
" Mas ..... Turunin Aku .... " kata Yesline pelan, saat wajah Al kembali mendekatinya.
Kedua tangannya menahan dada Al yang mendekat, dan hendak mendorong tubuh kekar itu. Tapi Dia tidak kuat, Dia memejamkan matanya saat hidung Al menempel di hidungnya.
" Aku mau ngajak Kamu ke suatu tempat. Kamu gak boleh nolak !! " bisik Al lembut di telinga Yesline.
" Aku gak ma... " jawaban Yesline terputus saat bibir Al kembali membekap bibirnya.
Yesline merasakan tangan Al yang sudah menjelajahi lehernya membuatnya bergidik. Kini, Dia bisa merasakan nafas Al menyapu pipinya, saat tangan Al berhenti di dadanya.
Yesline langsung membuka matanya dan mendorong tubuhnya sekuat tenaga.
" Mas Al !!! Aku mau turun, Please !!! " bentak Yesline berusaha merapikan dressnya lagi. Al memutar matanya dengan malas.
" Tiap Kamu gak nurut sama Aku, Aku ingin melahap setiap jengkal tubuhmu. Memberikan tanda pada setiap bagian tubuhmu, sebagai bukti bahwa Kamu itu milikku. "
" Apa Aku hanya sebagai pemuas nafsu bagimu saja ????? " cetus Yesline marah.
Mata Al menatap jauh kedepan, mengingat kenangan beberapa saat lalu saat Nicho menyimpan begitu banyak foto foto Istrinya, tangan Mereka bersentuhan dan saling pandang. Al bisa menyimpulkan bahwa Yesline merasa nyaman di samping Nicho dan Dia tidak suka itu.
" Aku tau Kamu marah, Tapi Aku tidak akan membiarkannya berlarut larut terlalu lama. " jawabnya menatap Yesline.
" Aku mencintaimu, Yes ... Malam itu yang Aku lakuin ke Callista hanya sekedar simpati saja. Oke, meski itu alasannya, Aku tau Aku salah. Tapi melihatmu tinggal dengan Nicho itu juga salah. Aku tidak suka melihatnya, Aku ingin Kamu pulang. Bagaimanapun Aku Suamimu, Aku punya hak atas dirimu !!! " kata Al lagi, Masih telihat emosi tapi sekuat tenaga Al menahannya.
Yesline bisa merasa kekecewaan Al dari nada bicaranya itu. Itu semua karena Dirinya terlalu lemah sampai menerima uluran bantuan dari Nicho untuk tinggal di Apartemennya. Seharusnya Yesline menolaknya dan tinggal di rumah lamanya. Dan kejadian saling tatap tadi memang benar benar tidak disengaja.
Dia tidak suka ditatap Al dengan tatapan tajam menyelidik seperti itu membuat hatinya terasa sakit. Yesline suka Al menatapnya dengan tatapan sayu dan tatapan penuh cinta bukan tatapan seperti ini.
" Apa Kamu masih marah ??? " tanya Al penasaran. Jika Laki Laki yang di depannya itu belum mendapatkan jawaban yang Dia mau, Dia akan terus bertanya membuat Yesline terganggu.
Yesline terdiam dan masih memikirkan yang ada di hatinya bahwa apa Al hanya menyukainya sebagai pemuas nafsunya saja dan tidak mencintainya dari hatinya dengan tulus.
" Yes ??? " panggil Al lagi dan tatapannya semakin tajam dan ingin mendengar jawabannya dengan penuh penasaran. Tangan Al menggenggam tangannya dan matanya menatap Yesline. Yesline menghela nafasnya dan menjawab.
__ADS_1
" Aku hanya ingin tau, Sebenarnya apa sih posisi Aku dihati Kamu ??? "
Tiba tiba ada tangan dilapisi dengan sapu tangan menekan pelan bibir Yesline hingga Dia tak sadarkan diri.
*********
Mata Yesline terbuka pelan pelan saat ponselnya berdering.
" Dimana Aku ?? kamar siapa ini ??? " Yesline bertanya tanya dalam hati. Dia sangat bingung kenapa Dia ada di kamar mewah ini yang dipenuhi dengan bunga mawar itu. Wangi aroma parfum romantis dengan pencahayaan lilin lilin putih. Benar benar seperti kamar pengantin baru bak ratu dan pangeran.
Yesline pelan pelan bangun dan melangkah keluar kamar. Dia menemukan sepucuk surat. Dia teringat bahwa Dia tadi sedang bersama Al tapi tiba tiba ada yang membekap mulutnya dengan kain.
Yesline mengurungkan niatnya untuk keluar kamar, Dia menelusuri setiap sudut kamar untuk mencari benda yang bisa digunakan untuk melindungi diri jika nanti tiba tiba ada Orang jahat yang datang. Kepala Yesline celingukan mencari Al. Namun Dia tidak menemukannya sehingga Dia membaca surat itu dan isinya.
