Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 146


__ADS_3

Laki Laki itu langsung memasukkan ponselnya ke dalam sakunya dan bergegas pergi meninggalkan kantor. Dia berlari menuju lobby, disana sudah ada yang menyiapkan mobilnya. Clinton masuk ke mobil dan melesat pergi ke lokasi yang sudah Clara kirim ke ponselnya.


Clinton menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran jepang yang lumayan terkenal di kota itu. Restoran dengan gaya tertutup. Laki Laki itu mendengus kesal dan langsung masuk ke dalam mencari Clara.


Clinton berusaha menghubungi Clara berkali kali, tapi nomornya tidak bisa di hubungi. Membuatnya menjadi khawatir. Clinton bertanya kepada Seorang Pelayan, apakah ada pengunjung dengan nama Clara Bianca, Pelayan itu mengecek terlebih dahulu dan mengantarkan ke tempat VIP yang dipesan. Tapi pemesannya bikan atas nama Clara melainkan atas nama Tuan Zhu Hikaru.


Cuma kata Pelayan tadi ada Wanita yang datang dan mencari ruangan yang sudah di pesan oleh Tuan Zhu.


" Sialan !! Kenapa Clara bisa kenal sama Dia ??? " umpat Clinton.


Siapa uang tidak kenal dengan Zhu Hikaru ??? Pengusaha sukses nomor satu di bidang properti. Clinton berdiri di depan sebuah ruangan dengan pintu khas jepang yang dalam keadaan tertutup. Clinton ingin langsung masuk, tapi Dia tau jika dirinya sampai mengganggu waktu meeting Clara, pasti Dia akan marah. Jadi Clinton menunggu. Sampai beberapa menit kemudian pintu terbuka. Clara dan Zhu keluar dengan saling melempar senyum.


Clara sangat terkejut saat melihat Clinton sudah ada disana untuk menjemputnya. Laki Laki bernama Zhu menatap sinis ke arah Clinton, tapi tanpa berkata apa apa Dia pergi begitu saja melewati Clinton.


" Ngapain ketemunya di tempat tertutup seperti ini ??? " tanya Clinton langsung setelah hanya Mereka berdua disana. Clara malah tertawa gemas melihat Clinton yang sedang cemburu.


" Pak Zhu yang mengusulkan bertemu disini, Mas. Aku gak bisa nolak, Beliau menawarkan kerja sama besar dengan total nilai milyaran. Jadi sebisa mungkin Aku menghormati keputusannya , selama itu baik. " jawab Clara menjelaskan sembari memakai kembali sepatunya. Clinton berjongkok di depan Clara untuk membantu mengikat tali sepatunya. Hati Clara meleleh, Dia suka Clinton yang selalu memperhatikannya mulai dari hal hal kecil seperti itu. Laki Lakinya sangat manis dan imut.


" Dasar, Zhunya ajah yang modus. Kalau ada pertemuan dengannya lagi, Aku akan temanin Kamu. "


Clara membulatkan matanya.


" Apa ?? Gak usahlah, Mas. Gak enak nanti sama Pak Zhu. " Clara bangkit untuk berdiri dan langsung memeluk Clinton.

__ADS_1


" Aku tau Mas cemburu, tapi gak gitu juga Mas. Aku bisa jaga diri kok. "


" Mas, gak mau Kamu protes atas keputusan Mas ini, oke ??? " tandas Clinton.


Clara mengerti. Akan lebih baik jika menurut saja akan hal ini. Clinton bisa menunggu di luar seperti yang tadi. Pasarnya Zhu terkenal dengan sikapnya yang dingin dan kaku. Clara mengangguk, membuat Clinton puas. Dia mengecup pelan kening Clara.


Clinton langsung membawa Clara masuk ke mobilnya dan mengantarnya kembali ke Kantornya.


" Nanti malam, Mas jemput Kamu ya ?? sekarang Mas ada urusan sama Al dulu. Jaga diri baik baik. Jangan matikan ponsel seperti tadi, Mas khawatir kalau nomormu tidak bisa dihubungi. " kata Clinton sembari mengelus pipi Clara saat sudah sampai di kantornya Clara dan Wanita itu tersenyum manis dan tulus.


