
" Siapa yang menikah ???? " tanya Papa Al saat membuka pintu ruangannya.
Al menghela nafasnya. Rasanya hari ini akan menjadi hari yang sangat berat baginya.
" Al itu Papamu nanya ??? Siapa yang menikah ??? " cetus Callista agar Al menjawabnya.
Al menghela nafasnya '' Al, Pa .... Al sudah menikah dengan Wanita pilihan Al. Dan Al ingin segera menceraikan Callista !!! " jawab Al didepan Callista.
" Al ...!!! " bentak Papanya itu.
" Opppsss .... Ini sudah waktunya rapat dewan direksi. Jika Kalian ingin berdebat silahkan !!! Dan untuk Kamu Al, Jika Kamu siap menceraikanku, Segera kosongkan ruangan ini !!! " ancam Callista lalu pergi meninggalkan Mereka berdua disana.
" Jaga mulutmu Callista !!! Saya masih mertuamu !!! " bentak Papa Al saat Callista ingin keluar dari ruangan Al.
" Jika Al sudah menceraikanku, Kamu bukan lagi mertuaku, Tuan !!!! " jawab Callista dengan senyum sinis.
" Callista !!!!! " teriak Al.
Callista hanya melambaikan tangan tanpa menoleh ke arah Al, Dia melangkahkan kakinya bukan keruang rapat melainkan ke toilet. Callista mengeluarkan airmatanya di toilet. Karena walau permasalahan Mereka sangat rumit, Tapi Dia tetap mencintai Al. Callista tidak rela jika Al mencintai Wanita lain . Namun Dia tidak ingin mengemis dan merendah sama Al.
" Al .... Ternyata Kamu sama saja dengan Orang Tuamu. Bahkan Kamu lebih membuatku sakit hati dan menusukku lebih sakit !!!! Mari Kita mulai Al, Apakah Kamu bisa mendapatkan yang Kamu inginkan !!! " kata Callista sambil mengusap air matanya.
Sementara di ruang kerja Al, Papanya benar benar marah sama Al karna mengambil keputusan tanpa berdiskusi dulu sama Papanya.
" Siapa Wanita itu ??? Ceraikan Dia !!!! Kalian hanya menikah sirih, Jangan buat malu Papa !!!! Tinggalkan Dia !!!! "
" Papa .... Dia sedang hamil Anakku !!!! Yang akan Aku ceraikan itu Callista bukan Wanita yang Aku cintai !!! " jawab Al tegas.
" Jangan bodoh Al !!! Mana baktimu sama Papa dan Mamamu !!!??? " bentak Papanya.
" Al bisa dan akan berbakti dalam hal lain, Pa! tapi tidak untuk hal ini !! " jawab Al.
Mendengar itu, Papanya sangat marah dan dadanya tiba tiba sesak sakit dan terjatuh.
" Papa ...." teriak Al langsung memegang dan menolong Papanya itu dan menghubungi Perawat untuk membantunya ke ruang tindakan.
Sementara di dalam ruangan rapat, Callista, Djumadi serta jajaran para Direksi sedang menunggu kedatangan Al dan Papanya agar rapat segera di mulai.
Namun Asistern Al meminta untuk rapat ditunda hingga kesehatan Papanya membaik. Itu disampaikan Asistennya di ruang rapat sesuai arahan dari Al.
Callista sedikit terkejut mendengarnya, Mertuanya itu tiba tiba sakit. Padahal baru saja tadi Dia berpapasan dengannya. Sementara Paman Callista merasa geram karena rapat ditunda.
" Sebaiknya Kita lanjutkan saja rapat ini, Toh tujuan dari rapat ini hanya untuk pengesahan pergantian Papanya Al. " kata Djumadi kepada Callista dan dewan direksi lainnya.
" Maaf Pak Djumadi, Pak Adam banyak berjasa di Rumah Sakit ini. Jadi Kami semua sepakat untuk menunda rapat ini. Hingga Beliau benar benar sehat sesuai arahan Pak Al. " jawab Beberapa dewan direksi.
