Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 262


__ADS_3

"Ah, kayaknya kalo memperebutkan best family doang kayaknya kurang seru deh. Tambah lagi ya tantangannya. Yang kalah harus mau menggunakan baju cewek dan jalan di sekitaran resort. Gimana? Berani?'' imbuh Gabriel semakin mencari perkara.


"Oke. Berani," sahut Nicho menyanggupi yang segera disanggupi oleh anggota anggota kampret lainnya.


"Iya udah, Ayo gas. Daftar bareng keluarganya masing masing!'' ajak Gabriel.


Para perempuan yang tadinya tidak mau berkomentar itu jadinya ikut terseret. Termasuk anak anak juga demi mendaftarkan diri sebagai calon best family nantinya. Dari pendaftaran tadi membuat setiap kelompok yang mendaftarkan diri ikut lomba, mendapatkan fasilitas bahan bahan dan alat untuk pembuatan layang layang.


"Sudah, kan? Daftar doang? Mending kita selonjoran di pinggir pantai aja deh. Sambil nontonin oppa oppa korea. Daripada lihat suami mulu, bosan nanti," ajak Leni begitu keji.


Sementara, sialnya, semua perempuan itu setuju dengan pendapat Leni. Sehingga mau tak mau, para suami suami itu dianggurkan dan dibiarkan berkompetensi sendiri. Untungnya mereka memahami.


"Ya udah deh, boleh. Have fun, sayang." ujar Clinton pada Clara.


Lelaki itu sangai saja saat menyusul Leni dan Callista. Sementara, Al sudah kelimpungan sendiri ingin ditinggal sang istri.


"Eh, sayang. Matanya jangan jelalatan sama oppa korea ya. Lihatlah betapa tampannya suamimu ini melebihi mereka," ujar Al begitu dramatis.


Tentu saja para sahabat menunjukkan ekspresi jijik dan mual. Sudah posesif, masih juga percaya dirinya sampai kelewatan. Untung saja Leni hanya tertawa.


Perempuan itu satu per satu melepaskan pakaian luar mereka. Tersisa baju pantai yang terlihat lumayan seksi untuk ukuran sehari hari. Mereka semua seakan mulai terbiasa, kecuali Meriam. Istri Hans yang pemalu dan sholehah itu tentu saja berusaha menjaga diri dengan masih mengenakan gamis panjang dan jilbab. Untung saja mereka tidak berperilaku diskriminatif melainkan mengajak Meriam untuk lebih rileks dalam berbaur.


"Uh, lihat deh. Oppa yang itu ganteng bangat, Asli." ujar Callista menunjuk salah seorang pria berwajah oriental nan berahang tegas.

__ADS_1


Memang tampan. Hampir seperti aktor Lee Min Ho sebagaimana yang Yesline suka. Bahkan, pria yang diomongin itu seakan peka sehingga pria itu dan beberapa lelaki lain mendekati para istri cantik yang berdiam diri.


secara, mereka sekelompok wanita cantik dan berbadan bagus. Bukankah tentu saja pria manapun akan tertarik?


"Hai, good afternoon," sapa lelaki itu menggunakan bahasa inggris.


Tau saja kalo emak emak ini tidak tahu bahasa korea dan taunya hanya annyeong haseo saja. Perempuan itu juga mulai dengan responsif menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan lelaki itu sampai mereka tahu bahwa wanita wanita ini dari Indonesia.


"Duh, sialan. Ada cowok sok ganteng lagi deketin istriku. Mana waktu bikin layangannya sudah mau habis lagi," keluh Nicho.


Mendengar kata cowok, mata Al seketika membulat lalu dengan segera menoleh ke arah Yesline yang juga termasuk dalam gerombolan wanita yang di goda. karena Yesline juga ikut berdandan seksi bak teman temannya. Padahal, tubuh itu seharusnya hanya untuk Al dan tidak ada pria lain yang boleh melihatnya.


Lelaki itu kalang kabut berlari menuju sang istri tanpa peduli bahwa waktu penyusunan layangan semakin habis. Wajah Al juga tak kalah khawatir sehingga mencoba mencari sesuatu yang bisa melindungi tubuh menggoda istrinya dari tatapan para buaya.


