
Pagi pagi sekali Clinton sudah berada di apartemen Al saat Mereka bersua lagi sarapan. Al meminta Clinton untuk ikut makan bergabung sama Mereka sementara Yesline berjalan ke dapur untuk mengambil sendok dan piring.
" Isi bensin dulu Bro ... Biar kuat menghadapi kenyataan kalau Kamu itu jomblo akut !!! Hahaha .... " kata Al ketawa sambil meledek membuat Clinton kesal.
" Suami Istri sama ajah, Suka bangat buat Orang kesal !!! " gerutu Clinton dengan pelan dan Al mendengarnya.
" Kan namanya juga sehati Bro .... " jawab Al sambil melirik Yesline yang datang ke sampingnya untuk duduk serta Al memegang tangannya dan menciumnya.
" Aish .... Pamer amat ini Orang !!! " cetus Clinton serta tidak melihatnya karena Dia sudah bosan melihat adegan Mereka berdua yang tidak tau tempat.
" Makanya Mas, Buruan nikah .... Biar Aku ada Teman dan gak ganggu Kamu lagi. " kata Yesline senyum melihat reaksi Clinton yang kesal karena diledekin melulu.
" Hahahah .... Sudah Sayang ....Jangan dibilangin gitu nanti Dia ngambek soalnya Aku butuh tenaga Dia satu harian ini. " kata Al.
" Haaalllaaa .... Kamu yang memulai, Kamu juga yang mengakhiri !!! " cetus Clinton dengan raut wajah mengejek.
" Hahahaha .... Maaf iya Mas .... " jawab Yesline dan duduk disamping Al.
" Hhhmm .... " jawab Clinton berdehem.
" Bagaimana progres kerja Kita Bro ??? " tanya Al.
Al langsung menghentikan Yesline yang menyiapkan makanan untuk Clinton dan Dia ambil alih. Karena Dia tidak mau kalau Yesline yang melakukannya sama Clinton karena Dia tukang cemburu jadi mending Dia langsung ambil alih dengan alasan biar Yesline tidak capek capek, Dia rela untuk menyiapkan makanan untuk Clinton.
" Aku sudah menemukan beberapa tempat yang harus Kita kunjungi. Agar Kita tau, Apakah disana ada yang bisa Kita butuhkan atau tidak. " jawab Clinton.
Yesline tidak ikut menimpali perkataan Mereka tapi Dia mendengar apa yang Mereka omongin dan rencanakan walau Dia tidak mengerti. Dia suka mendengarkan Mereka berdua yang bertukar pikiran layaknya adik kakak yang saling membantu satu sama lain.
Yesline sengaja membuat menu sarapan pagi ini Nasi Goreng teri medan favorit Mamanya itu. Dia ingin membuat rasa rindunya pada Mamanya sedikit terobati dengan masakan kesukaannya.
Al dan Clinton sudah selesai sarapan dan siap untuk pekerjaan Mereka hari ini. Helikopter milik Clinton sudah stand by di atas Apartemen ini dan Al juga sudah memberi tahu Yesline bahwa Mereka ada pekerjaan sedikit di Singapura.
" Jangan lupa kunci pintu. Kalau pengen makan sesuatu, Order online saja, Itu lebih aman untuk Kamu Sayang .... Dan satu lagi, Jangan menerima tamu siapa pun itu. " kata Al mengingatkan Yesline untuk lebih berhati hati.
Al ingin memastikan Yesline mengerti dan tidak melanggar aturan dibuat.
" Jadilah Istri penurut. "
Al mengecup bibi seksi Yesline dan pergi meninggalkannya.
" Iya Sayang .... " jawab Yesline.
Kurang lebih 2 jam perjalanan, Akhirnya Mereka sampai di RS tempat Mama Yesline dirawat. Dia juga sudah menghubungi Rizky sebelum kesini, meminta bantuan untuk mengumpulkan semua staff RS yang ikut terlibat dalam penanganan Mama Yesline dari sebelum operasi sampai sesudah.
Setau Rizky, Al hanya membantu Clinton untuk menyelidiki kasus penyebab kematian Mertuanya yang secara tiba tiba. Dengan perantara Rizky, Al dan clinton diperbolehkan memasuki ruangan kendali kontrol di RS itu. Mereka langsung mengecek CCTV saat Mamanya mulai disana sampai pulang ke Indo.
" Halo Bang Al .... Bang Clinton .... " kata Rizky menyambut Mereka.
" Apa semua sudah siap ??? " tanya Al tanpa basa basi.
" Sudah dong Bang .... " jawab Rizky dengan sangat yakin.
