
Al,.Clinton, Gabriel dan Nicho beserta pasangan mereka tiba di bandara internasional pulau jeju. Mereka di jemput oleh Hans, Gabriel memang sengaja memberikan fasilitas sebuah resort mewah untuk bulan madu di jeju lebih tepatnya di Lotte Resort Jeju Art Villas.
Awalnya, Al malas menggunakan fasilitas dari Gabriel, tentu saja Al merasa gengsi yang tinggi. Dirinya tidak mau dibilang liburan tanpa modal, maka itu ia tetap ngotot untuk berangkat wajib memakai private jet miliknya tidak memakai private jet milik Gabriel.
"Kamu kenapa Chloe, kok wajah kamu cemberut aja sih dari tadi aku lihat?'' tanya Azka yang sedang berjalan disamping Chloe.
"Enggak apa apa, aku cuma sebal aja kak." jawabnya.
Azka yang mendengar jawaban Chloe sedikit mengerutkan dahinya, "Sebel kenapa dan sama siapa?'' tanyanya.
"Tuh," jawab Chloe sekenanya sambil mengerucutkan bibirnya ke arah Nicho yang sedang berjalan.
"Kamu sebal sama papa kamu?'' tanya Azka dan Chloe menganggukkan kepalanya.
"Kenapa?''
"Aku sebal aja, tadi di pesawat papa gak gendong aku sama sekali." gerutu Chloe.
"Ya ampun, aku kira karena apa? Kamu tuh lucu, kan kamu udah sekolah, emang gak malu kalo digendong padahal udah besar? Kayak anak kecil aja!'' jelas Azka.
"Hehehe, iya juga ya, Kak.kaka Azka nanti janji ya sama Chloe, kalo kak Azka besar nanti gendong Chloe." imbuh Chloe dengan wajah yang menggemaskan.
"Saat aku besar nanti, kamu juga udah besar Chloe. Kamu masih mau aku gendong?!''
"Mau. Pokoknya nanti kalo kak Azka udah besar harus janji gendong Chloe!" paksa Chloe.
Azka menghela nafasnya sejenak dan menoleh ke arah Chloe, "Iya, aku janji. Idah jangan bawel dan jangan sebal lagi. Tuh, lihat Om Hans dan Tante Meriam udah ada di depan."
__ADS_1
"Iya, Chloe udah gak sebal lagi, kan kak Azka udah janji sama Chloe. Makasih Kak," balas Chloe.
"Hm....." sahut Azka.
Perjalanan Al dan teman temannya diiringi dengan perdebatan Clinton dan Gabriel akibat ulah Clinton yang tidak sengaja buang angin di dalam mobil, dan bau kentut Clinton itu bisa dibayangkan ya. Katanya kalo orang ganteng itu kentutnya wangi namun pada kenyataannya kentut Clinton yang bau membuat Gabriel sang konglomerat menjadi mual. Berbeda dengan Al yang sudah terbiasa dengan Clinton, namun tetap aja kesal harusnya tidak di dalam Van juga. Sementara Nicho dan Hans beda mobil. Awalnya Ak yang mau satu mobil sama Hans, namun seketika ia mengingat Yesline yang pernah ngidam menatap wajah Hans jadi ia terpaksa menerima satu mobil sama Gabriel.
"Sialan kamu, Clinton. Makan apaan sih kamu?! Kentut kamu bau busuk, ganteng doang kentut bau busuk!'' umpat Gabriel.
"Ya elah, Gabr. Kan aku udah bilang maaf kelepasan tadinya mau buang diluar udah gak keburu! Kayak kamu gak pernah kentut aja! Lagian aku makan sesuai perintah kamu buat program kehamilan kemarin! Jadi kalo kentut aku bau, ya salah kamu lah yang nyaranin makan makanan kambing begitu!" balas Clinton.
Gabriel mengerutkan keningnya. ''Kok jadi aku yang salah, aku gak pernah nyaranin makanan kambing deh. Kemarin kan aku bilang banyak banyak makan makanan yang sehat dan bergizi seperti sayur sayuran dan buah buahan juga protein." elak Gabriel.
