Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 256


__ADS_3

Setelah kepulangan Al, Clara mulai ingin berbicara dengan Clinton. Tentang sesuatu yang mengganggu pikirannya sedari tadi.


Clinton yang masih menatap ke luar pintu tidak menyadari perubahan raut wajah Clara.


"Clinton, aku mau kita bicara." Clara tiba tiba menarik tubuh Clinton untuk menghadapnya.


Clinton menaikkan alisnya, "Ada apa, Clar?''


"Kamu tidak ikut ikutan suka sama si Lusi itu kan?" tukas Clara.


Clinton tertawa.


"Kenapa kamu bisa berpikiran begitu sih?" jawab Clinton sambil mencubit hidung Clara dengan gemas.


Clara menepis tangan Clinton dari hidungnya.


"Jawab Clinton!'' sentak Clara serius.


Clinton mengubah raut wajahnya ikut serius.


Kedua tangannya meraih tangan Clara dan mendekapnya. Menatap Clara begitu dalam.


"Clara sayang, aku cuma suka sama kamu, hanya kamu. Aku tidak suka Lusi, kami bahkan hanya kenal karena Al yang dulu begitu tergila gila dengan dia. Hanya itu. Waktu itu kamu sudah tahu, siapa wanita di masa laluku. Dan kamu juga sudah tahu apa keputusanku ketika dia sempat kembali ke kehidupanku, kamu tahu kan? Aku hanya memilihmu dan akan selalu begitu. Jangan ragukan lagi, Oke?''


Clara terenyuh, dia bisa melihat dari kedua mata Clinton bahwa dia tidak berbohong. Dan Clara juga ingat dengan wanita yang Clinton maksud, memang Clinton dulu hanya memilihnya karena memang wanita itu hanya masa lalunya.


"Maaf aku sudah menanyakan hal itu, Clinton. Setauku kan kamu temanan sama Al sudah sejak SMA, jadi aku kira kamu juga suka sama si Lusi itu," sesal Clara yang langsung memeluk Clinton.


"Terima kasih sudah memilihku," bisik Clara di dada Clinton.


Laki laki itu tersenyum.


Dia berharap Al juga bisa seperti dirinya, tegas dan memilih dengan baik untuk masa depannya. Dia harusnya menyadari betapa Yesline tidak bisa dibandingkan dengan wanita lain, dia wanita spesial, juga akan terus begitu. Al lupa siapa yang membuatnya selalu bahagia, dan siapa yang akan membuatnya hancur jika di tinggal pergi.


Al, jangan sampai salah ngambil keputusan. Yesline wanita baik dan spesial, Al. Dia yang paling tepat buat kamu.


********

__ADS_1


Nisa tidak bisa tidur, malam itu dia terus memikirkan Rizky, si dingin dan judes itu. Nisa berguling ke sisi kiri dan kanan ranjangnya. Sambil memegangi ponselnya.


Dia masih ingat, sore tadi sebelum dia pulang dari rumah sakit, Rizky tiba tiba mengambil ponselnya dan mengetikkan nomor ponselnya di ponsel Nisa, lalu menelpon nomornya sendiri.


Aneh!


"Itu nomor aku, siapa tau kamu akan masuk ke ruanganku lagi, kamu bisa bilang aku dulu, biar tidak terjadi kejadian seperti barusan." kata Rizky sore itu. Nisa benar benar malu, dia ingat betul setelah acara seminar selesai, ketua kelompoknya memintanya untuk menyerahkan hadiah dari kelompoknya untuk pemilik rumah sakit. Karena Nisa adalah wakil rombongan dari Indonesia, dan sang ketua kelompok kebetulan sedang sakit perut.


Nisa menurut saja. Dia melewati setiap ruangan sambil membaca tulisan yang digantung di dekat setiap pintu. Dia mencari ruangan Direktur.


Meski hati Nisa sudah tak karuan rasanya karena harus bertemu Rizky lagi, dia takut laki laki itu menganggapnya menguntit dan sok kenal sok dekat.


"Ih, amit amit jabang bayi aku punya suami jutek kayak gitu.


Lebih baik perawan tua daripada nikah sama dia. Meski dia keren sih, tapi juteknya yang ketulungan. Siapa yang mau sama laki laki seperti itu."


Nisa mengetuk pintu, tapi tidak ada yang menyahut. Akhirnya dia berinisiatif untuk membuka pintunya, mengintip sedikit ke dalam ruangan.


"Tidak ada siapa siapa, syukurlah. Aku akan menaruh hadiahnya ini di mejanya lalu pergi, beres deh."


Nisa masuk ke dalam ruangan itu, dan langsung menaruh hadiah dari kelompoknya ke meja kerja Rizky, setelah itu niatnya mau langsung pergi, tapi perhatian Nisa teralihkan oleh foto yang ada di figura meja kerja Rizky, di dalam foto itu, Rizky terlihat sangat tampan dan keren. Diam diam Nisa mengambil foto itu, mengeluarkannya dari figura.


Nisa cekikikan, mencium foto Rizky dan langsung memasukkan foto itu ke dalam jas dokternya. Dia harus segera meninggalkan ruangan itu sebelum Rizky datang dan memergokinya. Bisa tambah besar kepala dia.


