Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 18


__ADS_3

Al dan Yesline kembali ke RS setelah urusan di Kantor Polisi sudah selesai. Al dan Yesline berpisah di lobby RS. Yesline kembali ke kamar rawat inap Mamanya dan Al langsung kebagian Humas dan bagian keamanan RS untuk menangani rumor yang beredar tidak benar di kalangan Dokter dan seluruh yang bekerja di RS itu.


Karena bagaimanapun, Al merupakan Pimpinan di RS itu jadi Dia harus menjaga image dan kewibawaan serta kepemimpinannya di hadapan semua karyawannya.


Setelah semua selesai, Al langsung mendatangai kamar inap Mama Yesline.


" Gimana keadaan Ibu Kamu ?? " tanya Al saat masuk ke dalam dan melihat Yesline duduk disamping Mamanya itu serta memegang tangannya.


" Masih belum sadarkan diri, Aku makin khawatir !!! Kapan Mama bisa dibawa ke Singapura ??? " tanya Yesline melihat Al.


Al mengecek kondisi Mamanya Yesline itu.


" Sebenarnya Aku sudah mengatur rencana pernikahan Kita besok, Akan tetapi mengingat kondisi Mama Kamu, Sepertinya besok Kita akan berangkat langsung ke Singapura. "


" Alhamdulillah .... Syukurlah .... Terima kasih banyak. Malam ini juga bernagkat tidak apa apa !!! " kata Yesline sedikit tenang dan merasa ingin cepat cepat kesana agar Mamanya bisa langsung ditangani.


" Enak ajah malam ini !!!! Malam ini adalah malam pernikahan Kita!!!! Sesuai ucapanku, Kita akan berangkat setelah Kita menikah. " jawab Al.


" Aapaa ??? Malam ini ???? Tapi Aku belum ada persiapan sama sekali!!! . '' jawab Yesline panik dan terkejut karena Dia juga akan menikah dan tidak seperti keinginan yang pernah Dia bayangkan dan impikan.


" Kamu tidak perlu siapin apapun! Aku sudah siapin semuanya. Tapi maaf untuk semetara ini, Aku hanya bisa menikahimu secara Agama. Karena Aku belum bisa menceraikan Istri Pertamaku. " jawab Al.


Yesline terdiam dan merasa sedih, Tapi ini sudah menjadi keputusannya. Jadi Dia membuang rasa sedihnya itu hanya untuk kesembuhan Mamanya. Setidaknya Al menikahinya secara Agama dan sah dimata sang Pencipta.


" Belum bisa ?? Apa Kamu ada niat menceraikan Istrimu ??? " tanya Yesline menatapnya.


" Iya. Aku juga berharap itu bisa terjadi secepatnya. " jawab Al tanpa melihat Yesline.


" Maaf sebelumnya jika Aku lancang. Apa benar hubunganmu dengan Istrimu sedang ada masalah ??? "


" Kenapa Kamu bisa bertanya seperti itu ??? " jawab Al sambil senyum melihatnya.


" Iya gak apa apa. Kalau gak mau jawab gak apa apa. " cetus Yesline sedikit canggung.


" Aku akan menceritakan semua setelah Kita disingapura. Aku tidak ingin punya rahasia dengan Istri kesanyanganku. " jawab Al sambil mengusap rambut Yesline.


Jantung Yesline berdebar tak karuan saat mendengar Al mengatakan Istri kesayangannya. Tapi kenapa ??? Kenapa Yesline yang menjadi Istri kesayangannya Al ??? Dan ada apa dengan perasaaanya saat ini. Kenapa Yesline tiba tiba sangat suka dengan perlakuan Al yang begitu lembut ini ???


Yesline tiba tiba dipenuhi pertanyaan seperti ini dan berkecambuk di dalam pikirannya.


'' Hei, Pipimu merah??? Jangan bilang Kamu sedang mikirin yang tidak tidak ??? Apa kamu sedang memikirkan malam pertama Kita ??? Eh .... Malam kedua maksudku. " goda Al.


" Apaan sih !!!! Aku bukan Kamu yang selalu berpikiran mesum !!! " cetus Yesline sambil memegang pipinya.


" Hahahah .... Kan wajar tih Aku berpikiran mesum dengan calon istriku sendiri .... Lagipula Aku Laki Laki normal dan berhubungan **** itu juga salah satu Olahraga untuk kesehatan tubuh Kita. " jawab Al berbisik di telinga Yesline.


" Dasar .... Dokter mesum !!!! " cetus Yesline.


" Ternyata Kamu selain cantik juga imut dan menggemaskan. Untung Clinton menjebakku dengan dirimu. Sepertinya Clinton harus Aku kasih hadiah karena Dia, Aku bisa mengenalmu. " Kata Al sambil senyum senyum melihat Yesline.


" Justru Aku benci Temanmu itu. " sahut Yesline.

__ADS_1


" Nanti malam Clinton yang akan menjadi Waliku dipernikahan Kita. Lalu untuk Wali Kamu, AKu sudah meminta Sepupu Alm Papa Kamu untuk datang. "


" HAH ????? Maksud Kamu Paman Danang ??? " tanya Yesline kaget dan masih tidak percaya.


Al mengangguk sambil melihat dan menatap calon istrinya itu yang semakin hari semakin cantik dimata Al.


" Bukannya Paman Danang lagi bekerja di luar Kota ???? "


" Kamu kan tau siapa calon suamimu ini Yes ....Itu urusan gampang buatku. " jawab Al memamerkan kesombongannya.


