Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode


__ADS_3

" Tidak .... tidak .... Mama .... Ma .... Ma...... " teriak Yesline menangis histeris.


" Yang sabar iya Yes ... Ikhlas iya .... " kata Clinton memegang tubuh Yesline dan menguatkannya.


" Tidak .... Tidak ..... ini pasti hanya mimpi kan Mas ??? '' teriak Yesline melihat Clinton.


" Tadi Mama masih senyum. Masih bercanda sama Mas Clinton.... Kamu lihat kan tadi ??? iya kan Mas ???? " kata Yesline tanpa jeda sambil membuka kain putih yang menutupi tubuh Mamanya itu.


" Yes .... " kata Clinton karena tidak tega melihat Yesline yang menangis dan tidak bisa menerimanya.


" Ma .... Bangun Ma.... Yesline disini Ma... Jangan tidur mulu Ma.... Baru saja Yesline tinggal bentar masa Mama langsung marah ???? Ayo Ma, Bangun Ma.... " kata Yesline dengan penuh airmata sambil menggoyang tubuh Mamanya yang sudah pucat.


" Ma ..... Bangun Ma .... Lihat Yesline Ma .... " kata Yesline dengan menangis histeris.


" Yesline ... cukup !!!! Iklaskan Mama Kamu biar Beliau tenang disana. Bukankah Kamu tidak ingin Mama Kamu sakit lagi ??? Sekarang Mama Kamu sudah tidak sakit lagi dan sudah tenang disana. Beliau sudah bahagia disana. Kamu harus Ikhlas dan sabar Yes .... " kata Clinton menenangkan Dia.


" Tidak !!!! Bukan ini yang Aku mau. Aku mau Mama sembuh, Mas ..... Mama sudah sehat kok tadi, ini cuma mimpi doang kan Mas ???? Iya kan Mas Clinton !!! Ini cuma mimpi kan ???? " teriak Yesline histeris.


Air matanya mengalis deras disamping Zanajah Mamanya yang sudah terbujur kaku.


" Yesline .... Please .... Kuat iya .... Aku harus telepon Al ... " kata Clinton yang tidak tega melihat Yesline.


" Ma .... Bangun Ma .... Mama ingin punya cucu kan ??? Yesline belum melahirkan Ma... Yuk bangun yuk Ma .... " kata Yesline dengan penuh airmata dan histeris seakan Dia tidak terima akan kepergian Mamanya itu.


" Kenapa iya Allah .... Baru saja Aku bahagia. Memiliki Mama, Suami dan Anak, Tapi Kamu sudah ambil Mama .... " gumam Yesline dengan gemetaran.


Clinton keluar kamar dan meninggalkan Yesline untuk menghibungi Al, Namun sayangnya ponsel Al tidak bisa dihubungi.


" Arrghhh .... Sial !!!!! Kemana sih Kamu Al..... " cetus Clinton yang panik juga karena panggilannya tidak tersambung.


Clinton menghungi pihak RS dan Mereka mengatakan bahwa Al sedang berada di ruang operasi.


Clinton langsung mengirim pesan kepada Al, Berharap selesai operasi Al langsung membaca pesannya. Clinton kembali ke kamar untuk menemani Yesline.


Tak lama datang para Perawat dan menanyakan kepada Clinton untuk prosesi pemakaman jenazah, Mau dibawa kerumah duka Indonesia atau mau di makamkan di pemakaman Singapura.


Clinton menanyakan Yesline dan Yesline meminta dimakamkan disamping makam Papanya. Walaupun kehidupan Papanya yang Yesline tidak suka tapi Dia tetap Papanya Yesline. Makanya Dia ingin makam Papa dan Mamanya berdampingan atau bersampingan.


" Bisakah Jenazah Mama Aku bawa ke Indonesia untuk di makamkan di samping makam Papa ??? " tanya Yesline sambil menangis.


" Aku akan mengurus semuanya. " jawab Clinton mengangguk.


" Terima kasih Mas Clinton. Apa Mas Al akan kesini ??? "


" Dia lagi diruang operasi. Aku sudah mengirim pesan sama Dia. Tapi jika Kamu ingin Mama Kamu dimakamkan di Indonesia, Sebaiknya biar Al yang mengurus disana dan Aku disini akan mengurus pemulangan jenazah Mama Kamu. " jawab Clinton menjelaskan.


Yesline mengangguk sambil menatap wajah Mamanya yang tersenyum pucat dan tidak bergerak. Yesline sempat bingung kenapa Mamanya tiba tiba pergi meninggalkannya tanpa mengatakan apapun. Padahal baru saja Dia pamitan ke kanton bersama Clinton.