" Sudahlah Om .... Kita turuti saja kemauan Mereka!! " kata Callista.
Djumadi menghela nafasnya dengan kesal. Karena Dia gagal kembali menjadi Direktur RS disini untuk menggantikan Papanya Al.
" Sial.... Pake kumat segala itu si Adam !!!!! " gumam Djumadi kesal.
__ADS_1
Akhirnya tidak lama Dewan Direksi pun buba Djumadi juga pulang sementara Callista ke ruang rawat Papanya Al untuk menemuinya.
" Pintar bangat iya Kalian, Menunda rapat dengan alasan sakit !!! " sindir Callista saat tiba di ruang rawat Papanya Al itu.
" Callista .... Jaga bicaramu !!!! " bentak Al keras.
" Opsss.... Maaf iya Aku keceplosan !! Oh iya ingat Al, Kamu tidak akan bisa menceraikanku jika Papamu masih dalam keadaan sakit. Kamu tau kan .... Karena Aku tidak mungkin untuk memecat Mertuaku sendiri !!! " kata Callista senyum sinis.
" Bukankah Kamu ingin memecat Papaku dengan mengadakan rapat dewan direksi ??!! Ingat Callista, Permasalahan yang terjadi di Keluarga Gunawan dan Herlambang hanyalah salah paham dan Kita berdua hanyalah korban. Jadi sebaiknya Kita berdamai dan jalani kehidupan masing - masing !!! " kata Al menatap Callista dengan menahan emosinya.
" Salah paham ??? Jalani hidup masing masing ???? Sepertinya yang Kamu bilang itu cukup menarik !!!! Apa karena Wanita itu ??? Tiba tiba Kamu sok bijak begini ??? " cetus Callista.
" Jangan pernah bawa bawa Dia! Istriku tidak hubungannya dengan permasalahan Kita!!! " jawab Al dengan tegas.
" Hei .... Al Gunawan !!!!! Yang berada di depanmu ini adalah Istri sah mu dimata hukum maupun agama !!! " bentak Callista dengan keras dan emosi.
" Callista, pelankan suaramu !!! Papaku butuh ketenangan !!! " bentak Al.
" Kalau butuh ketenangan, Sekalian saja ke Akhirat !!! "
" PLLLAAAKKKK ..... "
" Bicaramu sangat tidak pantak untuk Seorang Wanita yang berpendidikan seperti Kamu !!! cetus Al setelah menampar wajah Callista.
Callista memegang pipinya yang habis di tampar Al, Sedikit terasa panas memerah.
" Ternyata Seorang Al bisa juga memperlakukanku seperti ini !!! " gumam Callista dengan melotot sambil memegang pipinya.
" Maaf jika Saya menyakitimu, Tapi ucapanmu terlalu berlebihan dan tidak bisa dimaafkan !! " cetus Al.
" Jangan pernah sentuh Wanita itu !!!! " cetus Al saat Callista keluar.
Callista hanya senyum sinis melirik Al dan keluar dari ruangan itu.
Di singapura, Yesline masih ditemani oleh Clinton. Hari ini Mereka berdua menemani Mamanya Yesline di Rumah Sakit.
Clinton sudah sangat akrab dengan Mamanya Yesline karena kemungkinan Clinton yang mudah bergaul jadi Dia cepat menyesuaikan diri dengan Mereka.
Berbeda dengan Yesline yang saat ini hanya memikirkan Al. Al hanya membalas pesannya satu kali dan itupun pagi tadi dan sampai sore ini Dia belum ada kabar sama sekali.
" Apa Dia sibuk bangat iya ??? " gumam Yesline.
" Eeeheeemmm .... " Clinton batuk dan menghampiri Yesline.
" Ibu hamil tidak baik banyak melamun. " kata Clinton.
" Sok tau Kamu !!! Kayak pernah hamil ajah ..." cetus Yesline karena sedikit kaget dan membuyarkan lamunannya.