" Emang Kamu yakin Bang Clinton, kalau Mertua Kamu ada yang sengaja melakukan tindakan seperti pembunuhan itu ??? " tanya Rizky.
" Kalau Aku gak yakin, Aku gak bakalan minta tolong sama Kamu !!!! " cetus Clinton kesal.
__ADS_1
" Trus yang masih Aku masih penasaran sampai detik ini, Ada hubungan apa Istri Kamu sama Bang Al ???? Apa Kamu ngelecehin Istrinya Bang Al ??? " tanya Rizky dan Al langsung memukul kepalanya.
" Awww .... " gerutu Rizky.
" Kalau ngomong suka gak disaring Kamu !!! " cetus Al.
Clinton hanya diam dan memutar kedua bola matanya melihat aksi dan kelakuan Mereka berdua itu.
" Bagaimana dengan para Dokter, Perawat dan para Staff disini ??? Apakah tidak ada perubahan semenjak saat itu ??? " tanya Clinton.
" Gak ada. "
" Iya udah deh, Buruan putarin CCTV tepat Mama Yesline meninggal. " kata Al.
Al langsung mengambil alih dan duduk didepan monitor yang menampilan semua aktivitas di RS darj berbagai sudut.
" Apakah ini sudah semua ??? " tanya Clinton.
" Sudah Pak. " jawab petuga keamanan CCTV itu.
Rizky mengerutkan keningnya melihat sikap Al itu.
" Fokus ke ruangan Mama Yesline saja !!! lihat rekaman CCTV pada hari itu tgl 5 Januari kira kira mulai jam 11 siang. " kata Al.
Tatapannya fokus ke layar itu begitu juga dengan Clinton. Rizky sudah meninggalkan Mereka disana karena harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk diruangannya.
" Oke. " jawab petugas itu dan membuka beberapa file folder yang tersimpan dan mencari rekaman yang Mereka mau dan tidak beberapa lama, Akhirnya ditemukan.
Didalam layar vidio itu terlihat Seseorang memasuki kamar Mama Yesline setelah Yesline dan Clinton keluar. Seseorang yang masuk itu Laki Laki dan mengenakan pakaian perawat. Vidio itu hanya merekam kejadian saja dan tidak ada suara.
Sementara dalam rekaman CCTV lain, Al melihat Clinton dan Yesline mengobrol dengan Mami.
" Kenapa waktunya bisa barengan ??? Apakah ini yang Nicho maksud kalau Mami bersekongkol dengan callista ??? " kata Al mulai curiga.
" Apakah Mami sengaja datang diwaktu yang sama untuk mengalihkan perhatian Mereka ??? Agar Kamu dan Yesline tidak kembali dulu ke ruangan ??? " kata Al sambil memegang jidatnya sembari berpikir dan mondar mandir.
" Bisa jadi. " jawab Clinton karena perkataan Al masuk akal juga.
Clinton langsung berinisiatif memperbesar wajah Seseorang yang menyamar itu lalu memotretnya dengan kamera ponselnya.
" Jika Orang ini adalah salah satu Karyawan dari RS ini, pasti akan mudah ditemukan. " gumam Clinton.
Clinton langsung mengirim file dan data data dari monitor itu ke ponselnya sesuai yang Dia butuhkan.
" Rekaman ini masih kurang. Jika Kita ingin tau apakah Callista terlibat atau tidak, Kita harus temui Mami. " kata Clinton sama Al.
" Itu mah gampang. Mami kan sangat suka dengan yang namanya Uang. Dia pasti akan menceritakan semuanya. Tapi, untuk menarik Mami ke dalam kasus ini, Kita harus menemukan Orang ini dulu, Karena Dia pelaku utamanya. " jawab Al.
Mereka berdua keluar dari ruangan itu dan berjalan ke ruangan HRD dan mencoba mencari informasi disana.
Setelah menjelaskan semua ke HRD, Serta menunjukkan dan mengenalkan siapa Dia di RS ini, Akhirnya HRD bersedia menunjukkan berkas berkas data data karyawan yang di RS ini sesuai permintaan Al.
Selang beberapa jam, Akhirnya Mereka menemukan Orang itu yang wajahnya mirip dengan yang di CCTV itu.
Tetapi beberapa hari yang lalu, Orang itu sudah mengundurkan diri tanpa memberi alasan yang jelas saat pengunduran dirinya di berikan. Laki Laki itu sebenarnya bukan perawat melainkan hanya Seorang Cleaning Service disana.
__ADS_1
Dari datanga yang masih ada disana, Al menemukan alamatnya dan namanya. Setelah mengetahui alamat lengkap dan namanya, Al dan Clinton berniat untuk langsung kesana mengikuti geogle map yang sudah di pasang.
