Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 133


__ADS_3

Karena hampir setiap hari Leni mengikuti Gabriel, Dia sampai hafal bahwa setiap pulang dari Rumah Sakit, Gabriel langsung ke club sampai jam 11 malam. Baru Dia akan pulang ke rumahnya dalam keadaan mabuk, Dia akan langsung tidur lelap.


" Hidupnya sangat sepi dan membosankan. " gumam Leni yang merasa kasihan pada Dokter itu.


Malam ini, Leni melihat Gabriel mabuk berat, hingga Dia tidak bisa menyetir mobilnya sendiri. Leni berinisiatif untuk membantunya, Dengan cara itu Dia bisa masuk kembali kedalam kamar Gabriel.


" Kamu ??? " suara Gabriel nampak berat, matanya menyipit menatap Leni yang berusaha membantunya berdiri.


" Aku antar Kamu pulang. "


Dengan susah payah Leni memapah tubuh Gabriel, membawanya ke motor Leni. Dengan setengah sadar, Gabriel naik ke motor Leni begitu juga dengan Leni. Gabriel memeluk perut Leni dengan erat seperti Anak kecil yang takut jatuh karena dibonceng di belakang. Leni mengikat pinggang Gabriel dengan jacketnya dan mengikat kedua ujung jacket itu diperutnya. Kepala Gabriel bersandar di punggung Leni. Dia terus saja meracau tidak jelas, membuat Leni terkekeh.


" Kamu cantik. Aku belum tau siapa namamu, kenapa Kamu tidak memberi tahuku ??? "


" Setelah Ibuku, Aku belum pernah menemukan Wanita cantik dan kuat sampai Aku bertemu Kamu. Sayangnya, hidupku bukan milikku sendiri. Apa Laki Laki sepertiku boleh mengatakan cinta ??? "

__ADS_1


" Hidupku begitu hampa. Semenjak kecil, Aku hanya melakukan apa yang Ayah Erwin katakan. Aku bahkan belum pernah melakukan kemauanku sendiri. Entah kenapa, sekarang Aku inginkan Kamu, Bolehkah ??? "


Tidak seperti biasanya, Leni mengendarai motornya dengan kecepatan yang sangat pelan,. Dia suka mendengarkan ocehan Gabriel saat mabuk, karena jika dalam keadaan normal Dia sangat jutek sekali dan jarang bicara.


Malam itu Leni mendapat tugas dari Al untuk mendapatkan tanda tangan Gabriel. Dia mendapatkan pil mujarab dari Clinton. Tapi Dia tidak akan melakukan apa yang sampai Clinton dan Callista lakukan ke Orang yang diincarnya. Leni punya rencananya sendiri.


Dan seperti kata Gabriel, Dia tidak akan membiarkan Seseorang mencuri kesuciannya dari tubuhnya. Kecuali Leni sendiri yang mau memberikannya di hari pernikahannya kelak.


Sesampainya di rumah Gabriel, Leni memapah tubuh Gabriel lagi, tapi terlalu berat. Leni tidak kuat lagi jika harus menyeret tubuh itu dan menaiki tangga. Akhirnya Dia merebahkan tubuh Gabriel di sofa ruang tamu. Dia sangat kelelahan. Leni membantu Gabriel untuk melepas sepatunya dan mengambilkan minum untuknya. Di dalam minuman itu, sudah dicampurkan dengan obat yang dari Clinton. Seharusnya akan cepat bekerja.


Dia membantu Gabriel untuk meminum minuman itu.


" Minumlah, Kamu akan merasa lebih segar. " kata Leni.


Dengan tenang, Gabriel meneguk isi gelas itu sampai habis. Namun saat Dia hendak merebahkan tubuhnya lagi, tidak sengaja tangannya menarik baju Leni hingga membuat tubuh Leni menindih tubuhnya. Bibir Mereka saling bersentuhan.

__ADS_1


Dalam posisi sedekat itu, hati Leni merasakan getaran aneh. Jantungnya berdebar. Dia ingin segera bangkit dan menepis perasaan aneh yang memasuki hatinya. Namun tangan Gabriel masih mencengkeram baju Leni dengan kuat sehingga membuatnya tidak bisa bergerak.


Efek obat ini hanya beberapa menit. Dia perlu mengambil dokumen yang harus ditandatangani Gabriel yang sudah Dia taruh di dalam tasnya. Bibir Mereka masih saling bersentuhan dan tubuh Mereka masih saling timpang tindih.


Dalam posisi seperti itu membuat Leni merasa risih, tapi Dia tidak bisa berkutik. Sepertinya Gabriel sudah benar benar dalam keadaan yang tidak sadar. Leni bisa mencium aroma tubuh Gabriel. Wanginya harum dan menenangkan. parfum yang Dia pake tidak terlalu menyengat di hidung.


Leni menikmati beberapa menit itu untuk menatap wajah Gabriel yang sangat, Ah .... Entahlah. Leni tidak bisa mengatakannya.


Lambat laun Gabriel mulai melepas pegangannya lalu Leni bangun dan mengambil berkas yang sudah Al siapkan itu.


" Tanda tangan disini. " perintah Leni dan Gabriel menurut begitu saja. Setelah itu Leni kembali menaruh berkas itu ke dalam tasnya.


Leni berjalan ke arah kamar Gabriel untuk mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya. Saat Leni hendak bangkit dari duduknya dan pergi, tiba tiba tangan Gabriel menariknya kembali hingga membuatnya terbaring disamping Gabriel.


Laki Laki itu bergerak menindih tubuh Leni dengan sebelah kakinya. Leni mematung. Jantungnya berdebar kencang tak karuan. Dia gugup dan .......

__ADS_1


__ADS_2