Tentu saja oppa korea itu tidak paham maksudnya walaupun tetap menduga bahwa Al tengah jengkel. Sesaat kemudian, Tuhan seakan memberi Al jalan keluar dengan mendatangkan pedagang asongan yang menjual selendang pantai. Pria itu buru buru lari lalu menyambar dagangan itu.


"Hei, berhenti. Kamu harus bayar dulu," teriak pedagang paruh baya itu dalam bahasa korea.


Walaupun Al tidak paham dengan bahasa korea, setidaknya teriakan Ahjussi itu membuatnya sadar bahwa dia terlalu terburu buru mengambil selendang tanpa memberi hak uang kepada pemiliknya terlebih dahulu.


"Maaf, Om." ujarnya dalam bahasa indonesia segera menyerahkan uang 50 won tanpa peduli kurang atau lebih.


Pria itu buru buru menutupi tubuh Yesline dengan selendang itu, sementara dia langsung menarik tangan pemuda itu menjauhi istrinya. Semua istri lain sampai melongo melihat perilaku posesif Al. Ya lebih tepatnya iri sih, karena suami suami mereka lebih mementingkan lomba daripada kesucian istri mereka.

__ADS_1


Yesline sendiri juga lebih suka Al yang cemburu dan over protektif. Daripada terus mengingat masa lalunya yang tak lain adalah Lusi. Bukankah lebih baik lihat suami bucin kepada istri daripada kepada mantan?


"Papa, papa kok malah lari lari tidak jelas sih? Waktunya tinggal dua puluh menit lagi, Pa. Ayo kembali," panggil Azka.


Al kembali dengan tenang, bahkan tersenyum cengengesan. Pria itu mulai kembali fokus lagi dengan aktivitas tersebut. Setelah kembali, semua kelucuan dalam lomba benar benar terjadi. Mulai kebingungan Clinton dalam memasang kerangka, Nicho yang terlalu semangat melubangi kertas layangan sampai sobek, hingga Gabriel yang gagal dalam uji coba penerbangan layangan.


Satu satunya prosesnya yang paling aman adalah Hans. Tidak ada masalah apapun dan modelnya juga terbilang bagus. Kalo model yang paling sederhana adalah milik Al, gara gara tadi sibuk mengurusi istri, sampai tidak bisa membuat variasi. Namun, sisi positifnya adalah bisa diterbangkan sebagaimana punya Hans.


Sang juri yang mengadakan event itu memutuskan, "Pemenang juara lomba kali ini adalah...... Hans!''


"Ye, akhirnya aku tidak kena hukuman pakai baju cewek, Sayang."


Spontan Hans berteriak kegirangan diikuti gerakan memeluk Meriam. Memang saat melakukan pengumuman ini, semua istri dan anak dikumpulkan walaupun hasilnya sudah sangat ketara bahwa Hans lah pemenangnya.


Meriam membalas menatap sang suami seraya berkata, "Hahaha, Iya. Alhamdulillah, Mas. Meriam yakin, kalo Mas sudah setuju, itu artinya kalo Mas bisa melakukannya dengan maksimal."


Balasan Meriam yang terdengar bijak itu membuat istri lain pada sebal dengan suami mereka yang kalah. Tentu, meski bukan mereka yang memakai, sebagai seorang istri pasti malu kalo seorang suami pakaiannya tidak jelas. Apalagi, Hans juga dengan bangga menyela mereka semua.


"Yah, kamu sih Mas, bikin acara perjanjian tidak jelas kayak gini. Udah kalah, kena malu juga kan kamu?'' keluh Leni.


Hans tidak peduli. Lelaki itu tetap tertawa membayangkan bagaimana wujud mereka dan tetap akan menagih perjanjian itu.


"Jadi gimana? Siap dong ya, keluar dari resort pakai baju cewek?'' tanya Hans menyindir.

__ADS_1


Para suami itu seketika menyesal telah menyetujui kesepakatan itu. Terutama Gabriel, si sok sok an yang bikin perjanjian itu. Jadi, rasakan saja bagaimana malunya nanti saat mereka harus berjalan jalan keliling resort hanya dengan mengenakan pakaian wanita. Bisa jadi bahan tertawaan para pengunjung tuh!


__ADS_2