
Al menyewa Seoang baby sister untuk membantu Yesline merawat bayinya. Sore itu Al baru pulang dari Rumah Sakit, Dia sudah tidak sabar ingin melihat Putranya itu.
Namanya Azka Gunawan. Si ganteng dengan mata coklat dan rambut yang begitu lebat dan lurus. Hidungnya yang mancung dan kedua pipinya memiliki lesung pipi yang membuatnya semakin ganteng dan begitu sempurna. Bayi yang baru kemarin dilahirkan itu tidak terasa sudah berusia Dua minggu.
" Halo, Anak Papa, Sudah mandi ya ??? Papa kangen sama Kamu. Besok ikut Papa kerja ajah ya ??? " kata Al berbicara dengan logat yang sengaja dibuat buat sedikit lucu. Bayi mungil itu membuka mulutnya dan terlihat tersenyum. Entah apa yang mau dikatakan kepada Papanya yang ganteng itu. Posisi Al kini sedang berdiri menggendong Azka.
Yesline duduk di sofa, memperhatikan Suaminya yang menimanh nimang Azka.
" Gak boleh lah, Mas. Masa ke Rumah Sakit mau bawa Azka ?? Disana kan banyak virus. " Yesline mengerutu melarang Al.
" Kan cuma sebentar. Gak apa apa. Nanti di ruangan, Aku kasih mainan dan kasur buat Azka. " jawab Al ngeyel. Masa iya bayi dua minggu mau diajak keluar ???
Yesline memilih diam, tidak mau berdebat sama Suaminya yang akhir akhir ini suka ngeyel soal Azka.
Al masih menikmati wajah dan aktifitasnya dengan Putranya yang semakin hari semakin lucu itu. Al tidak sengaja melihat bekas gigitan nyamuk pada lengan Azka, Dia sangat gugup.
" Sayang, lihat ini. Masa Azka bisa digigit nyamuk ?? Kamu kurang teliti nih. Kalau nyamuk demam berdarah gimana ini ??? " suara Al berubah skeptis. Dia menunjukkan kepada Yesline sebelah tangan Azka yang bentol bentol.
" Astaga, Aku ambil minyak telon dulu. "
Yesline berjalan perlahan untuk mengambil minyak telon. Setelah mendapatkan minyaknya, Dia langsung mengoleskan di bekas gigitan nyamuk itu. Al masih mengomel menyalahkan Yesline maupun baby sister yang kurang peka. Padahal itu hanya satu bentolan saja. Yesline hanya menunduk melihat Al yang sedang marah.
Al semakin over protektif kepada bayi Mereka. Itu adalah permata hati Al yang harus Dia jaga.
" Lain kali jangan seperti itu lagi. " kata Al memperingatkan.
Ada Seseorang yang datang dari balik pintu, Dia adalah Nicho. Al memintanya menunggu di ruang tamu. Sedangkan Yesline masuk ke kamarnya membawa Azka yang sudah tertidur. Setelah mengobrol basa basi, Akhirnya Nicho membuka suaranya.
__ADS_1
" Aku mau minta bantuan Kamu, Tolong bujuk Orang Tuaku untuk mau merestui hubungan Kami. Bisa kan Al ??? " tanya Nicho memelas.
Dia sudah frustasi, semua cara sudah Dia coba tapi tetap saja Orang Tuanya menolaknya. Ini pilihan Nicho yang terakhir. Dia tidak mau Callista menyerah dan kembali lagi ke Amerika sendirian. Dia sudah terlanjur menginginkan bayi itu.
Al melipat kedua lengannya, Dia masih memikirkan perkataan Nicho dengan seksama. Al ingin menanyakan banyak hal, tapi Dia urungkan. Dia tidak ingin terlalu ikut campur. Dia tidak ingin membuat dirinya terlibat dalam urusan Callista lagi. Menjaga perasaan Pasangan jauh penting.
" Aku akan coba. " katanya yang akhirnya menerimanya.
" Terima kasih Al. " jawab Nicho sedikit lega.
Dia minta ijin ke Al untuk melihat bayinya dan menyapa Yesline. Al menginjinkannya. Toh sekarang Nicho sudah sama Callista, Sudah tidak bucin lagi dengan Yesline.
