Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 272


__ADS_3

"Hei!!!'' teriak sebuah suara dari arah belakang laki laki gelandangan yang berumur sekitar dua puluh lima tahunan itu.


"Fael?! Mampus kalian semua!'' sumpah serapahnya langsung keluar, setelah mengetahui temannya sudah datang. Sahabat dekatnya itu tidak akan pernah membiarkan dirinya disakiti. Dia bangkit dan menatap laki laki dengan penampilan sederhananya namun tidak mengurangi aura ketampanan dan kegagahannya, jambang tipis disekitar janggutnya menambah kesan sangar. Wajah laki laki gelandangan itu berubah sumringah. Berbeda dengan bodyguard tadi, wajahnya nampak mulai waspada, menatap tajam ke arah laki laki yang baru saja dipanggil dengan sebutan Fael.


"Kamu kenapa lagi sih, Vin?" tanya Fael kepada sahabatnya Kevin. Kevin setengah berlari dengan kaki pincang menghampiri Fael.


"Aku cuma nyari makan, tapi mereka menyerang dan menyeret pergi! Tolong aku, Fael. Balasan rasa sakit yabg dirasakan sahabatmu ini," rengeknya, seperti anak kecil yang tiba tiba dikeroyok oleh preman.


"Kamu sih, masih suka nyari makan di tong sampah, aku jewer juga nanti kuping kamu yang bendel ini!'' kesal Fael, dia juga termasuk gelandangan yang kluntang klantung kesana kemari untuk sekedar nyari makan, tapi dia tidak pernah merendahkan dirinya dengan makan dari sisa makanan yang di buang di tong sampah. Lebih baik dia tidak makan berhari hari.


Kevin beringsut sembunyi di balik tubuh Fael saat bodyguard tadi berjalan menghampirinya. Mata Fael menatap tajam laki laki itu.


"Kalian pergilah, Aku malas berantem! Kita pergi aja, Vin," ajaknya menarik lengan baju Kevin dari tempat itu. Hari itu suasana hatinya sedang tidak baik, kasihan mereka jika harus menjadi tempat pelampiasan.


Namun, salah satu dari mereka tiba tiba memukul punggul Fael menggunakan tongkat, membuat laki laki itu terhuyung ke depan. Sebelah tangannya menekan rasa sakit yang ditimbulkan dari pukulan tadi.


"Fael!'' desis Kevin terkejut melihat Fael tiba tiba dipukul, semua ini salahnya. Bodyguard tadi tersenyum puas, tapi mereka tidak sadar sudah membangunkan singa yang tidur.


Sedetik kemudian Fael membalikkan badan dan langsung menarik kerah salah satu dari bodyguard tadi, menarik dan membanting tubuh mereka dengan kuat, seperti layaknya membanting sesuatu yang ringan, terlihat begitu mudah. Di sana Kevin tersenyum menyoraki Fael yang memang jago berkelahi, jika ada sahabatnya itu, dia tidak takut dengan apa apa lagi.


"Dalam prinsipku, jika kalian memberikanku satu maka aku akan mengembalikannya tiga kali lipat lebih banyak, maka terima ini!'' satu tangan Fael kembali menarik kerah bajunya dan tangan yang lain meninju bawah dagu pria tadi hingga mulutnya memuncratkan darah segar. Satu teman bodyguardnya ketakutan dan kencing di celana.

__ADS_1


Kevin menertawakan kekonyolan pria bertubuh bongsor itu.


"Kamu memang hebat, Fael!'' dia mengacungkan jempolnya ke arah Fael.


"Ish! Kamu harus tanggung jawab carikan aku makanan, perut kosong malah kamu minta untuk berantem! Sana buruan cari makan!'' perintah Fael kepada Kevin. Dia berjalan mendekati Kevin dengan menepuk nepuk kedua sisi tangannya, seperti membersihkan tangannya dari sesuatu. Satu bodyguard tadi terkapar tak berdaya dengan wajah babak belur dan mulut yang berdarah, sedangkan satunya lagi lari terbirit birit.


Itulah Fael, laki laki gelandangan yang dikenal sebagai rajanya preman di kalangan wilayahnya. Namun hatinya lembut dan suka menolong.


Kevin kesenangan, dia langsung merangkul pundak Fael dan mengacak rambutnya. Laki laki itu mengeryitkan dahinya.


"Menjauh sedikit dariku, kamu memang bau!" ledeknya sedikit menahan tawa, dengan kedua telunjuk jarinya yang menjepit hidung.


Refleks, Kevin langsung mendekatkan hidungnya ke bawah lengan dan menyesap aroma yang keluar dari tubuhnya yang memang sangat menyengat. Dia tersenyum canggung menatap Fael.


"Ogah! Pergi saja sana sendiri, aku lapar mau nyari makan," tolak Fael, sebelah tangannya merogoh saku celana dan mengeluarkan lembaran uang yang tersisa. Dia masih punya seratus ribuan, upah dari menjadi tukang parkir saat ada event tertentu.


Tiba tiba ada yang menelponnya. Fael langsung mengangkat ponselnya yang terus berdering. Dia duduk di sebuah bangku dan mulai bicara.


"Ada job baru dan bayarannya lumayan gede. Kamu mau?" tanya seseorang diseberang sana.


Fael mengernyitkan dahinya. Laki laki yang menelponnya adalah Bos dari sebuah agensi persewaan bodyguard yang ia ikuti kerja.

__ADS_1


"Job apa, Bos? Asal gak aneh aneh, aku gak apa apa." Fael menjawab dengan datar.


"Kamu cukup berpura pura jadi seseorang dan lakukan tugas kamu. Nanti profilnya aku kirim ke nomor kamu."


Sambungan telepon terputus.


Fael tersenyum miring "Lumayanlah ada duit datang."


Laki laki itu kembali memasukkan kembali ponselnya ke saku celana.


Dunia ini kejam, dia mau melakukan pekerjaan apapun asal tidak membunuh orang.


FLASHBACK OFF


"Sudah, jangan ganggu aku, aku mau pijat pijat dulu. Cari artis lain saja!'' ketus Al. Dia berbaring lagi.


Sutradara itu tersenyum miring.


"Hahaha, kita lihat aja nanti, Al."


Sutradara itu juga membaringkan tubuhnya. Sebelah tangannya memberi isyarat kepada dua petugas wanita dibelakangnya untuk melakukan tugas mereka.

__ADS_1


Dalam hati, Al bergeming.


Sutradara kampret, siapa kamu sebenarnya?


__ADS_2