
" Dirawat di rumah saja ya, Mas ??? Boleh ya Mas ??? " kata Yesline mulai lagi membuat Al menahan amarahnya dan menguji kesabarannya.
" Disini bosan. Kalau dirumah bisa Kita suruh Perawat dan Dokter khusus untuk memeriksa dan menjagaku, Gimana ??? " kata Yesline menawar dan Al mencoba untuk memikirkannya hingga akhirnya Dia menyetujuinya.
" Baiklah. Nanti Aku coba bicarakan dengan Dokternya. Kamu istirahat dulu, ya ?? Aku keluar bentar. "
Al mengecup kening Yesline lembut lalu pergi keluar untuk menemui Dokter kandungan yang menangani Yesline. Tapi saat dikoridor Rumah Sakit, Al seperti melihat Seseorang yang Dia kenal.
Dia memicingkan matanya dan melihat Orang itu, Sosok Pria yang memakai kemeja hitam sedang berjalan melewati koridor Rumah Sakit. Al setengah berlari mengejarnya untuk memastikan yang Dia lihat itu benar.
" Hei, Kamu !!! Ngapain disini ???! " tegur Al saat Dirinya melihat Pria asing itu berada di Rumah Sakit itu.
Pria itu mengerutkan keningnya.
" Saya bekerja disini, Apa urusan Anda dengan keberadaan Saya di Rumah Sakit ini ??? Ini bukan urusan Anda !!! " jawab Pria asing itu.
Al sedikit bingung dan berpikir saat mendengar perkataan Pria asing tersebut yang mengatakan bahwa Dia di RS itu sedang bekerja.
" Perasaan Saya tidak menerima Dokter baru deh !! Hanya Dokter kandungan yang baru pindah untuk menggantikan Dokter Shanti yang lagi seminar di Singapura. " gerutu Al dama hatinya.
Tiba tiba jantung Al berdetak kencangbukan karena sedang kasmaran atau lagi jatuh cinta melainkan karena ketakutan untuk apa yang sedang dipikirkannya itu.
" Jangan bilang, Kami Dokter Gabriel yang menggantikan Dokter Shanti !! " kata Al sedikit menatapnya cetus.
" Waow ... Amazing, Kamu langsung tahu. Apa Anda juga Seorang Dokter disini ??? " tanya Dokter yang bernama Gabriel itu setelah dari keterkejutannya karena Al mengetahui Identitasnya.
" Ssiiiiiaa !!!! " umpat Al karena apa yang dipikirannya itu benar.
" Saya Dokter Al Gunawan, Direktur di Rumah Sakit ini. Kamu boleh ambil alih semua Pasien Dokter Shanti, Kecuali Ibu Yesline Gunawan, Istri Saya !!! Paham Kamu !!! " tegas Al.
" Waow .... Jadi Anda Dokter Al hang fenomenal itu. Direktur Rumah Sakit yang disebut memiliki tangan ajaib dan segudang masalah keluarga !! " sindir Dokter Gabriel halus.
" Siiaa !!! Jaga mulutmu, Jika karirmu mau berlangsung lama disini Dokter Gabriel!!! " ancam Al.
__ADS_1
Dokter Gabriel tersenyum smirk.
" Silahkan saja, Toh juga sebenarnya Saya datang kesini karena diminta oleh Rumah Sakit ini, bukan karena kemauan Saya. Saya tidak akan merasa rugi, jika di depak dari sini. Justru RS ini yang akan rugi jika kehilangan Saya. " tantangnya.
Al kesal mendengarnya kesombongannya. Kalau saja Dia bisa mencampur adukkan antara masalah pribadi dan masalah kerjaan, Dia sudah mengeluarkan Dokter sialan itu dari situ . Tapi sayangnya, Al masih memikirkan citra baik Rumah Sakit ini. Apalagi RS inilah yang selalu menjadi kebanggan Almarhum Papanya. Setidaknya Al harus mengesampingkan egonya dan bersikap profesional.
" Besok, Asisten Saya akan memberikan SOP RS ini. " kata Al dan berlalu meninggalkan Dokter Gabriel.
Dokter Gabriel hanya berseringai mendengar ucapan Al sambil memperhatikan kepergian Al yang semakin jauh darinya.
******
Pagi ini, Callista benar benar lemas. Niatnya pagi ini Dia hendak ingin menemui Manager barunya untuk mendaftarkan dirinya sebagai salah satu model baru di New York Fashion Wee, sepertinya akan gagal. Tubuhnya sangat tidak beraahabat.
Pagi ini perutnya bergejolak kembali hingga Callista memuntahkan semua isi perutnya namun yang keluar hanya cairan saja. Dengan kepala yang masih pusing, Callista berjalan pelan keluar dari kamar mandi sambil memegangi kepalanya menuju ranjangnya.