Bahkan Yesline masih ingat senyum Mamanya saat bercanda dengan Clinton.Tuhan memang selalu membuat hidup Yesline penuh dengan cobaan.


Disaat Yesline sedang merasakan kebahagiaan atas kesembuhan Mamanya dan kehamilannya, Tiba tiba Tihan langsung menjatuhkan dirinya kebawah tanpa persiapan apapun untuk kepergian Mamanya.


*


*


*

__ADS_1


*


Al baru saja keluar dari ruang operasi, Asistennya memberitahunya bahwa Clinton menelpon RS dan mencari Dokter Al. Al langsung berlari menuju ruangannya dan mengambil ponselnya karena Dia tahu kalau Clinton sudah sampai menghubungi ke RS berarti itu sudah sangat penting.


Al tiba di ruangannya dan langsung mengambil ponselnya dan ada notifikasi 3 panggilan tak terjawab dan satu pesan.


Al langsung membuka dan membaca pesan dari Clinton dan dan memejamkan matanya melihat isi pesan itu dan merasa bersalah sama Yesline karena tidak ada disampingnya.


Al langsung menghubungi Clinton.


" Halo Clinton, Bagaimana keadaan Yesline ??? " tanya Al saat panggilan sudah diangkat Clinton. Karena yang ada dipikiran Al saat ini adalah kondisi kesehatan dan psikis Yesline apalagi posisinya masih hamil muda.


" Dia sangat terpukul sekali Bro, Dia sangat butuh dukungan." jawab Clinton.


" Saya berangkat kesana sekarang !!! " jawab Al.


" Gak usah Al, Mending Kamu ngurus disana karena Yesline minta Mamanya dimakamkan disamping Papanya. Kamu bisa urus yang disana dan Aku yang akan mengurus pemulangan jenazah dari sini. Aku juga udah kasih tau sama Yesline dan Dia juga mengerti. " jawab Clinton memberi saran.


" Makasih banyak Bro. Bisa Saya ngomong sama Yesline??? " tanya Al.


" Bentar. " jawab Clinton lalu memberikan ponselnya sama Yesline yang masih menangis disamping jenazah Mamanya.


" Yes, Al mau ngomong ...."


Yesline langsung mengambil ponsel Clinton.


" Halo, Mas ..."


Airmatanya langsung tumpah saat Dia bicara sama Al.


" Sayang .... Iklasin iya ... Kita sudah berusaha yang terbaik tapi Tuhan lebih berkuasa. " kata Al menenangkannya.


Al semakin khawatir dengan keadaan Yesline, Saat ini Al benar benar ingin memeluk Yesline.


" Tidak Sayang .... Kamu tidak gagal... Kamu sudah cukup berjuang, Sayang ... " jawab Yesline menenangkan.


Yesline tidak menjawab tapi Dia menangis tersedu sedu. Matanya sudah bengkak karena sudah menangis dari tadi.


" Sayang .... Aku akan mengurus semuanya disini dan Clinton mengurus disana. Aku akan menunggumu disini, Apa Kamu tidak keberatan ??? " tanya Al.


" iyaa.... Terima kasih untuk semuanya. Tapi bisakah Aku minta Mama, Dimakamkan disamping Papa ???" tanya Yesline masih terisak.


" Tentu Sayang .... Aku akan mengurus semuanya disini." jawab Al.


" Terima kasih Mas. " jawab Yesline.


" Ini sudah tanggung jawabku Sayang .... Jangan berterima kasih gitu, yang kuat dan tegar iya Sayang .... Itulah Yesline yang Aku kenal, Ingat Mama sudah bahagia disana. " kata Al menenangkan.


Panggilan pun terputus karena jaringan seluler dari Ponsel Clinton. Mamanya akan dimandikan oleh Petugas Jenazah RS ini. Sementara Clinton sudah meminta pihak RS untuk menyiapkan Ambulance dan pesawat yang akan menerbangkan jenazah dari Singapura ke Jakarta.


Begitu juga dengan Al yang sudah mengarahkan beberapa Anak buahnya untuk menyiapkan pemakaman Mertuanya itu sesuai arahan Yesline. Al juga menyuruh untuk memberikan bendera kuning di depan rumah Yesline karena bagaimana pun, Dia harus mengabari kepada tetangganya bahwa Mamanya atau Mertuanya itu sudah tidak ada.


Kebetulan saat itu Hans lewat dari depan rumahnya dan betapa terkejutnya Dia saat melihat bendera kuning itu. Hati Hans terenyuh dan memikirkan keadaan Yesline yang pastinya akan tidak baik baik saja.


Hans memutuskan untuk menelpon Yesline, Namun panggilannya tak kunjung dijawab.


