Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 40


__ADS_3

Setelah pengajian selesai, Tiba tiba ada mobil sedan mewah hitam berhenti tepat di depan rumah Yesline dan sedikit menjadi perhatian para Tetangganya.


Yesline, Hans dan Clinton terkejut ketika melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


" Hai .... Maaf sepertinya Aku datang terlambat!! " kata Callista dengan anggun.


" Caaaa...llistaa ???? " kata Clinton dengan terkejut.


Hans langsung melirik ke arah Yesline, Yesline menundukkan kepalanya saat tahu bahwa Callista sedang menatap dirinya.


Dari situasi ini tentu Hans paham bahwa Yesline sudah mengetahui bahwa Dia Istrinya Al.


" Hai Clin, Kenapa wajahmu itu ??? Kamua kayak pucat ??? " cetus Callista menyindirnya.


" Ada urusan apa Kamu kemari ??? " tanya Clinton.


" Memangnya Aku tidak boleh datang untuk menyampaikan duka citaku untuk Wanita simpanan Suamiku ??? " kata Callista dengan santai dan sedikit senyum.


Mendengar perkataan Callista itu tiba tiba dada Yesline serasa sesak dan sakit saat dikatakan bahwa Dia Wanita simpanan.


" Jangan membuat keributan disini Callista !!! " tegur Clinton memperingatkan.


" Wah .... Ternyata banyak sekali pelingung Wanita malam ini iya .... Aku jadi iri!!! " jawab Callista menyindir.


" Maaf Nyonya Gunawan, Anda adalah Seorang yang berpendidikan pastinya Anda tau adab dan etika bertamu. " kata Hans.


Callista menatap Hans, Dia menatapnya dalam dalam penampilan Hans yang memakai baju koko dan jeans membuat Dia tidak kalah ganteng walau hanya memakai pakaian seperti itu.


" Wah ... Sepertinya Kamu tidak asing ... " kata Callista sambil menatapnya dari bawah keatas.


Callista berjalan mendekat ke arah Yesline. Hans dan Clinton pun mengikutinya, Sementara Yesline menundukkan kepalanya.


" Hai, Wanita malam, angkat kepalamu, Jangan menunduk !!! Wah .... Kamu hebat sekali iya, Susuk apa yang Kamu pake hongga Dua Pria ini benar benar menjagamu !! " cetus Callista menyindirnya.


" Callista !!!! Cukup !!!! " bentak Clinton.


" Kamu tidak usah ikut campur !!! " bentak Callista balik.


Tetangga Yesline yang hendak pada mau pulang, Melihat ke arah Yesline. Bahkan ada yang menggunjing, mengatakan bahwa Dia tidak tahu malu karena merebut suami orang.


Tetangganya mengatakan dan bergosip begitu karena mendengar perkataan Callista yang mengatakannya sebagai Wanita simpanan. Jadi Tetangganya selalu mengambil kesimpulan dengan apa yang didengar dan dilihat tanpa mencari tahu kebenarannya.


Yesline menganggkat wajahnya dam saat ini Dia menggunakan kerudung karena baru habis pengajian.


Dia berusaha tegar. Dia menatap Callista dan mengingatkannya saat Callista bersama Nicho sepupu Al. Membayangkan itu terasa sangat sakit di dalam dadanya Yesline bahwa Callista menyelingkuhi suaminya itu.


Rasanya, Yesline tidak terima bahwa suaminya itu diselingkuhi dan diperlakukan seperti itu oleh Callista.


" Nama Saya Yesline, Nona Callista. Dan Saya bukan Wanita simpanan melainkah Istri sah dari Dokter Al Gunawan. Bukan seperti Anda yang menjadi simpanan Nicho Gunawan Sepupu Suami Saya. " jawab Yesline dengan tenang dan menyindirnya juga.