Nisa berbalik badan.


Tapi.


Bugh!


Dia malah menabrak dada seseorang sampai tubuhnya terjengkang ke belakang, laki laki itu sudah memperhatikannya sedari tadi. Untungnya tangan pemuda itu sudah menangkap pinggangnya. Nisa terkejut, dan syok saat melihat laki laki itu ternyata adalah Rizky. Mata mereka saling berpandangan. Nisa tidak menyadari kehadirannya. Segera Nisa menyembunyikan foto itu agar tidak terlihat oleh Rizky, bisa malu seumur hidup dia kalau ketahuan.


Nisa mengatur detak jantungnya yang tidak mau diajak kompromi.


Bukan cuma Nisa yang tidak bisa menguasai kegugupannya, tetapi jantung Rizky pun berdebar begitu hebat, sampai lelaki dingin itu memegangi dadanya dengan sebelah tangannya yang bebas.


Adegan itu bertahan beberapa detik, seperti di drama drama korea. Sampai Rizky tersadar dan langsung melepaskan pegangannya dari pinggang Nisa dan membuat wanita itu terjatuh.

__ADS_1


"Auww!!''


Rizky menepuk nepukkan kedua tangannya seperti habis menyentuh debu yang kotor.


Nisa kesal, dia bangun dari posisinya dan menatap Rizky dengan marah.


"Dasar laki laki barbar!!!!!!'' bentak Nisa.


Namun Rizky langsung membekap mulut Nisa, saat tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


"Kita urus nanti masalah kita, sekarang kamu sembunyi dulu disini." Rizky berbisik di telinga Nisa, sembari dia membawa Nisa untuk bersembunyi di bawah meja kerjanya.


"Diam disitu, aku gak mau tersebar rumor dengan wanita penguntit kayak kamu!" tandas Rizky, membuat Nisa bersungut marah.


"Aku juga gak mau terlibat skandal sama cowok jutek dan reseh kayak kamu!'' Nisa balik membentak.


Rizky duduk di kursi kerjanya dan dengan sebelah tangannya, dia menekan kepala Nisa untuk tidak keluar dari bawah meja.


Wanita itu hanya bisa menggerutu pelan sambil menuruti Rizky untuk bersembunyi di bawah meja.


"Masuk!'' perintah Rizky kepada yang mengetuk pintu.


Dua orang laki laki masuk ke dalam ruangan Rizky. Ternyata mereka adalah mahasiswa jurusan kedokteran yang kebetulan magang di tempat Rizky.


Mereka datang menyerahkan dokumen yang berisi hasil laporan kerja mereka, mereka butuh tanda tangan dari Rizky. Rizky langsung menandatanganinya dan menyerahkan kembali dokumen itu, tapi setelah mereka ternyata ada beberapa dokter yang jadi panitia seminar hari itu, ingin mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Rizky selaku pemilik rumah sakit


Terlalu lama, Ya. Acara basa basi itu terlalu lama sampai membuat Nisa kelamaan menunggu dan dia ketiduran, tangan Nisa tidak sengaja menyenggol buku Rizky yang ada di sana sehingga terjatuh.


"Tunggu sebentar!" pinta Rizky kepada beberapa dokter di depannya.


Dia meminta ijin untuk mengambil bukunya yang terjatuh. Rizky membungkukkan badannya, Nisa yang meregangkan ototnya membuat kepalanya terantuk meja. Dia terbangun dan mendongak, namun gerakannya itu malah membuat bibirnya tidak sengaja menyentuh bibir Rizky. Mereka saling menatap lama. Bibir mereka saling menempel dan bersentuhan, adegan itu terjadi di bawah meja, tanpa sepengetahuan beberapa dokter di ruangan itu.


Jantung keduanya saling berpacu, siapa tahu kecelakaan itu membuat Rizky semakin tidak karuan jika menatap mata Nisa. Jarak mereka begitu dekat. Saling memandang begitu dalam. Sampai Rizky menyadari dia harus mengatur kembali detak jantungnya, dia harus melanjutkan perbincangan dengan beberapa dokter tadi.


Tanpa berbicara apa apa, Rizky menarik bibirnya menjauh meski jantungnya tak juga berhenti meloncat loncat kegirangan, dia harus tetap profesional. Meski kesadarannya tak cukup membuatnya bisa menepis otaknya yang masih terus mengulang kejadian beberapa menit lalu, kejadian Rizky yang berciuman dengan Nisa. Itu bukan ciuman pertama Rizky dengan wanita, tapi itu ciuman pertama yang membuat jantungnya berdebar.


Sementara itu, di bawah meja Nisa menyapu bibirnya beberapa kali dengan jari telunjuknya. Merasakan bibir Rizky yang lembut menempel di bibirnya. Aroma tubuh Rizky yang menguar dan menusuk hidungnya membuat tubuhnya meremang. Gelenyar panas merasuki Nisa.

__ADS_1


Itu adalah ciuman pertama nya. Mau kesal, tapi dia juga merasakan keanehan setelah ciuman itu.


Apakah mungkin dia menyukai Rizky?


__ADS_2