"Udah, Kak Gabr. Jangan dengerin Mas Clinton. Aku sama Mas Clinton udah ikutin saran Kak Gabriel kok, cuma mungkin Mas Clinton kurang suka sama masakan aku, jadinya dia bilang itu kayak makanan kambing Kak," imbuh Clara yang menjelaskan maksud Clinton. Ia tidak mau dikira nanti tidak mengikuti saran Gabriel.
"Wah wah, parah kamu Clinton, masakan istri sendiri enggak suka! Jangan bilang kamu lebih suka masakan yang lain nih!" ledek Gabriel dan langsung mendapat cubitan di perut Gabriel dari Leni.
Clara pun yang mendengar perkataan Gabriel langsung menatap nyalang ke Clinton. Takut jika ucapan Gabriel itu benar. Clinton yang merasa mendapat tatapan tajam dari Clara seketika langsung mengalihkan pandangannya ke Gabriel.
"Anjir kamu Gabr, punya mulut kompor bangat kamu! Aku mah suka masakan Clara, yang gak suka itu saran dari kamu!" kesal Clinton.
"Kamu baru tau dia kompor, maklum didikannya Erwin tukang provokator." celetuk Al.
Gabriel sudah menduga kalo Clinton dan Al akan menyerangnya dengan kata kata julid, makanya dia mengajak Nicho untuk menjadi sekutunya. Baru saja Gabriel ingin menjawab langsung di sela oleh Leni.
"Kalian ini hanya masalah dari kentut jadi merembet kemana mana, padahal bau kentutnya aja udah hilang dari tadi!! Kalo kalian masih mau berdebat mending turun aja deh semua biar aku yang nyetir aja, kalian ribut aja di luar. Di dalam mobil ini ada Azka dan calon bayi bayi kalian, jadi sebagai papa dan calon papa yang baik, di jaga ucapannya." sarkas Leni pada Al, Clinton dan Gabriel.
"Aku gak ikutan Len, cuma nimbrung aja!'' sahut Al.
__ADS_1
"Sama aja, Mas. Lagian masalah kentut aja jadi panjang!'' Yesline ikut bersuara.
Dan hal itu membuat mereka para kaum lelaki jadi terdiam.
*********
Setibanya di resort, mereka disambut para pelayan dan karyawan resort. Mereka masing masing masuk ke dalam kamar mereka dahulu sebelum memutuskan makan malam.
Di kamar Hans,
Hans sedang memeluk Meriam di atas ranjang, setelah menjemput teman temannya tadi Hans meminta Meriam satu ronde untuk melayaninya dulu. Karena Hans sudah bisa menebak jika ada geng kampret, dia pasti akan sulit bermesraan dengan Meriam mengingat terlalu banyak masalah mereka, membuat Hans ikut terseret pusing dan memikirkannya.
"Mas, enak ya kalo dikelilingi sahabat sahabat seperti kak Al, kak Clinton, Dokter Gabriel sama kak Nicho, Untuk berpergian ke luar negeri udah kayak lagi pergi ke mini market depan komplek." ucap Meriam yang masih dalam keadaan polos tubuhnya tanpa sehelai benang apapun.
"Hahaha... Bisa aja kamu, sayang. Tapi menurut Mas banyakan enggak enaknya sayang. Karena Mas pusing sama ulah mereka, masalahnya enggak habis habis, kayaknya buat hidup tenang itu sulit, seperti begitu syulit melupakan Reyhan karena Reyhan itu baik!'' balas Hans.
Meriam yang mendengar candaan garing suaminya pun tertawa, "Hahaha.... Apaan sih, Mas! Garing bangat tau, sok sokan ngikutin trend viral di toktok, lagian kalo manusia itu hidupnya tidak akan bisa tenang Mas, yang meninggal aja masih belum tenang karena memikirkan amal baik dan buruknya." sahut Meriam.
"Iya juga ya, sayang. Istri Mas ini emang selain cantik, pintar, sholehah juga lagi. Jadi makin cinta." balas Hans.
Tok..... Tok.....tok....
Pintu kamar Hans dan Meriam diketuk, membuat Hand dan Meriam menoleh ke arah pintu kemudian saling pandang.
"Hans.... Woy!!! Keluar jangan buat anak mulu!!'' seru Clinton dari luar kamar Hans.
"Ck! Ini sayang yang Mas maksud, salah satu enggak enak berteman dengan mereka adalah menganggu privasi, Mas!'' keluh Hans.
__ADS_1