Akhirnya Hans memutuskan untuk pulang dan menunggu jenazahnya sampai saja.

__ADS_1


Tepat pukul 6 sore, Jenazah tiab di jakarta. Al sudah menunggu Istrinya itu dan Sahabatnya Clinton.


Saat sosok Yesline sudah terlihat dan dirangkul oleh Clinton berjalan di belakang mengiringi peti jenazah yang akan dimasukkan ke Ambulance, Al langsung menghampiri Mereka.


Sebenarnya Al tidak suka Mereka yang begitu dekat, Namun Dia segera menepis rasa kecemburuannya itu karena itu bukan waktu yang tepat untuk cemburu. Clinton hanya berusaha untuk menguatkan Yesline dan itulah yang dipikirkan Al.


" Sayang .... Kamu harus kuat , Oke ???? " bisik Al dan mencium kening Istrinya itu.


Kini Yesline hanya mengangguk dan sudah tidak menangis lagi, Mungkin karena airmatanya sudah habis atau Dia sudah lelah menangis seharian. Dia hanya merasa dadanya sesak, Dia mengingat ketika perjuangannya saat Dia harus bekerja siang malam untuk pengobatan dan kesembuhan Mamanya itu.


Ingin rasanya Dia berteriak kepada Dunia yang tidak pernah adil baginya. Yesline benar benar lelah namun Dia harus kuat terutama di depan Orang yang memandangnya remeh.


Akhirnya Jenazah tiba di kediaman rumah duka, Al sudah mempersiapkan semuanya.


Hans datang melawat dengan kedua Orang Tuanya. Hans sempat beradu pandang sama Al, namun Dia abaikan. Dia lebih fokus ke arah Yesline.


Dia menghampiri Yesline. Al yang melihatnya menghampiri Yesline langsung menarik Yesline untuk dekat dengannya. Dia lingkarkan salah satu tangannya di pinggang Yesline. Sehingga menjadi pusat perhatian beberapa Tetangganya. Karen tetangganya belum mengetahui bahwa Yesline sudah menikah.


" Mas .... Jangan begini, Malu dilihatin banyak Orang ... !!! " kata Yesline protes.


" Sssattt.... Biarin saja, Kan sebagian Orang sudah tahu bahwa Aku suamimu. " jawab Al.


Memang saat tadi tamu para yang takziah, ada yang bertanya siapa Al dan Clinton. Dengan santai dan lugas Al menjawab bahwa Dia Suaminya.


" Ckckck .... " Yesline sedikit kesal mendengar jawaban Al.


" Aku harus menjagamu dan Anak Kita dari superhero yang sok sok an itu !!! " bisik Al ditelinga Yesline.


" Superhero Sok Sok an ??? " Yesline mengerutkan keningnya karena Dia tidak mengerti maksudnya.


" Itu si Hans, Yang menuju kemari !!! " jawab Al dan melirik Hans.


" Astafirullah, Mas !!! " sahut Yesline sambil menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya dengan tingkah Al.


" Yes .... Aku turut berduka iya ... " kata Hans menghampirinya.


" Terima kasih Hans .... " jawab Yesline.


" Boleh Aku membantu untuk memakamkan Mamamu ??? " tanya Hans.


" Sssi"


Belum sempat dijawab oleh Yesline, Al sudah memotongnya.


" Sudah ada Saya Suaminya dan beberapa Orang yang akan membantu. " jawab Al menolaknya.


" Oh .... Baiklah kalau begitu." jawab Hans sedikit menjauh.


Jenazah Mamanya sudah dikuburkan, Dan Dia sengaja mengadakan pengajian kecil malam ini. Namun Al tidak bisa hadir karena telepon dari Mama untuk menjaga sang Papa.


Al belum cerita sama Yesline bahwa Papanya di rawat di RS. Karena Al pikir ini bukan waktu yang tepat untuk memberi tahunya karen Dia masih berduka.


Makanya Al meminta Clinton untuk menjaga dan menemani Yesline dengan alasan Dia ada jadwal operasi malam ini.


Hans dan Clinton malam ini membantu Yesline. Awalnya Papa Hans melarangnya karena rakut ada fitnah di antara tetangganya, Namun Hans berhasil menyakinkan Papanya bahwa hal itu tidak akan terjadi.


Setelah pengajian selesai, Tiba tiba ada mobil sedan mewah hitam berhenti tepat di depan rumah Yesline dan sedikit menjadi perhatian para Tetangganya.

__ADS_1


Yesline, Hans dan Clinton terkejut ketika melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


" Hai .... Maaf sepertinya Aku datang terlambat!! "


__ADS_2