Alamat yang Mereka tuju itu benar benar pedesaan atau pedalaman bangat dimana jaringan ponsel juga masih kadang hilang kadang timbul. Dan Rumah disana juga masih beratapkan dengan kayu atau masih terbuat dari kayu.
Clinton memarkir mobilnya disekitar rumah yang Mereka dapati. Dia turun dari mobil dan bertanya kepada penduduk disana untuk alamat yang Mereka cari serta Orang yang dicari sembari menunjukkan foto yang ada di ponsel Clinton. Tak ada satupun yang tau penduduk disana.
Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Indo dan akan mengutus beberapa Orangnya untuk melakukan pencarian nanti.
Clinton langsung memutar mobilnya dan kembali ke RS itu.
Al lupa menanyakan kabar Yesline dan bagaimana Dia seharian ini karena terlalu fokus untuk pencarian Mereka.
Panggilan dan telepon dari Yesline juga tidak ada membuat Al sedikit khawatir. Clinton masih fokus mengemudi dan jam sudah menunjukkan dini hari dan Yesline pasti sudah tidur sehingga Al mengurungkan niatnya untuk menelponnya.
Jalanan di singapura terasa sepi dan tidak banyak kendaraan karena mungkin sudah dini hari. Al dan Clinton tidak banyak bicara mungkin karena lelah dan Clinton juga fokus untuk mengemudi.
Al membaca sebuah artikel tentang mengungkap sebuah kasus pembunuhan. Al langsung mencatat beberapa point yang penting yang ada di artikel itu.
Jika ingin mengungkap semua kejahatan Callista, Al harus dengan cermat sesuai dengan cara penyidik atau Polisi dimana Dia harus benar benar memiliki barang bukti yang tidak biaa terelakkan.
Berbekal rekaman CCTV yang Dia dapat dari RS, Al berharap itu bisa mempermudah untuk menemukan bukti bukti lain yang bisa memberatkan kejahatan Callista.
Mereka pun sampai di RS.
" Bro, Besok Aku ada tugas buat Kamu. Besok Kamu tolong urus Mami, Dia sangat suka dengan yang namanya uang. Berapun yang Dia minta, Kasih !!! Asal Dia menceritakan semuanya. Aku gak bisa terus terusan meninggalkan Yesline sendirian di Apartemen. Jika perlu, Kita bisa sewa Polisi. Suruh beberapa Orang juga untuk mencari Pria Cleaning Service itu di Singapura. Dia juga kunci utama dari kasus ini. Meski Dia hanya dibayar oleh Pelaku yang sebenarnya. " kata Al meminta bantuan Temannya itu.
" Siap Bos. " jawab Clinton sembari Mereka berdua berjalan.
" Satu lagi. " kata Al menghentikan langkahnya begitu juga Clinton.
" Aku lapar. " katanya sambil merangkul pundak Clinton.
" Kirain Kamu tidak bisa laper !!!! " sindir Clinton.
" Bisa dong .... Apalagi lapar Saya beda dengan laparnya Orang Orang .... " sahut Al.
" Beda gimana ??? " tanya Clinton dengan bingung dan penasaran maksudnya apa.
" Aku lapar dan hanya ingin memakan Yesline. " bisiknya ditelinga Clinton.
" Sialan !!! Dasar Dokter Mesum !!! Lagi begini, Masih bisa bisanya pikiran Kamu mesum !! " cetus Clinton kesal.
Dia selalu menelan ludahnya setiap kali melihat kemesraan Mereka hingga terkadang Mereka bisa melakukan hubungan badan tanpa mempedulikan Orang disekitarnya seperti yang Apartemen pas di RS Singapura.
Clinton hanya menyaksikan dan mendengar ******* ******* Mereka berdua membuatnya melakukan olahraga itu dengan Sendiri di kamar mandi. Karena bagaimana pun Dia adalah Pria normal pada umumnya.
" Hahahah .... " Al tertawa.
" Aku akan memperjuangkannya Clin, Besok Aku mau bawa Dia ketemu sama Papa dan Mama. " kata Al dengan sangat yakin.
" Baguslah. Aku dukung Kamu !!! "
Mereka pun langsung ke Indo dan sampai disana sudah subuh. Clinton juga langsung menuju Apartemennya begitu juga Al dan mendapati Yesline yang lagi sholat subuh.
" Aduh .... Tuan Putriku ini, Aku sangat mencintaimu. " gumam Al yang semakin bucin dengan Istrinya itu.
__ADS_1