Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 235


__ADS_3

"Nyonya Yesline Gunawan?'' panggil perawat dari ruangan poli kandungan. Yesline bangkit berjalan masuk ke dalam ruangan diikuti Al dibelakangnya.


Di dalam ruangannya, Gabriel sudah siap siap jurus maut kalau kalau Al bikin ulah.


"Selamat datang Dokter Al yang terhormat." cicit Gabriel disertai tawa kecil di bibirnya.


"Jangan mulai deh," Yesline mengingatkan sembari duduk di kursi. Al tersenyum kecut, menatap sinis ke arah Gabriel.


"Yesline yang maksa kesini bukan aku, jadi kamu gak usah kepedean." Al mengklarifikasi. Kalau kalau Gabriel salah paham nantinya.


Gabriel tak menggubris, Gabriel mengambil alatnya untuk memeriksa Yesline. Dokter tampan itu berjalan mengitari meja dan menghampiri Yesline. Al juga ikut berdiri dan memasang badan tepat disamping Yesline. Gabriel terkekeh pelan.


"Kamu ngapain disitu? Mau aku periksa juga perut kamu?" seloroh Gabriel kepada Al. Yesline yang merebahkan tubuhnya di atas brankar menatap kedua laki laki itu dengan heran.


"Mau jagain istri aku, siapa tau kamu aneh aneh." tukas Al tak beralasan.


Gabriel tertawa.


"Dasar Dokter mesum! Otak kamu rada rada ya, Al. Kok bisa mikir sampai situ. Yes, suami kamu ini tadi kesambet apaan, heran deh aku." Gabriel ngedumel karena tingkah absurd Al.


Yesline mendengus kesal. Menatap Al yang berlagak tak bersalah.


"Suamiku yang ganteng, Please ya.... Biar Gabriel periksa aku, biar cepat kita tahu hasilnya dan cepat pulang, oke?" ujar Yesline memohon. Dia mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


Gabriel masih menunggu. Matanya tak berpaling dari Al sedikit pun.

__ADS_1


"Iya, oke, tapi jangan sentuh Yesline. Nanti aku laporin kamu sama Leni." Al masih saja tak bisa melihat adegan dimana Gabriel akan membuka sedikit blouse yang menutupi Yesline untuk melakukan USG.


Gabriel tertawa terpingkal pingkal. Dia sampai memegangi perutnya dan tangannya yang satu ya menyentuh pundak Al.


"Yes, suami kamu lucu. Kamu cari Dokter kandungan wanita saja kalo gitu. Mana bisa aku periksa tanpa nyentuh. Kamu aneh juga Al, mau lapor ke Leni gimana? Kamu mau bilang, Leni Gabriel suami kamu ngelihatin perut Yesline! Ish.....lucu!"


Al menggaruk tengkuknya yang bahkan tidak gatal. Al nyengir menampakkan giginya yang putih.


Gabriel memutar bola matanya dengan malas, dia lama lama jengah dengan Al. Gabriel mengedipkan mata kepada dua perawat yang bisanya membantu ia melayani pasien. Kedua perawat itu mengangguk mengerti, sambil tersenyum masing masing dari mereka menggamit lengan Al dan menarik tubuh Al sampai keluar ruangan. Setelah Al diluar ruangan, kedua perawat itu masuk kembali untuk membantu Gabriel.


"Kamu tunggu sebentar di luar, biar cepat kelar urusan aku, masih banyak yang ngantri, Al." Gabriel mengunci pintunya. Lalu dengan cepat dia memeriksa Yesline dibantu kedua asistennya.


"Gabr, sialan!" Al baru saja mau menggedor pintu ruangan Gabriel, tapi beberapa pasang mata sudah memperhatikannya.


Al mondar mandir di depan pintu, 15 menit kemudian pintu sudah dibuka kembali oleh Gabriel. Yesline sudah duduk di kursi depan meja Gabriel.


Al dengan muka kesalnya, tanpa melihat Gabriel langsung duduk begitu saja disamping Yesline.


"Bagaimana kondisi kandunganmu, sayang?" Al menyentuh perut Yesline.


Yesline tersenyum senang, mendekatkan bibirnya ke telinga Al dan berbisik.


"Anak kita kembar."


Netra Al membulat sempurna. Kebahagiaan tak mampu ia bendung. Garis bibirnya tertarik menggambarkan senyum penuh haru.

__ADS_1


"Benarkah?'' ulang Al memastikan.


Yesline mengangguk. "Ya. kembar, cewek dan cowok."


Al merengkuh tengkuk Yesline dan membawa kedalam pelukannya.


"Terima kasih, Yes. Terima kasih." ucap Al, dia menciumi wajah Yesline berkali kali. Yesline terharu, karena respon Al yang nampak sangat bahagia.


"Maaf nih, aku ganggu keromantisan kalian." tiba tiba Gabriel ini mengagetkan Al yang sedang asyik memeluk Yesline, keberadaan Gabriel memang sempat dilupakan sama Al.


"Hm," sahut Al tanpa menoleh ke arah Gabriel berada, Al masih menikmati rasa bahagianya memiliki anak kembar cewek cowok.


"Aku kasih pesan penting sama kamu, Al. Sebagai Dokter juga sebagai sahabat kamu. Kondisi kandungan Yesline untuk saat ini Alhamdulillah baik, sehat, tapi berat bayinya kecil. Aku nilai kamu kurang merhatiin Yesline soal makanan yang ia konsumsi. Jangan pelit pelit lah... uang kamu kan banyak. Buat beli 10 restoran aja gak bakalan habis kan? Leni aja sehat ibu dan bayinya, karena aku urus dengan baik." tutur Gabriel membuat Al naik pitam.


"Sialan, kamu! Itu namanya bukan ngasih pesan yang baik, tapi julid," timpal Al dengan sedikit emosi, disambut tawa Gabriel.


"Memang akhir akhir ini aku lagi jaga pola makan, Mas. Karena kemarin berat badanku naik 5 kg, Jadi harus aku turunin lagi." Yesline ikut menjelaskan.


Al kini beralih menatap Yesline.


"Duh, Yes. Gak usah diet, Gendut juga gak apa apa, dikit aja tapi," tutur Al.


"Meski makan banyak tapi kalo porsi dan kandungannya tepat, gak bikin gemuk kok, Yes. Nanti aku tulis di resep makanan apa aja yang baik dan sehat untuk ibu dan bayi." Gabriel ikut menyahut.


"Makasih ya Dokter Ga--Gabr yang baik hati dan tidak sombong." ucap Yesline dengan senyum lebar.

__ADS_1


Gabriel juga tersenyum, dia menjawil lengan Al yang tidak ikhlas kalo Gabriel di puji Yesline.


Setelah dari rumah sakit, Al membawa Yesline menjemput Azka di sekolah, lalu mampir ke restoran untuk makan siang.


__ADS_2