Emosi Callista benar benar terpancing saat Dia mendengar perkataan Yesline itu, Apalagi didepan Hans dan Clinton. Karena yang Callista tau, Clinton dan Al tidak tau tentang perselingkuhannya dengan Nicho.


Callista mengira bahwa Yesline tahu karena Dia dan Nicho sering bertemu di club Alexiz.

__ADS_1


" Lancang sekali mulutmu Wanita murahan !!!!." kata Callista emosi dan menampar Yesline.


" PLLAAKK .... "


" Callista !!! " teriak Clinton keras.


" Yesline .... " kata Hans.


Mereka pun menjadi tontonan warga dan Callista tersenyum sinis beserta wajahnya yang penuh emosi dan kegeraman.


" Ingat, Statusmu tidak resmi. Bahkan Anak yang Kamu kandung itu pun tidak sah dimata hukum !!! Aku rasa mungkin Mamamu meninggal karena shock Anaknya menjadi Seorang Pelakor. " cetus Callista geram.


" Callista!!! Cukup !!! Jangan buat keribuatan di rumah Orang !!! " bentak Clinton.


Yesline mengerutkan keningnya.


" Kenapa Kamu bisa menyimpulkan kematian Mamaku ??? Seakan akan Kamu sangat mengetahui penyebab kematian Mamaku !!! Lagipula untuk status Anakku, bukan urusanmu !!! " jawab Yesline dengan lantang.


Perkataan Yesline itu pun sedikit masuk akan bagi Clinton. Berbeda dengan Hans yang menahan emosinya karena Callista menampar Yesline.


" Aku hanya menduga duga saja. !!! Karena setauku mana ada Orang Tua yang menyetujui Anaknya menjadi Seorang Pelakor. " kata Callista senyum remeh.


" Kalau begitu, Tidak perlu menduga duga lagi. Almarhum Mamaku sudah tenang. Dan Anda tamu yang tidak Saya harapkan, jadi silahkan pergi !!! " jawab Yesline tegas.


" Sombong sekali dirimu Wanita ****** ???? " cetus Callista.


" Hans .... " panggil Yesline dan masih menatap Callista.


" Iya Yes ... " jawabnya.


" Tentu saja ada. Mau Saya sebutkan pasal pasalnya ??? " kata Hans tersenyum sinis melihat Callista.


" Baiklah. Saya akan pergi. Tapi ingat, Akan Aku pastikan Kamu akan dibuang oleh Al !!! ancam Callista tersenyum sinis dan pergi meninggalkan rumah Yesline.


Yesline menghela nafasnya saat Callista sudah pergi. Airmatanya perlahan menetes di pipinya.


Clinton benar benar kasihan sama Yesline. Tapi Dia tidak mau terlalu dalam untuk mencampuri urusan rumah tangganya.


Begitu juga dengan Hans, dari awal sudah menduga akan terjadi seperti ini. Rasa benci sama Al semakin bertambah dalam diri Hans. Sudah tidak becus menjaga Yesline dan Mamanya, Sekarang tidak bisa memilih antara Yesline dan Callista. Membuat Hans berpikir apakah Dia akan merebut Yesline kembali ??


Jika memang Al tidak menikahi Yesline secara hukum, Hans bisa menikahinya dan mengangganp Anak Yesline sebagai Anak di mata hukum. Walaupun nanti bisa dipastikan akan ada perdebatan dengan Keluarganya.


" Yesline ..??? " panggil Hans.


" Maaf Hans, Aku masih belum mau bicara apapun. Sebaiknya Kamu pulang saja. Aku ingin sendiri dan ingin Istirahat !!! " jawab Yesline.


" Mas Clinton, Kamu juga bisa pulang malam ini. Aku akan tidur disini, Nanti Aku akan menghubungi Al. " kata Yesline dan Clinton menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu Aku pulang dulu iya Yes, Besok pagi Aku akan mampir kesini. " kata Hans dan Yesline menganggukkan kepalanya.


" Assalamualaikum .... " lanjut Hans.