" Iya, Mas. Maaf karena meeting tadi Aku matikan. Mas Clinton juga hati hati jangan ngebut di jalan. " jawab Clara, sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Clinton sedikit lebih lama. Clinton mengisap kepala Clara dan berlalu pergi. Dia langsung menuju rumah Al.


Sesampainya di sana, pembantu Al membukakan pintu dan mempersilahkan Clinton untuk masuk. Laki Laki itu berjalan petentang petenteng dengan memutar mutar kunci mobilnya dengan telunjuk jarinya. Dengan sebelah tangan yang lain memegang paper bag yang berisi mainan untuk Azka.


Mata Azka membulat, wajahnya tiba tiba berbinar saat mengetahui siapa yang datang dan apa yang dibawah oleh Om Clinton tercintanya.


" Om, Ganteng ??!! " panggil Azka sambil lambaikan tangannya.


" Hai. " kata Clinton dengan ekspresi yang menunjukkan Dia sangat senang melihat Azka. Laku Laki itu menghampiri Azka.


" Lihat, Om bawa apa untukmu ??? " tangan Clinton mengangkat paper bag yang Dia bawa tadi, dengan menyunggingkan senyum ria.


Mata Azka langsung membulat sempurna, Bibirnya membentuk huruf O dengan sangat imut. Pasalnya yang Clinton bawa adalah robot dengan kontrol jarak jauh yang masih limited edition. Robot itu bisa dibongkar dan dipasang sangat cocok untuk Azka.

__ADS_1


" Terima kasih, Om. Azka sangat suka mainan ini. Kalau Azka nanti sudah besar, Azka mau bikin robot sendiri. Om percaya kan kalau Azka bisa buat robot ??? "


Clinton tertawa dan mengusap kepala Azka. Dari arah tangga, Al dan Yesline baru saja turun, dengan tangan Yesline yang terus menggenggam tangan Al.


Rambut Yesline masih basah. Tau apa artinya itu ??? Setiap melihat kemesraan dan kedekatan antara Yesline dan Al, Leni dan Gabriel. Clinton selalu ingin cepat cepat menikahi Clara. Dia sudah tidak tahan lagi untuk menunggu. Tapi, tetap Dia tidak bisa memaksa Clara.


" Tumben, Kamu main. Ada apa ??? " tanya Al saat dirinya sudah berdiri disamping Clinton. Sementara Yesline berbelok ke dapur untuk membuatkan minuman setelah menyapa Clinton terlebih dahulu.


" Kenapa Papa bertanya seperti itu ??? Kalau bisa biarkan Om Clinton kesini tiap hari, biar Azka punya mainan baru setiap hari. " seloroh Azka. Membuat Clinton tertawa jenaka, merasa lucu saja dengan setiap tingkah Azka.


" Boy, Papa juga bisa memborong semua mainan untuk Kamu termasuk tokonya. Kenapa harus nunggu Om Clinton datang ???." Al menimpali. Kini Dia duduk bersila disamping Azka. Clinton tidak ingin mengganggu waktu Ayah dan Anak itu, Dia hanya duduk di belakang Azka, membantu Anaknya itu membongkar robotnya. Dia ingin sekali memiliki Seorang Anak juga dari Clara.


Ah, Andai Clara mau segera dinikahi.


" Yes, I know. Tapi kata Mama memiliki banyak Orang yang sayang sama Kita adalah Anugerah, Pa. gak boleh ditolak. "


" Iya ..... Iya ..... "


Yesline datang membawa minuman untuk Clinton. Mereka berbincang bincang sampai Clinton memberi kabar bahwa Ayah Hans lagi di rawat di Rumah Sakitnya Gabriel. Clinton mengajak Al dan Yesline untuk menjenguk bersama.


" Ogah, Saya !! Males kalau harus ke Rumah Sakit itu, nanti si Gabriel malah besar kepala !! Kamu pergi sendirian aja deh. " seru Al.


" Kamu itu gak solid bangat sih Al sama Teman. " cetus Clinton menimpali.

__ADS_1


" Bukan gitu, Kamu tau sendiri kan Rumah Sakit Kami saling bersaing, ya masa Aku menginjakkan kaki ke Rumah Sakit lawan, Hans juga kenapa sih gak ke Rumah Sakit Saya aja, Dia yang gak solid !! "


__ADS_2