
Pagi itu Leni kembali bangun kesiangan, Gabriel sudah selesai mandi. Dia masih mengenakan handuk saja saat naik ke atas kasur untuk membangunkan istrinya. Dia mengukung tubuh Leni, dan menciumi pipi serta bibir wanita itu dengan pelan dan lembut. Membuat Leni mengerjap erjapkan matanya.
" Mas? Kamu sudah mandi? Jam berapa ini? " tanyanya kaget. Dia tidak sadar jika dirinya kembali berubah jadi pemalas.
Gabriel hanya senyum, dia tidak marah. Hari hari ini memang yang dia rasakan ada beberapa perubahan pada pola makan dan pola tidur Leni. Emosinya juga naik turun, tidak stabil.
Matanya menatap manik Leni, lekat. Jemarinya membelai pipi lembut itu, membuat Leni memejamkan matanya lagi, memeluk tubuh Gabriel semakin erat. Dia merasa nyaman dan tenang. Gabriel terkekeh pelan pelan, mendapati istrinya yang hari hari ini suka sekali bermanja manja dan tak mau lepas darinya.
" Kamu mau mas libur kerja lagi? " selidiknya, mata Gabriel mengerling manja. Wanita cantik dan manis itu langsung membuka matanya. Tawaran Gabriel membuatnya tertarik, dia ingin berlama lama memeluk Gabriel seperti itu seharian, tapi tiba tiba hari ini hatinya memiliki keinginan yang lain. Dia ingin ke rumah sakit menemani suaminya kerja.
" Sepertinya aku mau yang lain, Mas. " Ia menyahut tawaran suaminya. Memasang wajah semanis mungkin. Gabriel mengerutkan kedua alisnya, apa yang Leni inginkan?
Wanita itu menarik tubuhnya melorot ke bawah. Dia membuka handuk Gabriel dan memainkan yang dia suka di sana. Gabriel hanya menikmati permainan istrinya sembari tersenyum geli.
Aneh aneh saja maunya Leni, padahal dia baru selesai mandi. Harus mandi lagi kan, nanti?
__ADS_1
Gabriel terkekeh, gelenyar hangat mulai merasuki seluruh tubuhnya. Dia semakin menikmatinya. Mendesah dan menegang seiring permainan Leni yang semakin cepat.
" Sayang, kamu mau bermain seperti ini seharian? " Gabriel bertanya disela sela nafasnya yang memburu.
" Hm. " jawab Leni, enggan mengeluarkan sesuatu itu dari dirinya.
Tubuh Gabriel menegang hebat, Dia sudah hampir finish tetapi Leni tidak beralih dari tempatnya bahkan mulutnya masih penuh seperti membungkam es krim yang begitu nikmat.
" Sayang, Mas mau keluar nih. " kata Gabriel dengan gugup.
Gabriel sudah tidak tahan lagi. Dengan posisi seperti itu, dia melakukan pelepasannya. Leni memejamkan matanya saat ada sesuatu yang menyambar wajahnya. Dia terkekeh. Merasa dirinya sedang aneh, tiba tiba saja menginginkan hal seperti itu di pagi hari.
Gabriel mendesah pelan, dia berguling di samping Leni. Mengambilkan istrinya tissue dan mengelap wajah Leni.
" Enak sekali kan, menu sarapan pagi ini? " goda Leni, sembari terkekeh pelan.
__ADS_1
Tangannya masih mengelap setiap sudut wajahnya.
Gabriel masih terengah engah, Dia menoleh, menatap Leni sejenak.
" Eeeeenakkk... Sekali, sayang. Nanti nambah lagi ya? " sanjung Gabriel. Leni yang kini membulatkan matanya lalu terkekeh kembali.
" Nambah? Mau berapa piring? satu piring? Dua piring? " desahnya tak bisa untuk tidak sambil tertawa kecil saat mengatakannya.
" Berpiring piring. " jawab Gabriel yang langsung memeluk Leni kembali. Wanita itu bergelayut manja di dada bidang milik Gabriel.
" Mas, kamu gak ke rumah sakit? " tanyanya kembali.
" Ke rumah sakit lah sayang. Tapi kalau kamu izinkan. "
" Ya udah, boleh. Tapi aku ikut. Aku pengen ke rumah sakit. " sahutnya.
__ADS_1
Gabriel mengangguk. Leni bangkit dari tidurnya, dia menuruni kasur dan menuju kamar mandi. Mereka akan pergi ke rumah sakit.