" Dasar sombong !!!! "


" Bukan sombong, hanya saja menunjukkan sedikit kehebatanku. Karena ada kalanya Kita harus menunjukkan sedikit kehebatan Kita pada Seseorang !!!! " jawab Al dengan sedikit angkuh dan menaikkan dagunya.


" Terserah Kamu deh Mas .... " jawab Yesline melas.


" Apa ????? " tanya Al spontam.


Yesline menatap Al yang terlihat terkejut dan menatapnya. " Apanya yang apa ???? " kata Yesline bingung.


" Tadi Kamu bilang apa ??? "


" Sepertinya telinga Kamu sudah rusak karena keangkuhanmu itu!!! " cetus dan sindir Yesline.


" Tadi Kamu bilang apa sebelumnya ?? " tanya Al mentap Yesline dengan dekat.


" Tau ah ... terserah Kamu ajah ... " kata Yesline.


" Bagian apa sih ???? yang mana sih ??? " kata Yesline kesal.


" Tadi Kamu manggil Aku apa ???? " tanya Al dengan kesal juga.


" Mas Dokter ???? " kata Yesline kesal dan judes mengulangi panggilannya tadi.


Al langsung tersenyum " Aku suka Kamu manggil Aku dengan panggilan Mas. Panggil Aku dengan sebutan itu mulai hari ini. " kata Al meminta.


" Astaga ..... '' Yesline geleng geleng sambil meliriknya sinis.


" Kenapa ??? Gak iklas manggil AKu Mas ???? ''


" Iklas bangettttt !!!!!! '' cetus Yesline.


" Bagus!! " jawab Al mengusap rambut Yesline.


" Oh iya, untuk surat perjanjiannya yang kemarin Aku kasih lihat ke Kamu, gimana ??? Aku harap pernikahan Kita tidak ada embel embel apapun karena Aku bertanggung jawan atas perbuatanku. Tapi kalau Kamu mau ada perjanjian tidak masalah ... " kata Al.


" Tidak perlu, mas. Aku menganggap perkataan Kamu itu benar dan Kamu jalankan dengan benar dan Kamu menepati janji Kamu untuk membiayai pengobatan Mama samapi smebuh. " jawab Yesline.


Al menganggu " Pasti. Aku tidak pernah menarik setiap perkataan yang sudah Aku ucapkan. "


Al dan Yesline asyik saling ngobrol dan terkadang saling meledek satu sama lain. Entah kenapa Al sangat suka melihat ekspresi Yesline ketika marah dan kesal. Saat Yesline marah, Al melihat Dia semakin cantik dan seksi.

__ADS_1


Al juga sangat menyesal kenapa disaat seperti ini Dia baru mengenal Yesline. Kenapa tidak dari dulu sebelum Callista. Walau Al terkesan dengan keegoisannya karena Dia menikah dengan Yesline tanpa menceraikan Callista.


Sebelum Yesline muncul dihidup Al juga sudah berpikiran untuk menceraikan IStrinya itu karena perbedaan pendapat dan tidak ada rasa nyaman dan cinta disana. Namun semua itu harus ditahan Al demi reputasi kedua orang tuanya yang sangat disorot publik.


Perawat masuk ke kamar Mama Yesline dan membuat Al berhenti untuk mengusili Yesline.


" Maaf Dok, Dokter dipanggil Pak Direktur. Beliau menunggu di ruangan Dokter. " kata Perawat itu memberi tahu.


" Ahh ... Iya.  Saya akan kesana. " jawab Al.


Perawat itu langsung keluar setelah menyampaikan pesan Pak Direktur itu.


" Siapa ??? Papa Kamu ??? " tanya Yesline.


Yesline sedikit tahu kalau Al wakil Direktur disini dan bisa jadi Direktur itu Papa atau Kakaknya. Karena RS ini milik Keluarga Al.


" Iya Papa. Dia akan memarahiku sepertinya karena kasus kemarin itu. " jawab Al.


" Maaf iya Mas. Semua karena Aku jadinya Kamu dilaporin Hans. " jawab Yesline merasa bersalah.


" Bukan karena Kamu. Yang salah iya si Kamp ...ret itu !!! "


" Hei !!! Bicaranya !!!! Percuma Kamu Dokter, Sopan dikit napa ???? " cetus Yesline.


" Itu sopan kok Sayang ... "


" Ngeles ajah Kamu terus !!!! Apa tadi Kamu manggil Sssayangg ???? "


Al mengangguk dan senyum.


" Jangan pernah panggul itu disini !!! " ancam Yesline sambil menunjukknya.


" Kenapa ??? Aku kan Sayang sama Kamu. " jawab Al mengulanginya.


" Mas !!!! jangan bikin Aku mati sernagan jantug disini !!! " cetus Yesline melotot.


" Tenang Sayang .... Calon Suamimu ini Dokter spesiali jantung yang paling hebat di kota ini. " jawab Al main mata.


" Bukan masalah itu!!!! Aku tidak mau sampai karyawan RS ini tahu. Aku gak mau !!!! "


" Biarin ajah !!!! Ssssaa ... "


Yesline langsung mendorong Al untuk keluar dari Kamar itu karena Papanya udah menunggunya di ruangannya.


" Udah sana pergi !!!! " usir Yesline.


Al senyum melihat Yesline.


" Nanti malam pernikahan Kita, Aku sudah siapkan semuanya. Kamu hanya cukup siapkan diri Kamu dan stamina Kmau untuk malam kedua Kita. "bisik Al.


Yesline langsung menutup pintunya dan itu membuatnya semakin deg deg an.

__ADS_1


__ADS_2