Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 91


__ADS_3

Clinton sedang menunggu di ruang tamu, Dia duduk duduk di sofa oanjang dengan malas. Semenjak jadi Pengacara Al, Hans jadi ikut ikutan seperti pengangguran. Kerjaannya ngurusin Al dan Keluarganya saja. Dia terkekeh mengingatnya.


" Gak masalah, lah .... Yang penting bayaran full masuk ke rekening. " gumamnya tertawa seperti tidak percaya apa yang Dia lakukan sekarang.


Sebenarnya Callista hari ini mau pergi ke Luar Negeri sebelum Al memberitahunya bahwa Dia akan mengadakan pesta pernikahannya dengan Yesline. Dia akhirnya menunda jadwal keberangkatannya.


Callista sudah memutuskan untuk sementara waktu akan stay di luar negeri, membangun karir disana dan juga untuk memulai hidup baru yang lebih baik. Al sangat mendukung keputusannya. Al ingin menikah dengan Yesline agar sah dimata hukum.


Hari ini rumah Callista dipasang dengan polisi line, Polisi akan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti lanjutan.


Untuk sementara Callista akan tinggal di hotel. Sekarang Dia sedang mengemasi barang barangnya. Dia juga berjanji akan ikut andil dalam persiapan pernikahan Al dan Yesline sebagai permintaan maaf atas semua kesalahan yang sudah Dia lakukan selama ini.


Didalam kamarnya, Hans ikut membantu untuk mengemasi barang barang Callista.


Setelah Mereka selesai, Mereka akan bertemu dengan WO di Restoran Bintang lima di Jakarta. Al ingin pesta pernikahannya meriah.


Al pergi ke Bangka untuk menjemput Yesline. Dia tahh Yesline pasti marah, Karena itu Dia ingin memberikan kejutan.


Sebelum Dia pergi, Mamanya dan Leni masih belum ada jawaban dari panggilan Al membuatnya frustasi.


*******


Sampai di Bangka, Al langsung menuju penginapan khusus yang Mereka tempati. Penginapan itu tidak jauh dari pantai. Tanpa ada rasa curiga, Al melihat pintunya masih tertutup dan memangil Yesline.


" Yes .... Yesline Sayang ... " panggil Al sambil mengetuk ngetuk pintu. Beberapa saat tidak ada jawaban.


" Yesline, Sayang .... Kamu ada dimana ??? " gumam Al ketika tidak ada jawaban dari Yesline. Hatinya mulai tidak tenang saat Dia memegang gagang pintu dan ternyata tidak terkunci. Al berlarian dengan panik mengelilingi penginapan karena tidak ada Yesline ditemukan disana.


" Yes, Jangan bercanda Sayang .... Kamu dimana ??? " Al berteriak kencang.


Di dalam lemari pun sudah kosong. Koper dan pakaian Yesline sudah tidak ada.


Al berlari keluar dan menuju penginapan Mamanya dan Leni karena penginapan Mereka berbeda tapi jaraknya tidak terlalu jauh. Dia semakin kaget dan panik ketika sampai disana Dia melihat Mamanya sedang menangis dan Leni berdiri disampingnya untuk menenangkan.


Al mendekati sang Mama, bersimpuh di depan Wanita paruh baya itu, Al menyentuh tangan Wanita itu.

__ADS_1


" Kenapa Ma ??? " tanya Al dengan suara parau. Dia gelisah memikirkan keadaan Yesline.


Mamanya menggerakkan matanya menatap Al, tanpa menjawab Dia langsung memeluk Al.


" Kenapa Kamu baru datang Nak ? " Mamanya menangis.


" Yesline sudah tidak ada dikamarnya mulai pagi, Nak.. " Mamanya menangis histeris.


Al tertegun, kakinya lemas. Dia terduduk lemas dilantai. Leni berusaha diam, berpura pura tidak tau apa apa.


" Kenapa Mama tidak memberitahu Al ?? Dari tadi pagi juga ponsel Mama tidak bisa dihubungi ?! " kata Al, Pikirannya kacau.


Mamanya menunjukkan ponselnya yang rusak karena jatuh di lantai. Karena kepanikannya tadi pagi mencari Yesline.


Pandangan Al beralih menatap Leni dan penuh selidik.