*****
Hans kembali ke Rutan untuk menemui kliennya. Dia sengaja datang pagi pagi karena siang harinya Dia ada meeting juga dengan klien yang lain. Hans memasuki rutan dengan menggunakan kaca mata hitam dan pakaian formal. Hans tidak sengaja melewati ruangan pertemuan napi. Dia melihat ada Gabriel disana. Kali ini Hans tidak salah lihat. Itu benar benar Gabriel. Hans mengintip dari balik jendela.
" Ayah mau Kamu ambil lagi semua harta Ayah. Ayah ingin melihat Mereka hancur sehancur hancurnya. "
Gabriel masih mendengarkan dengan seksama tanpa berkomentar.
" Kamu tau kan gara gara Mereka Ayah masuk penjara ??? Kehilangan Orang yang Ayah sayangi dan kehilangan harta yang seharusnya menjadi milik Ayah. Hanya Kamu yang bisa bantu Ayah. " bujuk Erwin.
Hans terperangah, saat mendengar bahwa Gabriel adalah Anak dari Erwin yang membuat kakinya langsung lemas. Dia langsung segera meninggalkan ruangan itu. Menyimpan vidio itu dan mengirimnya ke Clinton dan Leni. Pikiran Hans melayang entah kemana, Dia berjalan begitu cepat. Khawatir jika ada yang mengikutinya.
Dia sudah bisa membayangkan apa saja yang bisa dilakukan oleh Gabriel. Hans menunda jadwalnya untuk mengunjungi kliennya itu. Dia harus segera bertemu dengan Al. Tak lupa Hans juga mengabari Clinton.
" Clin, Kita kumpul di rumah Al sekarang !!! "
__ADS_1
Al berjalan mondar mandir, mendengar kabar dari Hans langsung membuatnya begitu khawatir campur marah. Dia tidak menyangka jika Laki Laki songong itu Anak angkat dari Erwin. Karena setau Al, Erwin tidak bisa memiliki keturunan.
" Aku juga gak nyangka, Masih ada ajah Orang jahat yang nyangkut. Belum ketauan. " kata Clinton. Dia duduk di sofa di ruang kerja Al. Hans dan Leni belum datang. Al meninju telapak tangannya sendiri karena geram.
" Semoga Kita belum terlambat. Semoga ajah Dia belum melakukan pergerakan apalun. " tersengar suara Seseorang yang baru muncul dari balik pintu membuat Al dan Clinton secara bersamaan menoleh ke arah sumber suara itu.
" Hans, Kamu sudah dapat info apa ajah tentang Dia ??? " tanya Al. Dia duduk ditepi meja kerjanya. Melipat kedua tangannya dan menatap ke arah Hans yang duduk di sebelah Clinton.
" Aku belum dapat info apa apa selain vidio itu. Tadi Aku langsung buru buru kesini. Kita tunggu saja Leni. Sebelumnya Aku sudah curiga sama Gabriel jadi Aku minta Leni untuk menyelidikinya. Semoga Dia sudah mendapat petunjuk. " jawab Hans.
" Laki Laki itu cerdik, sampai Kita tidak menyadari bahwa Dia itu musuh dalam selimut. " ujar Clinton.
" Iya. Makanya Dia berani sama Aku. " kata Al menimpali.
Al mendengar suara tangis Azka dari ruangan lain membuat Al tidak fokus dan berniat untuk melihat Putranya terlebih dahulu.
" Aku tinggal bentar, Azka nangis. "
" Oke. " jawab Clinton sembari menyandarkan punggungnya ke sofa dan langsung memainkan ponselnya.
" Iyap. " Hans menyahut. Dia melirik ke arah Clinton yang sedikit mengabaikannya.
" Apa karena Clara ??? " Hans mengedikkan bahunya dan membiarkannya. Dia langsung melihat beberapa file kliennya sambil menunggu Al dan Leni datang.
Al langsung bergegas menuju kamar Azka. Disana ada Yesline yang sedang menyusui Azka.
" Azka kenapa Sayang ??? " tanya Al, Dia berdiri disamping Yesline, Memeluk Istrinya dari belakang.
__ADS_1
" Mas, Geli ah ... " kata Yesline protes saat Al menciumi lehernya penuh nafsu.