Callista merasa aneh, Dia sering berpergian ke Luar Negeri tapi tidak pernah mengalami hal memabukkan seperti ini. Tapi kenapa, Keberangkatan Callista kali ini, Dia sangat lemah.
Callista merebahkan tubuhnya di ranjang dan berusaha memejamkan matanya sejenak. Namun saat Dia mau memejamkan matanya, Ponselnya berdering.
" Arrgghh.... Siapa sih yang telpon pagi pagi begini !! " pekik Callista kesal karena mengganggu istirahatnya.
Callista meraih ponselnya dan melihat layar ponselnya itu. Ternyata panggilan vidio call dari Nicho. Melihat itu Callista menghela nafasnya kesal.
" Ckck !!! Kenapa sih ini Orang ganggu melulu!!! " gerutunya kemudian menerima panggilan vidio call itu.
Callista kembali membaringkan tubuhnya di kasur saat mnerima panggilan itu. Wajahnya terlihat pucat, hanya sedikit terselamatkan karena polesan make up di wajahnya.
" Ada apa sih Cho ??? Kamu gak kerja ya ?? Pagi lagi sudah ganggu Orang !! '' gerutu Callista dengan malas.
Dari seberang Nicho melihat wajah Callista yang terlihat pucat dan lemas. Wajahnya tidak bersinar seperti biasanya. Nicho menyipitkan matanya.
" Kamu kenapa ?? Aku pengen tau ajah, Kenala Kamu dari semalam tidak balas pesanku ??? Kenapa wajah Kamu pucat sekali ??? Kamu gak makan ??? Masih frustasi mikirin si Al ??? Katanya bisa hidup normal ??? Malah lebih parah dari lada Aku !!! Lihat Aku dong, sehat dan segar bugar. " jawab Nicho sambil membusungkan dadanya, mengangkat tangannya untuk memamerkan otot ototnya yang terlihat kekar.
__ADS_1
" Bukan gara gara Al, Kayaknya ini efek kecapean. Dari kemarin Aku mual mual dan pengen muntah terus, Cho. Kepalaku juga pusing. Padahal Aku sudah siap untuk berangkat kerja tadi, Tapi gagal karena Aku mual lagi. " kata Callista.
Nicho sontak kaget.
" Mual ??? Kamu kan biasa melakukan perjalanan ke Luar Negeri, Masa ya mabuk ??? " tanya Nicho merasa sedikit aneh.
" Iya, Makanya. Tapi nyatanya Aku emang mabuk. Badan lemas gak bisa ngapa ngapain. " keluh Callista. Dia merebahkan tubuhnya miring, meletakkan ponselnya begitu saja, disandarkan ke guling.
" Apa Kamu sudah makan ?? " tanya Nicho merasa khawatir.
Callista menggeleng pelan, Dia menarik selimut menutupi tubuhnya.
" Aku mau tidur dulu, Cho. Udah ya teleponnya ?? " rengek Callista. Dia menutupi tubuhnya hingga ke pundak, meringkuk memeluk boneka yang berukuran besar membuat sebagian wajahnya tertutupi.
" Iya deh. Kamu istirahat saja. Aku tutup ya ?? "
Callista mengangguk pelan, matanya sudah hampir tertutup saat Nicho kembali mengusiknya.
" Cal ??? Kamu pengen mau makan apa sekarang ??? " tanya Nicho tiba tiba.
Dia benar benar mengkhwatirkan keadaan Wanita yang saat ini tersenyum miring kepadanya.
" Pengen makan Kamu. " seloroh Callista, Matanya mengerling manja.
" Hah ??? " Nicho terkejut saat baru mau menanyakan maksud Callista tapi sambungan panggilan vidio callnya terputus.
" Dasar, Apa maksud Dia sebenarnya ??? " Nicho menggaruk kepalanya memikirkan perkataan Callista itu.
Dia juga sudah bersiap untuk berangkat kerja saat tiba tiba mengingat Callista. Sepertinya Dirinya benar benar kesepian sampai selalu mengganggu Wanita itu. Saat ini kondisi hari Mereka sama terpuruknya.
Jika jarak Mereka dekat, seharusnya Mereka bisa saling menghibur dan berbagi cerita.
" Ya. Benar. Jarak yang jauh, tinggal dibikin dekat saja. Lagian ..... kasihan juga Callista tinggal sendirian disana, tidak ada yang merawat. " gumam Nicho.
__ADS_1
Dengan cepat, Dia menyambar jas kerjanya dan meraih kunci mobil. Dia bergegas keluar dari Apartemennya, menuju mobil yang terparkir di parkiran. Dia langsung membawa mobilnya melaju dengan sangat cepat.