesline melihat gambar itu dengan seksama.
Sebuah desaign untuk kamar Bayi yang di design sedemikian rupa, diletakkan persis di samping kamar Yesline dengan pintu kamar geser yang ditaruh diantara dua kamar itu sebagai pemisah. Memembuat Yesline bisa langsung melihat dan tahu apabila nanti bayinya itu menangis.
Di kamar itu juga dilengkapi dengan playground yang begitu lengkap. Designnya sangat maskulin. Yesline yakin jika bayinya Laki Laki, jadi meminta Clara untuk mendesign kamar Laki Laki.
" Bagus Clar, Aku suka. Kapan Kamu bisa mulai mengerjakannya ??? " tanya Yesline kembali menutup gambar itu.
" Hm.... Mungkin bulan depan baru mulai, Yes. Gak apa apa kan ??? " kata Clara.
" Iya. gak apa apa. Masih sempat kok waktunya. " jawab Yesline.
" Sudah, Sih. Tapi Aku pernah baca artikel bayi yang Kita lahirkan kadang kadang tidak sama jenis kelaminnya pada saat Kita USG. Karena itu Aku mau menyakinkan diriku, kalau Bayinya Laki Laki. Itung itung sebagai Doa, Agar nantinya sama saat lahir, Hehehe. " jawab Yesline.
" Pak Clinton mau punya Anak berapa nanti kalau sudah menikah ??? " goda Clara membuat Clinton tersentak kaget.
" Berapa ajah yang Kamu mau. " jawab Clinton akhirnya. Matanya melirik Clara dengan senyum penuh arti.
" Cie Cie .... yang sudah bahas soal nikah. " kata Yesline ikut menggoda Clinton dan Clara.
" Apa apaan sih Yes. Pak Clinton juga kenapa jawabnya gitu ??? Emang benaran mau nikah sama Saya ??? " tantang Clara.
Yesline hanya tersenyum menatap kedua Temannya itu yang saling merayu.
" Lah, Malah balik nanya. Situ mau gak sama Saya ??? " kata Clinton menimpali dan kali ini Dia menatap Clara serius.
" Em .... Mau gak ya ??? " jawab Clara sengaja menjeda kalimatnya. Mengerlingkan matanya dengan manja membuat Clinton semakin penasaran.
Dan tiba tiba .....
__ADS_1
Ceklek.
Pintu terbuka. Al menyembul dari balik pintu dengan membawa paper bag berisi sesuatu. Dia menghampiri Yesline. Matanya melewati Clinton san Clara dan melempar senyum ke arah Mereka berdua.
" Sudah lama ya ??? " tanya Al ke Clinton.
" Baru. " sahut Clinton dengan singkat. Matanya kembali fokus ke televisi.
" Hai, Clar. " sapa Al.
" Hai juga Al. " sapa Clara dengan senyum. Dia beralih duduk disamping Clinton, Sedangkan Al langsung duduk disamping Yesline dan meletakkan papaer bag nya di atas nakas. Al menata meja makan di depan Yesline yang saat ini sedang duduk.
" Hari ini Dokter Gabriel gak masuk jadi Aku belum bisa melihat laporan perkembangan dan kondisi kesehatanmu, Sayang. Jadi sampai besok, Kamu disini dulu. " kata Al sembari menaruh beberapa macam bubur Ayam diatas meja Yesline. Waniya di depannya melotot melihatnya.
" Banyak banget Mas ???? "
" Aku tadi gak sempat nanya Kamu mau pake apa buburnya, jadi Aku beli semua deh. Jadi Kamu tinggal pilih mana yang Kamu suka. " kata Al nyengir. Yesline menatap setiap tulisan yang berada di cupnya dan akhirnya Dia memilih yang original saja.
" Aku suka yang ini. Lain kali Mas harus ingat ya? " kata Yesline.
" Oke. " Al meraih cup yang dipegang Yesline, membuka tutupnya dan berniat menyuapi Yesline. Al sudah meniup bubur yangasih sedikit panas itu berkali kali sebelum memberikan kepada Yesline.
" Mas, Tanganku kan gak sakit. Aku makan sendiri ya ??? " tanya Yesline.
" Gak ada pilihan menolak. Aku suapin Kamu, Nah Aaa...., " pinta Al.
Akhirnya Yesline pasrah saja. Diperhatikan seperti itu, membuat hatinya tersentuh. Wajah cool Al dan karekaternya yang sesikit dingin tapi kadang juga hangat. Membuat Yesline semakin merasa nyaman. Al memang baik begitu juga Yesline.
Jika ada selisih atau ketidakcocokan gara gara kekurangan masing masing, wajar. Itu karena setiap pasangan harus saling melengkapi bukan malah menuntut menyempurnakan diri sendiri. Clinton mengganti channel di TV dan saat ini sedang acara infotainment.
Disana diberitakan bahwa rumah beserta seluruh aset kekayaan Model Cantik Callista telah resmi dibeli dan ditempati Oleh Dokter Gabriel dari Singapura.
Semua yang ada diruangan bisa langsung melihat acara yang disiarkan di tv dengan jelas, jika Gabriel dan Pengacara Callista ada disana. Mereka menandatangani sesuatu. Dia juga memberikan sedikit komentar untuk pertanyaan beberapa Wartawan.
" Saya suka design rumahnya. Saya membeli ini untuk Papa Saya. "
Al dan Clinton saling menatap dan Mereka langsung berpikir.
" Kenapa Callista menjual semua asetnya ??? Dan kenapa Dokter genit itu tertarik untuk membelinya ??? " pikir Al.
Aneh. Clinton Merasa ada yang janggal.
" Dokter itu, uangnya banyak sekali ya ??? " celetuk Clara tiba tiba.
__ADS_1
Yesline masih diam. Dia sibuk menikmati bubur ayamnya. Dia takut salah ngomong kalau ikut berkomentar soal Gabriel. Jadi Dia memilih diam. Pura pura tidak tau apa apa.
Daripada ada yang cemburu lagi, Hari ini Yesline tidak mau mengganggu mood Suaminya yang lagi baik.