" Buka tirai jendela kamarnya. "
Tanpa berpikir panjang, Yesline langsung bergegas pelan membuka tirai jendela itu.
" Dor .... Dor .... Dor .... "
" Love You, Yeslineku Sayang .... "
Yesline membuak mata indahnya lebar lebar sambil menutup bibirnya dengan kedua tangannya tertegun dan tersipu malu.
" Muaach .... "
Satu kecupan terasa begitu lembut di leher belakang Yesline yang begitu mulus dan jenjang.
" Selamat malam Cantikku. Maaf membuatmu ketakutan, Aku hanya ingin memberi sedikit kejutan setelah beberapa hari Kita saling marah marahan. " Al tiba tiba sudah berada di belakang Yesline. Air mata Yesline tiba tiba berjatuhan membasahi pipinya. Tangisnya makin menjadi jadi.
Bukan tangisan kesedihan, namun tangis rasa lega di hati. Ternyata tidak ada yang menyuliknya.
" Kami jahat Mas, Kamu jahat !!! " kata Yesline sembari memukulnya.
__ADS_1
" Maafin Aku, Sayang. " jawab Al sembari mencium bibir seksi Yesline. Lumayan lama Al menahan lembut ciumannya disertai pelukan erat, berharap Yesline bisa merasa lebih tenang.
" Jam berapa sekarang Mas ??? Aku harus pulang. " kata Yesline berusaha melepas pelukan Al.
" Aku tidak mengijinkanmu pergi. " jawab Al dengan tegas.
" Tapi Mas, Aku masih butuh waktu untuk memikirkannya. " jawab Yesline protes.
" Kita pikirkan bersama, Sayang. Aku akan mengambil hatimu lagi. Kamu boleh marah tapi biarkan Aku berusaha untuk mendapat maaf darimu. Malam ini Aku sudah mempersiapkan dinner spesial. Ini gaun Aku pesan khusus buat Kamu dan cocok buat Kamu. " kata Al sambil memberikan paper bag kepadanya.
" Makasih. " jawab Yesline ketus dan mendorong tubuh Al keluar kamar.
" Mas keluar dulu. Aku mau mandi dan siap siap. " kata Yesline.
" Biarkan Aku disini Sayang, Siapa tau nanti Kamu butuh bantuan untuk memakaikan gaun Kamu atau Aku boleh ikut mandi sekalian, Sayang ??? " goda Al.
" Gak Mau !!! Mas keluar dulu. " Yesline langsung menolak dengan nada kesal membuag Al semakin gemas, meski ada sedikit rasa kecewa karena penolakan Yesline. Yesline pun langsung menutup pintu saat Al sudah benar benar di luar kamar dan menguncinya dari dalam.
" Aku tunggu di bawah Sayang .... " kata Al teriak sebelum turun ke bawah.
" Iya. " terdengar jawaban Yesline yang sepertinya sudah berada di kamar mandi.
*********
Al yang dari tadi memainkan ponsel untuk menunggu Yesline tiba tiba turun dan perhatiannya berpaling pada suara langkah sepatu yang menuruni anak tangga. Mata Al terbuka lebar melihat sosok Wanita yang menuruni tangga penuh dengan keanggunan. Dengan balutan gaun merah, rambut dibiarkan terurai, dipadu dengan lipstik merah mudah dan anting kecil menghiasinya ditambah dengan mata lentiknya.
Benar benar malam ini Yesline seperti bidadari yang turun dari surga. Bahkan indahnya cahaya rembulan akan kalah dengan kecantikan dan keanggunan Istrinya itu. Seakan akan tak punya oesona apapun dibandingkan dengan Wanita di hadapannya itu. Yesline menghampiri Al dengan ragu ragu. Yesline dipersilahkan duduk di bangku yang sudah disiapkan.
" Silahkan duduk, Sayangku. Kamu benar benar cantik malam ini. " kata Al memujinya dengan menuangkan anggur ke gelas. Al oun duduk bersanding dengan Yesline.
Pelayan mulai berdatangan untuk menghidangkan menu makanan yang hangat memenuhi meja makan berhiaskan tiga lilin merah tepat berada di tangah.
" Silahkan Nona. " kata Seseorang menyajikan sepiring kecil makanan pembuka. Saat Yesline hendak memakannya, tiba tiba Dia merasakan sesuatu yang agak keras di dalam makanannya.
__ADS_1
Benar saja, terlihat kotak cincin kecil keluar dari makanannya saat Dia menyibaknya dengan sendok garpu. Al pun berdiri dan mengambil kotak itu dan membukanya sambil berlutut di samping Yesline.