" Walaikumsalam .... " jawab Clinton dan Yesline.

__ADS_1


Hans pergi meninggalkan rumah Yesline dan tinggal Yesline dan Clinton yang ada disana. Para tamu dan tetangga sudah pergi semenjak Callista pergi juga.


" Aku akan menceritakan kejadian ini sama Al. Aku harap Kamu bisa menjaga dirimu, Seperti yang pernah Aku bilang itu bahwa Callista itu bisa menggunakan segala cara. " kata Clinton.


Yesline menggelengkan kepalanya. " Jangan ceritain masalah ini sama Mas Al, Aku gak mau menambah beban buat Dia, Mas .... " kata Yesline melarang.


" Maaf Yes ... Tapi kalau Saya tidak cerita, Al akan marah nanti. Apalagi Callista tau kalau Kamu lagi hamil. " jawab Clinton.


" Oh iya Mas, Dari mana Dia tau kalau Aku lagi hamil ??? " tanya Yesline melihat Clinton.


" Entahlah .... Yang jelas Dia sudah tau banyak tentang Kamu. Jadi Kamu harus hati hati. " kata Clinton mengingatkan.


" Iya Mas. " jawab Yesline.


" Sekarang, Sebaiknya Kamu istirahat. Kamu harus jaga kondisi kesehatanmu, Ingat Kamu lagi hamil, Yes .... "


" Iya Mas, Aku akan Istirahat. Kamu pulang ajah iya ... "


" Iya. Kalau begitu Aku pamit iya, Kamu ada apa apa langsung hubungi Aku saja jika Al tidak menjawabnya.'' kata Clinton mengingatkan Yesline.


" Iya Mas. Terima kasih banyak Iya.... " jawab Yesline senyum.


" Baiklah. Aku pamit dulu iya, Assalamualaikum .... " kata Clinton dan melangkahkan kakinya ke arah mobilnya.


" Walaikumsalam .... " jawab Yesline menatapnya hingga jauh.


Jam 22.00 Al keluar dari ruang operasi. Dia benar benar lelah malam ini karena Operasi kali ini benar benar menguras tenaga dan waktunya. Al langsung keruangannya untuk mengecek ponselnya. Namun sebelum ke ruangannya, Dia menyempatkan untuk mengecek Papanya dulu.


Dikamar VVIP itu ada Mamanya yang menjaga Papanya. Wanita paruh baya itu masih terlihat sangat cantik diusinya yang sudah tidak mudah lagi. Dia begitu setia menemani Suaminya itu yang didiagnosis mengalami penyumbatan di pembuluh darah di kepalanya.


Al menghampiri Mamanya yang lagi tidur di sofa. Al merapikan selimut yang dipakai Mamanya itu, Namun ternyata gerakan tangan Al membuat Mamanya terbangun.


" Al ..... " kata Mamanya dengan masih sedikit ngantuk.


" Maaf Ma. Mama jadi bangun. Al tadi cuma mau merapikan selimut Mama." kata Al.


" Tidak apa apa. Kamu baru selesai Operasi ??? " tanya Mamanya.


Al menganggukkan kepalanya.


" Gimana Ma, Sudah ada kemajuan kesehatan Papa ??? "


" Tadi Dokter Lasma Bilang, Besok Papa akan di CT Scan dan MRI juga. " jawab Mamanya.


Al menganggukka kepalanya mendengar perkataan Mamanya itu.


" Kamu istirahat ajah Nak. Kamu kelihatan lelah sekali. " kata Mamanya.


" Iya Ma. Al memang lelah bangat satu hari ini. " jawab Al mengeluh sama Mamanya.


" Kenapa Sayang ??? " tanya Mamanya yang melihat wajah Al yang sedikit berubah.


" Al sudah menikah lagi Ma. Dan Istri Al lagi hamil saat ini. " kata Al menatap Mamanya.

__ADS_1


" Aapaaa ???? "


__ADS_2