" Iya Nak. Kamu mikirin apa ??? Mikirin Suami Kamu ??? " sambung Mamanya.
" Hehehe .... Iya Ma. Mas Al belum ada kabar nih ... " jawabnya sambil sedikit nyengir.
__ADS_1
" Hadeeehhh .... Pengantin baru jauh dikit begini banget iya !!!! gerutu Clinton dan melihat Yesline yang sudah melotot dan Clinton dengan cepat mengarahkan pandangannya dari Yesline.
'' Mungkin Dia masih sibuk Yes .... Nanti pasti Dia nelpon Kamu. " jawab Mamanya menenangkan Yesline.
" Semoga ajah Dia ingat Aku dan langsung telepon. " kata Yesline sambil menghela nafasnya.
" Bu, Yes, Aku ke kantin bentar iya .... Mau beli kopi dulu. " kata Clinton.
" Aku boleh ikut gak Mas ??? " tanya Yesline.
" Boleh. Tapi Ibu gak apa apa ditinggal sendiri ??? " tanya Clinton sambil melihat Mamanya.
" Tidak apa apa. Mungkin Ibu hamil bosan Nak Clinton ... " jawab Mamanya.
" Iya udah .... Hayok ... " kata Clinton.
" Kami tinggal bentar iya Ma..." kata Yesline.
Mamanya mengangguk dan tersenyum sehingga Mereka berdua keluar dari kamar rawat Mamanya itu. Mamanya sangat senang dan bersyukur, Kehidupan Anaknya sudah semakin membaik dan tidak harus kerja di club lagi. Karena selama ini Mamanya mengkhawatirkannya karena kerja disana.
" Kamu gak ngidam pengen sesuatu Yes ??? " tanya Clinton saat Mereka berjalan ke arah kantin.
" Kenapa emang Kamu nanya gitu ????" tanya Yesline balik.
" Udah gak usah dipikirin. Lupain ajah. " jawab Clinton yang sedikit kesal karena Yesline nanya balik.
" Aneh .... " cetus Yesline.
Clinton yang mendengar itu seolah acuh dan tak peduli. Baginya Yesline terlihat cantik walau Dia sering bersikap judes dan jutek.
Clinton langsung memesan kopi setelah Mereka sampai di kantin. Yesline hanya memesan orange juice dan beberapa cemilan.
" Mas Clinton, Kamu kan Sahabat Mas Al, Ada masalah apa sih di Jakarta kalau boleh tau ??? " tanya Yesline.
" Sayangnya, Kamu tidak boleh tahu. " jawab Clinton dengan santai.
" Iya udah Aku juga gak mau tahu bangat soal urusan Kalian !!! " cetus Yesline dengan jutek.
" Hahaha .... Kamu lucu deh Yesline ... " kata Clinton dengan tertawa dan tanpa sadar tangannya mencubit pipi Yesline.
" Mas .... Sakit !!! " cetus Yesline.
" Opss .... Sori sori... Jangan bilang Al iya !!! Aku hanya gemes lihat Kamu wkwkwk " kata Clinton.
" Liat nanti juga kalau Aku emang gak keceplosan !!! " cetus Yesline.
" Yesline ..." cetus Clinton kesal karena mendengar jawabannya itu.
Yesline tidak mempedulikan Clinton yang kesal, Dia fokus menikmati cemilannya dan Baru sadar bahwa setelah hamil Dia sangat suka ngemil.
Clinton melihat ponselnya karena tidak mendapatkan jawaban lagi dari Yesline hingga Mereka sibuk dengan ponsel masing masing. Yesline sibuk mengirim pesan sama Al dan Clinton sibuk mengurus dan memeriksa bisnisnya.
__ADS_1
Ditengah keseriusan Mereka dengan ponsel masing masing, Tiba tiba seseorang menghampiri Mereka.
" Wah .... Senang sekali bisa bertemu kalian berdua disini .... "