" Aku memintamu untuk menjaganya, kenapa Dia bisa pergi dan Kalian tidak ada yang tau, Hah ???? " bentak Al marah dan Leni menunduk. Bukan karena Dia ingin menghormati Bos nya, bukan. Karena Dia tidak ingin Al melihat kebohongan dimatanya.


" Maaf, Pak. "


" Sial !!!! Ini kesalahan Kamu yang paling fatal, Leni !!! Nanti Kamu harus cari Yesline sampai ketemu !!! Kita kembali ke Jakarta hari ini juga !!! Yesline pasti sudah tidak disini, karena semua bajunya sudah tidak ada di lemari !!


" Ma, Kemasi semua barang Mama, Al tunggu. "


Mamanya langsung bergegas memasukkan semua bajunya ke dalam koper dibantu Leni.


Al mondar mandir sambil menghubungi Clinton dan yang lainnya untuk mencari Yesline di Jakarta. Clinton terperangah, Rahangnya terbuka, Dia benar benar kaget.


" Apa ???? Yesline hilang ???? " pekiknya kaget. Disusul Hans yang mengekor di belakangnya.


" Iya. Sejak tadi pagi dan tidak ada yang memberitahuku!! " geramnya sangat marah. Dia melirik ke arah Leni.


" Atau sebelum pagi, Entahlah !!! " Al seperti tau bahwa Leni tau sesuatu.


" Baiklah. Kami akan mencarinya. " jawab Clinton dan Al menutup panggilannya.

__ADS_1


Mamanya dan Leni sudah selesai berkemas mereka langsung menuju Bandara dan kembali ke Jakarta. Setelah beberapa jam perjalanan, Mereka akhirnya sampai. Al langsung mengantar Mamanya dan Leni ke rumah dan setelah itu langsung melanjutkan untuk mencari Yesline.


Dia mengelilingi setiap jalanan di Jakarta. Setiap sudut kota besar itu sudah Dia datangi tapi Yesline tidak ditemukan.


Hari itu Yesline tidak ditemukan dimanapun, hampir seluruh tempat yang Dia datangi tidak ada Yesline, bagai lenyap di telan bumi.


Al memukul kemudi frustasi.


Pencariannya sudah berjalan selama dua hari. Tapi tidak menemukan petunjuk apapun. Dia bahkan belum pulang sejak kemarin, tidak ada nafsu untuk makan atau melakukan apapun kecuali mencari Yesline.


Dia mengkhawatirkan posisi dan kondisi Istrinya itu.


" Yes .... Kembalilah. Jangan Kamu tutup semua jalan untuk pulang, biarkan Aku meminta maaf kepadamu, Aku tau Aku salah. Tolong jangan hukum Aku dengan cara seperti ini. "


" Aku mohon, Kembalilah .... " gumam Al.


Al menoleh ke luar mobil, kedua bola matanya menelusuri sekeliling jalanan yang Dia lalui tapi tidak ada Yesline disana. Tiba tiba Al teringat satu hal, Yaitu pemakaman Mertuanya.


" Benar .... Aku belum kesana. Siapa tau Yesline ada disana. " gumam Al yang langsung melajukan mobilnya ke arah pemakaman Mertuanya itu.


Tidak terlalu jauh dari lokasinya saat itu, dan Al sudah sampai disana. Al mulai berjalan masuk ke TPU dimana Mertuanya itu dimakamkan.


Dari arah yang tidak terlalu jauh, Al sedikit mengembangkan senyuman di bibirnya karena yang Dia cari saat ini benar benar berada di depan matanya, sedang bersimpuh diatas makam sang Mamanya.


Namun, baru saja Al ingin melangkahkan kakinya menghampiri sosok Wanita yang Dia cintai, Langkahnya terhenti dan senyuman yang sedari tadi tergambar diwajahnya saat sudah menemukan Yesline langsung memudar dan berubah, Mengerutkan keningnya serta mengepalkan kedua tangannya dikala melihat sosok Pria yang sedang bersama Yesline.


Al berjalan dengan penuh rasa emosi menghampiri Yesline dan Pria itu.


" Bugh ..... Bugh .... Bugh ...."


" Brengsekkk!!!!!! "


Al memukul wajah Pria tersebut berkali kali hingga Pria itu terhuyung dan terjatuh ditanah. Yesline terkejut melihat kehadiran dan tindakan Al itu.


" Mas Al !!!!!!!!!!!!!! " pekik Yesline.

__ADS_1


__ADS_2