Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 117


__ADS_3

" Ini apa ??? " tanya Al ke salah satu Dokter magang yang ada didepannya itu. Telunjuk Al menunjuk pada catatan laporan kesehatan pasien yang dibuat oleh Mahasiswa Kedokteran itu, ternyata ada kesalahan. Yang ditanya hanya menundukkan kepala, takut dimarahi.


" Maaf Dok. Itu salah ngetik. " jawabnya terbata bata dan masih menundukkan kepalanya.


" Salah ketik ??? " Al mengulangi pertanyaannya. sedikit emosi dengan jawaban yang diberikan. Bagaimana bisa salah ketik ???


" Laporan ini sangat penting. Karena dari Laporan Kita ini para Dokter membaca dan mengetahui perkembangan Pasien, jika ada kesalahan dalam penulisan, atau dalam salah penulisan diagnosa, akan terjadi hal yang fatal. Bagaimana Kamu bisa dengan entengnya bilang salah penulisan ??? Hah??? " Al menggebrak meja. Membuat Dua Orang Mahasiswa magang itu tersentak kaget.


" Maaf, Dok. Saya akan lebih teliti lagi. "


Al melempar dokumen itu diatas meja. Dan diambil lagi oleh salah satu Mahasiswa itu. Al beralih mengambil dokumen lainnya, membuka dan membacanya dengan sangat teliti.


Hasilnya sama dan tidak jauh beda dengan laporan sebelumnya, masih banyak kesalahan.


" Masih banyak yang salah, Kamu perbaiki lagi. Saat kembali lagi kesini, Saya tidak mau lagi kesalahan !!! " tandasnya.


" Kamu benar benar galak !!! Kamu sukses membuat Mereka takut." celetuk Gabriel yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan Al.


Al memberikan dokumen tadi ke Mereka berdua dan menyuruhnya untuk keluar.

__ADS_1


Gabriel duduk di kursi meja Al, Dengan menyilangkan kedua kakinya. Masih dengan sikap songongnya yang kelewat batas. Melihat siapa Direktur Rumah Sakit sebenarnya. Al berbalik menatapnya dengan sinis.


" Kenapa Dokter tidak ijin kapada Saya kemarin saat libur ??? " tanya Al dengan suara khasnya.


" Saya sudah ijin ke Dokter Senior yang meminta Saya untuk menggantikannya. Anda terlalu sibuk dengan Istri Anda, Jadi Saya rasa sudah cukup dengan satu ijin saja. " dalih Gabriel dengan tenang. Namun terlihat sekali sifat angkuhnya.


" Anda benar benar tidak menghargai Saya. Tapi sudahlah, Toh masa tugas Anda hanya 5 bulan saja. Pergi dan jangan kembali setelah itu. " kata Al mengingatkan.


Gabriel membalasnya hanya dengan senyum sinis.


" Saya akan pergi dan datang sesuai kemauan Saya. " gumamnya.


Al hanya membaca sekilas, Dia sudah senang dan bahagia mengetahui Yesline baik baik saja dan sudah bisa pulang. Tanpa membaca sampai akhir, Al langsung menanda tangani berkas berkas itu.


Didepan Al, Gabriel tersenyum smirk. Saat Al kembali meletakkan dokumen itu di atas mejanya, Gabriel langsung mengambilnya dan pergi meninggalkan ruangan Al.


" Dasar, Sial bangat Aku punya bawahan angkuh yang tidak takut sama sekali samaku. Kalau bukan karena reputasi Rumah Sakit ini, Sudah Saya depak Kamu dari sini! " geram Al.


Al bangkit dari duduknya, melepas jas putihnya dan bergegas menuju kamar Yesline. Tapi saat di koridor, tiba tiba ada Perawat yang memanggilnya.

__ADS_1


" Maaf Dokter Al, Hari ini ada tiba tiba Operasi dadakan, Dok. Ada Pasien memiliki riwayat penyakit jantung, sedangkan Dokter spesialis jantung yang bertugas hari ini lagi ada jadwal Operasi juga, Dok. "


" Jam berapa Operasinya ??? " tanga Al menanggapi.


" 30 menit lagi Dok. " jawab Suster itu setelah melihat catatannya.


" Baiklah. Kamu siapkan Pasien dan ruangannya juga. Saya mau menemui Istri Saya sebentar. " jawabnya sambil melangkahkan kakinya dengan langkah lebar, Dia ingin mengecek kondisi Yesline sebelum meninggalkannya ber jam jam untuk Operasi.


Suster tadi langsung berbalik arah. Berjalan dengan cepat melakukan sesuai dengan perintah Al.


Al melewati koridor panjang di depannya dan berbelok ke sisi kiri, disana ada kamar Yesline. Al membuka pintu perlahan, mendapati Yesline sedang duduk di ranjangnya. Dia kelihatan bosan, menekan tombol remote dengan acak.


" Kenapa ??? Bosan ya ??? " tanya Al sembari mengecup kening Yesline.


Wanit itu mengangguk.


" Kapan Aku bisa pulang Mas ??? " tanya Yesline.


" Hari ini Kamu bisa pulang Sayang. Tapi Aku ada operasi dadakan. Bagaimana kalau Mama, Aku telepon untuk menjemputmu ??? " tawar Al.

__ADS_1


Yesline sedang memikirkannya.


__ADS_2