
Sementara di tempat lain,
Clinton pergi ke klub, dia akan melabrak penjaga mami dulu yang masih dipekerjakan oleh Clinton sampai saat ini. Clinton sudah sangat kesal dengan anak buahnya itu. Di dalam klub, Clinton melihat Satpam atau yang biasa dipanggil pengawal atau penjaga tergarang di sana karena tubuh dan wajahnya yang sangat garang, namanya Daron itu sedang menggoda beberapa pekerja. Ya, Clinton langsung menuju ruangannya untuk memanggil Daron lewat speaker.
Clinton menunggu Daron di dalam ruangannya dengan keadaan marah. Daron pun sangat kaget namanya dipanggil.
"Aku pergi dulu ya, cantik." kata Daron genit, kepada salah satu wanitanya itu dengan menjentikkan dagunya.
Daron berjalan biasa saja untuk menemui Clinton.
"Ada apa bos?'' tanya Daron dengan muka polosnya.
Clinton memutar mutar asbak di depannya.
"Aku lagi males basa basi. Kamu mulai hari ini saya pecat!" sentak Clinton.
Membuat Daron kelabakan. "kenapa saya di pecat, Pak?'' protesnya.
__ADS_1
"Kamu masih tanya kenapa? Kamu pikir aku gak tau apa yang kamu lakuin dengan mami?'' Clinton semakin murka.
Daron tertunduk lesu.
"Pak, maafkan saya, Pak. Saya tidak bermaksud seperti itu, Pak. Saya diancam. Kalau saya tidak nurut, dia akan melaporkan saya ke polisi karena saya juga korupsi dana anda, Pak." Daron menundukkan kepala semakin dalam. Dari sudut manapun Daron tetap bersalah.
Brruaakk!!
Clinton menggebrak meja membuat Daron menciut.
"Kamu ceritakan semuanya sekarang, Termasuk hubungan Suzan di dalam kasus ini. Kalau tidak, aku bunuh kamu sekarang juga!!'' mata Clinton melotot sempurna.
Clinton tersenyum sinis, "Ciut kan nyali kamu?!!''
********
Callista menghubungi nomor mami berkali kali, dia lupa, dimana tempat tinggal si mami itu sekarang. Callista menunggu di sebuah kafe. Dia ingin, semuanya cepat selesai. Dia bukan wanita lemah yang bisa digertak begitu saja.
__ADS_1
Callista mengetik sebuah pesan dan dikirimkan ke mami.
"Ayo Mami, aku hadapi kamu. Kita selesaikan semuanya, jangan cuma berani mengancam suamiku! Kenapa kamu malah mengancam suamiku? meminta dia menceraikan aku? Apa kamu suka sama Nicho? Ish, brengsek! Sini kita bicara, buat kesepakatan. Aku tunggu kamu di kafe pelangi."
*******
Seorang wanita baru saja masuk ke dalam ruang ganti khusus perawat. Dia mengganti pakaiannya dengan seragam perawat. Dia baru saja mendapat kabar dari informannya kalau Suzan dirawat disini. Wanita itu masih punya tanggungan yang harus diselesaikan dengan Suzan. Dia sudah mengenakan master dan bersiap berlagak sebagai perawat untuk masuk ke dalam kamar inap Suzan. Dia hanya akan mencari apa yang ia butuhkan saja.
Namun, tiba tiba ponselnya berdering, beberapa panggilan masuk ia abaikan, tapi saat membaca pesan masuk dari Callista, dia langsung membacanya.
Wanita itu tersenyum sinis. "Kamu pikir, kamu cerdik? Kamu bukan Callista yang jahat seperti dulu. Jadi sekarang kamu lebih lemah dari yang dulu."
Wanita itu tertawa pelan. Dia mengirim balasan ke Callista.
"Oke, kita bertemu sebentar lagi sayang, aku juga merindukan kamu.''
Barus saja ia berjalan, setelah menyimpan ponsel ke dalam saku, tiba tiba ada Yesline yang berjalan tergesa gesa dari arah lain, dengan membawa minuman. Karena terburu buru, dia tidak sengaja terpeleset dan akhirnya jatuh menabrak wanita berpakaian suster dihadapannya. Tangannya tidak sengaja menarik masker wanita itu hingga lepas.
__ADS_1
Yesline syok, dia melotot kaget.
"Mami?!!!!"